Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 64 kejujuran David


__ADS_3

David terus saja tersenyum karena hatinya berbunga-bunga ,ya pria yang datang mengaku sebagai calon suami Naina adalah David


David sudah datang sedari Tadi dan mendengar semua perdebatan mereka dan saat Naina mengatakan jika ia sudah punya calon suami membuat David mempunyai peluang untuk segera melamar Naina, wanita yang sudah mampu mencuri hatinya


dan disaat Naina terpojokkan David datang untuk memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Naina dan Naina menyambutnya dengan hangat tanpa penolakan itu membuat hatinya semakin berbunga-bunga, David juga semakin gemas pada wanitanya saat melihat wajahnya yang bersemu merah


Dimata David wajah Naina yang memerah itu semakin terlihat cantik


orang tua David pun sudah setuju dengan keinginan David untuk segera melamar Naina dan terus mendesak David menikahi Naina karena mereka tidak ingin nanti menimbulkan fitnah


orang tua David tidak peduli dengan status Naina karena mereka hanya ingin putra mereka merasa bahagia karena selama ini David menutup diri untuk mengenal perempuan lain setelah anak dan istrinya meninggal David menjadi tertutup dan dingin, ini kali pertamanya David mengatakan kepada kedua orangtuanya untuk melamar seorang perempuan


awalnya mereka terkejut saat David mengatakan jika Naina seorang janda beranak lima namun saat David membawa kedua orang tuanya untuk menilai langsung Naina dan kelima anaknya, David sengaja tidak memberitahukan Naina maksud kedatangan kedua orang tuanya


David hanya mengatakan ingin berangkat bersama untuk melihat-lihat perkebunan karena kebetulan hari libur


melihat keakraban adik David dengan anak-anak Naina orang tuanya pun merasa sangat senang karena selama ini Daffa jarang ingin bergaul dengan orang lain


Naina juga terlihat sangat menyayangi Daffa seperti anak-anaknya


orang tua David juga langsung jatuh hati pada Baby Dewi yang terlihat sangat menggemaskan


David juga sudah pernah mengutarakan keinginan untuk mempersunting Naina pada abah Abdul dan Abah Abdul menyambutnya dengan baik


"kamu jangan ngaku-ngaku deh kalau kamu itu calon suaminya Naina, lihat ekspresi Naina seperti orang kebingungan " ucap Ghani tidak terima sedangkan Bara hanya diam saja melihat itu semua


dia hanya mampu pasrah jika memang Naina telah menerima pria lain untuk menjadi pendampingnya dan fokusnya sekarang adalah mendapatkan maaf dari Putra-putranya dan fokus dengan kesembuhan ibunya walaupun dia sudah tidak lagi tinggal serumah dengan orang tuanya

__ADS_1


Bara masih saja terus memperhatikan kesehatan ayah dan ibunya, dan sekarang adiknya narendra sudah kembali tinggal dirumah kedua orang tuanya untuk menemani sang ayah merawat ibunya


Narendra paham bagaimana perasaan sang kakak makanya Dia tidak banyak protes saat bara memintanya untuk tinggal dirumah besar kedua orang tuanya


"kenapa saya mesti ngaku-ngaku "jawab David


"ya iyalah ngaku-ngaku lihat saja sedari tadi Naina hanya diam "ucap Ghani tak mau kalah


David dan Naina memutar bola matanya malas melihat tingkah Ghani yang tidak mau mengalah


"sudahlah bro kalau memang tidak mau denganmu jangan dipaksakan "ucap Bara pada Ghani


"Kamu mau menyerah begitu saja!? pantas saja dulu kamu begitu mudahnya membuang Naina dan Anak-anaknya karena kamu memang bod*h dan punya pendirian "jawab Ghani tersenyum mengejek Bara


Naina juga mengakui jika yang dikatakan oleh ghani itu ada benarnya Bara itu tidak tegas dalam mengambil keputusan sehingga dengan mudahnya dia membuang dirinya dan anak-anaknya


Bara juga sebenarnya belum ikhlas jika Naina menikah dengan David tapi jika itu bisa membuat naina dan anak-anaknya Bahagia Bara akan berusaha ikhlas karena dia tidak mungkin memaksakan kehendaknya kepada Naina karena Bara tidak Ingin Naina dan anak-anaknya semakin benci


"walaupun saya terus berjuang mendapatkan Naina tapi Naina tidak ingin bersama Naina itu sama saja jika saya akan terus menyakiti hatinya karena memaksakan kehendakku "jawab Bara dan itu membuat ghani semakin marah


"terserah kalian,dan Saya doakan tidak akan pernah bahagia, ingat Naina suatu saat nanti jika kamu membutuhkan bantuanku saya tidak akan pernah mau membantumu lagi"ucap Ghani lalu pergi meninggalkan mereka yang hanya diam melihat tingkah laku Ghani yang seperti orang yang tidak berpendidikan


"dia itu tidak terlihat seperti seorang pengacara hebat " gumam Bara pelan namun Naina dan david dapat mendengarnya


"Nai mas pulang ya, salam buat anak-anak dan saya do'akan semoga kalian selalu bahagia "ucap bara beranjak dari duduknya


"aamiin,iya mas nanti saya sampaikan kepada anak-anak, salam buat keluarga mas"jawab Naina dan Bara tersenyum terpaksa lalu meninggalkan Naina dan David

__ADS_1


Naina dapat melihat bara mengusap wajahnya dan Naina yakin bara sedang menangis namun Naina benar-benar tidak ingin lagi kembali hidup bersama bara


"Nai... Naina,kamu kenapa !? kok malah bengong !?" ucapan David membuyarkan lamunan Naina


"eh tidak apa-apa mas, terimakasih ya sudah membantuku,saya tidak tau bagaimana jika mas David tidak ada mungkin saya akan malu sendiri karena Hanya bicara asal saja mengatakan jika saya mempunyai calon suami pada mereka berdua "jawab Naina Tersenyum kikuk


"Naina saya serius ingin menjadikanmu pendampingku,saya ingin menjadi bagain dari hidupmu "wajah David terlihat sangat serius Naina menjadi teharu mendengar ucapan pria dihadapannya itu


"tapi mas anakku banyak dan belum tentu orang tuamu menerimaku dan Anak-anakku apalagi mereka semuanya laki-laki pasti suatu hari mereka pasti akan menyusahkamu jika kamu menikah denganku "jawab Naina tertunduk,rasa takut Naina untuk membina hubungan dengan pria apalagi sampai ke jenjang pernikahan


"kamu jangan berkata seperti itu, orang tuaku sudah menyetujui kita menikah dan saya pun sudah membicarakan bini dengan abah dan anak-anak dan kata mereka itu semua tergantung padamu Nai,saya sudah merasakan sangat nyaman berada didekatmu tapi saya tidak akan pernah memaksamu fikirkanlah terlebih dahulu


dan kamu tidak usah khawatikan tentang anak-anak insyaallah saya akan berusaha agar menjadi ayah yang baik untuk mereka dan menjadi panutan untuk mereka nantinya "ucap David bersungguh sungguh


"iya mas Saya akan memikirkannya "jawab Naina,david tersenyum


"terimakasih banyak ya Nai,saya menunggu jawabanmu "ucap david


"iya mas saya akan memberikanmu jawabannya secepatnya "jawab Naina


"iya Nai ,saya akan bersabar menunggu jawabanmu


kalau begitu saya pamit dulu ya salam buat abah dan anak-anak "ucap David berdiri dari duduknya dengan senyuman manisnya pada Naina


"iya mas,nanti saya sampaikan mas hati-hati ya dijalan salam buat orang dirumah "jawab Naina membalas senyuman David


setelah David mengucapkan salam dan belalu dari tempat itu Naina langsung p keruko karena takut jika Putri kecilnya menangis mencarinya

__ADS_1


sesampainya di ruko Naina melihat putrinya sedang tertidur di kasurnya yang khusus Naina simpan di lantai bawah agar Naina tidak perlu repot-repot lagi naik turun mengawasi putrinya itu


__ADS_2