Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 103 Dewi masih ngambek


__ADS_3

Kiki ikut kerumah Naina lagi karena ponselnya masih dirumah Naina


sedangkan dikamar abah dewi masih saja menangis


Abah Abdul memilih membersihkan dirinya dulu sebelum mendekati cucunya itu


setelah membersihkan diri dan sholat ashar Abah Abdul mencoba mendekati cucunya itu namun saat sampai didekat Dewi ternyata dewi tertidur namun sesekali terdengar isakan tangisnya


qbah abdul membelai lembut kepala cucunya itu agar tidak terbangun karena merasa terganggu


abah Abdul memilih duduk disofa yang ada di dalam kamarnya untuk menunggu cucunya terbangun Abah Abdul mengambil Alquran nya dan mulai membacanya perlahan dengan suara pelan


Abah Abdul tidak ingin meninggalkan cucunya tidur sendirian di kamarnya karena hari sudah sore


lama abah Abdul membaca Ayat suci Al-Qur'an hingga akhirnya Dewi terbangun dari tidurnya


"assalamualaikum, cucu cantiknya kakek"ucap Abah Abdul saat melihat Dewi Duduk diranjang sambil menggosok matanya yang terlihat sembab


"Tate "sahut Dewi merentangkan kedua tangannya dan Abah Abdul segera menerima uluran tangan cucunya itu


dewi memeluk leher Abah Abdul dan menyembunyikan wajahnya dicuruk leher sang kakek


Abah Abdul mengusap punggung cucunya itu dengan lembut, Dewi terdiam mungkin karena merasa nyaman


sedangkan dirumah Naina


 kiki dan Naina merasa sangat bersalah kepada putrinya itu


mereka tidak menyangka jika dewi akan merajuk seperti itu karena biasanya mereka bercanda dan tertawa Dewi akan menimpalinya dengan tertawa juga


tapi kali ini mungkin mereka sudah kelewatan hingga dewi sampai marah seperti itu


"kak saya merasa bersalah pada dewi" ucap kiki sendu


"iya kakak juga ki, mungkin dewi sekarang masih marah baru kali ini dewi marah seperti itu" jawab Naina juga dengan sendu


Sore menjelang bakso yang mereka buat sudah selesai tapi dewi belum juga datang bahkan Rendy dan seno sudah datang

__ADS_1


seno juga sudah sedari tadi menanyakan tentang Dewi,akza dan Attar sudah kerumah Abah Abdul untuk membujuk adiknya itu agar mau pulang tapi dewi tetap tidak mau pulang


saat mereka semua duduk di sofa ruang tengah tiba-tiba saja terdengar suara abah dan jihan juga Adrian mengucapkan salam


tanpa menunggu Naina langsung berdiri dan berjalan cepat menuju ruang tamu dan benar saja abah,jihan datang juga Adrian yang sedang menggendong Dewi


dewi menyembunyikan wajahnya di curuk leher Adrian


Naina mencoba menyapa putrinya itu namun dewi tidak memperdulikannya


Naina merasa sangat sedih karena baru kali ini Dewi mendiaminya


"sayang mama minta maaf ya" ucap Naina namun dewi tetap Diam


mereka berjalan kedalam keruang tengah dimana semua orang berkumpul


saat melihat dewi Seno langsung mendekatinya dan beruntungnya dewi mau bermain dengan seno namun jika melihat kiki, Naina dan jihan raut wajah dewi akan berubah masam


adrian merasa kasihan pada istrinya itu karena dia selalu ingin memeluk dewi namun ponakanya itu tidak mau dekat-dekat dengannya karena masih marah


begitupun dengan Rendy merasa iba melihat istrinya yang dicuekin oleh putri angkatnya itu


devan dan Devania di jaga oleh oma dan opanya


"sekarang kita makan yuk,mas sudah lapar" ucap david mengalihkan perhatian semuanya


mereka pun berjalan menuju meja makan


mereka makan tanpa suara dewi makan disuapi oleh david karena tidak ingin disuapi oleh mamanya


setelah makan dewi mengajak seno kekamarnya untuk bermain sebelum mereka tidur karena ini kali pertamanya seno datang kerumahnya


"Bunda Yayah seno tidur disini ya,seno mau tidur bareng abang Akza" pinta seno


"iya sayang " jawab kiki dan Rendy


seno sangat senang mendapatkan izin dari orang tuanya

__ADS_1


"apang zeno, pita bain pi tamal wewi yut" ajak dewi Seno mengikuti langkah adiknya itu naik kelantai dua dimana kamar dewi berada


"Apang imi tamalna Apang akca,imi tamalna Aa' ali,imi tamalna wewi, yang ipu tamalna bas attal tlus yang ipu tamalna ata abim"ucap dewi menunjuk semua kamar


Akza tersenyum mendengar adiknya menjelaskan semua kamar yang ada dilantai dua


akza membuka kamar dewi dan mereka pun Masuk kedalam kamar yang bernuansa pink dan biru di dindingnya banyak terpasang gambar-gambar karakter kartun princess


seno sangat kagum dengan kamar dewi,dewi juga menunjukkan semua mainannya pada seno


"wah mainan dewi banyak sekali "ucap Seno melihat dua box penuh dengan mainan


"iya ata,imi ipu dadiah dali pemua lolang puntuk wewi" ucap dewi tersenyum


"wah dewi pasti sangat senang punya banyak mainan,kakak juga punya banyak mainan dirumahnya nenek tapi semuanya robot-robotan juga mobil-mobilan "jawab Seno


dewi mengangguk-anggukkan kepalanya karena pernah melihatnya saat berkunjung kerumah sang neneknya


mereka sangat senang menemani Dewi bermain hingga hari semakin malam


"sekarang dewi cuci tangan dan kakinya juga jangan lupa Sikat gigi setelah itu Dewi karena sudah malam besok kalian bermain lagi " ucap akza tegas


"ciap Apang "jawab Dewi mengangkat tangannya sambil memberi hormat pada kakaknya itu


akza dan seno tertawa melihat tingkah lucu dewi


setelah melakukan apa yang dikatakan oleh kakaknya itu Dewi segera naik ketempat tidurnya dan bersiap untuk tidur


"dek ayo kita tidur dikamar kakak"ajak akza pada Seno


seno mengangguk mendengar suara Akza


seno berpamitan pada dewi lalu memperbaiki selimut Dewi


setelah itu mereka keluar dari dalam kamar dewi


akza mengajak seno masuk kedalam kamarnya karena mereka akan tidur ada Rifky

__ADS_1


seno merasa senang saat melihat kammar akza yang begitu lemah lembut namun wajahnya akan berubah menjadi lebih tegas dan tak terbantahkanjuka itu semi kebaikan adikmu


setelah cuci kaki dan tangan, akza meminta Seno untuk segera tidur


__ADS_2