
Angel bersiap untuk ke rumah orang tua Andin. Hari sudah semakin sore, ia bergegas mengambil rok dan dress untuk kencan pertama Alice dan Dariel. Andin memberikan dress design sebelum ia kecelakaan, ia sudah mendesign couple cloth yang pernah diusulkan oleh Alice. Karena ini ide Alice maka Andin memberikan ini khusus kepada Alice.
"Aku berangkat dulu yah, pinjam mobil kamu," ucap Angel. Alice memberikan kunci mobilnya kepada Angel.
Angel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Andin. Ia berjanji pukul 3.30 sore akan sampai di rumah Andin. Angel sudah sampai, satpam langsung membukakan gerbang karena mereka sudah mengenal Angel.
"Mbak Luna, sudah di tunggu sama Non Andin di dalam," ucap satpam penjaga rumah Andin.
"Iya Pak, terima kasih," ucap Angel. Mobil mulai memasuki pekarangan rumah orang tua Andin dan ia memarkirkannya.
Angel keluar dari mobil dan menuju pintu rumah.
Ting Tong
Bel rumah berbunyi.
"Assalamu'alaikum." Angel mengucap salam, tidak lama Andin membukakan pintu.
"Waalaikumsalam, Masuk Lun. Kamu mau minum apa?" tanya Andin.
"Kalau ada yang dingin Din, panas banget di luar. Kering rasanya tenggorokanku," pinta Angel.
"Oke, tunggu sebentar." Andin ke dapur untuk membuatkan minuman segar.
"Tante...." Natasha berlari memeluk Angel.
"Eh keponakan tante, wangi banget nih. Sudah mandi yah cantik?" tanya Angel sambil menggendong Natasha.
"Udah Tante," jawab Natasha.
Tidak lama Andin keluar membawa minuman dingin dan juga cemilan bersama Riki.
"Alice ceritanya kencan perdana nih sama sahabat kamu itu, kok bisa sih?" tanya Riki.
"Yah bisa aja, seperti kamu dengan Andin bisa kan sekarang sudah menjadi suami istri," jawab Angel. Ia tidak menceritakan perjanjian antara Dariel dengan Alice.
"Ikut aku yuk, kamu aja yang pilih. Kira-kira yang cocok yang mana untuk Alice dan Dariel. Ada 3 design yang sudah jadi," ucap Andin.
"Asha sama Ayah yuk, Ayah gendong. Tante Luna mau sama Bunda dulu." Riki langsung menggendong Natasha.
Angel mengikuti langkah Andin ke ruang pakaian. Andin memperlihatkan hasil design yang sudah selesai sebelum ia kecelakaan.
"Lun, jujur deh sama aku. Aku terasa aneh jika Alice cepat menerima Dariel. Ada sesuatu yang kamu nggak ceritakan sama aku?" tanya Andin.
"Nggak ada kok Din, yah aku mana tahu. Dariel ajak kencan, ia juga sudah diperkenalkan oleh mama Dariel. Kalau mereka sudah saling nyaman, aku sih setuju-setuju aja," jawab Angel.
"Benar? Kamu nggak merahasiakan sesuatu sama aku? Aku ini sahabat kalian, kita sudah menjadi sahabat belasan tahun jadi jangan anggap aku orang lain karena aku sudah menikah," ucap Andin.
"Astagfirullah, persahabatan kita Insha Allah nggak akan berubah. Walaupun kita sudah punya keluarga masing-masing nantinya. Jangan pikir macam-macam, oke Andin cantik. Aura kamu berubah, lebih percahaya wajahnya. Malam pertama sama Riki bagaimana Din rasanya?" tanya Angel penuh penekanan. Wajah Andin sudah memerah, ia mengingat bagaimana rasanya meneguk kenikmatan penuh pahala.
"Mau merasakan juga, menikahlah sahabatku," ucap Andin.
__ADS_1
Mereka berbincang-bincang sambil Angel menimbang-nimbang pakaian couple yang cocok untuk Alice.
"Aku nggak mau menikah, laki-laki semua sama," ucap Angel sambil mengambil pakaian couple yang ia pilih.
"Astagfirullah, jangan berpikir seperti itu Lun. Nikah itu sunnah," ucap Andin menepuk pundak sahabatnya itu.
Mereka keluar dari ruangan pakaian menuju ruang tamu.
"Ah entahlah Din, aku sudah merasa lelah. Sulit hatiku untuk percaya oleh laki-laki lagi. Aku sekalian bilang bahwa aku akan mengontrak rumah di daerah Kampung Design. Bu Rohaya sudah mendapatkan kontrakan untuk aku. Aku nggak mungkin tinggal sama kamu lagi Din, karena kamu sudah menikah. Besok aku akan mengambil barang-barangku di rumahmu lalu aku antarkan kunci rumah kepadamu." Angel izin kepada Andin.
"Ya Allah, kamu kenapa nggak bilang dulu sama aku? Kamu nggak anggap aku sahabatmu. Aku marah kalau gini sama kamu Lun," ucap Andin sangat marah.
"Kalian kenapa? Kok berantem. Malu di lihat Natasha," tegur Riki.
"Nggak marah kok Rik, hanya salah paham aja. Aku permisi dulu yah Din, terima kasih untuk couple cloth nya, terima kasih untuk kebaikan kamu selama ini," ucap Angel.
"Lun, kok bicaranya kamu seakan-akan mau pergi jauh sih. Seputus asa kah kamu? Aku sahabatmu, jangan merasa kamu sendirian," ucap Andin yang langsung memeluk Luna dengan tangan satunya.
Tak di duga Angel malah menangis ketika di peluk oleh Andin.
"Mas, maaf bisa ajak main Natasha?" tanya Andin.
"Baik sayang, kamu bicaralah dengan Angel." Riki membawa Natasha untuk ke taman.
"Katakan semuanya yang kamu rasakan sama aku Angel, kamu bukan hanya sahabat aku tapi juga sebagai saudara perempuan aku," ucap Andin berusaha untuk menenangkan Angel.
"Aku lelah Andin, aku lelah dengan perasaanku ini. Aku sudah mulai menyukai Jimmy tapi ia membuat kesalahan yang membuat kepercayaanku hilang kepadanya. Aku lelah seperti ini Din." Angel mengakui bahwa dirinya sangat kecewa dengan Jimmy.
"Nggak usah Din, aku mungkin akan ke Bogor aja. Tinggal di sana sementara waktu, tapi aku tidak tinggal di rumah orang tuaku," ucap Angel.
"Mau tinggal di mana?" tanya Andin khawatir. Karena waktu Angel berperan menjadi Luna. Angel menghilang tiba-tiba.
"Kamu nggak usah khawatir, tempatnya safety kok. Terima kasih Din, aku sedikit lega perasaanku. Aku pamit, takut Alice menunggu aku," pamit Angel.
"Hati-hati di jalan." Andin mengantar Angel sampai ke depan pintu.
Di luar mobil Jimmy baru memasuki pekarangan rumah Andin dan memarkirkan mobilnya. Ia melihat mobil yang ia kenal yaitu mobil Alice. Jimmy bergegas ingin masuk, berharap bertemu dengan Angel.
"Thank couple cloth nya," ucap Angel sambil melambaikan tangan kepada Andin.
"Semoga sukses kencannya." Andin juga melambaikan tangan kepala Angel. Andin langsung masuk ke dalam rumah. Mereka tidak tahu bahwa Jimmy melihat dan mendengar itu. Tubuh Jimmy terhalang pohon besar.
'Apa, kencan? Angel sudah memiliki pengganti aku? Jadi ini alasannya tidak mau meneruskan pernikahan ini?' ucap batin Jimmy. Hati Jimmy sudah kalut, dadanya sudah terasa panas.
"Oh gini rupanya alasan kamu memutuskan untuk membatalkan pernikahan." Tangan Angel ditarik oleh Jimmy.
"Apa maksud kamu? Lepaskan tanganku ini sakit," keluh Angel.
"Kamu selingkuh di belakang aku hah? Tidak tahu kah jika aku sangat mencintaimu. Rupanya kamu sudah punya yang lain, tega kamu membuat alasan seolah-olah itu kesalahanku," ucap Jimmy penuh dengan emosi.
"Lepaskan tanganku, ini sakit Bang," teriak Angel. Air matanya mulai keluar kembali.
__ADS_1
"Hatiku yang lebih sakit karena kamu bohongi Angel. Jika kamu tidak mau menikah denganku kenapa seolah-olah kamu mulai menyukaiku." Jimmy makin meremmmaas lengan Angel. Angel sudah memohon untuk melepaskan lengannya.
"Andin, tolong aku," teriak Angel.
Andin yang ketika itu baru masuk dan sedang berbicara dengan Riki terkejut mendengar teriakan Angel.
"Mas, itu suara Luna. Ada apa dia Mas?" tanya Andin.
"Kita lihat sayang." Riki dan Andin keluar dari dalam rumah. Betapa terkejutnya Andin ketika Jimmy agak memelintir lengan Angel. Riki langsung memukul wajah Jimmy. Angel menangis dan memegang lengannya. Paper bag berisi baju couple pun terjatuh dari tangan Angel. Andin lalu langsung berlari menghampiri Angel. Ia melihat lengan Angel.
"Astagfirullah," ucap lirih Andin melihat pergelangan tangan Angel yang sangat merah.
"Andin lenganku sakit banget." Luna menangis dan meringis kesakitan.
"Mas, cek lengan Angel," pinta Andin. Riki mengecek tangan Angel, ketika digerakan Angel berteriakan kesakitan.
"Terkilir lengan Angel," ucap Riki.
Bersambung
Kalau mau berteman sama Authoress di ig yuk mampir @kak_farida
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1