
ke esokan harinya Kiki datang kerumah Naina untuk menjemput dewi
kiki ingin mengajak putri angkatnya itu untuk berkunjung kerumah mertuanya
karena mereka semua pasti akan mencari dewi jika kiki dan rendy tidak membawanya serta
"Assalamualaikum "ucap salam kiki saat berada dirumah Naina
"waalaikumsalam "jawab oma mita yang kebetulan sedang berada di ruang keluarga
oma mita beranjak dari duduknya dan keluar melihat siapa yang datang bertamu
"eh kiki ayo masuk " ucap oma mita
"makasih Tante" jawab kiki
"Dewi mana Tante !?" tanya kiki pada oma mita
"dikamarnya Naina lagi sibuk ngurus adiknya " jawab oma mita terkikik geli
"sibuk !?" tanya kiki belum mengerti
"kamu keatas aja liat sendiri ki" jawab oma mita
"kalau begitu saya keatas dulu ya tante"pamit kiki
"iya silahkan "jawab Oma mita
kiki pun melangkahkan kakinya menuju kamar Naina
"assalamualaikum "ucap kiki saat sudah berada di depan pintu kamar Naina
"waalaikumsalam "Naina
"waatataitumzayam "Dewi
"bagaimana keadaan kakak!?" tanya kiki
"Alhamdulillah sudah baikan tapi mama dan mas David tidak mengizinkanku turun dari tempat tidur "jawab Naina
"namanya juga kesayangan " ucap kiki cengengesan
"ada apa ini ki!? kok tumben kamu masih dirumah jam segini!? kamu nggak ke restorant !?" tanya Naina
"nggak kak kebetulan hari ini dirumah ibu lagi ada acara arisan keluarga jadi saya dan mas Rendy disuruh datang kesana,ibu juga bilang untuk bawa si cantik "jawab kiki
"ya sudah bawa aja" ucap Naina dan di angguki oleh kiki
__ADS_1
Naina yang sudah hafal dengan kelakuan putrinya segera meraih ponselnya dan merekam semua drama kolosal dewi dan ibu angkatnya itu
"dunda zini dunda dutdut pizini"panggil Dewi sambil menepuk kasur disampingnya yang di tempatinya tidur
kiki pun duduk disana sambil mencium pipi putri angkatnya itu dengan gemas
"sayang ikut bunda yuk"ucap kiki pada dewi
"temana punda!? tanya dewi yang sibuk menggoyangkan tangan mungil adiknya dengan perlahan
"kerumah nenek dan kak Seto "jawab kiki
"benaltah tatapi wewi lalus menulus dedet payina dunda "ucap Dewi
"kan ada mama sama oma yang mengurus mereka sayang" jawab kiki
"pidat poleh dunda tata papa mama pidat poleh banat betelja dadi wewi yan lalus melolongna talena wewi tatak yang bhaik" ucap Dewi panjang lebar
"ya ampun tidak begitu juga konsepnya sayang " gumam Kiki dan Naina sudah sedari tadi cekikikan
"kak bagaimana ini,pasti ibu dan ayah kecewa kalau dewi nggak ikut apalagi seno anak kak Rama"ucap kiki memelas
"kakak nggak bisa memaksanya ki,kakak juga korban kesibukannya hihihi"jawab Naina cekikikan
"ayolah nak, ikut sama bunda ya itu yayah sudah menunggu " ucap kiki penuh harap
"mamaftanla nanatmu nini dunda buntut tali nini wewi pidat pisa itut talena wewi puna tudas balu,pampaitan mamaftu pama netnet zama tatet juda apang zeno" ucap dewi menangkup kedua pipi kiki lalu menciumnya
"peldilah dunda janan pialtan yayah menundu lama tasian yayah banti talatan " ucap Dewi lagi dan kali ini Naina tertawa tertahan karena takut Devan terbangun
"kok yayah karatan memangnya yayah besi sampai bisa karatan karena menunggu ?!" ucap Kiki protes pada putrinya itu
kiki mengerucutkan bibirnya karena kesal ajakannya ditolak oleh dewi
"dundatu sayam jananlah emtau melajut kalena sanat pidat zozok denan wadahmu yang zantik delita" ucap dewi mencoba merayu kiki agar tidak marah,tapi kiki tetap saja memanyunkan bibirnya tapi dalam hatinya sangat ingin tertawa dan menciumi bayinya itu
sedangkan Naina sudah terkikik geli tapi tangannya masih saja sibuk memegang ponselnya yang dipakai untuk merekam aksi dewi
"oh dundaku syayam,pudaan tatiku entaulah matahalitu yang belsinal telang di lanit yang tindi
emmm....apa ladi ya tatana,mama apatah mama tau tata yang badus ladi untut melayu dunda yang zedan melajut!?" ucap dewi bertanya kepada Naina karena bingung mau mengatakan apalagi
"mama tidak tau sayang mama kan tidak pandai merayu sepertimu "jawab Naina
"ah atu tecewa pada mu mama" ucap dewi dengan wajah kesalnya
"kok kecewa sih mama kan memang tidak tau membuat puisi apalagi merayu seseorang " jawab Naina
__ADS_1
"pusdahlah bialtan atu yang belpitil sendili" ucap dewi lalu mengetuk dagunya dengan jari mungilnya layaknya orang dewasa yang sedang berpikir
lama berfikir akhirnya dewi kembali bersuara, Naina dan kiki sedari tadi menunggu apa yang akan bayi cantiknya akan katakan
"ah pusdahlah atu tak menemutan tata tata yang badus" ucap dewi kesal
Ayolah nak ikut sama bunda ya kasihan nenek dan kak seno pasti sangat rindu oada dewi"ucap kiki terus berusaha merayu dewi agar ingin ikut dengannya
"mama badaimana nini"tanya Dewi pada Naina
"pergilah sayang apa kamu tidak rindu pada nenek, kakek juga Abang Seno !? "Jawab Naina dan bertanya pada putrinya itu
"Pati wewi pidat inin peldi mama,wewi inin pisini mendaga dedet pepan"jawab dewi dengan wajah sendunya
kiki yang melihat itu jadi tidak tega dan akhirnya kiki memutuskan untuk pergi kerumah mertuanya kali ini tidak membawa dewi bersamanya seperti ibu mertuanya inginkan
"ya sudah Kalau begitu lain kali saja kita kerumah nenek" ucap kiki
"matasih dunda, mamaftan wewi ya pidat pisa itut
zampaitan calamtu pada pemuana telutama nenet juda ban zeno tatakan padana agal janan lindu kalena lindu ipu belat bial wewi zhaja yang lindu" ucap dewi dengan dramatis naina dan kiki tersedak ludah mereka sendiri mendengar ucapan putrinya itu
"dari mana kamu dapatkan kata-kata itu sayang " tanya kiki menciumi pipi tembem dewi
"dali antel alya" jawab Dewi tanpa dosa
"ya ampun arya,awas kamu ya" ucap kiki tertawa dan terus mencium perut dewi hingga dewi tergelak karena kegelian
"ampun dunda"ucap dewi dan kiki menghentikannya karena kiki tidak ingin devan terbangun karena suara tawa kakaknya
"ya sudah kalau begitu saya pergi dulu ya kak" pamit kiki
"iya ki,salam untuk semua ya" jawab Naina yang sudah mematikan rekamannya
"iya kak nanti kusampaikan " ucap kiki lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari dalam kamar Naina sebelum pergi kiki mengucapkan salam
"bagaimana dewi sibukkan !?" tanya Oma mita yang baru saja akan masuk kedalam kamar Naina
"iya tante malah dia menolak untuk ikut kerumah ibu padahal biasanya dia yang paling heboh jika diajak kerumahnya ibu" jawab kiki tersenyum membayangkan ucapan dewi padanya
"mungkin dia itu lagi senang senangnya baru punya adik jadi ya seperti itu tapi lama kelamaan dia akan bosa juga bermain disekitar adiknya " ucap Oma mita agar kiki tidak begitu kecewa dengan penolakan dewi
"iya tante" jawab kiki dan dibalas anggukkan oleh Oma mita dengan senyumannya
"kalau begitu saya pamit dulu Tante,mas Rendy sudah lama menunggu " pamit kiki
"iya kalian hati-hati ya dijalan salam untuk semua keluargamu" Jawab oma Mita
__ADS_1
"iya tante, assalamualaikum " ucap kiki dan berjalan keluar dari dalam rumah Naina setelah mendengar jawaban salam dari oma mita