
Kedua orang tua Jimmy sangat berkesan kepada Luna, karena selain Luna berwajah cantik. Dia juga lulusan Inggris, mama Jimmy langsung sangat setuju bila Jimmy ingin menikah dengan Angel, ditambah lagi tutur kata Angel yang sangat sopan santun kepada kedua orang tua Jimmy.
"Tolong kasih tahu kedua orang tua kamu, bahwa lusa kami akan datang ke kediaman orang tuamu di Bogor. Jimmy kamu sudah membeli cincin untuk lamaran?" tanya papa Jimmy.
"Belum Pah, sebenarnya aku ingin melamar Angel seminggu kemudian tapi kalian langsung bilang lusa," ucap Jimmy.
"Jika kalian sudah siap, kenapa harus menunggu lama? Sudah nanti habis kamu dari sini, kamu langsung ke toko berlian biar Angel memilih sendiri cincin untuk lamaran nanti," ucap mama Jimmy.
Hati Luna sangat tidak menyangka hal ini, dan keluarga Jimmy sangat welcome kepada Luna. Bahkan Mama Jimmy langsung menyuruh Jimmy untuk ke toko berlian membeli cincin lamaran nanti.
"Pah, Mah aku dan Angel permisi dulu ya mau milih cincin dan sekalian kencan, karena waktu aku kan habis di rumah sakit, jadi ingin menghabiskan waktu hari ini dengan Angel,: ucap Jimmy meminta izin.
"Oh iya, tapi ingatlah kamu jangan menyentuh Angel sebelum menikah. Jangan sampai kebablasan, dosa. Paham 'kan kamu?" Mama mengingatkan Jimmy.
"Iya Mah, tenang. Mana mungkin aku merusak wanita yang aku sangat cintai, kalau bersentuhan nantilah setelah menikah," ucap Jimmy. Mereka langsung mencium punggung tangan kedua orang tua Jimmy dan pergi dari kediaman kedua orang tua Jimmy.
Luna menaiki mobil Jimmy, dia duduk di jok depan sebelah Jimmy. Luna terdiam, dia sangat sok dengan kejadian sebelumnya. Kedua orang tua Jimmy sudah menentukan jadwal untuk lamaran yaitu lusa.
"Kita pergi ke toko berlian, habis itu kita nonton dan makan, kamu mau kan?" tanya Jimmy. Luna menatap Jimmy.
"Rasanya ini, berjalan sangat cepat sekali. Lusa aku dilamar kedua orang tua kamu akan datang untuk melamarku. Mimpi pun aku tak menyangka dengan hari ini," ucap Luna.
"Bagiku kenapa harus lama-lama untuk menuju halal? Jika aku sudah menikah denganmu, aku kan bisa menyentuhmu," ucap Jimmy.
"Kita harus buat perjanjian hitam di atas putih, bahwa aku tidak akan memberi hakmu sebelum aku mencintaimu selama 3 bulan. Jika aku tidak mencintaimu, maka kita akan berpisah. Kamu masih ingat kan dengan ucapan kita di mobil sebelumnya," ucap Luna.
"Iya aku ingat, aku tidak akan menyentuhmu tenang aja," ucap Jimmy.
"Laki-laki jika tidak ditulis hitam di atas putih maka melanggar," ucap Luna.
Jimmy menatap Luna mendengar hal itu, ia memberi senyuman kepada Luna.
'Kenapa ia malah tersenyum? Apakah ia sudah merencanakan sesuatu? Memcurigakan!' ucap batin Luna.
Mobil Jimmy melaju menuju toko berlian, sesampainya di toko berlian Jimmy lekas turun dan membukakan pintu Luna.
"Jangan menyentuh lenganku." Luna sudah memperingatkan sebelum Jimmy menggenggam kembali tangannya.
"Iya sayang, aku tidak akan menggenggam tanganmu," ucap Jimmy.
Jimmy melangkah di depan Luna, Luna membuntuti Jimmy dari belakang.
"Dokter Jimmy, silahkan masuk. Biasanya sama mama, siapa nih yang di bawa. Cantik banget," ucap Tomi, penjaga toko berlian.
"Awas kamu, jangan sentuh dia. Dia calon nyonya Jimmy. Aku mau lihat berlian yang terbaru," pinta Jimmy.
"Ikuti saya," ucap Tomi.
__ADS_1
Luna melihat, cincin di etalase. Ia tak sadar bahwa Jimmy sudah pergi tapi dia belum sadar.
"Mbak Luna kan? Asistennya Mbak Andin?" Luna langsung menoleh untuk tahu siapa yang menyapanya. Ia terkejut karena Roby berada di toko berlian. Luna berusaha bersikap tenang walaupun jantungnya berdebar kencang, Luna memiliki trauma. Ketika mobil Luna berguling, mobil Roby melintas dan tersenyum ke arah Angel ketika itu. Luna masih ingat dengan senyuman itu.
"Iya, aku Luna. Bapak Roby beli berlian untuk Alice?" tanya Luna. Ia pura-pura tidak tahu.
"Aku sudah putus dengan Alice," jawab Roby.
"Loh, bukannya kalian sudah tunangan dan akan segera menikah?" tanya Luna.
"Tunangan belum tentu nikah, Alice selingkuh di belakang aku. Aku nggak terima itu, jadi aku putuskan Alice," jawab Roby.
"Aku melihat Alice baik," ucap Luna.
"Wajah baik belum tentu hati," ucap Roby.
"Lalu kenapa ke toko berlian?" tanya Luna.
"Tadi dari jarak jauh aku melihat kamu, lalu aku mendekati kamu. Niatnya jika yang aku lihat kamu, aku ingin belikan cincin berlian untuk kamu. Pilihlah yang kamu suka." Roby ingin memegang tangan Luna tapi Luna langsung menghindar. Ia mencari Jimmy, ternyata Jimmy sedang ada di etalase depan.
"Sayang, Jimmy," teriak Luna.
Jimmy yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh, ia tersenyum ketika Luna memanggilnya sayang. Luna langsung mendekati Jimmy dan menggenggam tangan Jimmy.
"Mana berlian yang paling bagus sayang?" tanya Luna dengan suara manja. Luna melirik Roby yang tampak terkejut.
"Roby, perkenalkan ini calon suamiku. Aku kesini ingin memilih cincin untuk lamaran aku," ucap Luna.
"Ini sayang yang paling bagus, keluaran terbaru. Kira-kira kamu suka nggak?" tanya Jimmy sambil menyelipkan rambut Luna ke belakang kuping. "Dia teman kamu sayang?" tanya Jimmy.
"Dia bukan teman aku, hanya kenalan aja," jawab Luna. Jimmy mengulurkan tangannya kepada Roby.
"Oh ya sudah aku permisi dulu ya, Luna salam sama Mbak Andin," ucap Roby.
"Iya nanti aku salamin ke Andin. Sampai jumpa." Roby langsung meninggalkan toko berlian. Luna menangkis tangan Robi yang masih berada di pinggang Luna.
"Kamu nyari kesempatan deh," protes Luna.
"Memang dia siapa sih? Kamu sepertinya ingin membuat dia cemburu," tanya Jimmy.
"Dia itu mantan calon suami aku yang telah mencelakakan aku, yang membuat pendarahan di otaku, yang membuat aku operasi plastik di wajahku," jawab Luna.
"Kenapa kamu tidak bilang sama aku. Aku akan menghajar dia habis-habisan jika aku tahu itu," ucap Jimmy.
"Jika kamu menghajar dia, maka rencana aku dan Andin akan berantakan," ucap Luna.
"Rencana apa?" tanya Jimmy.
__ADS_1
"Kamu nggak usah tahu rencana aku dengan Andin," jawab Luna.
"Aku tidak mau ada apa-apa dengan calon istriku, aku akan menjagamu." Luna seketika itu menatap Jimmy, dia melihat bola mata Jimmy penuh ketulusan untuk mengatakan hal itu.
"Sudah yuk, aku mau pulang rasanya hari ini aku sangat lelah, aku ambil yang itu aja pilihan kamu." Luna menunjuk cincin berlian pilihan Jimmy.
"Nggak jadi kencan dong?" Jimmy sedikit kecewa.
"Tadi kata kamu calon istri kamu tidak boleh ada apa-apa, jika aku dipaksakan untuk kencan sama kamu aku akan lelah. Kamu mau aku lelah? Kamu belum check up aku untuk bulan ini," ucap Luna.
"Aku check up sekarang di rumah Mbak Andin," ucap Jimmy.
"Aku mau istirahat, please." Luna memegang lengan Jimmy. Jimmy menuruti kemauan Luna.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞