
Setelah beberapa jam dan hari pun sudah mulai sore Gheisa pun keluar dari didalam apartemen Rayhan Gheisa kini turun keparkiran dan naik ke mobil Reyhan mereka pergi entah kemana
pria suruhan Bara Terus mengikuti mereka
setelah keluar dari apartemen Reyhan
mereka berdua makan disebuah restoran dengan begitu mesra saling suap satu sama lain dan itu tidak luput dari tangkapan kamera anak buah Bara
Bara yang mendapat banyak foto dan video dari anak buahnya mengepalkan tangannya
"dasar ******,kamu akan membayar ini semua "ucap Bara dengan wajah memerah karena menahan emosinya
karena hari sudah Sore Bara memilih untuk pulang namun sebelum pulang kerumahnya Bara akan datang ketoko kue Naina untuk memesan beberapa kue dan kopi hangat kesukaannya sambil menunggu kalau saja Naina keluar dari toko dan benar saja Naina keluar dari toko seperti kemarin menggendong gadis kecil berusia lebih setahun namun kali ini Naina hanya berdua saja dengan gadis kecil itu,hati Bara berdesir melihat Naina mencium gemas pipi anak kecil perempuan yang ada dalam gendongannya
"kenapa dadaku berdebar kencang seperti ini!?"tanya Bara pada dirinya sendiri
setelah Naina menghilang dari pandangannya Bara pun meninggalkan tempat itu untuk segera pulang kerumahnya
sesampainya dirumah Bara tidak mendapati keberadaan istrinya itu
"ternyata dia belum pulang "ucap bara
"loh Bar, istri kamu mana!?"tanya Nyonya Dianra pada Putranya itu
"nggak tau mi"jawab Bara cuek
"loh kok gitu sih Bar, seharusnya kamu itu menanyakan dia ada dimana bukan malah cuek begini apalagi istrimu itu lagi hamil "ucap Nyonya Dianra
"Bara sudah capek dan lelah mi ngurus perusahaan kalau mau ditambah lagi ngurus menantu kesayangan mami itu akan membuatku semakin lelah "jawab Bara
"jangan seperti itu Bara biar bagaimanapun Gheisa sedang mengandung putrimu"ucap Nyonya Dianra dan Bara semakin mengerutukkan Giginya karena sudah sangat geram
"sabar Bara Belum saatnya kamu buka semuanya "batin Bara memperingatkan dirinya sendiri
Tanpa menjawab ucapan maminya, karena tidak ingin berdebat lagi
"Bara mami belum selesai bicara "teriak Nyonya Dianra kesal
"sudahlah mi, Bara itu sudah sangat lelah bekerja seharian diperusahaan "ucap Tuan Ibrahim memberikan pengertian kepada istrinya itu
"tapi pi..."
"sudahlah mi,ayo kita siap-siap nanti kita telat hadiri acara ulang tahun Tuan algazali"ucap Tuan Ibrahim dan akhirnya Nyonya Dianra mengikuti suaminya masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke acara ulang tahun rekan bisnisnya
saat akan keluar dari rumah Gheisa baru saja pulang diantar Reyhan
selamat malam mi pi,pada mau kemana ?!"tanya Gheisa pada kedua mertuanya
__ADS_1
"mau hadiri acara ulang tahun rekan bisnisnya papi"jawab Nyonya Dianra
"oh kalian hati-hati ya" ucap gheisa
"iya kamu sekarang masuk dan istirahat,kamu pasti capek"jawab Nyonya Dianra
Gheisa pun berlalu masuk kedalam rumah sedangkan kedua mertuanya naik keatas mobil yang sudah disiapkan oleh sopir keluarga mereka
Gheisa berjalan naik keatas kamarnya dan Bara karena dia mengira Bara belum pulang
namun betapa terkejutnya Gheisa saat mendapati keberadaan suaminya sedeng duduk disofa menatapnya tajam
"dariana saja Kamu ?!" tanya Bara tangannya dilipat didepan dadanya
"dari bertemu teman-teman !?"jawab Gheisa santai
"trus yang ngantar kamu pulang siapa !?" tanya Bara lagi
"teman !"jawab Gheisa lagi
"oh teman tapi mesra !?"jawab bara tersenyum sinis
degg
Gheisa terkejut mendengar ucapan Bara namun sebisa mungkin Gheisa menetralkan detak jantungnya hingga terlihat biasa-biasa saja
"kamu apaan sih mas,dia itu cuma temanku"ucap gheisa
mata Gheisa melotot mendengar ucapan Bara
"sial, apa dia melihatku berciuman dengan Reyhan dimobil tadi!?"ucap gheisa dalam hatinya
"kamu jangan sembarang ngomong ya mas"Jawab Gheisa gugup
Gheisa memilih masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan juga untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan menjebak dari Bara
sedangkan bara memilih keluar dari dalam kamarnya dan menuju ruang kerjanya untuk mengistirahatkan tubuh dan hatinya yang terasa lelah
Gheisa keluar dari kamar mandi namun tidak melihat keberadaan sang suami didalam kamar tidur mereka
Gheisa memilih tidur karena perutnya terasa keram setelah melakukan pertempuran dengan kekasih gelapnya
Gheisa tidak mempedulikan Bara lagi,dan kini Gheisa tertidur dengan nyenyak
hari-hari berlalu perut Gheisa semakin membuncit namun Bara seakan tidak memperdulikan dan memperhatikan Gheisa hanya Nyonya Dianra yang selalu sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, semua perlengkapan bayi Gheisa Nyonya Dianra yang menyiapkannya
"kok perutku rasanya mules Banget, perutku juga sangat sakit "ucap gheisa didepan Nyonya Dianra
__ADS_1
"mami fikir kamu melahirkan Dua bulan lagi kok sekarang sudah sering mules ?!"tanya Nyonya Dianra heran
"sialan ni tua bangka, pake hafal dengan yang saya bilang "batin Gheisa terus berbicara kesal pada mertuanya itu
"mungkin karena sudah beberapa hari ini Saya nggak bawa jalan-jalan jadinya keram karena duduk makan dan tidur saja kerjaanku"ucap gheisa
"tidak usah mi biar Gheisa telpon teman-teman untuk bisa menemaniku jalan-jalan jadi mami tidak usah khawatir
lagian mami baru pulang dari luar negeri pasti mami Capek banget"ucap Gheisa
"ya sudah tapi kamu hati-hati ya"jawab Nyonya Dianra
"iya mi,mami nggak usah khawatir "jawab Gheisa
Gheisa pun menelpon, entah siapa yang di telponnya.gheisa terlihat sangat kesal karena telponnya tidak diangkat-angkat
"mi saya berangkat dengan sopir aja ya"pinta Gheisa
"iya,kamu hati-hati ya "jawab Nyonya Dianra
"oke mi, Icha berangkat ya mi"pamit Gheisa dan diangguki oleh Nyonya Dianra
Gheisa pun berangkat diantar oleh sopir keluarga Nyonya Dianra, setelah sampai di apartemen milik Reyhan Gheisa menyuruh sopi itu pulang
"pak bapak pulang saja ya nanti saya diantar teman pulang kasihan bapak kalau menunggu pasti saya lama"ucap Gheisa pada sopirnya beralasan
sang sopir hanya manggut-manggut dan meninggalkan Gheisa di apartemen itu
kini Gheisa masuk kedalam lift dan menuju ke apartemen milik Reyhan
"loh pintunya kok nggak ditutup rapat !?"gumam Gheisa yang melihat pintu apartemen Reyhan tidak tertutup rapat karena terhalang sepatu
"loh ini sepatu siapa ?!"Gumam Gheisa melihat ada sepatu wanita yang menghalangi pintu
Gheisa berjalan masuk kedalam apartemen Reyhan hingga akhirnya Gheisa sampai didepan kamar Reyhan yang juga tidak tertutup rapat
Gheisa dapat mendengar suara-suara laknat yang berasal dari dalam kamar itu, Gheisa membuka pintu kamar dengan perlahan dan melihat dua anak manusia sedang bergulat diatas ranjang saling menikmati sentuhan satu sama lain
Gheisa melotot melihat itu,dia tidak menyangka kekasih yang dicintainya selama ini menghianatinya
"Brengsek, kalian berdua "teriak Gheisa membuat dua manusia yang baru saja mencapai puncak terkejut mendengar teriakkan Gheisa
"Gheisa!!!!?"ucap Reyhan
"tega kamu Rey "ucap gheisa menangis tersedu-sedu, Reyhan langsung memakai pakaiannya yang berserakan sedangkan wanita temannya bergulat membungkus tubuh polosnya dengan selimut
"sayang saya bisa jelaskan "ucap Reyhan mendekati Gheisa
__ADS_1
"mau jelasin apa lagi hah!!!"ucap gheisa memukul-mukul dada Reyhan
Gheisa beranjak lalu berlari keluar dari apartemen Reyhan Tampa memperdulikan perutnya yang membesar, Gheisa masih saja menangis dan tak mempedulikan tatapan orang-orang yang melihatnya