Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
107 Kehilangan


__ADS_3

Naina dan Rasya sebagai sopir membawa Jihan kerumah sakit tempat Adrian bekerja,jihan yang sejak tadi merintih kesakitan di bagian perutnya membuat Naina semakin khawatir dan takut


"sabar ya dek kita akan segera sampai di rumah sakit "ucap Naina mencoba menenangkan adiknya


"sakit kak" jawab jihan


"istighfar dek, banyak-banyak berzikir biar sakitnya bisa berkurang " ucap Naina lagi dan jihan pun mengikuti kata-kata kakaknya dan benar saja rasa sakit yang dirasakan oleh jihan sedikit berkurang


sesampainya mereka dirumah sakit jihan dimasukkan ke dalam ruangan UGD


Naina terus menghubungi Adrian,namun sampai beberapa kali ditelpon telponnya tidak angkat oleh Adik iparnya itu


"kamu kemana sih dri, istri kamu membutuhkanmu"gumam Naina pipinya sudah basah dengan air mata, Naina sangat khawatir dengan keadaan adiknya


"bu telpon ibu berdering terus" ucap Rasya yang duduk disamping Naina


Naina segera melihat ponselnya yang diletakkannya disampingnya


"Adrian" ucap Naina saat melihat ID sang penelepon


"assalamualaikum dri,kamu dimana?!" ucap Naina saat telponnya bersambung


"waalaikumsalam kak saya masih dirumah sakit baru selesai operasi, memangnya ada apa kak!?" "jawab Adrian lalu bertanya kepada kakak iparnya itu


"Dri jihan kakak bawa kerumah sakit" Naina menjawab pertanyaan Adik iparnya itu


"dirumah sakit mana kak!?" tanya Adrian lagi


"ditempatmu bekerja "jawab Naina


"trus kakak sekarang dimana!?" tanya Adrian lagi sambil berjalan keluar dari ruangan kerjanya


"di UGD jihan sedang ditangani dokter Sinta "jawab Naina


"baik kak,adri akan segera kesana "ucap Adrian dan Naina Tanpa sadar mengangguk Seolah adrian melihat anggukannya, sambungan telponnya pun berakhir


tak berselang beberapa menit adrian sudah ada di depan Naina


"kak, bagaimana keadaan jihan!?" tanya Adrian pada kakak iparnya


"kakak belum tau dri, dokter belum juga keluar " jawab Naina


"kok bisa perutnya sakit kak,apa dia melakukan sesuatu !?" tanya Adrian lagi


"tidak dri, jihan hanya duduk dikursi rodanya bersama kami di teras depan rumah dan tidak melakukan apapun sampai Jihan tiba-tiba mengeluh perutnya terasa sangat sakit"jawab Naina


Adrian duduk disamping Rasya dengan menundukkan kepalanya,adrian berdoa dalam hati untuk keselamatan istri dan calon bayinya


"keluarga ibu jihan" ucap dokter


"saya dok,saya suaminya " jawab Adrian Naina pun ikut berdiri disamping Adrian


"oh ternyata dokter Adrian " ucap dokter

__ADS_1


"iya dok, bagaimana keadaan istriku !?" tanya Adrian pada dokter Kamila


"maaf dokter Adrian kami sudah melakukan yang terbaik baik namun anak dokter Adrian tidak bisa Kami selamatkan dan kami terpaksa harus melakukan operasi pada istri anda " jawab Dokter Kamila


"lakukan yang terbaik untuk istri saya dok" ucap Adrian


"baiklah dokter Adrian sebaiknya dokter melengkapi data-data istri dokter di bagian administrasi agar kami bisa langsung menanganinya "jawab Dokter Kamila lagi


Adrian hanya mengangguk


"kak saya urus administrasinya dulu" ucap Adrian pada Naina dan berlalu ke bagian administrasi


tak berselang lama Adrian kembali dengan beberapa berkas ditangannya dan menyerahkannya pada Dokter Kamila,tanpa menunggu waktu lagi Dokter Kamila kamila memerintahkan untuk segera membawa jihan keruang operasi


"dok apakah saya bisa mendampingi istri saya dalam ruangan operasi !?" tanya Adrian dan diangguki oleh Dokter Kamila


"terimakasih dok" ucap adrian dan mereka pun masuk kedalam ruang operasi


sedangkan Naina dan Rasya duduk di kursi tunggu depan ruangan operasi


mereka tidak ada berbicara, mereka hanya diam saja Naina sedari tadi merapalkan doa dan zikir dalam hatinya meminta kesembuhan dan kesehatan untuk adik semata wayangnya


"ma"panggil akza dan Attar


"sayang " panggil David


mereka bertiga duduk disamping Naina juga Rasya


"bagaimana keadaan mami ma!? tanya akza


kata dokter anak papi dan mamimu tidak bisa diselamatkan makanya mamimu di operasi " jawab Naina


mereka pun duduk menunggu operasinya selesai


David memeluk istrinya hanya untuk menenangkannya


setelah beberapa jam mereka menunggu akhirnya lampu diatas pintu ruangan operasi padam dan pintunya terbuka perlahan


mereka melihat dua orang perawat mendorong brangkar dimana jihan berada diatasnya Adrian juga terlihat berjalan disamping brangkar itu


mereka bangkit dari duduk mereka dan mengikuti langkah mereka hingga akhirnya mereka berbelok masuk kedalam sebuah ruang perawatan VIP


mereka juga masuk kedalam ruangan itu dan melihat kondisi jihan yang wajahnya terlihat sangat pucat


"ka temani papi pulang nak adikmu ingin papi makankan didekat makam nenek " ucap adrian pada akza


"iya pi ayo"jawab Akza


"pi Attar bisa ikut juga nggak pi!?" tanya Attar


"kamu disini dulu nak dengan bang Rasya untuk menemani mami biar mama dan papamu ikut menemani kami,kamu tidak keberatan kan nak !?" ucap Adrian Dengan wajah sendunya


"atau biar kakak aja yang menemani jihan disini dri dan kalian pulang saja mengurus anakmu" ucap Naina

__ADS_1


"apa tidak apa-apa kak!? trus anak-anak dirumah bagaimana !?" tanya Adrian


"kamu minta tolong saja dulu sama sari dan Raina untuk mengurus mereka karena mbak kiki juga sudah hampir pulang mereka sudah dalam perjalanan pulang " jawab Naina


"baiklah kak kalau begitu, kami pulang dulu nanti saya akan kesini lagi" ucap adrian dan diangguki oleh Naina


kini mereka pulang membawa bayi Jihan yang masih sangat kecil untuk dimakan kan


Sore menjelang Naina masih berada dirumah sakit menemani adiknya yang belum juga sadarkan diri


tak berselang lama david datang bersama Adrian


"bagaimana dri,apa bayi kamu sudah dimakamkan !?" tanya Naina


"sudah kak dekat makam umi" jawab Adrian


"anak kamu berjenis kelamin apa !?" tanya Naina penasaran


"laki-laki kak dan saya memberi nya nama jovandra"jawab Adrian


"Masya Allah, kamu yang sabar ya apalagi menghadapi sikap dan sifat Jihan yang tiba-tiba berubah saat sadar nanti"ucap Naina menasehati adiknya itu


"iya kak adri akan selalu berusaha agar jihan dapat melupakan kesedihannya "jawab Adrian


"baiklah kalau begitu kami pulang dulu kasihan anak-anak pasti mencariku " ucap naia


"iya kak kalian hati-hati ya dijalan " jawab Adrian


"iya, kalau ada apa-apa langsung hubungi kami ya"ucap Naina


"iya kak" jawab Adrin


kini Naina dan David oulang karena hari akan magrib Naina khawatir anak-anaknya mencarinya


sedangkan Adrian duduk dikursi yang ada disebelah istrinya


"aayang kmau harus sabar ya putra kita harus kembali pada sang pemberi hidup,kita sudah berusaha selama ini agar dia bisa bertahan namun Allah punya rencana lain untuk kita" ucap Adrian mencium kening istrinya itu


Adrian juga terus saja mengelus punggung tangan Jihan yang bebas dari infus


lama jihan duduk menemani istrinya Hingga akhirnya Adrian tertidur berbantalkan lengannya


saat Adrian tertidur jihan sadarkan diri


Adrian segera terbangun dari tidurnya karena merasakan pergerakan


Adrian melihat istrinya mengelus perutnya yang kini sudah rata


"mas anak kita mana mas!?" tanya jihan


"Kamu yang sabar ya sayang,anak kita sudah berada ditempat tinggalnya yang baru "jawab Adrian


"hiks hiks hiks maafkan jihan mas, Jihan tidak dapat menjaganya hiks hiks hiks " ucap jihan

__ADS_1


"kamu sudah menjaganya dengan baik sayang, jangan menyalahkan diri sendiri labih baik kita doakan putra kita agar dltenang disana " ucap Adrian dan juhan hanya mengangguk


tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya


__ADS_2