
Sudah tiga Hari ini David sibuk menghubungi kedua orang tuanya ingin menyampaikan berita gembira kepada kedua orangtuanya, David ingin mengatakan jika Naina sudah menerima lamarannya Tinggal disyahkan saja
Dafa pun selama tiga hari nginap dirumah Naina karena sudah merasa nyaman karena banyak yang memperhatikan tidak seperti dirumahnya hanya asisten rumah tangga yang selalu menemaninya
Hari ini David berencana akan datang bersama kedua orang tuanya dan beberapa orang keluarga untuk melamar Naina
sedangkan dirumah Naina orang-orang sudah sibuk melakukan persiapan lamaran, Naina sudah didandani oleh Mua yang disewanya
Dewi sudah sangat cantik setelah didandani oleh kiki dan gadis kecil Naina itu sangat tenang dalam Asuhan kiki dan calon suaminya,ya kiki juga sudah dilamar sehari sebelum Naina lamaran dan itu membuat keluarga bude yana dan Naina semakin bahagia
Bude yana juga memanggil keluarga kakaknya untuk datang tapi Bude yanti dan menantunya tidak datang dengan alasan sedang ada acara keluarga di keluarga besannya yang notabenenya orang berada
Bude yana tidak mempermasalahkan itu karena memang sedari dulu kakaknya itu sombong seperti itu
Naina kini telah selesai didandani, Naina mengenakan kebaya modern berwarna biru langit sehingga kecantikannya semakin terpancar walaupun sudah memiliki banyak anak namun Naina masih terlihat seperti gadis muda
"wah mbak Naina cantik ya, nggak kalah sama anak-anak gadis diluaran sana
nggak nyangka ya mbak Naina sudah punya anak Lima dan sudah mempunyai putra yang sudah remaja "ucap salah satu Mua
"akh mbak jangan gitu mbak saya jadi malu"ucap Naina jika wajahnya tidak diberikan perona pipi mungkin pipinya sudah Semerah tomat matang
"benar loh mbak, Mbak itu cantik banget pasti calon suami mbak Naina semakin klepek-klepek "ucap mua yang satunya lagi
"bu, rombongan pak David sudah datang ibu disuruh keluar untuk menemui mereka "ucap sari menghampiri Naina dikamar nya
saat Naina keluar dari kamar semua mata tertuju padanya karena kamar Naina bersambung langsung dengan ruang tamu dimana calon suaminya dan juga keluarganya berkumpul
David tidak dapat mengedip-ngedipkan matanya menatap wajah cantik calon istrinya itu yang terlihat berbeda dari biasanya yang tampil sederhana dan natural namun sangat cantik
Naina tertunduk malu karena semua memperhatikannya
Naina duduk disamping Abah Abdul dan berhadapan dengan david yang tak berhenti memandangnya
"calon istri kamu jangan dipandang terus nanti bisa sawan"ucap adik papanya yang duduk disampingnya
David hanya tersenyum malu dan menundukkan wajahnya
tak berselang lama acara pun dimulai oleh seorang Mc dari pihak David dan juga dijawab oleh pakde Rojak sebagai perwakilan dari keluarga Naina
acara demi acara terlewatkan, tukar cincin sebagai simbol pertunangan pun sudah selesai dan penetapan waktu pernikahan mereka pun sudah disepakati akan dilaksanakan dua Minggu lagi karena mereka ingin pernikahan mereka digelar sederhana saja
__ADS_1
mengingat ini bukan pernikahan pertama mereka berdua, mereka sepakat hanya akan mengundang para tetangga dan juga karyawan-karyawan di kantor David serta para pelanggan setia toko kue Naina
setelah bercengkrama dan menikmati hidangan yang disajikan oleh pihak keluarga Naina kini keluarga david berpamitan untuk pulang kerumah mereka masing-masing
setelah acara lamaran hari-hari persiapan dirumah Naina semakin sibuk
mereka sangat bahagia karena Naina akan melepaskan masa kesendiriannya merawat dan membesarkan kelima anaknya
Abah Abdul terlihat duduk diteras depan rumah memperhatikan kesibukan orang-orang mempersiapkan pernikahan Naina
semua persiapan David yang handle karena dia tau calon istrinya tidak akan mampu melakukan itu semua
Adrian pun selalu datang di waktu senggangnya untuk membantu David mempersiapkan semuanya
"sayang tugasku untuk menemani putrimu sudah hampir selesai salah satu putri kita akan memiliki pasangan, tinggal satu putrimu lagi yang harus kunikahkan dan semua tugasku selesai
sayang mas sangat merindukanmu, seandainya kamu masih ada disini kamu pasti yang paling rempong mengurus semuanya apalagi masalah makannya
kamu akan selalu repot memikirkan makanan apa yang enak untuk disajikan untuk para tamu undangan
sayang saya masih mengingat wajahmu yang berbinar bahagia karena putrimu akan menikah
doakan mas ya sayang agar selalu sehat agar dapat menuntaskan tugasku dengan baik"Ucap abah Abdul bergumam sendiri dan mengusap sudut matanya yang berair
"tate tot tate nyanyis,nanan nyanyis ya banti pewi Juda dadu pedih"ucap Dewi tiba-tiba datang menghampiri Abah Abdul
"kakek tidak nangis sayang,mata Kakek tadi kelilipan debu jadi mata Kakek sedikit berair "jawab Abah Abdul sedikit berbohong agar cucu cantiknya itu tidak ikut bersedih
Abah Abdul mengangkat tubuh montok cucunya itu lalu mendudukkannya di pangkuannya
"oh padi tate pipilitan pebu ya"ucap Dewi manggut-manggut dengan mata berbinar-binar
Abah Abdul kembali teringat mendiang istrinya karena wajah cantik Dewi mewarisi semua wajah sang nenek mata dan hidungnya mereka sangat mirip kecuali bibirnya yang mirip dengan bibir sang Ayahnya yaitu Bara
Naina juga memiliki wajah sangat mirip dengan sang ibu kecuali Jihan yang full versi perempuan abah Abdul wajah mereka sangatlah mirip
abah Abdul mencium pipi tembem cucunya sehingga Dewi tergelak karena merasa geli dengan jenggot abah Abdul yang semakin memanjang
abah Abdul memang sengaja memanjangkan jenggot nya karena Almarhumah umi Alina sangat suka memainkan jenggot abah Abdul jika sedang bermanja-manja
kini Dewi pun sering memainkan jenggot panjang Abah Abdul saat sedang dalam panggukuan kakeknya itu bahkan sampai dewi terlelap
__ADS_1
inilah mengapa Abah Abdul sangat dekat dengan sang cucu perempuannya karena semua karakter istrinya diwariskan kepada Dewi
"sayang kenapa cucumu ini semakin mirip denganmu"ucap Abah Abdul mengelus kepala cucunya dengan Sayang yang sudah terlelap dalam pangkuannya
"oh si cantik sudah bobo ya bah,abah hebat deh bisa langsung membuatnya tertidur tanpa harus ada drama kolosal dulu "ucao Naina terkekeh melihat putrinya yang tertidur nyenyak dipangkuan ayahnya
"hehehe,iya juga ya tapi Abah nggak ngapa-ngapain kok dia hanya asyik memainkan jenggot abah tau-tau sudah tertidur "ucap Abah Abdul ikut tertawa pekan karena takut membangunkan cucunya itu
"atau Naina juga harus memanjangkan jenggot bah!? hehehehe "ucap Naina kembali terkekeh
"kamu suruh saja David yang panjangkan jenggotnya Nai biar kamu nggak repot lagi Nantinya hehehe "jawab Abah Abdul menanggapi ucapan Naina
"hehehe iya juga ya bah pasti wajah mas David jadi lucu jika pakai jenggot "ucap Naina terkekeh
"siapa yang lucu dan pakai jenggot Nai!!?" suara David tiba-tiba membuat Naina terkejut
"hehehe mas David"ucap Naina kikuk
"panjang umur kamu vid ,duduk vid"ucap abah mempersilahkan calon menantunya itu duduk sedangkan wajah Naina sudah memerah karena malu sudah terciduk membicarakan calon suaminya itu
"tadi Naina bilang wajah kamu akan terlihat lucu jika kamu panjangkan jenggotnya kayak abah"ucap Abah sengaja menggoda putrinya itu
wajah Naina semakin memerah dan itu membuat David semakin gemas
"mas abah Nai bawa dedek kekamar ya"ucap Naina agar dapat menghindari kejahilan Abahnya
"iya Nai"Jawab David tersenyum
jantung naina berdetak kencang melihat senyuman David
Naina segera mengangkat tubuh montok bayi cantiknya untuk ditidurkan dikamarnya
sedangkan David ngobrol dengan Abah Abdul diteras membahas tentang persiapan pernikahan mereka
tak lama Naina kembali keluar membawa secangkir kopi hangat untuk calon suaminya itu
"minum kopinya dulu mas"ucap Naina meletakkan cangkir kopi itu dimeja dihadapan David
"makasih ya Nai "jawab david tersenyum lalu menyeruput kopinya yang sudah menjadi
minuman favoritnya
__ADS_1
"sama-sama mas saya kedalam di "ucao Naina dan berlalu kedalam rumahnya dengan debaran jantungnya yang tidak beraturan
"ahhh bisa-bisa saya pingsan kalau begini terus "ucap Naina Tersenyum sambil memegang dadanya