
setelah mengurus semuanya kini jenazah umi Alina dipulangkan kekediaman Naina disana sudah banyak yang datang menunggu kedatangan jenazah umi alina
Anak-anak Naina dan para karyawannya sudah sedari tadi menangis mereka tidak menyangka bahwa beberapa hari yang lalu adalah hari terakhir mereka bertemu umi Alina, wanita lemah lembut yang sering menasehati mereka dan mengajarkan mereka cara membuat kue dengan benar
wanita yang sangat baik setiap hari yang ada hanya senyumannya diwajahnya yang cantik walaupun sudah tidak muda lagi
dokter Adrian pun ikut mengantarkan Umi Alina kepembaringan terakhirnya
setelah pemakaman semua orang telah pulang Hanya Naina dan keluarganya yang masih tinggal dan dokter Adrian dan juga Rasyid yang membawa mobil Naina serta keluarga Bude yana
"Lin sekarang kamu punya tempat baru,kamu baik-baik ya disana dan kamu tenanglah disana tunggu mas datang "ucap Abah Abdul mengelus batu nisan istrinyaa dengan deraian air mata
"abah" naina mengelus lembut punggung tua ayahnya
sedangkan jihan masih menangis sesenggukan dipelukan Akza ponakanya
Dokter Adrian ikut meneteskan air matanya melihat itu semua dia teringat bagaimana terperuknya dia dan adiknya saat ibunya pergi meninggalkan mereka berdua untuk selamanya sedangkan ayahnya pergi entah kemana
menurut dokter Adrian Naina masih sangat beruntung memiliki banyak keluarga dan seorang ayah yang menjadi tempat bersandar
"Bah ayo kita pulang, sebentar lagi akan turun hujan "ucap Naina membantu ayahnya untuk berdiri
"sayang mas pulang ya, tunggu mas ya suatu saat nanti saya akan menyusul mu.saya berjanji akan melindungi dan menjaga kedua putri kita juga cucu-cucu kita" ucap Abah Abdul mengusap batu nisan istrinya
kini mereka semua pulang ke rumah Naina begitupun dengan Adrian ikut kerumah Naina, entah mengapa Adrian sangat tertarik ingin tau bagaimana kehidupan keluarga Naina
"silahkan dok diminum dulu kopinya "Naina meletakkan cangkir kopi didepan Dokter Adrian dan sepiring kue bolu kesukaan uminya
Naina menahan rasa sesak di dadanya jika harus menyadari jika wanita kesayangannya kini telah pergi untuk selamanya
"iya bu Naina Terimakasih "jawab dokter Adrian lalu menyesap kopi yang disuguhkan oleh Naina
matanya membulat merasakan kopi yang rasanya begitu nikmat,ini kopi terenak yang pernah diminumnya
"kenapa dok apa kopinya kurang manis !?"tanya Naina karena melihat dokter Adrian membulatkan matanya
"tidak bu Naina, kopinya rasanya pas dan ini kopi yang paling enak yang pernah saya minum " jawab dokter Adrian tersenyum kikuk
__ADS_1
"ini kopi racikan almarhumah umi dok dan ini kopi buatannya yang terakhir " ucap Naina yang kembali mengenang masa-masa bersama sang ibu, ibunya tidak pernah bosan untuk mengajari dan menegur jika berbuat kesalahan
Umi alina sosok seorang ibu yang lemah lembut namun tegas apalagi jika menyangkut kewajiban pada Allah yaitu sholat lima waktu , Umi Alina tidak akan terima penolakan ataupun alasan kecuali Jika benar-benar sakit atau sedang datang tamu bulanan
hingga Naina juga menerapkannya kepada anak-anaknya
"bu Nina" panggil dokter Adrian
"oh iya dok!?" tanya Naina sedikit terkejut
"ibu tidak apa-apa !?" tanya dokter Adrian
"oh iya dok saya baik-baik saja"jawab Naina
"ma,kakak lapar ma" tiba-tiba saja Abimanyu datang dan mengatakan bahwa dia sedang lapar
"astaghfirullah,maaf sayang mama lupa"ucap Naina merasa bersalah kepada anaknya
"dokter Adrian saya tinggal dulu sebentar ya,saya mau masak Dulu "ucap Naina
"kalau begitu saya pamit bu Nina"jawab Adrian
"tidak usah repot-repot bu"jawab Adrian
"tidak repot kok Dokter Adrian, anak-anak dan yang lainnya juga belum makan siang jadi lebih baik dokter makan siang dulu sebelum pulang "ucap Naina dan akhirnya Adrian mengangguk setuju
"assalamualaikum "tiba-tiba ada yang mengucapkan salam
"waalaikumsalam "jawab Naina dan Adrian
"eh Arya dan pak David mari masuk "ucap Naina
"iya mbak Naina, terimakasih" jawab arya anak dari bu Rt lalu masuk kedalam rumah bersama Bos-nya
"maaf mbak Naina kami baru tau kabar duka ini,tadi kami datang ingin memesan kue tart untuk adik Mr.David dan beberapa kue tapi ibu bilang mbak sedang berduka jadi kami sekalian datang untuk berbela sungkawa "jawab Arya dan diangguki oleh Bos-nya itu
"iya umi saya meninggal pagi tadi dan kenalkan ini Dokter Adrian yang merawat umi saya selama dirumah sakit "ucap Naina dan Arya mengangguk anggukkan kepalanya
__ADS_1
"kalau begitu saya kedalam dulu" Naina beranjak dari duduknya dan masuk kedalam dapur tak berselang beberapa lama Naina kembali keluar menemui Tiga tamunya dan membawa dua cangkir kopi untuk arya dan pak David,pria berwajah bule itu terus menatap Naina dan memperhatikan semua gerak gerik naina
"silahkan diminum Arya dan paka David, dokter Adrian ini kuenya silahkan "ucap Naina meletakkan baki yang berisi kue dan cangkir kopi
"terimakasih Mbak Naina "jawab Arya
"makasih bu Nina "jawab Adrian
"maksih bayak bu Naina "kata pak David
"kalau begitu silahkan diminum kopinya,saya kedalam dulu "ucap Naina dan diangguki oleh yang lainnya dan Naina pun kembali kedalam kldaput untuk memasak makan siang yang sudah hampir lewat
Anak-anak Naina semua berada didalam kamar mereka masih sangat merasakan sedih kehilangan orang tersayang mereka
begitupun dengan Abah Abdul dan jihan masih sangat-sangat terluka kehilangan orang yang Sangat mereka sayangi dan cintai
Naina pun sebenarnya sama tapi Naina harus lebih tegar dan kuat karena keluarganya membutuhkan dirinya
setelah Lama berkutat didapur masakan Naina pun sudah matang semuanya
Naina memanggil semua anak-anaknya juga ayah dan adiknya
dengan susah payah Naina membujuk mereka untuk ikut makan tak lupa Nain mengajak ketiga tamunya untuk makan bersama dan Naina menggunakan kesempatan itu karena pasti Abah dan adiknya akan merasa sungkan jika afa tamu yang akan makan bersama mereka
Naina juga tidak lupa membawa beberapa lauk kerumah bude yana karena Naina tau Bude Yana pasti belum sempat untuk memasak
setelah makan siang Abah Abdul menemani ketiga tamunya sedangkan Naina memilih untuk ketoko mencari stok kue tart yang belum di hias dan beberapa stok kue yang sudah mereka buat
setelah mendapatkan apa yang dicarinya Naina kembali kerumahnya ditemani oleh sari dan Siti yang kebetulan ada ditoko membantu menyelesaikan pesanan yang terlanjur masuk
"Assalamualaikum,arya,pak David ini ada tiga pilihan kue tart yang belum di hias jika ingin saya bisa hias kuenya sesuai keinginan pak David tapi kalau bapak ingin yang baru maaf saya belum bisa membuatkannya fan juga ini ada beberapa sampel kue yang stoknya ada ditoko"ucap Naina meletakkan kue yang dibawanya dimeja begitu pun dengan sari dan siti
"oh ternyata ada stok kuenya ya mbak Naina !? kalau begitu saya ingin yang ini saja, tolong di hias ya mbak Naina " jawab pak David menunjuk salah satu kue tart yang di bawa Naina ,sari dan Siti
pak David juga menunjuk beberapa kue
mereka pun membicarakan hiasan seperti apa yang diinginkannya
__ADS_1
Adrian hanya diam memperhatikan Naina dan David
Adrian baru mengetahui jika Naina memiliki toko kue