Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 78 menjenguk Bara


__ADS_3

sore harinya David pulang kerja setelah bersih-bersih Naina menyampaikan keinginan putra sulungnya untuk menjenguk ayahnya dirumah sakit


"kamu mau ikut Nai!?" tanya David pada Naina


"nggak ah mas,mas aja yang ngantar abang itupun kalau mas nggak capek" jawab Naina


"nggaklah sayang tadi dikantor dikantor nggak terlalu banyak "jawab David


"makasih ya mas,maaf kalau sering ngerepotin " ucap Naina pada suaminya


"kok ngerepotin sih sayang,kan itu sudah jadi tugasku selalu ada untuk kalian " jawab David


"sekali lagi makasih ya mas" ucap Naina


"iya sayang sama-sama " jawab David


"kalau begitu saya tanya abang dulu biar bisa bersiap-siap "ucap Naina


"iya,biar nanti kami sholat magrib di mesjid dekat rumah sakit supaya nggak terlalu terburu-buru dijalan "jawab David


"iya mas,saya kekamarnya abang dulu" Naina pun bangkit dari duduknya dan naik kelantai dua dimana kamar Putra-putranya berada


tok tok tok


"bang apa mama bisa masuk nak!?" ucap Naina mengetuk pintu kamar putra sulungnya


ceklek....kriek......


"iya ayo masuk ma" jawab akza membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan mamanya masuk


"Abang lagi ngapain !?" tanya Naina saat melihat ada beberapa perkakas elektronik yang berserakan diatas karpet dikamar putranya


"abang lagi coba perbaiki radio lama milik Papanya Reza ma"jawab akza


"oh, trus hasilnya gimana!?"Naina kembali bertanya karena tau hobi anaknya itu mengotak atik elektronik karena sudah banyak karyawannya yang elektroniknya bermasalah akza perbaiki


"tuh,abang baru mau coba"jawab akza lalu menunjuk ke arah radio yang diperbaikinya


"bang kata papa kamu siap-siap gih,papa mau ngantar kerumah sakit untuk jengukin papa Bara" ucap Naina menyampaikan tujuannya datang kekamar putranya


"apa tidak merepotkan papa ma, Papa kan pasti capek baru pulang kerja" jawab akza merasa tidak enak hati pada papa sambungnya itu


"tidak sayang, tidak apa-apa nak papa senang kamu mau minta tolong padanya karena kamu adalah Putranya "ucap Naina mengelus pucuk kepala putra sulungnya itu


"semoga papa selalu seperti itu ya ma! Abang berharap papa tidak berubah pada kita "ucap Akza memegang kedua tangan ibunya


"aamiin ya rabbal alaamiin " jawab Naina


"ya sudah abang mau siap-siap dulu"ucap Akza


"iya"jawab Naina dan keluar dari dalam kamar Putranya itu


"gimana ma,abang mau berangkat kan!?" tanya David


"iya mas, katanya mau siap-siap dulu " jawab Naina lalu ikut duduk disamping suaminya


"sayang saya kok pengen banget ya makan cilok tadi itu mas sempat liat ada karyawan yang makan cilok waktu istirahat tapi saat saya menyuruh arya untuk nyariin ternyata tukang ciloknya sudah pergi" ucap David dengan manjanya dan menyandarkan kepalanya di bahu istrinya


Naina heran melihat tingkah suaminya seperti itu karena tidak biasanya


"mas mau makan cilok!?" tanya Naina memastikan ucapan suaminya


"hememmm"jawab david mengangguk


"ya sudah sebentar saya buatkan ya begitu mas pulang ciloknya sudah jadi bagaimana !?" tanya Naina pada suaminya


"besok aja sayang pasti seharian ini kamu pasti capek membuat pesanan " jawab David


"tidak apa-apa mas"ucap Naina


"besok aja ,saya akan pulang makan siang "jawab David tidak tega pada istrinya itu pasti kelelahan

__ADS_1


entah mengapa david sangat ingin makan cilok membayangkannya saja air liurnya sudah mau menetes


"iya deh kalo begitu terserah mas aja"ucap Naina


"ma pa abang sama mas sudah siap " ucap akza yang sudah Berdiri dibelakang kedua orang tuanya


"oh sudah siap ya nak,papa pakai celana panjang dulu ya"jawab David dan diangguki oleh kedua anaknya itu


David pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke dalam kamarnya yang terletak dilantai satu


"kakak dan Aa' tidak ikut !?" tanya Naina


"tidak ma, katanya lagi banyak tugas sekolah trus harus dikumpulkan besok "jawab Attar


"oh begitu,ya sudah kalian tunggu papa ya


mama mau ambil kue di toko dulu untuk buah tangan " ucap Naina dan meninggalkan kedua putranya Duduk disofa diruang keluarga


"ayo kita berangkat !"ucap david mengajak kedua putranya


"tunggu mama dulu pa" Jawab Akza melihat kearah papanya


"memangnya mama kemana !?" tanya David


"mama katanya mau ambil kue ditoko untuk buah tangan " jawab akza lagi


"ya sudah ayo kita tunggu dimobil saja"ucap David dan melangkah keluar dari dalam rumah menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah mereka


saat mereka akan naik keatas mobil Naina datang menenteng paper bag dan Dewi dalam gendongannya


"papa itut"teriak Dewi saat melihat David berdiri didepan mobilnya


"eh cantiknya papa"ucap David menyambut uluran tangan mungil putrinya itu lalu menggendongnya


"sayang ini kuenya"ucap Naina menyerahkan dua paper bag pada Akza


"iya ma" jawab Akza


"papa wewi itut ya!" ucap dewi


"pati tot apang pama bas bica itut!?"tanya dewi lagi


"abang dan mas mau temani papa soalnya papa Takut disuntik sama dikter" ucap david beralasan


"apang pidat tatut pipunpit toktel!?" tanya dewi pada akza


"takut sih dek tapi kasian papa kalau sendirian kerumah sakit nanti nggak ada yang tolong "jawab akza


"oh beditu,tlus bas tot itut juda!?" tanyanya lagi lalu menatap Attar penuh selidik


"kakak juga mau temenin papa dan abang kan kasian kalau dua-duanya ketakutan trus siapa yang telpon mama"jawab Attar


"oh beditu !? apatah mama pelani pituntit!?" kini Naina yang dapat giliran ditanyanya


David akza dan Attar mengulum senyumnya mendengar pertanyaan si cantik


"berani dong,mamakan hebat dan kuat" jawab Naina


"wah mama bebat,talo beditu atu itut mama caja talna mama bebat pidat tepelti talian pemuana"ucap Dewi


David yang gemas langsung mencium seluruh wajah anaknya itu


"sop papa sop banti pantitna wewi beltulang talo papa pium-pium telus"ucap dewi menahan wajah David yang ingin menciumnya lagi


"sudah pa,ayo berangkat sekarang nanti keburu Maghrib loh"ucap Naina yang sudah mengambil Dewi dari gendongan suaminya


"iya ma"jawab david


"iya woh papa banti tebulu bagbib"ucap Dewi menirukan kata-kata ibunya


"iya iya"jawab David terkekeh begitu pun dengan Akza dan Attar

__ADS_1


"kami berangkat ya ma, assalamualaikum " ucap david saat sudah berada diatas mobilnya


"iya pa hati-hati " jawab Naina lalu melambaikan tangannya dan dibalas oleh akza dan Attar dewi pun melambaikan tangan


"Bati-Bati pibalanan "ucap Dewi masih melambaikan tangannya


"anak mama kok pintar banget sih "ucap Naina lalu mencium pipi tembem putrinya dan membawanya masuk kedalam rumahnya


"bu hari ini kita masak apa !?" tanya bik Suri Art Naina dirumahnya yang baru


"masak udang goreng krispi aja bik sama sayur kangkung tumis "jawab Naina


"iya bu,tapi itu saja bu!?" tanya bik Suri lagi


"iya bik, karena bapak dan anak-anak makan diluar "jawab Naina


"iya bu"jawab Bik Suri dan berlalu kedapur untuk masak


sedangkan David setelah Sampai dirumah sakit dimana Bara dirawat setelah menempuh waktu beberapa menit perjalanan


mereka berjalan menulusuri lorong rumah sakit setelah bertanya dibagian resepsionis dimana ruangan Bara di rawat


tok tok tok


"assalamualaikum "ucap David setelah menemukan ruang perawatan Bara


terdengar jawaban dari dalam dan pintu terbuka dari dalam


"akza Attar !? masuk nak masuk"ucap Narendra merasa senang karena anak-anak kakak nya datang untuk menjenguk kakaknya


"mari silahkan masuk"ucap narendra pada David


"iya terima kasih "jawab David


Lalu masuk kedalam ruangan itu


"ayo silahkan duduk, terimakasih banyak ya sudah mau mengantarkan anak-anak untuk datang kemari tapi kok ali dan abu nggak ikut !?" tanya Narendra karena tidak melihat dua ponakanya


"ali dan abimanyu sedang kerja tugas sekolah om trus nggak bisa ditinggal karena besok tugasnya harus dikumpulkan "jawab akza


"oh begitu ya !" ucap narendra


"Bagaimana keadaan papa om!?" tanya Akza


"Alhamdulillah sudah baikan, tapi -" ucapan narendra terpotong saat Bara memanggilnya


"Narend kamu dimana !?" ucap Bara


"saya disini kak" jawab Narendra


"siapa yang datang rend!?" tanya Bara lagi


"emmmm i-ini kak" ucap narendra ragu-ragu


"siapa rend!?" tanya Bara lagi


"saya pa Abang dan Attar "ucap Akza menyahuti pertanyaan Papanya


"Abang !? Attar !? kalian datang nak!?" tanya Bara dengan suara bergetar


"iya pa ini kami pa" jawab akza


"kalian dimana nak!?" tanya bara meraba-raba tempat disampingnya


Akza dan Attar memandang David meminta persetujuan untuk mendekati ayahnya


David tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju


Akza dan Attar berjalan perlahan mendekati ayahnya


"kami disini pa"ucap Akza memegang tangan Bara yang sibuk meraba-raba

__ADS_1


"maafkan papa nak, maafkan papa Hiks hiks hiks " ucap Bara menangis sesenggukan


"iya pa " jawab keduanya yang ikut meneteskan air mata


__ADS_2