
"tega kamu Rey "ucap gheisa menangis tersedu-sedu, Reyhan langsung memakai pakaiannya yang berserakan sedangkan wanita temannya bergulat membungkus tubuh polosnya dengan selimut
"sayang saya bisa jelaskan "ucap Reyhan mendekati Gheisa
"mau jelasin apa lagi hah!!!"ucap gheisa memukul-mukul dada Reyhan
Gheisa beranjak lalu berlari keluar dari apartemen Reyhan Tampa memperdulikan perutnya yang membesar, Gheisa masih saja menangis dan tak mempedulikan tatapan orang-orang yang melihatnya
Reyhan terus memanggil Gheisa yang terus berlari, Reyhan merasa ngilu melihat Gheisa berlari dengan perut besarnya
Gheisa berlari sambil memegang perutnya yang terasa keram
tanpa menoleh Gheisa menyebrang jalan dan tiba-tiba ada motor yang melaju kencang, Gheisa tidak sempat menghindar hingga motor yang melaju itu menabrak Gheisa dan membuat Gheisa terlempar kepinggir jalan
"Gheisa "teriak Reyhan berlari mendekati Gheisa yang sudah tergeletak dijalan tak sadarkan diri
Reyhan segera meminta seseorang untuk menghubungi ambulance,tak menunggu waktu lama ambulance datang dan membawa Gheisa kerumah sakit
sesampainya dirumah sakit Reyhan menghubungi Bara dan kedua orang tua Gheisa
orang tua Gheisa sangat syok mendengar kabar tentang anak mereka yang kecelakaan, begitupun dengan Bara dan orang tuanya sangat syok saat pertama kali mendengar kabar tentang Gheisa
Sebenarnya Bara sudah tau tentang kecelakaan yang dialami oleh Gheisa dari orang suruhannya sebelum Reyhan menelponnya
kini mereka semua berada di depan UGD menunggu Gheisa selesai diperiksa
saat dokter keluarga orang tua Gheisa segera mendekatinya begitu juga dengan orang tua Bara namun Bara hanya duduk diam memperhatikan mereka semua
tak jauh dari tempat mereka ada Reyhan yang menunggu dengan cemas tentang keadaan Gheisa dan bayinya yang ada didalam kandungannya
"bagaimana dokter dengan putri saya "Tanya ibunya Gheisa dengan deraian air mata
"kami harus segera melakukan operasi karena takut terjadi hal yang tidak kita inginkan pada bayinya dan bisa membahayakan ibunya"ucap dokter yang menangani Gheisa
"lakukan yang terbaik untuk putriku dok"jawab ayahnya Gheisa
"baik pak kami akan melakukan hal yang terbaik,kami juga akan memanggil dokter Obgyn untuk membantu kami"ucap dokter
"iya dok"jawab ayah Gheisa sedangkan ibunya sudah terduduk lemas
dokter dan beberapa perawat mendorong Gheisa dengan brangkar menuju ruang operasi
mereka semua mengikuti dan duduk menunggu didepan Ruang operasi
Bu Soraya ibu Gheisa terus menangis
"ma sudah ma,kita doakan putri kita dan cucu kita baik-baik saja "ucap pak Hadi ayah Gheisa
"tapi mama kasian pa lihat anak kita seperti itu"jawab Bu Soraya
"sabar ya jeng saya yakin Gheisa dan cucu kita baik-baik saja"ucap Nyonya Dianra mengelus pelan punggung besannya
"iya jeng"jawab Bu Soraya masih sesegukan
sedangkan Bara hanya diam saja mengatur rencana
__ADS_1
"mungkin hari ini waktunya untuk membongkar semuanya "batin Bara
saat mereka semua harap-harap cemas seorang suster datang menemui mereka dan meminta donor Darah B karena anak Gheisa membutuhkan darah
"siapa ayah bayi dari Ny Gheisa !?"tanya Suster
"itu sus suami anak saya Gheisa " pak Hadi langsung menunjuk Bara
"ada apa sus !?"tanya Bara
"Bayi Ny Gheisa membutuhkan darah B,kita harus segera melakukan transfusi darah secepatnya agar bayinya bisa selamat.kami membutuhkan sekitar dua kantong Darah sedangkan stok darah dengan Golongan darah B kami disini habis "jawab Suster itu
"Darah B!?"ucap Nyonya Dianra Tuan Ibrahim dan Bara terkejut karena setahu mereka Bara berdarah A
"kalau boleh tau Darah Gheisa golongan darah apa?!"tanya Nyonya Dianra
"Nyonya Gheisa memiliki golongan darah A"jawab suster itu
"trus kenapa bayinya bisa berdarah B sedangkan anakku juga Berdarah A,ada apa ini sebenarnya "ucap Nyonya Dianra
Bara hanya tersenyum sinis melihat itu semua, sedangkan orang tua Gheisa tidak menjawab pertanyaan Nyonya Dianra. Bu Soraya semakin mengencang tangisannya agar Nyonya Dianra iba padanya
"tolong jangan berdebat dulu bapak ibu kasihan cucu kalian didalam sedang membutuhkan Darah "ucap suster itu
"kami tidak ada yang memiliki Darah B"ucap Bara
"ambil saja darahku sus, kebetulan saya memiliki Darah B "Reyhan tiba-tiba datang ingin mendonorkan darahnya
mata Bu Soraya dan pak Hadi membulat saat tau siapa yang datang,mantan kekasih putrinya datang untuk menyelamatkan cucunya
"wow tanpa bersusah payah ternyata orangnya datang sendiri memperlihatkan siapa dia sebenarnya " batin Bara bersorak
"tapi saya harus melakukan tes DNA dan pria itu juga harus kucocokkan DNA nya dengan anak Gheisa"ucap Bara dalam hatinya
Bara Berdiri dari duduknya dan menjauh dari keluarganya
"mau kemana Nar!?"tanya Nyonya Dianra pada putranya itu saat akan berjalan meninggalkan mereka
"mau menenangkan diri dulu mi"jawab Bara lalu melanjutkan langkahnya
sesampainya di taman rumah sakit Bara menelpon merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang
"kamu harus bisa mengambil rambut Pria itu saya akan melakukan tes DNA "ucap Bara
"Baik Bos"jawab orang yang berada diseberang sana
"tunggu saja saya akan menghancurkan kalian karena sudah berani menipuku dan keluarga ku "bara berbicara sendiri
setelah merasa semua sudah beres Bara kembali kedalam rumah sakit dimana keluarganya berada dan Bara melihat adiknya Narendra juga berada disana
"kapan datang ndra!?" tanya bara mendekati adiknya itu
"belum lama kak, tadi saya menelpon papi karena saya datang kerumah tapi kalian tidak ada trus papi bilang lagi ada di rumah sakit karena kak Gheisa kecelakaan "jawab Narendra
"oh "ucap bara singkat
__ADS_1
Dokter keluar dari ruang operasi dan mendekati mereka semua
"bagaimana dengan putriku dok"tanya Bu Soraya
"Alhamdulillah semuanya selamat cuma nyonya Gheisa masih tidak sadarkan diri karena kami harus mengangkat rahimnya karena terjadi infeksi dan kami harus mengangkatnya karena bisa membahayakan nyawa sang ibu bersyukurnya Bayinya baik-baik saja walaupun mendapatkan benturan keras saat kecelakaan dan benturan ini juga yang mengakibatkan rahim Nyonya Gheisa harus diangkat tapi kalian jangan khawatir semuanya stabil dan kalian bisa menemuinya saat sudah dipindahkan keruang perawatan "jawab dokter
"jadi rahim putri saya sudah tidak ada !?" tanya Bu Soraya memastikan
"iya bu karena jika kami tidak mengangkat rahimnya bisa-bisa nyonya Gheisa mengalami pendarahan hebat "jawab dokter
Bu Soraya kembali menangis histeris karena merasa kasihan pada nasib putrinya yang kini sudah tidak memiliki rahim lagi dan itu artinya Gheisa tidak bisa memiliki anak lagi
"terimakasih banyak Dok"ucap mereka dan dokter mengangguk lalu tersenyum ramah
"Kalau begitu saya permisi "ucap dokter itu
"iya dok sekali lagi terimakasih banyak "jawab Bu Soraya dan pak Hadi
tak berselang lama brangkar Gheisa didorong oleh dua orang perawat menuju ruang pemulihan dan bayi Gheisa juga di gendong oleh salah satu perawat untuk di bawa ke ruang bayi
semua mengikuti Gheisa yang terbaring tak sadarkan diri diatas brangkar yang didorong oleh perawat keruangan pemulihan sedangkan Bara memilih mengikuti perawat yang membawa bayi Gheisa
setelah mendapatkan apa yang di inginkannya Bara segera membawa sampel yang didapatkannya ke laboratorium untuk melakukan tes DNA
begitu pun dengan anak buah bara sudah mendapatkan apa yang diminta oleh Bara
anak buah Bara mengambil rambut Reyhan saat Reyhan sedang beristirahat setelah melakukan donor Darah untuk putra Gheisa lalu menyerahkan pada Bara
setelah semua urusan Bara selesai dia menuju ke ruangan dimana Gheisa dirawat
"kamu dari mana saja sih Bar, istri sakit malah keluyuran "ucap Nyonya Dianra
"saya dari kantin beli makanan karena kalian pasti belum makan sedari tadi "jawab Bara memperlihatkan kantong plastik yang dibawanya
"oh mami Fikir kamu kemana !?" Nyonya Dianra merasa bersalah pada Putranya itu
"ayo kita makan dulu"ucap Bara lalu meletakkan makanan yang dibawanya diatas meja
mereka pun makan bersama sambil menunggu Gheisa sadar
Baru saja mereka selesai makan Gheisa tersadar, Bu Soraya dan Pak Hadi segera mendekati putrinya dan menekan tombol yang ada di dekat ranjang Gheisa
"ma pa saya ada dimana !?"tanya Gheisa
"kamu dirumah sakit sayang"jawab Bu Soraya
Gheisa meraba perutnya, Gheisa terkejut karena perutnya sudah rata
"ma bayiku mana ma!?"tanya Gheisa cemas
"dia di ruangan Bayi nak,kamu istirahat ya biar cepat pulih
perawat datang membawa anak Gheisa kedalam ruangan itu dan Nyonya Dianra begitu antusias ingin melihat cucunya namun Bu Soraya menghalanginya
"kenapa besan!? saya ingin lihat cucu kita kenapa kamu menghalangi ku"ucap Nyonya Dianra
__ADS_1