
Arya segera memapah Serly menuju kamarnya di hotel itu namun sebelumnya arya juga sudah mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk membawa tiga orang preman ke dalam hotel
setelah sampai kekamar Serly,Arya merebahkan tubuh Serly di ranjang
Serly yang sudah semakin terpengaruh oleh Obat per*ng-s*ng yang ingin diberikan pada david kini dia yang merasakannya
"ini namanya senjata makan tuan " ucap arya
tanpa arya sedari tiba-tiba saja Serly memeluknya dan mencium bibirnya dengan rakusnya Arya berusaha keras untuk melepaskan pelukan dan ciuman yang diberikan oleh serly
"sial... dasar perempuan murahan cuih....
saya tidak akan menyerahkan keperjakaanku padamu" umpat Arya mengusap kasar bibirnya yang sudah dinodai oleh Serly
"bibirku sudah tidak suci lagi,cuih ......pulang dari sini Saya mandi kembang "ucap Arya semakin kesal
"tolong bantu saya mas,saya sudah tidak tahan lagi" ucap serli mulai melepaskan pakaiannya satu persatu
"kamu pasti akan saya bantu kamu tidak usah khawatir " jawab Arya tersenyum licik
"mas ayolah mas,bantu aku" ucap Serly lagi yang kini tubuhnya sudah tidak mengenakan apapun
Serly terus mengelus bagian sensitif tubuhnya
arya menelan ludahnya karena biar bagaimanapun arya adalah laki-laki normal namun arya terus berusaha menahan diri dari godaan yang diberikan Serly
beberapa kali Serly merabah tubuh arya dan terus men-des*h karena pengaruh obat itu sangat kuat
tak berapa lama puntu kamar diketuk dan Arya segera berjalan ke arah pintu dan membukanya
"kenapa kalian lama sekali ayo masuk" ucap arya pada empat orang laki-laki yang berdiri didepan pintu kamar hotel itu
"maaf bos tadi dijalan macet" ucap mereka berempat
"silahkan selesaikan tugas kalian membantu perempuan itu tapi ingat kalian jangan meninggalkan jejak sedikit pun bekerja lah dengan rapi setelah kalian membantunya segeralah pergi dari sini dan perlakukan dia sangat lembut" ucap Arya lagi
"siap bos,bos tenang saja kami akan bekerja dengan rapi" ucap mereka
setelah mereka masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Serly arya segera meninggalkan kamar itu
karena Arya khawatir David akan mencarinya karena ponselnya sudah beberapa kali berdering dan arya yakin itu adalah David
Arya tidak peduli lagi apa yang akan terjadi pada Serly setelah itu yang penting dia sudah membantu Serly untuk menuntaskan segalanya
Arya rela dan ikhlas bibirnya telah hilang keperjakaannya
__ADS_1
"kamu dari mana Ar!?" tanya david penuh selidik
kini mereka sudah berada di atas mobil untuk pulang kekantor mereka karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan
"membawa sekretaris tuan Rajendra kembali ke kamarnya "jawab Arya Santai
"membawa Serly ke kamarnya !?" tanya david memicingkan matanya menelisik kearah asistennya itu
"saya tidak ngapa-ngapain bos dengan dia"jawab arya
"beneran bos "jawab Arya meyakinkan david
"ya Alhamdulillah kalau kamu tidak tergoda oleh wanita itu"ucap david
"memangnya sekretaris tuan Rajendra itu siapa bos!?" tanya arya penasaran
"dia dulu mantan pacarku sewaktu kuliah,namun kita cuma pacaran hanya setahun setelah itu kami putus"ucap David
"kok bisa putus bos!?" tanya Arya semakin kepo
"dia selingkuh dengan teman kampusku dan saya juga mengkap basahnya sedang bermain jungkat jungkit di rumah kost-kostan temanku itu"ucap David
"memangnya mereka tidak bahagia waktu kecil bos main jungkat jungkit seperti anak kecil saja " kata Arya begitu polosnya
"ya Allah Arya kamu itu polos apa oplos sih!?" ucap David geram
tutupan botolmu tutupan oplosan mu"arya malah bernyanyi dan membuat David memijat pelipisnya karena berdenyut sakit
"maksud saya itu mereka itu bukan lagi main jungkat jungkit yang biasa anak-anak maini arya" ucap david geram
" trus apa bos" jawab arya semakin tidak mengerti
"mereka itu bukan lagi main seperti anak TK tapi lagi buat anak untuk dijadikan murid TK Arya
"hehe maaf bos saya kan nasih polos bos tapi mataku sudah ternoda karena wanita polos dihadapanku mencoba untuk menggodaku tapi tidak mempan " ucapan arya membuat kening David mengkerut
"maksud kamu apa!?" tanya David penasaran dan akhirnya arya menceritakan semuanya kepada david
"kalau begitu senjata makan tuan dong ar ck ck.... saya kira kamu itu polos ternyata mulus "ucap David berkelakar
"widih bos ,tentu mulus lah orang nggak pernah di colek-colek masih ori" jawab arya ikut berkelakar dan tawa mereka pecah
"saya itu nggak nyangka loh kamu itu tega juga ya tapi tidak apa-apa sih sejak dulu memang dia itu piala bergilir pasti dia akan kesenangan digilir empat lelaki " jawab david
"wah berarti dia itu dulu berprestasi dong bos karena ada pialanya" ucap arya manggut-manggut
__ADS_1
David menepuk jidatnya sendiri
"kamu ini kelewat polos atau bagaimana sih!!" David berdecak kesal
"ya saya nggak polos lah bos, pakaian lengkap gini dibilang polos" Arya melirik David sebentar lalu kembali fokus menyetir
"seterahmu arya seterah" ucap David prustasi menghadapi kepolosan asistennya yang terkenal gesit dan tak kenal ampun jika sudah berurusan dengan pekerjaan
"terserah bos bukan seterah "jawab arya
david sudah tidak menanggapi ucapan Arya lagi
kini mereka sudah berada di depan kantor mereka Arya dan David segera turun dari atas mobil dan mereka masuk keperusahaan
mereka berjalan beriringan menampilkan wajah dingin dan datar
mereka hanya sesekali mengangguk jika ada karyawan yang menyapa mereka
David dan Arya masuk kedalam lift yang khusus untuk petinggi perusahaan
kotak besi itu naik menuju ke lantai teratas gedung itu dimana ruang kerja David berada
setelah sampai di ruang kerja David dan arya kembali sibuk dengan beberapa berkas yang harus mereka selesaikan
sedangkan dikamar hotel dimana Serly berada, Serly tidak bisa menggerakkan badannya karena kelelahan telah digempur oleh empat orang pria sekaligus
pria-pria suruhan Arya merasa kesenangan karena bisa bermain sepuasnya dengan seorang wanita cantik tanpa harus mengeluarkan uang
"sial kenapa obat itu bereaksi padaku bukan pada david,saya harus menemui pelayan bo**h itu"ucap serly kesal
"awas kamu David, tunggu saja kamu pasti akan menjadi milikku " Serly masih saja berbicara sendiri
"akhh tulang-belulangku rasanya remuk semua "serly merasa tulangnya ingin terlepas dari tubuhnya mamun pengaruh obat pe**ngs*ng itu masih terasa karena serly memberikan dosis tinggi pada pelayan itu dan obat itu diperuntukkannya agar David meminumnya namun siapa sangka jika dirinya lah yang menjadi korbannya
saat sedang bergelut dengan fikirannya tiba-tiba saja seorang pelayan yang serly perintahkan untuk memasukkan obat kedalam minuman datang untuk menagih bayarannya pada Serly namun yang didapatinya dalam kamar itu Serly dengan tubuhnya yang polos tergelak diatas ranjang karena kelelahan
pelayan itu dapat masuk dengan mudah karena pintu kamarnya tidak tertutup dengan rapat tentu ulah dari ke empat Pria suruhan Arya
pelayan itu menelan Salivanya melihat pemandangan yang begitu mencengangkan
pelayan itu mendekati serly diranjang dan tangan nakalnya mulai menyentuh area sensitif Serly dan Serly yang masih dalam pengaruh obat langsung bereaksi saat mendapatkan sentuhan dari seorang pria
"wah ini namanya rejeki nomplok "ucap pelayan itu tersenyum mesum
Serly tak dapat melakukan apapun karena tubuhnya tidak bisa digerakkan karena masih kelelahan
__ADS_1
Serly hanya pasrah dengan apa yang dilakukan pelayan itu lakukan padanya