Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Nab 56 Selamat jalan Umi


__ADS_3

Dobel Pov


Pov Naina


selama berhari-hari umi dinyatakan koma dan akhirnya hari ini umi membuka matanya setelah 40 hari setia memejamkan mata namun umi bukan membuka mata karena sembuh namun umi membuka matanya untuk berpamitan kepada kami semua


kami yang duduk diruang tunggu depan ruangan ICU terkejut saat dokter dan perawat berjalan tergesa-gesa dan masuk kedalam ruangan ICU dimana umi berada


"Alhamdulillah ibu sudah sadarkan diri "ucap dokter saat keluar dari ruangan ICU setelah selesai memeriksa umi


"apakah ibu kami baik-baik dok!?"tanyaku


"iya Alhamdulillah,tapi ibu anda ingin bertemu dengan anak-anaknya "jawab dokter


"baiklah dokter terimakasih "Ucapku dan Dokter pun meninggalkan kami


saya dan jihan segera masuk ingin menemui umi


"Mas"panggil Umi dengan suaranya yang lemah,abah yang selalu setia menemani umi dari pertama umi dirawat hingga hari ini abah seharipun tak pernah meninggalkannya abah selalu ada disamping istrinya itu merasa bahagia karena akhirnya istri tercintanya kembali membuka mata


"Iya lin mas disini "ucap abah menjawab panggilan Umi


"Mas maafkan Lina ya tidak bisa menemanimu lebih lama lagi" ucap umi ada lelehan bening menetes disudut matanya


"jangan berbicara seperti itu sayang,kita akan terus bersama "jawab Abah matanya sudah berkaca-kaca


umi tersenyum mendengar ucapan Abah dan lelehan bening tetap setia mengalir disudut matanya


"mas saya sangat mencintaimu juga anak-anak kita "ucap Umi lagi


"saya juga sangat mencintaimu sayang "jawab abah


betapa romantisnya mereka walaupun usia mereka tak lagi muda lontaran kata-kata cinta terdengar sangat indah


"mas berjanjilah padaku kamu tidak akan pernah meninggalkan anak-anak kita sebelum mereka menemukan pasangan hidup mereka yang bisa menjaga dan membahagiakan mereka "ucap umi menarik tangan abah dan menciumnya abah pun melakukan hal yang sama


"iya sayang Kita akan mengawal anak-anak kita sampai menemukan jodohnya "jawab Abah sambil mencium kening umi


"tidak mas saya titipkan kedua buah cinta kita kepadamu jagalah mereka dengan baik ya mas"ucap umi dengan nafas yang berat


"janji ya mas" ucap umi lagi


"tapi sayang "Umi meletakkan jarinya di bibir Abah


"mas saya sudah tidak sanggup dengan rasa sakit ini, ikhlaskan saya ya mas sekali lagi jangan pernah tinggalkan anak-anak sendirian sebelum mereka menemukan pasangan hidup mereka yang tepat jangan sampai putri kita kita menderita lagi"ucap umi yang nafasnya semakin berat

__ADS_1


"Naina jihan,sini sayang "Panggil umi pada kami


saya dan jihan adikku pun mulai mendekatinya lalu mencium pipinya yang tirus begitu pun adikku menciumi wajah Umi


"sayang umi titipkan abah ya,jaga kesehatan abah rawat abah dengan baik"pesan umi pada kami


"iya umi"jawab ku dan jihan bersama an Jihan sudah sesegukan karena tal dapat menahan tangisnya


"kalian memang anak-anak yang baik dan patuh saya sangat beruntung memiliki kalian


Naina berjanjilah nak untuk selalu bahagia, belajarlah membuka hatimu untuk pria lain karena anak-anakmu juga butuh seseorang untuk dijadikan pengayom mereka dimasa depan jadikanlah apa yang terjadi dulu sebagai guru terbaik untuk menuju masa depan yang jauh lebih bahagia lagi


tolong jaga abah dan adikmu karena hanya memilikimu sayang "ucap umi


"iya umi"jawabku menahan isakan tangis ku


"jihan, pilihlah pasangan hidup yang baik dan tepat jadikan lah kegagalan kakakmu sebagai pembelajaran untukmu bagaimana menilai seseorang "ucap umi menasehati adikku seolah-olah umi tau jika adikku sedang menjalan hubungan asmara dengan salah satu teman kampusnya


"iya umi "jawab jihan tertunduk


"mas ikhlaskan saya pergi, saya akan menunggumu disana setelah tugasmu selesai "ucap umi tersenyum,abah membalas senyuman umi walaupun dengan lelehan air mata membanjiri pipi tuanya


"iya sayang mas ikhlas dan mas juga berjanji akan menjaga kedua putri kita dan juga kelima cucu kita "jawab abah


"iya mas,salam rindu untuk kelima cucuku saya sangat menyayangi mereka "Ucap umi


"mas bimbing saya ya mas,mas saya akan selalu mencintaimu saya akan setia menunggumu disana "ucap umi yang membuat abah semakin terisak


"iya sayang mas juga akan selalu mencintaimu dan mas juga akan selalu setia tunggulah mas disana berbahagialah disana "jawab Abah


"iya mas kamu pun harus bahagia bersama anak-anak kita "ucap umi


"mas, Naina jihan maafkan umi ya hanya bisa menemani kalian sampai disini


mas bimbing saya mas "ucap umi


abah pun membisikkan dua kalimat syahadat di telinga umi dan umi mengikuti nya seiring nafas umi memelan dan matanya tertutup sempurna bibirnya menyunggingkan senyuman manisnya


" innalilahi wa innailaihirojiun,selamat jalan sayang, kekasih hatiku kami sangat mencintaimu tapi Allah sang pemilik kehidupan labih mencintaimu


kamu tidak tersiksa lagi sayang, merasakan sakit


terimakasih telah berjuang sampai sejauh ini, insya Allah saya akan menjaga keluarga kecil kita disini Hiks hiks hiks"ucap abah disela isakan tangisnya


saya memeluk tubuh abah dan air mataku membasahi punggung tuanya

__ADS_1


"ikhlaskan kepergian umi nak,jangan bersedih ya sayang karena jika kalian bersedih umi juga pasti bersedih, hapus air matamu sayang


lihatlah nak umi pergi dengan senyumannya itu tandanya umi tidak ingin kita larut dalam kesedihan"ucap abah mengelus punggung tanganku yang memeluk lehernya saya hanya mengangguk seraya menghapus airmataku karena saya harus kuat agar abah juga tidak bersedih


abah menekan tombol disamping ranjang Umi dan tak berapa lama dokter dan beberapa perawat datang


kami diminta keluar dari ruangan umi dan mereka mulai melepaskan satu persatu alat yang menempel ditubuh Umi


"ini pertama kalinya saya melihat jenazah yang tersenyum manis dan wajahnya begitu bercahaya "ucap dua orang suster yang baru keluar dari ruangan umi


"iya saya juga, betapa cantiknya ibi itu


Masya Allah mungkin semasa hidupnya banyak berbuat kebaikan "ucap Suster yang satu lagi dan berlalu dari tempat kami duduk


"maaf pak bu sebaiknya selesai segera administrasinya agar bisa secepatnya membawa pulang jenazah ibu,kami sudah memberikan perawatan yang terbaik tapi yang mahakuasa lebih menyayangi ibu"ucap dokter Adrian


"iya dok saya akan segera mengurusnya,terima kasih atas segala usahanya selama ini" jawabku


"maaf bu.."


"Naina dok "Jawabku


"oh ibu Naina bisakah saya ikut mengantarkan ibu alina keperistirahatan terakhirnya


"oh tentu saja dok jika tidak menggangu pekerjaan dokter,kami sangat senang karena dokter bersedia mengantarkan ibu" Jawabku tak dapat menolak keinginan dokter Adrian untuk ikut mengantarkan Umi terlihat ketulusan dimatanya


"tentu saja tidak Bu Naina kebetulan saya sudah lepas jaga jadi sudah bebas untuk pergi "jawab dokter Adrian


"oh kalau begitu saya selesaikan administrasinya dulu,ji kamu telpon bude yana !?"jawabku dan juga bertanya pada adikku


"sudah kak, anak-anak sudah siapkan rumah "jawab yana


"Bah saya selesaikan administrasinya dulu ya " pamitku pada abah


"iya nak"jawab abah lemas


"mari saya temani bu naina,biar siapa tau saya membantu "ucap dokter Adrian menawarkan diri untuk menemaniku


"oh baiklah dok kalau tidak merepotkan "Jawabku


"oh tentu saja tidak bu"Jawabnya


kami pun menuju resepsionis untuk menyelesaikan semua administrasi selama umi dirawat


benar kata dokter Adrian dia sangat membantu, karena semuanya dipermudah

__ADS_1


jenazah umi pun diantarkan kerumah sepanjang jalan abah hanya terdiam namun air matanya tak henti mengalir membasahi pipi tuanya, seperti halnya dengan ku dan jihan kami menangis dalam diam


sesekali ku usap lengan Abah sekedar untuk menguatkannya


__ADS_2