Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan

Di Campakkan Suami Setelah Melahirkan
Hari Akad Merupakan Hari Penculikan


__ADS_3

"3 orang Mas, Om Dirga, Om Arga, dan..."


Andin berbisik di telinga Riki, Riki yang mendengar nama orang itu di sebut sangat terkejut.


"Memangnya dia bekerja di perusahaan Papi? Aku baru tahu itu," ucap Riki.


"Aku aja terkejut Mas, aku juga nggak menyangka ternyata dia bekerja dengan Papi kamu. Tapi dari ke tiga orang ini aku belum bisa memastikan siapa yang menyerang kami bertiga. Aku sedang menunggu info dari Dariel dan rencana untuk memancing ikan kakap di mulai hari ini," ucap Andin.


"Maksud kamu sayang aku nggak mengerti?" tanya Riki.


"Jika sudah ada hasilnya yang pasti aku akan memberi tahu kamu Mas. Aku mau bersih-bersih dulu yah," ucap Andin.


Di dalam kamar mandi, Andin memikirkan ini. Perasaannya campur aduk ketika mengetahui orang ini. Ia berharap bukanlah orang ini yang menyerang dirinya dan juga kedua sahabatnya.


'Apa alasannya bos mafia ini mengincar aku, Alice, dan Angel. Kenapa 2 kali Angel ingin di bunuh, aku diperkosa dan Alice ingin di perkosa. Artinya bos ini ingin menghancurkan hidup Andin, Alice dan membunuh Angel. Kenapa hanya Angel yang sasarannya ingin di bunuh?' tanya batin Andin.


Andin selesai untuk membersihkan tubuhnya, dia membuka pintu. Terlihat Riki sudah tertidur, Andin mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Ia mengelus rambut Riki.


"Kasiannya suamiku tersayang, pasti nungguin aku di depan rumah, hatinya gelisah. Maafkan aku yah sayang, aku percaya sama kamu karena kamu memberikan cinta yang besar kepadaku. I love you Mas." Andin mengecup pipi Riki.


Mata Riki terbuka, dia tersenyum dan langsung memeluk tubuh Andin dan meletakkan tubuh Andin di atas ranjang.


"Astagfirullah Mas, aku kaget banget. Ih kamu mah," protes Andin.


"I love you too my wife, i miss you," ucap Riki.


Perlahan Andin menerima sentuhan dari Riki. Riki bisa membawa Andin ke atas nirwana yang membuat rasa Andin seperti ratu, sang ratu yang sangat di cintai. Tak henti-henti Andin bersyukur mendapatkan Riki sebagai suaminya, ia berharap bisa mempunyai keturunan dari benih yang telah Riki tumpahkan ke dalam rahimnya.


***


1 minggu kemudian.


Dariel sudah mengirimi profil 3 orang yang Andin minta ke email Andin, sejak kemarin tapi Andin baru membuka keesok harinya, ditambah lagi Andin mendapatkan informasi dari Ucup Andin membuka email tersebut dan membuka satu persatu dari ke tiga orang itu, bahkan Dariel berhasil mendapatkan data keluarga dari 3 orang tersebut. Andin membaca dengan detail dan Andin mengingat sesuatu. Detik itu juga Andin menangis mengetahui kebenaran yang menyayat hati.


"Ya Allah kenapa bisa seperti ini?" gumam Andin ketika sudah mengetahui kebenaran.


Andin mengusap air matanya karena hari ini merupakan hari Alice dan Dariel mengucapkan ikrar janji. Ia akan menemani sahabat terakhirnya untuk melepas status single. Andin merancang khusus gaun pengantin Alice sebagai hadiah dari hasil corat coret Andin.


Angel dan Jimmy juga akan datang, mereka sudah membuat janji bahwa akan berangkat bersama ke tempat akad. Angel dan Jimmy sudah tiba di rumah Andin pukul 4 pagi, mereka harus sampai di tempat Alice pukul 5 pagi.


"Ayo Andin kita berangkat," ajak Angel.


"Dokter Jimmy masih sakit dadanya?" tanya Andin.


"Masih rada nyeri apalagi jika sahabat kamu ngambek, sangat nyeri dadaku karena aku bisa dicuekin sampai seharian," jawab Jimmy.

__ADS_1


"Abang, ih..." Angel mencubit pinggang Jimmy.


"Auhh sakit sayang," protes Jimmy.


"Abang duduk di depan sebelah Riki. Aku di belakang sama Andin," ucap Angel.


Andin langsung menggandeng tangan Angel dan masuk ke dalam mobil, raut wajah Andin berbeda ketika berada di mobil.


"Kenapa?" tanya Andin.


"Nggak apa-apa," jawab Andin.


Angel tahu bahwa Andin tidak baik-baik saja, ia sangat tahu sifat Andin. Tapi Angel tidak mau memaksa, ia tahu pasti ada alasan Andin tidak menceritakan itu. Mobil Riki terus melesat dan sampai di gedung di mana Alice berada. Mereka melakukan salat subuh berjamaah, ketiga sahabat itu salat bersama. Setelah selesai kewajiban sebagai seorang muslim, mereka di make up. Alice ingin kedua sahabatnya cantik di hari sakralnya.


"Angel, aku boleh minta sesuatu? Anggap aja ini demi kado pernikahanku," ucap Alice.


"Jika aku bisa, maka aku akan melakukannya," ucap Angel.


"Aku akan menggunakan jilbab di hari sakralku, Andin sudah memakai jilbab. Kamu mau nggak pakai jilbab khusus hari aku ini? Demi aku," pinta Alice.


"Baiklah aku akan memakainya demi kamu sahabatku tersayang," ucap Angel.


"Andin, Angel, belum hamil kan?" tanya Alice.


"Kenapa memangnya?" tanya Andin.


"Kayanya udah ngebet banget nih. Sahabat yang paling muda, akan jadi istri. Cie istri pak dosen," ledek Angel.


"Cie istri para dokter," ucap Alice.


Mereka saling melempar canda ketika sesi make up. Mereka tampak anggun dengan busana design Andin dan juga memakai jilbab menambah keanggunan di wajah mereka.


"Aku gugup nih," ucap Alice.


"Jangan gugup, sebentar lagi ijab kabul akan di mulai," ucap Andin.


"Masih lama Andin 1 jam-an lagi, aku ke kamar mandi dulu yah," izin Alice.


"Alice ya Allah, kamu sudah cantik masa mau ke kamar mandi. Luntur dong nanti make up nya," ucap Andin menahan Alice.


"Aku tegang Andin," ucap Alice.


"Tunggu sebentar yah, dikit lagi kamu pasti akan lega." Angel memegang tangan Alice. Tangan Alice terasa sangat dingin.


"Mbak Alice ke ruangan pengantin yuk sebentar lagi ijab kabul akan di ucapkan, nanti ke dua Mbak ini menunggu di pintu untuk pendamping penganantin," ucap wedding organizer.

__ADS_1


"Ingat Alice, jangan tengan sebentar lagi kamu akan menjadi istri Kak Dariel. Kedua sahabatku akhirnya bersatu, aku sangat bahagia melihat kamu terlihat bahagia," ucap Angel sambil mengusap air matanya.


"Ya Allah Angel, ini jodohku merupakan atas dasar perantaranya kamu. Jika kamu tidak membuat aku jadi ikan pancingan maka aku tidak akan kenal Kak Dariel. Terima kasih sudah memperkenalkan aku dengan pria yang sangat sempurna bagiku." Alice memeluk Angel.


"Andin, aku juga ingin memeluk kamu. Terima kasih sudah menyelamatkanku. Jika kamu tidak menyelamatkan aku mungkin aku tidak akan suci dan tidak bisa memberikan kesucianku untuk suamiku," ucap Alice.


Mereka saling berpelukan bersama sesaat. Kemudian Alice di bawa ke ruangan pengantin. Andin dan Angel melihat punggung Alice, Alice menoleh kepada kedua sahabatnya, ia tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Kita menunggu kamu di depan pintu yah," teriak Angel.


Angel dan Andin menuju ke masjid untuk melihat akad yang akan di ucapkan oleh Dariel setelah itu mereka akan menuju pintu utama, dimana pengantin akan masuk.


Prosesi ijab kabul dilaksanakan di dalam ruang rawat Jimmy. Jimmy pun melakukan prosesi akad ini masih dalam tubuh yang berbaring di ranjangnya


"Ananda Muhammad Dariel Aditya bin Addison Xavier Gavin, saya nikahkan dan saya kawinkan Ananda dengan anak perempuan saya Alice Zhafira Afsari binti Akmal Ghani Rakha dengan mas kawin uang seratus juta rupiah dibayar tunai." Ayah Alice menghentakkan tangan Dariel.


"Saya terima nikah dan kawinnya Alice Zhafira Afsari binti Akmal Ghani Rakha dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Dariel mengucapkan kabul dengan lancar.


"Sah?"


"Sah... sah..." ucap 2 saksi yang menyaksikan ijab kabul yang sangat sakral.


Doa bergema di dalam masjid, mendoakan sepasang manusia yang hukumnya sudah halal jika mereka bersentuhan.


"Tolong...tolong..." teriakan meminta tolong. Andin langsung melihat sumber suara karena posisi Andin berada di luar masjid sebab dia sedang haid sedangkan Angel mengabadikan saat Dariel ijab kabul.


"Alice...Alice..." teriak Andin.


Andin melihat Alice di bawa 4 pria dengan menggunakan penutup wajah.


"Andin tolong aku." Alice dimasukan ke dalam mobil dan mobil itu melesat sangat cepat.


"Pak Ucup, panggil anak buah Bapak semua," teriak Andin.


"Baik Bu." Ucup bergerak cepat. Anak buah yang ada di resepsi dikumpulkan semua.


"4 orang jaga di sini, yang lainnya ikut aku. Aku tahu di mana Alice di bawa," ucap Andin.


Bersambung


Novel ini sebentar lagi akan tamat, komen sebanyak-banyaknya, like sebanyak-banyaknya juga. Aku sayang kalian para pembaca novelku yang setia, yang manis dan baik hati.


Alhamdulilah ada yang iri sama saya sepertinya orangnya sama, padahal saya sudah block tapi dia pakai akun yang lain.


__ADS_1


Ketahuan dia hanya kasih bintang di novel saya.



__ADS_2