Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Aku Janda


__ADS_3

"Rafif, jangan sentuh aku," teriak Andin.


Rafif tak peduli dengan teriakan Andin, ia langsung ingin mencium Andin. Ketika bibir Rafif dan Andin hanya jarak 1 cm, tiba-tiba pundak Rafif di dorong kebelakang, tubuh Rafif memiring dan langsung di pukul wajah Rafif. Andin sudah menangis karena kejadian itu.


"Kamu sudah aman Andin." Ratna memeluk Andin dengan erat.


Ketika Andin berjalan dengan Luna, Ratna dan Irsyad berada di belakang Andin sedang menuju parkiran. Ratna melihat Jimmy memberikan bunga kepada Luna. Ia memberhentikan langkahnya, melihat dokter pribadinya itu sangat tergila-gila dengan Luna. Sebelumnya Jimmy memang berkonsultasi dengan Ratna, Ratna sudah memberitahukan Andin tentang kepribadian Jimmy. Ratna dan Andin sudah bekerja sama untuk menjodohkan antara pasien dan dokternya itu.


BUGH BUGH


"Beraninya kamu melecehkan wanita!" teriak Irsyad.


BUGH


Irsyad menendang perut Rafif, Ratna langsung menarik lengan Irsyad.


"Dek, sudah. Ingat kamu ini siapa jangan sampai wartawan memfoto kamu," ucap Ratna.


Ratna memanggil sekuriti untuk menangkap Rafif.


"Pak tolong bawa dia, dia telah melecehkan pendesign saya," ucap Ratna.


Rafif di bawa ke kantor polisi. Jangan di tanya wajah Rafif seperti apa dipukulin pak lurah. Pipi kanan biru, pipi kiri biru, bibir berdarah bengkak banget tuh bibir. Baju sudah kotor, rambut acak-acakan, wajahnya sudah nggak berbentuk.


"Kamu nggak apa-apa? Ada yang terluka?" tanya Irsyad tampak khawatir. Andin hanya menggelengkan kepalanya.


'Kenapa dia berubah, waktu di danau ampun nyebelin banget. Sekarang seperti khawatir banget, apa laki-laki akan berubah jika bentuk tubuh wanita berubah menjadi langsing? Wajah menjadi tirus dan cantik?' tanya batin Andin.


"Andin, kamu di anterin Irsyad yah? Saya khawatir kalau kamu pulang sendiri," ucap Ratna.


"Tidak Bu, aku sendiri bisa. Nggak apa-apa kok aku," ucap Andin.


"Saya nggak tenang jika kamu pulang sendirian. Kamu itu aset saya, saya percaya jika adik saya ngantar kamu pulang," ucap Ratna.


"Hah, adik?" tanya Andin syok.


"Maaf, saya belum kasih tahu. Ia adik saya, baru di angkat menjadi lurah 5 bulan yang lalu, tadi dia telat datang pembukaan karena ban mobilnya bocor. Biasanya dia sangat di siplin. Sudah kamu di anterin sama Irsyad," ucap Ratna.


"Biar saya pulang sendiri aja Bu." Andin tetap menolak.


"Lihat tuh ban mobil kamu." Ratna menunjuk salah satu ban mobil Andin kempes.


"Sepertinya laki-laki itu yang buat ban kamu kempes, sudah kamu nggak bisa menolak lagi. Nanti saya suruh orang buat nambal ban dan antar mobil kamu ke rumah," ucap Andin.


Andin dengan terpaksa mau di antar oleh Irsyad. Andin membuka pintu belakang, dia tak mau duduk di jok depan. Tapi ternyata jok bagian belakang banyak barang-barang Irsyad.


"Maaf, jok belakang penuh karena tadi aku ke kelurahan dan membawa barang itu untuk acara besok. Kamu duduk di depan aja," ucap Irsyad.


'Apes banget aku, kenapa bisa 1 mobil sama dia sih? Kenapa nggak Bu Ratna aja yang antar aku. Ah sial,' ucap batin.


Andin duduk di jok depan, Irsyad melirik Andin. Andin tidak bicara sejak ia masuk mobilnya.


'Apa dia syok yah?' tanya batin Irsyad.


Mobil Irsyad melaju meninggalkan mall, Andin hanya tertunduk dan terdiam karena ia memang malas berbicara dengan Irsyad.


"Tadi kamu kenal dengan pria itu?" tanya Irsyad membuka percakapan. Andin menganggukan kepala.


"Sangat kenal," jawab Andin.


"Sepertinya dia suka banget yah sama kamu." ucap Irsyad. Andin langsung menatap Irsyad dengan tajam.

__ADS_1


'Perempuan kalau marah, wajahnya seperti singa. Kayanya salah topik nih gua ngomongin pria itu. Duh Irsyad oneng banget deh lu, jelas dia marah, orang di lecehkan sama pria itu,' ucap batin Irsyad.


"Pria itu mantan suamiku," jawab Andin tiba-tiba. Irsyad menginjak rem mendadak sampai Andin dahinya kepentok gara-gara rem mendadak. Andin memegang dahinya, dahinya langsung merah.


"Aduh," teriak Andin kesakitan.


"Maaf...Maaf...sakit yah." Irsyad memegang dahi Andin. Sontak Andin memundurkan kepalanya agar tidak di sentuh Irsyad.


"Kenapa rem mendadak seperti itu, kaget karena aku ini janda?" tanya Andin ketus. hati Andin sudah sangat marah.


Tidak bisa di pungkiri, Irsyad terkejut dan entah kenapa hatinya sedih mendengar itu.


'Kenapa dengan hati gua sih nih? Kenapa tsedih?' tanya batin Irsyad.


"Bu...Bukan seperti itu. A...Aku pikir..." perkataan Irsyad langsung dipotong Andin.


"Kamu pikir aku masih gadis? Iya 'kan? Cepat jalan, aku mau cepat pulang." Andin terus saja memegang dahinya dan meringis kesakitan. Irsyad bukannya jalan, ia mencari kotak P3K. Ia langsung mencari obat memar.


"Alhamdulillah, ketemu." Irsyad menunjukkan obat memar itu kepada Andin.


"Mau apa kamu?" tanya Andin.


"Obatin dahi kamu yang memar," jawab Irsyad.


"Sini aku aja yang olesi sendiri," ucap Andin. Andin menggunakan spion dalam mobil untuk melihat bagian dahi yang merah, tapi ia agak kesulitan. Irsyad langsung mengambil salep itu dan tanpa izin langsung mengolesi di dahi Andin.


Andin menatap Irsyad kala itu, paras Irsyad yang sempurna, pahatan Sang Maha Kuasa, bibir merah seksi, hidung mancung, mata indah, ada jakun di leher yang berkulit putih turun naik, jika tersenyum ada lesung pipi. Andin tersenyum sebentar menatap Irsyad.


'Dih Andin, kenapa lihat dia seperti itu sih? Dia itu kan nyebelin. Dasar Andin sudah lama janda sih kamu,' ucap batin Andin. Andin langsung menggelengkan kepalanya untuk menormalkan pikirannya.


"Jangan geleng-geleng, aku sedang olesin obat ini," protes Irsyad.


"Sudah ah." Andin memundurkan kepalanya lalu ia langsung menghadap ke arah jendela mobil. Karena wajah sudah sangat merah memikirkan Irsyad sangat tampan.


"Please, jalan sekarang. Aku lelah, ingin segera istirahat," ucap Andin.


Tubuh Andin memang sangat lelah, 1 bulan ini istirahatnya setiap hari hanya 5 jam.


"Hmmm alamat kamu di mana yah? Maaf tadi aku lupa tanya Kak Ratna," tanya Irsyad.


"Kompleks perumahan bahagia dunia akhirat no 1 , di jalan semangat," jawab Andin.


Irsyad langsung menjalankan mobilnya kembali.


"Kamu sejak kapan memulai design dress?" tanya Irsyad.


Andin tidak menjawab pertanyaan Irsyad, Irsyad melihat Andin. Ternyata Andin tertidur menyenderkan kepalanya di jendela kaca mobil. Irsyad tersenyum menatap Andin tertidur.


'Nggak nyangka sudah janda, punya anak nggak yah dia? Lagi tidur aja manis dia,' ucap batin Irsyad.


Irsyad sampai di kompleks perumahan Andin, ia ingin bertanya kepada Andi. Tapi Andin masih tertidur sangat lelap. Irsyad bertanya kepada pos satpam. Kaca mobil Irsyad buka.


"Maaf Pak, rumah Mbak Andin di mana yah?" tanya Irsyad.


Untung yang sedang menjaga pos satpam, Andin sebelumnya meminta agar siapapun yang mencarinya bilang ia sudah pindah. Tapi Untung melihat Andin di mobil itu sedang tertidur.


"Mas masuk aja lurus, rumahnya pas di tengah. Rumah yang paling unik bentuknya," jawab Untung.


"Tapi kata Andin nomor 1 Pak, kok di tengah?" tanya Irsyad.


"Nomor rumah nggak berurutan Mas di sini. Mas pacar Mbak Andin yah? Jangan sakitin hati Mbak Andin yah Mas, Mbak Andin orangnya baik banget. Mantan suaminya dulu berengs*k, selingkuhin Mbak Andin. Mas bersyukur jika Mas menjadi suami dari Mbak Andin," ucap Untung. Irsyad hanya tersenyum.

__ADS_1


"Yah sudah Pak, saya masuk yah. Terima kasih," ucap Irsyad.


Irsyad menjalankan mobilnya sampai mobilnya berhenti di depan rumah Andin. Andin masih belum terbangun, Irsyad tidak membangunkan Andin. Ia menunggu Andin sampai terbangun.


'Ternyata dia cerai karena mantan suaminya selingkuh. Istri manis seperti ini diselingkuhin, cowo tadi nggak beres tuh." Irsyad memfoto wajah Andin yang sedang tertidur lelap. Ia tersenyum melihat foto Andin. Irsyad sampai tertidur juga di dalam mobil.


35 menit kemudian, Andin terbangun. Ia melihat sekitarnya bahwa dia sedang di depan rumahnya. Andin melihat Irsyad yang tertidur dengan kepalanya di sanggah di stir mobil. Wajah Irsyad terlihat lucu dengan mulut terbuka. Andin mengambil Androidnya, ia memfoto wajah full Irsyad.


"Pak lurah bangun." Andin menggoyangkan pundak Irsyad. Irsyad langsung terbangun.


"Oh kamu sudah bangun," ucap Irsyad.


"Kenapa nggak bangunkan aku?" tanya Andin.


"Nggak tega, kamu terlihat lelah banget," jawab Andin.


"Kamu mau mampir dulu?" tawar Andin basa-basi.


"Aku langsung pulang aja, pekerjaanku masih banyak," jawab Irsyad.


"Terima kasih sudah antarkan aku dan aku minta maaf waktu di danau buang sampah sembarangan karena lagi bad mood gara-gara mantan dan maaf juga sudah ngatain kamu," Andin tersenyum. Ia membuka pintu mobil dan turun dari mobil Irsyad. Irsyad menjalankan mobilnya dan melihat di spion mobil, Andin yang melambai tangan sambil tersenyum.


"Ya Allah, tuh janda manis banget," gumam Irsyad dalam mobil.


Senyam senyum nggak bacanya? 😁


Bersambung.


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2