Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 1 Pembantu Gratis


__ADS_3

Pov Author


Seperti biasa Naina akan bangun pagi-pagi sekali, sebelum sholat subuh Naina sudah berkutat didapur untuk membuat sarapan untuk seluruh keluarga suaminya dan bekal untuk ke empat anaknya


jika tidak seperti itu Naina akan keteteran karena dia yang mengerjakan semuanya sendirian tanpa bantuan seorang pembantu


Nyonya Dianra memecat semua pembantunya saat pertama kali Naina diajak tinggal dirumah besar itu setelah menikah dengan Bara


Bara dan Tuan Abraham sempat protes dengan tindakan nyonya Dianra tersebut namun wanita itu punya banyak alasan yang membuat semua penghuni rumah tidak melayangkan banyak protes


Flashback


"Mami kok memecat semua pembantu ?"tanya papi Abraham tidak habis fikir dengan kelakuan istrinya


"iya Mi,kok mami memecat semua pembantu


trus siapa yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah "tanya Al bara juga heran dengan keputusan maminya


"kan ada istrimu Al,dia pasti sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah"jawab Bu Dianra santai


"maksud mami apang? apa mami mau istriku menjadi pembantu di rumah ini?"tanya Bara geram namum Bu Dianra bisa meredam dengan cepat kemarahan putranya


"Bukan begitu Al dia kan sudah menjadi istri jadi dia harus menunjukkan baktinya kepada suami dan mertuanya dengan cara mengurus kita dan mami rasa Naina tidak keberatan "ucap Bu Dianra lagi


pak Abraham hanya geleng-geleng kepala karena dia tidak ingin membantah keputusan istrinya karena jika dibantah akan semakin diluar nalar tindakannya


sedangkan bara hanya terdiam mencerna ucapan maminya itu


"benar juga yang dikatakan mami, hitung-hitung Naina belajar berbakti kepada kami dan itu bukanlah pekerjaan berat bagi Naina "ucap Bara dalam hati


Bu Dianra tersenyu melihat anaknya terdiam sambil mengangguk pelan itu bararti putranya tidak keberatan dengan keputusannya


"Nai kamu tidak apa-apa kan jika kamu mengerjakan semuanya?"tanya bara pada istrinya


Naina hanya mengangguk karena Naina berfikir mungkin mertuanya ingin melihat bagaimana dia mengurus semua keluarga dan rumah dengan tangannya sendiri dan menjadi menantu terbaik


dan suatu saat nanti jika dia ditakdirkan hamil dan mempunyai anak tidak mungkin mertuanya tega melihat dia mengerjakan semuanya


sejak hari itu Naina menjadi pembantu gratis dikeluarga suaminya


l


...****************...


setelah masakan Naina selesai suara azan subuh berkumandang


Naina segera menuju kamar putra pertamanya,Naina membangunkan anaknya itu untuk sholat subuh


"Abang bangun sayang, sholat subuh dulu bantu mama bangunkan Adik-adikmu sayang "ucap Naina lembut


"mmm,iya ma"jawab Azka lalu bangun dan duduk di tepi ranjang lalu meraih gelas berisi air putih hangat yang diletakkan mamanya diatas meja belajar Azka dan Azka pun membalikkan badannya membangunkan Adik bungsunya

__ADS_1


karena Azka memang tidur bersama Abi si bungsu


sedangkan adik keduanya sekamar dengan adik ke-tiganya


kamar mereka bersebelahan sehingga memudahkan Azka membangunkan semua Adiknya


lalu mereka akan melaksanakan sholat berjamaah dikamar Azka yang memang lebih luas dari kamar adiknya


Setelah membangunkan putra sulungnya Naina bergegas kekamarnya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah


Naina juga menyempatkan diri untuk membangunkan suaminya walaupun sering mendapatkan bentakan,jika sudah seperti itu Naina hanya akan mengelus dadanya dan beristighfar


sebenarnya Naina merasa sakit hati dengan perubahan sikap suaminya itu.


suaminya tidak lagi pernah romantis sama seperti saat pertama mereka menikah


perubahan sikap Bara bermula saat kelahiran putra ketiga Naina yaitu Aliando namun Naina selalu berusaha biasa saja karena sekalipun dia melayangkan protes pada suaminya itu semua akan berakhir dengan hinaan mertuanya


Bara juga tidak lagi menyangi Putra-putranya dia sangat cuek pada semua putranya


Bu Dianra sudah berulang kali menuntut Bara dan Naina untuk melahirkan Anak perempuan


sampai akhirnya Naina Hamil lagi anak ke empatnya Bu Dianra dan Bara sangat antusias dengan kehamilan Naina karena berharap Naina kali ini melahirkan anak perempuan seperti yang mereka harapkan


namun semua berubah saat mereka tau hasil USG Naina


Sampai saat Naina melahirkan putra ke empatnya tak ada seorang pun yang mendampinginya baik suami ataupun keluarga dari suaminya


setelah itu Bara tidak pernah lagi datang menemui Naina


Namun Naina yang baik hati selalu berfikiran positif, selalu menyemangati dirinya bahwa suami dan keluarganya sedang sibuk bekerja dan sekolah itulah sebabnya mengapa mereka tidak sempat datang menjenguknya


walaupun sebenarnya hati Naina terasa sangat sakit,naina juga tidak ingin memberi tahukan karena Naina tau itu akan sangat merepotkan ayah dan ibunya apalagi ayahnya sekarang sering sakit-sakitan dan hanya Adiknya yang mengurus kedua orang tuanya jadi jika Naina mengajak Adiknya untuk menemaninya bagaimana dengan kedua orang tuannya


tiga hari naina dirawat dirumah sakit setelah melahirkan hari ini dokter mengizinkannya untuk pulang,namun Naina bingung bagaimana caranya untuk pulang


Naina sudah beberapa kali menghubungi suaminya namun tidak ada jawaban malah ponsel suaminya tidak aktif


Naina menarik nafasnya dalam karena merasa hatinya teramat sangat sakit dengan pelakuan suami dan keluarganya yang sama sekali tidak mengkhawatirkannya


Naina mencoba bersabar dan memperbanyak istighfar


"ya Allah kuatkanlah Hamba dan berilah Hamba ketabahan


hamba tau kau mengujiku seperti ini karena saya bisa melaluinya


berilah kesehatan kepada Hamba, anak-anak hamba dan juga keluarga Hamba "ucap Naina lalu mengusap wajahnya yang sudah basah oleh air mata


"sabar Naina kamu pasti bisa "ucap naina menyemangati dirinya sendiri


Naina membereskan pakaiannya dan pakaian bayinya yang tidak seberapa

__ADS_1


Naina juga tidak memiliki apa-apa selain pakaian karena selama tiga hari dirumah sakit naina mengandalkan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit karena tak satu orang pun yang datang menjenguknya


jangankan menjenguk menayangkan kabar lewat telepon saja tidak pernah ada


Naina merasa dirinya seperti orang yang terbuang namun Naina tetap semangat karena mengingat ketiga putranya


Naina memesan ojek online untuk pulang kerumah mertuanya karena uangnya tidak cukup hanya sekedar untuk membayar taksi online, Naina tau jika dia sampai memesa taksi online siapa yang akan membayarnya karena Naina yakin suami dan ibu mertuanya tidak akan memberikan uang


"ibu Naina ya "ucap kang ojek online pada Naina


"iya pak"jawab naina


"baik bu mari,sesui titik kan?!"tanya kang ojek lagi


"iya pak"jawab naina


"Bismillah,berilah hamba dan putra Hamba keselamatan "ucap Naina dalam hati saat ojek online yang ditumpanginya mulai melaju meninggalkan pelataran rumah sakit


Niana merasa bersyukur karena Putranya tidak rewel karena dia menyelimuti tubuh kecil Putranya itu, karena Naina takut Putranya masuk angin atau terpapar matahari langsung


sesampainya didepan rumah mewah milik mertuanya Naina membayar ongkos ojeknya


"wah rumah majikan mbak besar ya,tapi kok suami mbak tidak menjemput "ucap kang ojol


"suami saya lagi ikut majikan keluar kota pak sedangkan majikan saya yang lainnya sibuk semua, terima kasih ya pak"jawab naina hatinya terasa teriris karena dia disangka seorang pembantu dirumah mertuanya sendiri


"iya bu sama-sama, tetap sehat dan bayinya ya bu"ucap kang ojol lagi


"terima kasih banyak doanya kang"jawab Naina, dan kang ojol meninggalkan Naina


tak terasa air mata naina terjatuh orang lain saja peduli padanya, memberinya doa yang baik sedangkan suami dan keluarga suaminya tidak ada yang peduli padanya


Naina menekan bel yang ada dipagar tinggi itu sampai pak amin satpam rumah mertuanya itu mengintip di pagar untuk melihat siapa yang memencet bel


"eh Bu Naina,sudah pulang toh bu


tunggu ya bu saya bukakan pagarnya dulu"ucap pak amin yang langsung membuka gembok pagar besi itu


"silahkan Bu,sini saya bantu bawa tasnya "ucap pak amin hendak mengambil tas yang dibawa Naina namun naina menolaknya


"tidak usah pak nanti mami marah kalau melihat bapak membantu saya "ucap Naina sendu


pak amin juga sudah sangat tau bagaimana sikap nyonya pada menantunya


Pak amin dan pak syukur juga sering merasa kasian namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya sekedar membantu Naina membawa belanjaan maka mereka akan mendapat marah dari Nyonya nya


...****************...


Hai semua saya datang lagi dengan karya Baruku semoga kalian semua suka dengan karyaku


jangan lupa berikan like dan komennya ya

__ADS_1


I Love you All😘😘πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2