Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 54 kesedihan Azka


__ADS_3

Pov Azka


sudah beberapa bulan papa tidak pernah lagi datang menemui mama, sejak hari dimana kami menolaknya sebenarnya ada rasa kasihan dihatiku melihat papa seperti itu, bohong jika saya tidak rindu akan kehadirannya


saya sangat rindu bahkan saya tau Adik-adikku juga sangat merindukan papa kecuali baby Dewi yang memang belum tau apa itu papa bahkan papa pun tidak pernah tau jika kami memiliki Baby Dewi, anak perempuan yang selama ini sangat di inginkannya


walaupun selama ini papa selalu mengabaikan kami,papa tidak pernah peduli pada kami apa lagi Oma yang memang sejak awal tidak pernah menyukai kami padahal kami ini cucu kandungnya anak kandung dari Putranya


terkadang kami iri pada adik sepupu kami Arya yang selalu diperlakukan penuh dengan kasih sayang, selalu dikabulkan segala keinginannya


adikku Abimanyu yang memang sejak lahir papa memang tidak pernah peduli padanya bahkan tidak pernah menganggapnya ada ,bahkan oma dengan teganya mengatakan didepan kami bahwa Abimanyu lahir karena mama selingkuh yang jelas-jelas wajahnya sangat mirip denganku yang mewarisi wajah papa


saya dapat melihat betapa terpukulnya mama namun mama tetap bertahan karena papa pernah mengancam mama jika mama keluar dari rumah itu papa tidak akan pernah lagi bisa melihat kami bertiga,saya sering mendengar mama menangis meratapi nasibnya dan mama bertahan dirumah mewah ini namun seperti neraka agar kami tidak terpisahkan


saya sebagai anak sulung selalu berusaha agar dapat membantu mama mengurangi setiap bebannya seperti menjaga adik-adikku ataupun membantu pekerjaan mama yang dapat ku kerjakan


Ali dan Abimanyu memang tidak pernah mendapatkan kasih sayang papa


beda denganku dan Attar yang sempat merasakan Kasih sayang dan perhatian papa namun semenjak tante Mira melahirkan Anaknya Arya semua kasih sayang dan perhatian papa tertuju pada adik sepupuku itu,papa tak pernah lagi mau bermain bersama kami berdua namun mama selalu memberikan kami pengertian jika papa sedang banyak pekerjaan hingga papa tidak punya waktu untuk kami


ditambah lagi mama melahirkan Ali dan Abimanyu papa dan oma semakin tidak peduli bahkan saat mama melahirkan Abimanyu papa tidak pernah datang kerumah sakit untuk melihat mama kami pun dilarang kesana untuk menemani mama


mama wanita yang sangat kuat dan tangguh menurutku serta Sangat sabar berulang kali oma menghina mama tapi mama tetap melayani mereka


mama diperlakukan seperti seorang pembantu bukan seorang menantu dirumah itu,saya sudah sangat mengerti dengan situasi itu namun mama lagi-lagi bisa membuat kami mengerti dan selalu mengajarkan kami untuk tidak membenci papa dan keluarganya walaupun papa dan oma selalu berlaku tidak adil pada kami hanya om narendra adik papa dan opa yang selalu membantu kami walaupun secara diam-diam karena mereka tidak ingin kami kena marah oma dan papa


pernah sekali adikku Abimanyu sangat ingin merasakan makan kue tart seperti kue ulang tahun Arya, namun entah darimana opa tau keinginan adikku itu


opa membeli sebuah kue tart coklat kecil dan mengantarkannya langsung kekamarku dimana Adik-adikku sering berkumpul hingga memisahkanku untuk mengawasi mereka

__ADS_1


karena kami takut keluar kamar jika oma dan papa ada dirumah


saya sangat bersyukur opaku masih peduli pada kami, Air mataku tidak bisa kubendung lagi


"jangan nangis nak, sekarang kalian makan kuenya tapi ingat jangan ada sisa ya takutnya Oma kalian melihatnya dan kalian dimarahi dan dituduh macam-macam " ucap opa memperingatkan kami dan kami pun mengangguk setuju


hari ini saya melihat papa datang lagi bersama dua orang temannya menemui Mama, Saya tau kedatangan mereka karena saya sudah memasang kamera CCTV tanpa sepengetahuan mama dan yang lainnya kecuali ketiga adikku karena ini ide Ali yang memang sangat pandai masalah seperti itu,kami memantaunya dari dalam kamarku melalui laptopku


adik-adikku sudah sangat ingin mengusir papa namun saya larang karena ditoko banyak orang dan papa tidak datang sendiri


"Jangan dek, yakinlah mama bisa mengatasinya jangan buat mama bersedih cukup papa yang membuatnya bersedih.tapi kita harus membuat mama bahagia"ucapku


saya tidak ingin malu didepan teman-teman papa yang menganggap mama gagal mendidik kami karena bersikap tidak sopan cukup hari itu kami kelepasan kontrol


pa kenapa baru sekarang papa datang!? kenapa bukan saat kami sangat membutuhkan papa!? kenapa baru sekarang menginginkan kami kenapa bukan saat kami ada bersama papa!?


kenapa hanya opa dan om Narendra yang selalu peduli pada kami, selalu perhatian pada kami sedangkan papa sebagai ayah kandung kami tidak pernah peduli pada kami


ya Allah maafkan hamba bukannya hamba tidak menyangi papa hingga menolaknya untuk bisa bersama mama lagi,hamba sangat menyayanginya walaupun selama ini papa tidak peduli pada kami tapi kami ingin melihat mama bahagia cukup sudah mama menderita selama Enam belas tahun lamanya


"apang papa nyanyis"ucap adik bungsuku


"tidak sayang abang tidak nangis, tadi abang kelilipan debu makanya dedek jangan main tanah ya nanti kelilipan juga seperti abang" kuseka airmataku agar adikku ini tidak banyak bertanya walaupun usianya baru setahun lebih namun dia sudah sangat cerdas ingin tau banyak hal


"oh beditu!?apang bain pacil!?"tanyanya membuatku merasa gemas sendiri


"Pa seandainya kamu tidak mengusir mama dan menceraikannya kamu dan oma pasti sangat senang melihat kelahiran baby Dewi,kamu mengusir dan menceraikan mama saat mama mengandung baby Dewi "


airmata ku kembali berjatuhan melihat adik perempuanku yang begitu tidak beruntung dia hadir saat papa tidak menginginkan kami

__ADS_1


biarkanlah papa tidak tau akan kehadiran baby Dewi karena masih ada kami kakak-kakaknya yang akan menikahkannya kelak


saya berjanji akan menjadi orang yang sukses dan akan membahagiakan mama dan ke empat adik-adikku


"abang kenapa kok nangiy!?" tanya adikku Attar


"tidak apa-apa mas,abang hanya merasa kasihan pada mama,dan juga kesal pada Papa.


abang berfikir kenapa papa baru datang sekarang memohon pada mama setelah mama bisa menghidupi kita semua " ucapku karena memang saya dan Attar sering bertukar pendapat ataupun bercerita apa saja


"saya juga kesal bang pada papa,kenapa baru sekarang datang menemui kita disaat dia terpuruk dan oma kena stroke"jawab adikku Attar


"itu karena papa ingin menjadikan mama perawat gratis Oma seperti dulu menjadikan mama pembantu,saya benci papa dan Oma "sahut Ali yang tiba-tiba datang menghampiri kami


"abi juga benci pada papa tapi abi juga rindu pada papa Hiks hiks hiks " Abimanyu ternyata juga mendengarkan pembicaraan kami, adikku Abimanyu memang yang paling sensitif diantara kami apalagi jika itu menyangkut papa dan mama


"jangan bilang seperti itu dek biarpun papa sudah menyakiti kita tapi kita tidak bisa membencinya karena bagaimanapun dia papa kita, Kita tidak ada didunia ini jika bukan karena papa


cukup kita menghukumnya seperti ini, menolaknya untuk kembali bersama mama tapi kita jangan membencinya kakak tidak mau kita menjadi anak durhaka "ucapku mencoba memberikan pengertian kepada Adik-adikku


mereka tertunduk dan meneteskan air matanya,tanpa kami sadari ada mata kecil yang menatap kami bingung


"bas,aa,ata apatah talian pemua lelipam juda pepelti apam!?"tanyanya polos


"iya dek kami kelilipan soalnya tadi kami main diluar "jawabku asal


"oh beditu,tekalan ata,apam,bas pama aa halus baim pama wewi nda poleh telual banti lelipam ladi"ucapnya membuat kami tertawa mendengar ucapannya dan menciumi pipi tembemnya hingga tertawa kerena kegelian


baby Dewi adalah penawar segala sakit dihati kami karena Ucapan polosnya mampu membuat kami tertawa bahagia

__ADS_1


__ADS_2