Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Untukmu (Extra part 2)


__ADS_3

Di dalam halaman-halaman kata,


Di dalam dunia khayal yang abadi,


Terhampar cerita, mengalun indah,


Rasa rindu pun membara dalam jiwa.


Pembaca setia yang tiap barisnya terasa,


Seperti bintang-bintang yang gemerlap menghiasi malam,


Kau hadir dalam setiap cerita yang kurasakan,


Seakan membawa aku dalam perjalanan yang tak terlupakan.


Kau dan aku, terjalin dalam kata-kata,


Seperti dua hati yang saling merindu,


Novel-novel ini pun menjadi teman setia,


Dalam sunyi, dalam riang, dalam suka dan duka.


Dalam kegelapan malam atau terang pagi yang cerah,


Kita bersama-sama, dalam petualangan yang tak pernah pudar,


Kau tersenyum dalam setiap halaman yang kubaca,


Rasa rindu pun semakin dalam, semakin nyata.


Kisah-kisah yang kita bagi, cerita-cerita yang kita cipta,


Seakan menghubungkan hati kita dalam jarak dan waktu,


Pembaca setia, engkau adalah bagian dariku,

__ADS_1


Rinduku padamu semakin mendalam, tulus dan suci.


Terima kasih, sahabat setia di dunia kata,


Telah hadir dalam setiap cerita dan petualangan,


Rasa rindu ini takkan pernah pudar,


Kita selalu bersama, dalam novel-novel yang abadi.


Rindu ini tumbuh, seperti bunga mekar,


Di hati penulis, tak terduga datangnya,


Kata-kata ingin berdansa, menyatu dalam cerita,


Untuk pembaca setia, yang menanti tiap sajian kata.


Tiap kalimat terpilih dengan penuh cinta,


Seolah merangkul pembaca dalam pelukan hangat,


Seperti sungai kata yang mengalir, tak pernah mati.


Pada malam sunyi, ketika bintang-bintang bersinar,


Aku merindukan lembaran kosong, menanti cerita tercipta,


Demi pembaca yang selalu setia menanti,


Rindu ini mendorongku menulis, hingga kata terpaut indah.


Seperti senja yang merangkul langit dengan lembut,


Rasa rinduku padamu, pembaca tercinta,


Engkau yang menghidupkan setiap kata yang kutulis,

__ADS_1


Bersama kita menjelajah dunia imajinasi tanpa batas.


Rindu ini akan terus menggelora, tiada pernah surut,


Sebab setiap kata yang tercipta, ada cintamu di dalamnya,


Untukmu, pembaca yang selalu menemani perjalanan ini,


Rindu menulis untukmu, oh, betapa tulus dan abadi.


***


Suami Banciku


Di sebuah kafe yang sebelumnya tenang dan damai, terdapat sebuah perdebatan yang membara di antara tiga individu yang terjebak dalam situasi yang rumit. Di satu sisi, seorang pria yang sikapnya sangat feminim bernama Tama, yang menjadi pusat perebutan dari dua wanita cantik yang saling bersaing yaitu Gayatri dan Laras.


Tama, seorang pria yang begitu mempesona dengan kecantikan yang tak lazim, telah menjadi sasaran perdebatan antara Gayatri dan Laras. Gayatri, seorang wanita yang kuat dan penuh percaya diri, telah menghabiskan waktu lama bersama Tama. Dia dia dijodohkan dengan Tama, tapi sudah satu tahun setelah menikah merasa telah membangun hubungan yang kuat dengannya, bahkan hingga sejauh menyebut Tama sebagai suaminya baru seminggu ini. Namun, rasa bahagia mereka retak ketika Laras tiba-tiba muncul dalam kehidupan Tama.


Laras, wanita yang penuh pesona dan keanggunan, telah mencuri perhatian Tama dengan cepat. Dia dengan lembut mengubah dinamika antara Tama dan Gayatri, mengganggu hubungan mereka yang telah mapan. Laras yakin bahwa Tama seharusnya menjadi miliknya, dan dia tak ragu untuk berbicara keras tentang hal itu.


Perdebatan memanas saat Gayatri dan Laras bertemu di sebuah kafe, niatnya ingin berkencan dengan suami gemulainya kini menjadi hancur gara-gara Laras berada di kafe itu dan dia Langsung mendekati Tama.


"Eh, lu jangan dekat sama Tama, dia suami gua!" Suaranya penuh dengan amarah dan rasa takut kehilangan apa yang dia anggap sudah menjadi miliknya.


Laras menatap Gayatri dengan dingin, "Selama ini lu nggak anggap dia suami lu, lagi pula dia akan bercerai sama lu." Kepala mereka berdua saling berhadapan, saling mengukur kekuatan satu sama lain.


Namun, Gayatri tak mau kalah begitu saja. Dia menghadapi Laras dengan mata melotot tajam, "Apa lu bilang, jangan harap lu bisa nikah sama Tama, dia suami gua." Marahnya begitu mendalam sehingga dia menjambak rambut Laras dalam keadaan panik dan cemas akan kehilangan Tama.


Tak lama kemudian, situasi semakin memanas saat Tama, pria yang menjadi pusat perhatian mereka, mencoba memisahkan Gayatri dan Laras.


"Eh, kalian ngapain? Ih, akika jadi serem liat, kalian berantem," ucap Fahmi dengan nada melambainya. Namun, ketika dia mencoba memisahkan mereka, Laras tak sengaja menampar wajah Tama, membuat situasi semakin rumit.


Kini, Tama merasa seperti boneka yang ditarik-tarik antara dua wanita cantik yang sama-sama ingin memiliki dirinya. Dia merasa tertekan dan bingung oleh perdebatan ini.


"Aduk, akika jadi pusing." Tama menghentakkan kedua tangan wanita yang memperebutkan dia.


Iseng aja aku 😁

__ADS_1


Aku kembali untuk kalian, serbu yuk



__ADS_2