
Sudah seminggu setelah Andin rapat dengan ketiga orang kepercayaannya, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari mafia yang berasal dari bos Roby. Andin tidak mengendorkan kewaspadaannya karena ia tahu bahwa Roby sedang terluka, pasti ia akan menyembuhkan lukanya terlebih dahulu kemudian baru mereka akan menyusun strategi.
Kini Luna sudah tinggal di kampung desain, tapi ketika Andin memanggil, dia akan ke rumah Andin. Andin sudah mulai mendesain yang idenya dicetuskan oleh Alice yaitu berupa couple cloth.
Memar di wajah Dariel pun sudah mulai menghilang, sudah berangsur baik dan ia sudah mulai masuk menjadi dosen kembali. Setiap hari dari pasti ia memberi kabar kepada Alice.
"Sayang hari ini setelah aku mengajar, kita ke mall yah ke toko cincin. Insya Allah lusa aku akan melamar kamu secara resmi, datang kepada kedua orang tuamu. Mau kan hari ini kita ke mall?" isi pesan singkat dari untuk Alice.
"Ya sudah, aku tunggu kamu atau aku ke kampus mu saja? Nanti aku nebeng Tasya karena dia sepertinya masuk siang," tanya Alice membalas pesan singkat Dariel.
"Oh ya sudah aku tunggu di kampus yah. See you honey, love you," ucap Dariel dalam pesan singkatnya.
"See you handsome. I love you too," ucap Alice mengakhiri pesan singkatnya dengan Dariel.
Alice memilih-milih pakaian yang cocok untuk dikenakan untuk bertemu dengan Dariel, ia ingin terlihat sempurna di mata Dariel. Walaupun Daniel sudah melamar Alice tapi setelah lamaran mereka tidak bertemu kembali. Mereka hanya berkomunikasi melalui pesan singkat, tapi dengan hanya berkomunikasi seperti itu membuat hati Alice sangat merindukan Dariel. Akhirnya Alice memakai baju yang agak tertutup, dia ingin tampil sopan ketika bertemu dengan Dariel, bermake up tipis membuat inner beauty nya keluar. Sangat cantik di lihat, sedap di pandang.
"Tasya, teteh nebeng ya sama kamu ke kampusmu," ucap Alice.
"Mau bertemu sama Pak Dariel yah Teh?" tanya Tasya.
"Iya, Kak Dariel mau ngajak aku untuk memilih cincin pertunangan. Lusa dia dan Mamanya akan melamar Teteh langsung menghadap Mamah dan Ayah," ucap Alice penuh semangat.
"Ya Allah, aku nggak menyangka Teteh bisa sama Pak Dariel. Semoga kali ini nggak gagal lagi ya Teh, semoga Pak Dariel sayang sama Teteh, nggak seperti Roby yang super Brengs*k itu," ucap Tasya.
"Amin, makasih adik Teteh yang cantik." Alice mencubit hidung mancung adiknya.
"Teteh mah biasa ih, nyubit-nyubit hidung aku, sakit tahu merah nih. Udah atuh jalan, aku takut telat. Tahu sendiri Jakarta macetnya kayak gimana," Tasya menarik lengan Alice.
"Kini Alice dan Tasya berada di dalam mobil. Tasya lah yang menyetir mobil menuju kampusnya. Perjalanan memang sangat macet, untungnya di dalam mobil mereka berbincang-bincang antara kakak dan adik. Sehingga waktu tidak terasa dan sudah sampai di kampus Tasya. Alice langsung mengirim pesan kepada Dariel bahwa dirinya sudah tiba di kampus. Alice menunggu Dariel di kantin.
Tak lama Dariel pun datang dan langsung menghampiri Alice. Para mahasiswi langsung menatap mereka, karena mereka tahu Dariel merupakan dosen yang dingin tetapi banyak digemari oleh para mahasiswinya karena parasnya yang tampan, mix Indonesia dan juga Inggris. Dariel tidak peduli, dia langsung menggenggam tangan Alice.
"Ayo sayang kita berangkat agar nggak sore sampai di mallnya," ajak Dariel sambil menggenggam erat tangan Alice. Alice menyadari setiap pasang mata melihat dirinya. Bahkan ada mahasiswi yang melihat Alice dengan wajah yang jutek dan melihat penampilan Alice dari bawah sampai atas.
"Kak mahasiswa kamu mengintimidasi banget sih melihat aku. Dia melihat aku dari atas ke bawah," ucap Alice dengan nada kesalnya.
__ADS_1
"Mereka iri ada perempuan yang aku gandeng, tapi perempuannya cantik melebihi orang yang iri sama kamu," ucap Dariel.
"Ih gombal Kak Dariel mah orang aku juga dandannya biasa aja," ujar Alice.
"Biasa aja sudah cantik, apalagi dandan luar biasa tambah cantik lagi calon istriku. Sudah ya jangan memperdulikan mereka. Mereka akan aku undang ketika kita menikah dan mereka akan tahu bahwa kamu adalah nyonya Dariel. Kalimat Dariel membuat hati Alice sangat menghangat. Dariel bisa membuat hati Alice melupakan akan sakit hatinya kepada Roby. Sikap Dariel yang sangat perhatian, cara memanjakan Alice membuat hati Alice ketika berdekatan dengan Dariel sangat hangat seperti ada bunga-bunga yang menyirami hatinya.
Kini Alice dan Dariel sudah berada di dalam mobil, mereka menuju mall. Dariel sudah membuat rencana setelah membeli cincin pertunangan, ia akan mengajak Alice untuk menonton bersama, setelah itu makan bersama dan baru ia mengantarkan Alice pulang.
"Aku kangen banget sama kamu sayang, sudah seminggu kita tidak bertemu," ucap Dariel.
"Aku juga kangen sama kamu Kak." Dariel mengelus rambut Alice yang terurai panjang.
Setibanya di mall Dariel langsung memarkirkan mobilnya dan mereka keluar dari mobil, berjalan dengan tangan saling menggenggam dan berbincang. Dariel langsung mengajak Alice ke toko emas berlian. Alice ingin memilih cincin yang simple karena melambangkan cintanya yang simple tetapi besar penuh rasa cinta. Ketika memilih cincin ada seorang yang memanggil Dariel.
"Dariel," teriak seseorang itu. Dariel langsung menoleh dan tanpa aba-aba orang itu langsung memeluk Dariel. Alice yang melihat Dariel dipeluk, dadanya sangat panas. Yang memeluk Dariel adalah seorang wanita yang cantik, tinggi, bermata sipit tapi kulit eropa. Dariel langsung melepaskan pelukan dan mendorong perempuan itu.
"Jangan sembarangan peluk aku," ucap Dariel sangat tegas dan raut wajahnya tampak marah.
"Dariel, aku ke Jakarta sengaja untuk mencari kamu. Aku tak menyangka bahwa kamu dan aku bertemu di sini. Artinya kita jodoh Dariel, aku masih mencintaimu. Aku mau hubungan kita seperti dulu lagi," wanita itu bernama Lauren, mantan kekasih Dariel di Inggris. Keturunan Indonesia, Inggris, Cina, yang satu tempat kuliah.
"Kakak aku pilih yang ini aja, sepertinya cocok di jemari aku." Alice menunjuk cincin yang ia ingin ambil. Dariel pun meminta penjaga toko emas untuk mengambil cincin yang Alice tunjuk. Mereka mengacuhkan Lauren.
"Kak aku coba dulu ya, cincinnya muat atau tidak di jari aku." Alice ingin mengambil cincin tapi Dariel yang lebih dahulu mengambil cincinnya dan langsung menyematkan di jari manis Alice.
"Sayang ini cantik di jari kamu, seperti kamu yang selalu cantik di mata aku," ucap Dariel.
"Dariel kamu nggak mungkin kan menikah dengan wanita ini, dia bukan tipe kamu banget," ucap Lauren.
"Kamu sok tahu tentang aku, justru Alice ini adalah tipe aku yang aku cari selama ini." Dariel langsung membayar cincin pilihan Alice dan langsung menarik tangan Alice untuk keluar dari toko tersebut. Lauren masih mengikuti Alice dan Dariel di belakang mereka. Dariel sangat kesal dengan tingkah dari mantannya, ia berbalik badan.
"Jangan ikuti kami! Kamu mau mengikuti kami? Kami mau berkencan, seperti kurang kerjaan aja kamu. Kamu itu tidak ada artinya lagi untukku. Wanita penghianat yang menginginkan pria lain, wanita selingkuh! pergi kamu dari hadapan aku. Aku muak melihat kamu," teriak Dariel di mall tersebut. Lauren malu karena ucapan Dariel, ia pun akhirnya meninggalkan Alice dan juga Dariel.
Alice sudah sangat kesal, yang tadinya Dariel merencanakan untuk menonton dan makan bersama Alice. Rencananya gagal. Alice tidak mau. Ia ingin langsung diantar pulang. Dariel pun mengikuti apa kemauan Alice karena ia tahu Alice cemburu dan marah. Mereka melangkahkan kakinya untuk menuju tempat parkiran. Ketika mereka baru tiba di tempat parkiran, ada 3 orang yang menghampiri mereka dan ingin menculik Alice. Dariel akan menghadapi mereka dan menyuruh Alice untuk masuk ke dalam mobil.
Ketika Ketiga orang itu ingin menyerang, dari dalam mobil yang mobilnya terparkir di sebelah mobil Dariel ada 4 orang yang keluar dari mobil dan berhadapan dengan tiga penyerang itu. mereka berkelahi sangat sengit, tetapi bisa dipukul mundur dengan mudah oleh empat orang yang keluar dari dalam mobil tiba-tiba.
__ADS_1
Bersambung
Ada berapa readers yang dari Malaysia di novel ini?
Jangan lupa komen-komen dan jempol para reader yang manis. Terima kasih yang sudah membaca, kasih jempol, tulis komen, yang subscribe, yang follow aku dan yang paling keren yang vote novel ini. Love you reader manis sekebon karet.
Baca juga yuk cerita seru novel Authoress.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) (Tamat)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On Going)
__ADS_1