
Ke esokan harinya mereka semua sudah berada di meja makan untuk sarapan
pagi ini jihan, Adrian dan abah juga ikut sarapan bersama mereka
jihan semalaman tidak nyenyak tidur karena merasa bersalah kepada Dewi
baru kali ini marahnya dewi alot biasanya ngambeknya cuma beberapa menit sudah baik kembali
setelah sarapan dan membersihkan bekas sarapan mereka Naina dan jihan mencoba mendekati dewi yang sedang asik bermain dengan seno
sedangkan Adrian sudah berangkat bekerja karena ada jadwal operasinya pagi ini
saat Naina dan jihan membujuk dewi kiki juga datang dan langsung mendekati mereka
mereka bertiga meminta maaf pada putri kecilnya itu karena rasanya tidak nyaman di diami oleh Dewi yang biasanya kepo dengan segala hal
"sayang maafin mama ya,mama janji tidak akan seperti itu lagi "ucap Naina namun dewi seolah tidak mendengarnya dan masih asik dengan mainannya
jihan dan kiki pun melakukan hal yang sama namun dewi tetap saja diam
seno juga diam memperhatikan semuanya
ketiga ibu itu meninggalkan seno dan dewi dengan wajah kusutnya
oma mita terkikik geli melihat wajah mereka yang prustasi di musuhi oleh biang rusuh dirumah itu
"mama kok tertawa !?" ucap Naina mengerutkan bibirnya
"hahahaha mama lucu aja liat muka kalian yang kusut kayak baju yang di setrika selama sebulan" jawab oma mita masih cekikikan
Nania,jihan dan kiki semakin mengerutukkan bibirnya
"bibir kalian bagus banget mirip bibir soang" celetuk opa Anjar ikut terkikik geli melihat wajah mereka bertiga
"ish papa Anjar bukannya menghibur mala menghina"jawab kiki
dan itu membuat semua tertawa
"makanya kalau bercanda jangan sampai kelewatan,nah kan kalian juga yang rasa akibatnya " ucap Abah Abdul
"mas" Naina memeluk lengan suaminya matanya berkaca-kaca karena merasa begitu bersalah
david juga sudah memberikan pengertian kepada putrinya itu tapi tetap saja dewi mendiamkan ketiganya
"dek tidak baik loh seperti itu pada mama, mami dan bunda apa kamu mau jadi anak durhaka!?" tanya seno pada dewi
"dulhata ipu pa apang!?" dewi bertanya balik
"durhaka itu kita akan dihukum oleh Allah lidah kita akan dipotong karena tidak ingin memaafkan kesalahan orang lain yang sudah meminta maaf kepada kita ,apa lagi itu mama,mami atau Bunda kita sendiri
apa Dewi mau jika lidahnya dipotong !?" ucap seno sangat bijak memberikan pengertian kepada adik angkatnya itu
"wewi pidat bau Apang',wewi tatut" jawab dewi
"makanya dek kita kalau marah jangan terlalu lama, apalagi kalau orang yang berbuat salah itu sudah sadar akan kesalahannya jadi kita wajib memaafkannya " ucap seno mengelus rambut dewi dengan Sayang
__ADS_1
"dewi maukan memaafkan kesalahannya mama,mami dan bunda!?" tanya seno lembut
"ma'u apang,wewi pidat inin pelposa apadadi dulhata"jawab Dewi
"wah adik Abang memang hebat " ucap seno memeluk tubuh gemuk adik angkatnya itu
dewi dan seno kembali asik dengan mainannya,seno tidak lagi memaksa adiknya itu karena dewi sudah mengiakan akan memaafkan ke-tiga ibu mereka
mungkin nanti dewi akan melakukan itu,fikir seno
tak Terasa hari sudah siang, David hari ini tidak berangkat kekantor nya karena memang hari sabtu dan pekerjaannya sudah diselesaikannya
ke empat Putranya pun sudah pulang dari sekolah mereka pulang lebih awal karena hanya datang untuk menghadiri acara lomba pentas seni yang dilaksanakan di sekolah akza dan Attar sedangkan ali dan abim beberapa orang temannya mewakili sekolah mereka untuk mengikuti lomba pentas seni tersebut hingga banyak guru mereka yang ikut hadir diacara itu sehingga mereka berdua dipulangkan lebih awal
setelah makan siang semua istirahat kecuali para rendy dan Adrian yang kembali ketempat kerja mereka
"sayang mas mungkin pulangnya agak malam soalnya banyak sekali jadwal operasi setelah duhur nanti" ucap adrian pada istrinya yang kini sudah beristirahat dirumah mereka sendiri
jihan memilih pulang setelah makan siang karena dewi masih Betah mendiamkannya
jihan semenjak hamil selalu ingin makan masakan kakaknya karena jika makan makanan selain masakan Naina jihan akan mual
Naina sama sekali tidak keberatan jika adiknya itu ingin makan masakannya
kiki pun kini sudah kembali ke rumahnya sendiri
sedangkan putranya seno masih betah dirumah Naina,seno merasa senang karena mempunyai banyak teman bermain
seperti saat ini seno diajak bermain kelereng dihalaman belakang oleh ali dan abim disana juga ada akza , Dafa dan Attar yang menemani mereka dewi juga turut serta walaupun selalu mengganggu kakak-kakaknya
dewi sering berlari mengejar kelereng yang mengelinding hingga tidak mengenai sasarannya
David, Naina dan ke-dua anak kembarnya juga kedua mertuanya yang tak mau jauh Dari kedua cucunya karena seperti yang pernah dikatakan oleh opa Anjar bahwa setelah Naina melahirkan dia akan mengurangi waktu kerjanya dan kembali menetap di tanah air untuk ikut mengurus kedua cucunya
perusahaan opa Anjar dipercayakan pada orang-orang kepercayaannya dan saat ini juga opa Anjar sedang menggembleng Dafa putra keduanya agar dapat membantu David untuk mengurus semua perusahaan mereka
bahkan anak-anak Naina pun opa Anjar sudah ajarkan tentang bisnis
Opa Anjar ingin suatu hari nanti semua cucu-cucunya memegang perusahaan yang telah dibangunnya
walaupun anak-anak Naina bukan darah daging mereka namun opa Anjar sudah sangat menyayangi mereka seperti cucu kandung mereka
"mama dan papa beneran sudah tidak akan keluar negeri lagi?!" tanya David pada kedua orang tuanya
"bukan tidak akan lagi vid,papa dan mama masih tetap akan keluar negeri tapi jika kita kesana jalan-jalan misalnya bersama kalian atau perusahaan disana memang sangat membutuhkan kita untuk langsung turun tangan tapi kalau untuk seperti biasanya papa dan mama mengurus perusahaan disana sudah tidak lagi karena disana papa percayakan semua pada kakakmu Marcel dan juga Andreas" jawab opa Anjar
Marcelino dan Andreas adalah anak angkat opa Anjar yang dulu diselamatkan nyawanya dari sebuah peristiwa mengerikan di panti asuhan tempat ke-dua nya tinggal saat mereka berusia 7 dan 5 tahun dan saat itu david masih berusia 4 tahun
dan mulai saat itu keduanya diangkat oleh opa Anjar sebagai anak
saat mereka sedang asyik berbincang tiba-tiba saja dewi menangis kencang karena terjatuh saat berlari dan lututnya lecet
akza menggendong adiknya itu kepada ibunya
"adek kenapa bang" tanya Naina khawatir
__ADS_1
"jatuh ma saat lari-larian trus lututnya berdarah " jawab akza
Naina segera memeriksa lutut putrinya itu dan benar saja lututnya sudah lecet dan mengeluarkan sedikit darah
"bang tolong ambilkan kotak obat "pinta naina namun belum juga akza beranjak dari duduknya ali dan seno sudah berlari mendekati mereka dan menyerahkan kotak obatnya
"i-ini ma ko-tak o-batnya"ucap ali ngos-ngosan setelah berlari sedang seno memegang lututnya untuk mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena ikut juga berlari
"lutut Dewi nggak apa-apa kan ma!?" tanya seno setelah nafasnya sudah normal kembali
"iya lutut adik kamu tidak apa-apa Sayang " jawab Naina sambil membersihkan luka dewi"
"atit ma, hiks hiks hiks " ucap Dewi
"iya memang sakit sayang kan mama sudah sering bilang sama dewi jangan lari-larian Nanti jatuh dan luka " jawab Naina lembut pada putrinya itu
"mamaftan wewi ma,pidat denal nacehat mama" ucap dewi masih dengan isakan tangisnya
"iya sayang tapi lain kali dewi ingat pesan mama ya"jawab Naina
"iya ma wewi danji" ucap Dewi
"nah selesai " kata Naina setelah selesai memasngkan perban kelutut putrinya itu
seno meniup-niup lutut dewi yang sudah diperban
"masih sakit ya dek!?" tanya seno pada dewi dan jawab anggukkan oleh Dewi
"abang tiup ya biar kakinya lekas sembuh " ucap seno
"matasih Apang " jawab dewi sesekali terisak
"sama-sama dek"jawab Seno
"sudah jangan nangis lagi ya,Ayo kita main lagi tapi dewi duduk aja ya sama abang Akza dan tidak boleh lari-larian lagi" ucap Abimanyu
"iya ata' " jawab Dewi
"matasih mama" ucap dewi mencium pipi Naina
"sama-sama sayang " jawab Naina balas mencium pipi putrinya itu
"wah sudah baikan ya,mami juga sudah dimaafkan bkan!?" ucap jihan mendekati mereka
Dewi menatap kelima kakaknya yang mengangguk dan akhirnya dewi juga ikut mengangguk anggukkan kepalanya
"berarti bunda juga dong sudah dimaafkan "kiki juga datang pas diwaktu yang sangat tepat
dewi kembali menganggukkan kepalanya
"makasih sayang " ucap jihan dan kiki bersamaan
mereka bergantian mencium pipi tembem dewi
"Alhamdulillah, akhirnya dimaafkan juga" ucap kiki dan semua tertawa mendengarnya
__ADS_1
" berarti luka membawa maaf dong bunda hahaha" celetuk akza dan mereka kembali tertawa bersama
...****************...