
Malam ini malam pertama pernikahan Naina dan David setelah bertahun-tahun tak pernah disentuh dan menyentuh pasangan halal mereka kini ke-dua nya akan berbuka puasa
Naina yang sedang mengganti baju kebaya pengantinnya dikamar mereka
Naina yang kesulitan membuka kancing baju kebayanya kerena berada di bagian belakang
mau tidak mau dia harus meminta tolong pada suaminya
"mas Nain bisa minta tolong !?" tanya Naina pada david yang sedang duduk di sofa kamar mereka
"mau minta tolong apa!?" tanya David pada istrinya itu
"mmmm....ini mas emmm.... kancing kebayanya susah dibuka "ucap Naina gugup dan malu pada suaminya
"oh ya sudah mas bantu ya" jawab David lalu berdiri dan berjalan mendekati Naina
David pun mulai membuka kancing baju kebaya Naina dengan pelan-pelan tangannya gemetar entah apa yang terjadi pada dirinya karena dulu saat menikah dengan Almarhumah istrinya dia tidak seperti ini
"sudah Nai"ucap david menatap punggung Naina yang putih bersih, David menelan Saliva nya dengan susah payah
"makasih ya mas" ucap Naina malu-malu wajahnya sudah memerah
Naina belari kedalam kamar mandinya untuk berganti pakaian
karena masih malu berganti pakaian dilihat oleh David
setelah selesai berganti pakaian Naina menemui suaminya yang sedang asyik bermain dengan ponselnya
"mas nggak bersih-bersih !?"tanya Naina pada David
"iya mas mau bersih-bersih soalnya sudah gerah"jawab David ini
"ini mas handuknya "Naina menyerahkan handuk pada David, handuk itu masih Baru dibelinya sengaja untuk david pakai
"mas punya handuk sendiri dikoper Nai"ucap David
"nggak apa-apa mas,ini handuk baru kok Nai sengaja siapkan untuk mas pakai daripada capek-capek bongkar kopernya mending pakai ini dulu"jawab Naina dan David pun menerima handuk yang diberikan oleh Naina padanya
"makasih ya Nai "ucap david lalu berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang Terasa gerah
pesta pernikahan mereka digelar sederhana namun banyak tamu yang datang baik yang diundang langsung maupun yang diundang secara online oleh karyawan Naina
banyak pelanggan setia Naina yang datang memberikan selamat pada mereka semua
itulah mengapa mereka sangat kelelahan seharian ini
setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi Naina segera menyiapkan pakaian untuk sang suami Naina meletakkan sepasang baju piyama untuk suaminya pakai di tepi ranjang
 setelahny Naina melakukan ritual malamnya memakai skincare nya yang membuat wajahnya semakin glowin dan terlihat cerah
__ADS_1
setelah selesai Naina naik ketempat tidur merebahkan tubuhnya yang Terasa sangat lelah
David keluar dari kamar mandi hanya mengalungkan handuknya menutupi aset berharganya saja
Naina terpana melihat tubuh atletis milik suaminya itu
Naina menelan Saliva dengan pelan agar David tidak mengetahuinya
"kenapa sayang,mau menyentuhnya !?" ucap David menggoda istrinya itu
"ih mas apaan sih "jawab Naina dengan wajah memerah karena malu sudah tertangkap basah memperhatikan suaminya
"kalau kamu ingin menyentuhnya mas sangat mengizinkannya "ucap David semakin menggoda istrinya itu, Naina terlihat sangat menggemaskan dimata David
"ih mas, mas itu bajunya sudah nai siapkan " jawab Naina menunjuk baju tidur yang diletakkan du sisi lain ranjang yang ditempatinya
"makasih ya sayang "ucap David lalu mengambil bsju itu dan memakainya
setelah memakai baju David melangkah kedekat sofa dan mengambil sajadah dan menunaikan shalat isya sendirian karena Naina sudah sholat isya saat baru selesai mandi tadi
setelah sholat David ikut naik keatas ranjang milik naina dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya
"nai mas boleh sesuatu nggak !?" tanya David tidur miring menghadap ke arah naina
"mau minta apa mas!?" jawab Naina gugup
"boleh nggak mas melihat rambutmu "ucap David mengusap kepala Naina yang terbungkus hijab instan
Naina pun mengangguk mendengar permintaan suaminya itu
dengan tersenyum David perlahan-lahan menarik hijab instan Naina yang menutupi kepalanya dan juga rambutnya
"Masya Allah, kamu cantik sekali sayang
terimakasih ya kerena kamu mau menjaganya dan tidak memperhatikannya kepada pria lain selain suamimu ini"ucap David tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Naina yang wangi beraroma khas shampo kesukaan Naina
David mengusap rambut panjang Naina yang sangat tebal dan hitam berkilau
wajah mereka berdua semakin mendekat dan tanpa jarak
David mengecup singkat bibir Naina
dan saat akan melanjutkan ritual mereka tiba-tiba saja pintu kamar mereka diketuk dan terdengar suara tangisan Dewi yang terdengar sesegukan
"mas maafkan saya ya, Dewi sedang menangis "Naina merasa tidak enak hati pada suaminya itu
"tidak apa-apa Sayang kita masih punya banyak waktu "jawab David tersenyum manis melihat istrinya yang merasa tidak enak hati
"ya walaupun malam pertama kita sedikit tertunda "ucapnya lagi
__ADS_1
"sekali lagi maaf ya mas!"jawab Naina menundukkan wajahnya karena merasa bersalah
"tidak apa-apa,ayo kamu lihat kenapa putri kita nangis kayak seperti itu "ucap David
Naina terharu mendengar ucapan David karena ayah kandung putrinya tidak mengakuinya walaupun lebih tepatnya belum mengetahui keberadaan putrinya itu
"iya mas ,saya lihat dulu ya"jawab Naina dan turun dari ranjangnya dan mengambil kembali hijab instannya yang tadi sempat dilepaskan oleh suaminya
ceklek
Naina membuka pintu kamarnya dan disana terlihat Kiki yang sedang menggendong Dewi yang sedang menangis dan juga ada jihan yang membantu kiki menenangkan dewi
"Dewi kenapa dek kok nangis-nangis seperti itu !?" tanya Naina
"maaf mbak tadi waktu tidur Naina tidak sengaja terjatuh dari atas tempat tidur sedangkan saya kekamar mandi karena kebelet pipis jadi saya melihatnya untungnya ayah selalu nyiapin matras dibawah ranjangku hingga si cantik nggak kenapa-napa cuma kaget aja jadi menangis kencang nyariin mbak
maaf ya mbak saya lalai menjaga si cantik "ucap kiki merasa bersalah kepada Naina
"tidak apa-apa dek, makasih ya sudah banyak membantu mbak menjaga sicantik "jawab Naina memakluminya
"iya mbak sama-sama, sekali lagi maafkan saya ya mbak tidak menjaga si cantik dengan baik sehingga malam pertama mbak dan mas David tertunda "ucap Kiki lagi semakin merasa bersalah
"tidak apa-apa dek"jawab Naina Meraih dewi dari gendongan kiki dengan wajah bersemu merah
"wajah kak Naina kok merah banget!? apa mbak demam!?" tanya jihan polos lalu meletakkan tangannya didahi sang kakak guna untuk mengecek suhu tubuh sang kakak
"tidak panas biasa saja "ucap jihan
"Mbak masuk kamar ya dek ! soalnya sicantik sudah tertidur lagi"ucap Naina pada kiki dan jihan
"iya kak, selamat beristirahat karena besok kakak pasti akan capek sekali " jawab kiki dab diangguki oleh Naina karena resepsi pernikahan mereka akan dilakukan di salah satu hotel milik orang tua David
Naina membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam kamarnya sambil menggendong putrinya yang masih sesekali sesegukan
"sicantik kenapa Nai kok dia menangis sesenggukan seperti itu !!?"tanya David
dan Naina pun menceritakan apa yang terjadi seperti yang diceritakan oleh kiki padanya
"oh ya sudah, ayo tidurkan dia "ucap david
Naina pun meletakkan Putrinya disisi ranjang yang dekat dengan tembok karena Naina tidak ingin Putrinya terjatuh lagi
dan akhirnya mereka pun tidur bertiga diranjang pengantin mereka
David memeluk tubuh ramping istrinya yang sedang menyusui putri kecilnya yang ternyata terbangun dan merengak saat Naina meletakkannya ditempat tidur
sampai akhirnya Naina menyusuinya hingga bayinya itu kembali tenang
mereka kini tidur sambil peluk- pelukan sampai mereka tertidur pulas mengarungi mimpi indahnya
__ADS_1