
ke esokan paginya David heran melihat sang istri yang masih saja memeluk tubuhnya bahkan subuh tadi David membangunkan istrinya untuk sholat subuh dan setelah sholat Naina kembali tidur
Naina biasanya jika selesai sholat subuh maka Naina akan segera menuju dapur untuk membuat sarapan namun hari ini Naina hanya ingin merebahkan tubuhnya
"sayang kok belum bangun anak-anak sudah mau berangkat sekolah,mas juga sudah mau berangkat kerja"ucap David mengelus pelan lengan istrinya namun david terkejut karena lengan istrinya terasa sangat panas
david membalikkan badan istrinya dan terlihat wajah Naina terlihat sangat pucat tanpa berfikir panjang david menggendong istrinya dan membawanya keluar dari kamar
"pa mama kenapa ??i"tanya akza
"badan mama panas sekali sayang,tolong ya bang si cantik titip dirumahnya uti kamu sebelum kamu berangkat sekolah sekalian minta tolong mas Rasyid atau yang lainnya mengantarkan kalian kesekolah "ucap David pada putra sulungnya itu
"iya pa "Jawab Azka lalu menggendong adiknya dan membawanya kerumah Utinya untuk dititipkan
sedangkan David segera membawa Naina kerumah sakit karena Naina sedari tadi tidak sadarkan diri
"loh kamu belum berangkat sekolah bang!?"tanya bude yana pada cucu sulungnya itu walaupun hanya cucu dari anak sahabat suaminya bude Yana sedari awal mereka tinggal bersama Bude yana sudah menganggap mereka cucunya sendiri
"mama sedang sakit Uti, sekarang mama dibawa kerumah sakit sama papa"jawab Akza
"astaghfirullah,sejak kapan mama kalian sakit !?" tanyanya lagi
"nggak tau uti,semalam mama baik-baik saja"jawab akza
"ya sudah sayang kamu beragama sekolah nanti kamu dan Adik-adikmu telat" ucap bude yana
"iya uti ini mau panggil mas Rasyid dulu untuk mengantarkan kesekolah "jawab akza lalu mencium punggung tangan neneknya itu dan berpamitan
azka berjalan menuju ruko untuk mencari Rasyid salah satu karyawan ibunya
"mas Rasya,mas Rasyidnya mana!?" tanya akza pada kembaran Rasyid
"ada apa dek!?" sahut Rasyid sebelum saudaranya menjawab pertanyaan anak bosnya itu
"mas kata papa Antarkan kami kesekolah karena papa lagi bawa mama kerumah sakit " jawab Akza
"astaghfirullah ibu sakit apa!?"tanya mereka yang ada disana hampir bersamaan
"nggak tau tapi papa tadi menggendong mama dan terburu-buru pergi"jawab akza
"ya sudah ayo dek nanti kamu telat "ucap Rasyid merangkul pundak anak bosnya itu
setelah memanggil ketiga adiknya akza kini berangkat kesekolah diantar oleh Rasyid
sedangkan dirumah sakit Naina sudah diperiksa dan ada hal yang sangat membuat david terkejut terharu dan bahagia secara bersamaan
dokter mengatakan jika Naina saat ini sedang berbadan dua namun karena tubuhnya Kelelahan hingga membuatnya seperti itu
david kini duduk disamping tempat tidur istrinya menggenggam tangan istrinya yang bebas dari jarum infus
Naina masih belum sadarkan diri Naina masih setia memejamkan matanya
__ADS_1
David terus mengajak istrinya berbicara agar istrinya itu segera sadar
dret dret dret
suara ponsel David membuatnya berhenti berbicara pada istrinya
🗣️ halo Assalamualaikum pak"ucap seseorang dari seberang sana
"ya halo waalaikumsalam" jawab David
🗣️pak hari ini apakah kita jadi untuk mengadakan rapat dengan semua kepala devisi!? "
"kamu batalkan dulu rapat hari ini ya Arya soalnya ibu masuk rumah sakit "ucap David lagi
🗣️loh ibu sakit apa pak!? "tanya Arya
"ibu lagi kecapean saja tapi harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari kedepan "jawab David
🗣️oh begitu ya pak, semoga ibu lekas sembuh "ucap Arya
"iya makasih doanya dan kamu atur kembali rapatnya,kita adakan rapat setelah ibu sehat dan keluar dari rumah sakit " jawab David
🗣️ iya pak saya akan mengaturnya kembali " Kata Arya
"terimakasih banyak ya Arya,tolong kamu hendle pekerjaan dikantor dulu ya" ucap David
🗣️siap Bos,pak David tidak usah khawatir bapak fokus saja dulu pada kesehatan ibu"jawab Arya
David pun memutuskan sambungan telponnya dan kembali duduk disamping sang istri
"mas "panggil Naina saat melihat suaminya sedang duduk disofa
"sayang kamu sudah bangun !?" ucap david segera menutup laptopnya dan mendekati istrinya
"mas sekarang kita dimana!?" tanya Naina yang terdengar masih lemas
"kita dirumah sakit sayang,apa kepalamu masih terasa sakit !?" tanya David mengelus kepala istrinya dengan sayangnya
"iya mas tapi tidak sesakit subuh tadi "jawab Naina
"kenapa kamu nggak bilang sayang kalau kamu sakit,mas sangat khawatir apalagi kamu sampai tidak sadarkan diri"ucap david
"maaf mas,saya sudah membuat mas khawatir dan repot seperti ini"jawab Naina
"jangan bilang seperti itu kamu tidak merepotkanku,mulai sekarang kamu kamu tidak boleh capek ya sayang kasihan anak kita kalau mamanya terlalu capek" ucap david dengan senyuman manisnya
"anak kita !? maksudnya mas!?" tanya Naina bingung dengan ucapan suaminya
"iya sayang, disini sudah tumbuh buah cinta kita, nggak sia-sia mas lenbur tiap malam "ucap David bercanda dan itu membuat pipi Naina bersemu merah karena malu dengan ucapan suaminya
"Alhamdulillah ya Allah, selamat ya mas sebentar lagi kamu akan jadi ayah lagi"ucap Naina
__ADS_1
"iya sayang makasih banyak ya sudah mau menerima mas" jawab David mengecup bibir istrinya
wajah Naina semakin memerah,david jadi gemas sendiri melihat itu semua
"kalian sehat-sehat ya sayang"ucap David mencium pucuk kepala istrinya
Naina merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Sang suami
"iya mas,mas juga jangan terlalu sering ngajaki nai lembur ya" ucap Naina bercanda
"iya sayang mas nggak akan ngajakin kamu lembur tapi kalau sesekali jengukin dedek boleh dong " jawab david tersenyum-senyum dan menaik turunkan alisnya
"ish sama aja mas" jawab Naina tertawa melihat tingkah suaminya itu
"ya Allah terima kasih atas semua ini,kamu kembali mempercayakanku untuk mengandung buah cintaku dengan sang suami
terimakasih atas segala Reskimu ya Allah
berikanlah hamba kesehatan untuk membimbing dan merawat serta membesarkan anak-anakku bersama suamiku
berikan pula kesehatan untuk suamiku ya Allah "ucapan tulus Naina dalam hatinya memanjatkan doa pada Allah tak terasa tetesan bening mengalir dari sudut matanya
"sayang kenapa kamu menangis !?" tanya David khawatir
"saya tidak apa-apa mas,saya sangat bahagia kita sebentar lagi akan memiliki anak lagi
mas sabar ya jika sikapku berubah-ubah,mas jangan pernah tinggalkan saya ya mas
saya tidak akan sanggup jika harus jauh dari mas " ucap Naina sendu
David mengerti dengan apa yang dirasakan oleh istrinya itu karena pengalaman yang lalu pasti masih terbayang dalam ingatannya
karena Naina sudah menceritakan semuanya kepada david bagaimana mantan suaminya bersikap dan juga ibu mertuanya
Naina selalu menjalani kehamilan demi kehamilannya seorang diri
suaminya sibuk bekerja dan mertuanya sibuk menghinanya
David berjanji dalam hatinya akan selalu membahagiakan anak dan istrinya
"iya sayang, percayalah pada mas.mas tidak akan pernah meninggalkanmu apa lagi menelantarkanmu dan juga anak-anak kita "jawab David
Naina semakin terharu mendengar ucapan suaminya itu
"sudah Sayang jangan nangis lagi, sekarang kamu makan ya kasihan anak kita sudah hampir seharian mamanya tidak makan "ucap David lalu mengambil bubur ayam yang dibelinya tadi didepan rumah sakit saat Naina masih tidur
Naina hanya mengangguk karena perutnya juga sudah terasa perih
David menyuapi istrinya dengan telaten dan Naina memakan buburnya hingga habis
"Alhamdulillah "ucap David saat selesai membantu istrinya makan
__ADS_1
"mas tidak makan!?"tanya Naina
"setelah ini mas makan sayang,itu makanan mas"jawab David menunjuk makanan yang dibelinya tadi