
sudah seminggu berlalu semenjak David mengutarakan perasaannya pada Naina dan selama itu pula Naina meminta petunjuk pada sang Khaliq pemilik hidup
Naina melangitkan doa di sepertiga malamnya,Naina tidak ingin lagi mengambil keputusan dengan terburu-buru
Naina banyak belajar dari pengalaman saat bersama bara
Naina pun meminta pendapat dari ayahnya juga pendapat bude yana sebagai pengganti uminya yang telah tiada
biasanya Naina akan mengatakan semua keluh kesahnya kepada sang ibu namun sekarang sang ibu telah pergi untuk selamanya
"umi Naina kangen,Naina ingin mendengar pendapat Umi hiks hiks hiks
doakan Naina ya umi semoga Naina tidak salah pilih lagi
ya Allah jika mad David adalah jodoh terbaik untukku maka dekatkanlah dan jika dia hanya akan menyakitiku dan anak-anakku maka jauhkanlah kami "ucapan doa Naina diselingi isakan tangisnya
"ma mama kenapa !?" tanya akza yang tiba-tiba datang menghampiri Naina yang sedang duduk di atas sajadahnya
airmata dipipinya masih membasahi
"Bang kok Abang ada dikamar mama??! ada apa nak!?"Naina terkejut dengan kedatangan putra sulungnya itu
"abang tidak bisa tidur ma,abang ingin membangunkan mama sholat malam tapi abang mendengar mama menangis abang jadi khawatir jika mama sedang sakit abang membuka handle pintu kamar mama dan ternyata tidak terkunci "jawab Akza menjelaskan kenapa dia ada dikamar mamanya
"mama baik-baik saja sayang "jawab Naina
"tapi kenapa mama menangis !? apa papa menyakiti mama lagi!?"tanya akza semakin penasaran
"tidak sayang papa tidak menyakiti mama, Mama hanya rindu pada nenek !"jawab Naina lagi belum mau jujur pada putranya itu apa penyebab kegelisahannya
"ma om David pernah bertanya pada abang!" ucap Akza
"tanya apa bang!?" tanya Naina dengan kening mengkerut
"emmmm,om David bertanya apakah Abang setuju jika mama menikah dengan om David "jawab akza
"trus abang jawab apa!?" tanya Naina semakin penasaran
"abang bilang kalau mama Bahagia abang setuju-setuju saja namun jika mama akan disakiti lagi maka dia akan berhadapan dengan abang"jawab akza yang membuat Naina terharu
Naina sangat bersyukur memiliki anak-anak seperti mereka yang selalu peduli dan perhatian padanya
"trus apakah Adik-adik juga akan setuju bang!?" tanya Naina lagi
"mama tidak usah khawatir Adik-adikku akan setuju apapun itu keputusannya jika ada yang akan tidak setuju abang akan memberikan pengertian kepadanya "jawab akza mantap
"makasih ya bang,abang selalu ada untuk mama hiks hiks" ucap Naina terisak kembali
akza memeluk tubuh mungil mamanya dan mengusap punggung wanita yang telah melahirkannya itu, wanita yang selalu melimpahkannya dengan kasih sayang, Wanita yang Rela banting tulang bekerja siang dan malam demi untuk memenuhi segala kebutuhannya
akza ikut meneteskan airmata,Akza ingin wanita hebatnya itu merasakan kebahagiaan
usia akza memang belum dewasa tapi keadaan yang menuntutnya untuk menjadi dewasa dan menjadi panutan bagi Adik-adiknya
"sudah ma,jika memang mama sudah memantapkan hati untuk bersama om David kami akan selalu mendukung mama apapun itu keputusan mama karena mama yang akan menjalani kehidupan itu kami hanyalah mengikuti kemanapun mama pergi"ucap Akza dengan suara bergetar
"makasih sayang, sekarang sudah tau apa jawabannya "jawab Naina merasa hatinya menjadi lega dan tau jawaban apa yang akan diberikannya pada David Nantinya
__ADS_1
mungkin ini jawaban dari doanya disepertiga malamnya
"sekarang kamu istirahat ya sayang, besok kamu harus sekolah "ucap Naina mencium pucuk kepala Putranya itu setelah pelukan mereka terurai
"iya ma,mama juga istirahat jangan sampai mama jatuh sakit "jawab akza
"iya sayang "ucap Naina
"mama pama babang apa!? apa nanyis Hiks hiks hiks "suara Dewi tiba-tiba saja terbangun dan ikut menangis melihat mama dan kakaknya menangis
"tidak apa-apa sayang,mama sama abang baru selesai sholat trus kenapa dedek bangun sayang "tanya Naina yang sudah duduk disamping Putrinya diatas ranjang mereka
"pede tali mama"ucap Dewi yang masih terisak
"ma abang kembali kekamar ya,mama dan dedek istirahat lagi ya"ucap Akza mencium pipi tembem adiknya
"iya sayang "jawab Naina
Akza pun meninggalkan kamar mamanya dan kembali kekamarnya untuk beristirahat karena malam masih begitu larut
begitu pun Naina kembali tidur bersama putrinya karena masih asi dan Naina pun terlelap dalam mimpi indahnya
David pun memantapkan hatinya dengan mengadu pada penciptanya
selama seminggu itu David tidak pernah datang kerumah Naina karena David ingin memberikan waktu pada Naina untuk berfikir dan mengambil keputusan yang tepat
David sudah siap dengan segala keputusan Naina termasuk ditolak oleh Naina karena David tidak ingin memaksakan kehendaknya walaupun sangat mencintai Naina karena kebahagiaan dan kenyamanan Naina yang utama
Hari ini David akan menemui Naina dan menanyakan bagaimana jawabannya
David Begitu bersemangat, berpakaian Santai tapi rapi ketampanannya semakin membuat siapa saja pasti akan terpesona
"iya dong,harus ganteng nih" jawab david tersenyum
"mau kemana kak!?" tanya mama Mita
"mau nemuin calon mantu mama"jawab David masih dengan senyumannya
"sarapan dulu"ucap mama Mita lagi
"nanti aja ma sarapan ditoko sarapan Naina aja"jawab David lagi
"kak dafa ikut ya"ucap dafa
"kamu kan sekolah dek"ucap papa Ginanjar
Dafa jadi cemberut mendengar ucapan papanya
"kan kamu bisa nyusul kesana setelah pulang sekolah "ucap papa ginan
"beneran pa!?"tanya Dafa
"iya "jawab papa ginan
"makasih pa"jawab Dafa senyuman manisnya
"pa, Papa jadi berangkat ke bali hari ini!?" tanya mama Mita
__ADS_1
"iya,kamu siap-siap ya kita berangkat siang " ucap papa ginan
"iya pa"jawab Mama Mita
"sayang kamu tidak apa-apa kan mama dan papa tinggal !?" ucap mama Mita
"tidak apa-apa ma,Dafa sudah biasa lagian juga ada kak David"jawab Dafa dengan tersenyum terpaksa David tau adiknya pasti kecewa karena selalu ditinggalkan, David sangat tau rasanya karena dulu pun dia sering merasakan itu
namun mereka tidak ingin banyak protes karena itu semua untuk mereka juga
"ma pa david berangkat ya,doakan david Naina menerima pinangan David" ucap David pada kedua orang tuanya
"iya nak,doa kami selalu menyertaimu "jawab mama mita dan diangguki oleh papa Ginan
"dek kakak berangkat ya, semangat belajarnya "ucap David pada adiknya
"iya kak, semoga sukses ya kak"jawab Dafa
"aamiin "jawab David dan berlalu dari ruang makan
David mengendarai mobilnya menuju rumah Naina, setelah sampai di rumah Naina ,David memesan sarapan terlebih dahulu
saat asyik menikmati sarapannya Adrian juga datang dan langsung memesan sarapan
"eh mas David sarapan disini juga ya mas!?"tanya Adrian saat sudah duduk dihadapan David
"iya,kamu sendiri apa nggak ke kerumah sakit !?"David bertanya balik pada Adrian
"saya lagi sift malam mas, mas sendiri apa tidak kekantor!?" jawab Adrian yang juga bertanya balik
"kekantor agak siangan karena pekerjaan sudah selesai "jawab David menyelesaikan sarapannya dan sarapan Adrian pun datang
"mas David kemana saja selama seminggu ini !?"tanya Adrian sambil menikmati sarapannya
"banyak kerjaan dikantor,makanya sekarang bisa sedikit bersantai "jawab David
"oh pantas saja,abah sering nanyain mas David hari ini saya janjian sama abah dan Pakde keperkebunan soalnya ada beberapa sayuran yang akan dipanen "ucap Adrian
"oh benarkah !?"tanya David
"iya mas hari ini kami akan panen ubi jalar yang ditanam di kebun Pakde Rojak "jawab Adrian
setelah selesai sarapan mereka pun menuju kerumah Naina untuk menemui Naina dan Abah Abdul
sesampainya disana abah Abdul dan Pakde Rojak sedang duduk dikursi teras sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa potong kue bolu
"assalamualaikum "salam mereka berdua dan dijawab oleh kedua pria paruh baya itu
mereka berdua ikut bergabung
Naina keluar dari dalam rumah sambil menggendong putri cantiknya
"papa"ucap dewi berteriak kegirangan melihat David lalu mengulurkan tangannya kepada David
Naina terkejut dan salah tingkah saat tatapan mata mereka bertemu
david dengan senang hati menyambut uluran tangan mungil dewi
__ADS_1
Dewi langsung memeluk leher David saat sudah berada dalam gendongan pria tampan itu
sedangkan Naina kembali kedalam rumah untuk membuat minuman dengan jantung berdebar, wajahnya merah merona