Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 40 rencana Bara


__ADS_3

Beberapa Minggu setelah pemeriksaan kehamilan Gheisa Bara masih bersikap biasa saja.


Bara belum menyampaikan apa yang diketahuinya pada maminya ,Bara ingin mami Nya tau sendiri bagaimana menantu pilihannya


Bara masih mengikuti permainan Gheisa dan orang tuanya,Bara akan membongkar semua kebusukan mereka jika sudah waktunya


saat ini mereka sedang duduk bersama dimeja makan menikmati sarapan pagi merasa


"mas mau makan apa!?"tanya Gheisa


"Nasi goreng dan telur ceplok saja"jawab Bara


"Oke "Gheisa pun mengambilkan makanan untuk suaminya itu ,Nyonya Dianra tersenyum melihat betapa perhatiannya Gheisa pada Putranya


"ini mas"Gheisa menyodorkan piring yang sudah di isinya dengan nasi goreng dan telur ceplok permintaan bara bara


"makasih "bara menerima piringnya dengan ucapan singkat


mereka makan sarapan mereka dengan tenang


"mas hari ini saya mau keluar ya, saya mau ketemu sama teman-teman soal nya bosan dirumah terus "ucap Gheisa pada bara


"kamu kan sedang hamil besar, takutnya nanti kamu akan kelelahan "jawab Bara yang sok perhatian pada Gheisa karena ada orang tuanya


"tidak kok mas, Icha janji tidak akan tidak kelelahan, saya nggak mau stres yang mengakibatkan anak kita kenapa-napa "Gheisa mencoba untuk meyakinkan suaminya itu


"izinkan istrimu keluar bersama teman-temanya sesekali biar menantuku tidak setres tidak" Nyonya Dianra ikut meyakinkan Bara agar Gheisa di beri izin


"ya sudah tapi kamu nggak boleh terlalu capek ya"ucap bara


"iya mas,icha janji tidak akan lelah dan capek "jawab Gheisa


Nyonya Dianra dan Tuan Ibrahim yang melihat itu tersenyum senang karena putra mereka kini bisa menerima istrinya dengan baik.


sedangkan bara merasakan musl ingin muntah melihat tingkah Gheisa yang seperti ulat bulu


"kamu mau Capek msu lelah itu terserah kamu saya tidak peduli "batin Bara


"mas bagi uang dong,masa mau jalan-jalan nggak bawa uang !??"Gheisa bergelayut dilengan kekar Bara saat bara Baru saja menghabiskan sarapannya


"loh kemarin kan sudah saya transferkan,kok minta lagi!?"Hati Bara semakin kesal karena Gheisa Sepertinya sengaja ingin membuat Bara bangkrut


"kan sudah saya pakai belanja mas"ucap gheisa santai


"memangnya kamu belanja apa sampai uang sebanyak itu habis dalam sehari" emosi Bara sudah mulai terpancing


"Bar, sama istri sendiri jangan pelit "Nyonya Dianra menyahuti

__ADS_1


"baiklah saya akan kirim" Bara mengambil ponselnya yang ada disaku jasnya lalu mengotak atiknya sebentar


"saya sudah transfer "ucap Bara


"makasih mas "Gheisa makin mengeratkan pelukannya


"tunggu saja Kamu saya akan menghancurkanmu saya akan mengambil kembali apa yang sudah kamu ambil"ucap bara dalam hatinya


"mas kok bengong !? katanya mau berangkat kerja"ucap gheisa membuyarkan lamunan Bara


"iya,mi pi bara berangkat dulu ya"bara berpamitan dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya


"iya sayang kamu hati-hati ya"jawab Nyonya Dianra


"iya ma"Bara pun meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada dimeja makan


"pa senang deh lihat bara dan Gheisa, apalagi sebentar lagi kita akan punya cucu perempuan "ucap Nyonya Dianra tersenyum bahagia


"iya ma"jawab Tuan Ibrahim datar


"papa tidak suka !?"tanya nyonya Dianra


"suka ma,itu kan pilihan mama jadi papa suka lah"jawab Tuan Ibrahim


"bagaimana saya bisa suka,sifat dan perangainya sangat berbeda dengan Naina yang bisa buat makanan yang enak untuk semua keluarga tidak banyak menuntut, tidak banyak mengeluh


sedangkan menantu kesayangan mama hanya bisa menghabiskan uang"batin Tuan Ibrahim membandingkan mantan menantunya dengan menantu barunya yang suka semaunya


"iya pa Ayo,hari ini mama juga mau bertemu klien "jawab Nyonya Dianra


mereka pun meninggalkan rumah mereka untuk berangkat ketempat aktivitas mereka


sedangkan Gheisa sudah lama pergi tanpa berpamitan pada kedua mertuanya


"kal,ikuti kemana istriku pergi.kirimkan langsung apa yang kamu dapatkan "ucap Bara pada seseorang melalui sambungan telepon


"siap Bos "ucap orang yang di telpon Bara


"saya akan terus mengumpulkan bukti agar mempermudah langkahku untuk menceraikanmu wanita ular"ucap Bara berbicara sendiri dengan seringai sinis


"mami lihatlah nanti bagaimana rupa asli menantu kesayanganmu,saya akan menguasai seluruh perusahaan agar mami tidak lagi senaknya padaku


saya juga punya hak untuk menentukan hidupku cukup sudah saya mengikuti semua keinginan mami ini adalah jalan yang hari ku tempuh agar mami bisa sadar "bara terus bercerita dengan dirinya sendiri sambil fokus ke jalanan


ditempat lain Gheisa memang menemui teman-temannya namun setelah bertemu dan nongkrong bareng teman-temannya Gheisa pergi kesebuah apartemen untuk menemui seseorang


"hai sayang,saya sangat merindukanmu"ucap seorang pria yang membuka pintu apartemen itu

__ADS_1


"saya juga sangat merindukanmu sayang "jawab Gheisa


mereka berdua saling berpelukan dan berciuman didepan pintu apartemen tanpa mereka ketahui bahwa ada yang sedari tadi merekam apa yang mereka lakukan


"masuk yuk sayang, lihatlah si junior sudah bangun dan tidak sabar lagi untuk masuk kesayangannya yang hangat "ucap pria itu


"saya juga sangat merindukan dimasukin Junior sayang "jawab Gheisa mengelus sesuatu yang mengeras di balik celana pria itu dan aksinya itu tidak luput dari tangkapan kamera seseorang


"ayo sayang masuk"ucap Pria itu lalu mereka berdua pun masuk kedalam apartemen itu


seorang pria tersenyum menyeringai lalu mengirim semua video yang didapatkannya kepada Bara


[hari ini saya hanya mendapatkan ini tuan] pria itu mengirimkan pesan pada Bara beserta Videonya


[terimakasih ya,kamu ikuti saja terus apa yang dilakukannya diluar sana, nanti saya akan mentransfer bonus untukmu,cari tau juga siapa yang ditemuinya di apartemen itu] balas Bara


[siap Bos] jawab Pria itu


"Gila istrinya bos Bara, sangat berani sekali bermain api dibelakang tuan bara.apalagi sekarang sedang hamil besar atau jangan-jangan anak yang dikandungnya bukan anak tuan bara !? tapi biarlah saya akan mencari informasi lengkap untuk Bos Bara" ucapnya saat berada didalam lift menuju parkiran dan dia akan bertanya-tanya pada sekuriti yang ada disana sambil nungguin istri Bosnya turun dari apartemen selingkuhannya


"permisi pak,bisa saya istirahat disini dulu sambil menunggu majikan saya selesai dengan urusannya "ucap pria suruhan Bara


"oh silahkan mas, memangnya majikan mas dilantai berapa !?"tanya security itu


"di lantai 9,unit 206"jawab pria itu


"oh di apartemennya den Reyhan !?"ucap pak Muis security di apartemen itu terlihat namanya tertempel di baju seragamnya


"majikan mas cewek atau cowok !?"tanya security itu lagi


"wanita pak Muis, tapi sedang hamil besar "jawab pria iti


"oh apa nama majikan kamu Non Geisha !?"tanya security itu


"iya pak Namanya Non Geisha,apa bapak kenal!?"tanya Pria itu


"ya kenal lah kan sering kesini, mereka itu sudah lama pacaran sampai non Gheisa Sampai hamil"ucap pak Muis


"oh begitu ya pak!?" ucap Pria itu pura-pura tidak tahu apa-apa


"dulu Non Geisha sering nginap disini tapi sudah beberapa bulan ini atau tepatnya setelah non Gheisa hamil sudah tidak pernah nginep disini paling juga datang pagi dan pulang pasa menjelang sore atau malam"jawab pak Muis


tanpa disadarinya pria suruhan Bara merekam semua ucapan pak security lalu mengirimkannya kepada pada Bara


setelah beberapa jam dan hari pun sudah mulai sore Gheisa pun keluar dari didalam apartemen Rayhan Gheisa kini turun keparkiran dan naik ke mobil Reyhan mereka pergi entah kemana


pria suruhan Bara Terus mengikuti mereka

__ADS_1


...****************...


Maafkan saya baru bisa Update soalnya lagi nggak enak badan Flu berat 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2