Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 82 kehamilan Naina


__ADS_3

"Makasih ya mas,I love you suamiku "ucap Naina tersenyum manis David merasa sangat bahagia karena Naina mengucapkan kata cinta padanya untuk pertama kalinya


" I love you too istriku " jawab David lalu mencium bibir istrinya


"ehem" David dan Naina terkejut mendengar deheman karena bibir mereka masih menyatu


"mama papa" ucap mereka berdua


"kamu mau memakan istrimu saat sakit seperti ini vid!? keterlaluan kamu" ucap mama mita


"ti-tidak kok ma"jawab David gugup


papa dan mamanya tertawa melihat Putranya seperti itu


"sayang bagaimana keadaanmu !?"tanya mama Mita pada Naina


"Alhamdulillah sudah agak enakan ma"jawab Naina


"apalagi dapat suntikan semangat tadi pasti tambah semangat lagi sembuhnya "ucap mama mita menggoda menantunya itu


wajah Naina dan David semakin memerah mendengar ucapan mamanya itu


"ma pa David punya kabar gembira untuk kalian "ucap David mengalihkan pembahasan mamanya


"apa vid!?" tanya keduanya


"mama dan papa sebentar lagi akan jadi nenek dan kakek lagi" ucap David


"yang benar kamu vid!?" ucap mama Mita


"iya ma"jawab David


"istri kamu hamil vid !? " tanya Mama mita untuk meyakinkan pendengarannya


dan david menganggukkan kepalanya


"Apa sudah diperiksa !?" tanya Mama Mita


"belum ma rencananya sebentar saya akan membawa Naina ke dokter Obgyn untuk memeriksakan kehamilannya " jawab David.


"sekarang aja ya,mama juga mau lihat "ucap maam mita dan diangguki oleh David


"kalau begitu David daftar dulu ya" jawab David dan belalu keluar dari kamar perawatan Naina


dan menuju ke resepsionis untuk bertanya tentang dimana dapat mendaftar pemeriksaan kehamilan istrinya


setelah mendapat informasi dan mendaftar dibantu oleh seorang perawat


David kembali kedalam kamar perawatan istrinya

__ADS_1


dan memberi tahukan bahwa sudah mendaftarkan Naina uy memeriksakan kandungannya


dengan antusias mama mita membimbing menantunya untuk segera memeriksa keadaan calon cucunya


David membantu istrinya duduk dikursi roda


"biar mama saja yang dorong vid"ucap mama Mita


David tersenyum melihat tingkah mamanya itu


setelah sampai di depan ruangan yang mereka tuju disana sudah terlihat bayak ibu-ibu hamil yang sedang duduk menunggu giliran untuk diperiksa


setelah lama menunggu kini nama Naina pun dipanggil untuk masuk keruangan pemeriksaan


"selamat siang bapak ibu,ada yang bisa saya bantu !?" ucap dokter itu dengan begitu ramahnya


"ini dok saya ingin memeriksakan kandungan menantu saya dan saya juga ingin tau bagaimana keadaan calon cucu saya dok" ucap mama mita penuh semangat


"oh begitu ya bu,mari bu Naina ibu berbaring di sana biar saya periksa dulu "ucap dokter yang bernama Dokter Angelina yang tertulis dimeja kerjanya


"iya dok"jawab Naina dan Naina dipapah oleh david karena tubuhnya masih sangat terasa lemas dokter Angel memeriksa perut Naina dan memberikan beberapa pertanyaan tentang apa saja yang naina alami dan rasakan


"kita USG ya bu untuk memastikannya " ucap dokter Angel lalu meminta perawat yang sedari tadi membantunya untuk menyiapkan alat USG


perut Naina yang masih terlihat rata di oleskan cream yang berupa jelly untuk membuat perut Naina licin saat alat USG di gerakkan diperutnya


"bapak ibu ini lihat calon bayi dan cucunya masih sangat kecil "ucap dokter Angel memperlihatkan layar monitor yang menampilkan gambar janin Naina yang masih berbentuk kecambah kecil


dan untuk bapak untuk sementara ibu jangan di buat capek-capek dulu ya" ucap dokter Angel tersenyum pada Naina dna David


mama mita menutup mulutnya menahan tawanya mendengar ucapan dokter itu


setelah selesai pemeriksaan dan menebus obat yang diresepkan dokter kini Naina mereka bawa kembali keruang perawatannya


"bagaimana hasilnya ma!?" tanya Papa Ginanjar


senyuman manis diberikan oleh mama Mita pada suaminya itu


"Alhamdulillah, calon cucu kita sehat pa" ucap mama Mita


"pa setelah Naina sudah lahiran kita pindahkan perusahaan papa yang di Singapura kesini ya biar kita nggak jauh dari cucu Kita "ucap mama Mita penuh harap


"iya sayang papa akan mengurusnya " jawab papa Anjar dan senyum bahagia terbit dibibir istrinya


"papa memang yang terbaik "ucap mama Mita memeluk papa Anjar dan mencium pria tercintanya itu


Naina Tersenyum melihat kedua mertuanya seperti itu


"Nai, mama dan papa pamit ya karena hari ini kami akan kembali ke Singapore untuk mengurus perusahaan papa di sana

__ADS_1


insyaallah setelah kamu Lahiran kami akan menetap disini


mama titip adik Kamu ya Nai


maafkan mama dan papa jika sering merepotkan kamu"ucap mama Mita Lalu memeluk menantunya itu


"iya ma,mama dan papa hati-hati dijalan ya sampai tujuan dengan selamat "ucap Naina


"aamiin, makasih doanya sayang


kamu juga jaga kesehatan jangan terlalu capek ya,jaga calon cucu mama


Vid jadilah suami siaga untuk istrimu jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu


Naina dan anak-anakmu serta adikmu sekarang ada proritas utama masalah perusahaan berikan kepada orang-orang kepercayaanmu agar kamu bisa fokus mendampingi Naina dimasa-masa ngidamnya


wanita hamil di semester pertama itu saat-saat tersulit untuk mereka


kamu juga harus lebih sabar menghadapi sikap mereka yang berubah-ubah dan sangat sensitif "nasihat mama mita pada putranya itu


"iya ma "jawab David


"kamu juga jangan terlalu sering jengukin istrimu untuk dua bulan kedepan kamu harus puasa ya vid"ucap papa Anjar menepuk pelan pundak Putranya itu


"maksudnya pa ,saya harus puasa selama Itu!?" tanya David prustasi


"iya,kamu bisa membahayakan calon anakmu jika selalu kamu tengokin" sahut papa Anjar iseng pada putranya itu walaupun ini bukan yang pertama kali untuk putranya itu tapi dulu Putranya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga sang istri mengalami kelainan pada kehamilannya tidak dia ketahui


papa Anjar tidak ingin kehilangan menantu dan cucunya untuk yang kedua kalinya begitu pun dengan mama mita hingga pasangan paruh baya itu


memberikan nasihat pada putra sulungnya itu


setelah memberikan nasihat panjang lebar pada putra dan menantunya kini keduanya pun langsung berangkat ke bandara tanpa menemui putra keduanya mereka terlebih dahulu entah mengapa mereka seperti itu kepada putra bungsu mereka yang terkesan sedikit Cuek walaupun semua kebutuhan dafa mereka pemuhi semuanya namun kasih sayang tidak pernah mereka berikan


"mas mama dan papa tidak menunggu dafa dulu sebelum mereka berangkat !?" tanya Naina


"mas juga tidak tau sayang, tapi kalau seperti biasanya sih papa dan mama akan langsung pergi tanpa menunggu dafa"jawab David


"apa selalu seperti itu !?" tanya Naina lagi


David menganggukkan kepalanya


"tidak selalu sih mama dan papa juga sering nunggu Dafa pulang lalu mereka berangkat, bahkan saat Dava bayi pun mama dan papa menitipkan dava dan mas pada bik mintem tapi setelah bik mintem meninggal saat Dafa berusia sebelas tahun kami sering ditinggal sama bik marmi yang sampai sekarang masih setia menemani kami jika mama dan papa pergi "jawab David sendu


"apa mereka jika pergi pulangnya lama!?"tanya Naina lagi


"terkadang mereka pulang setelah berbulan-bulan lamanya bahkan sampai bertahun-tahun mereka baru kembali sehingga dava tidak begitu akrab dengan mereka sikap cuek mereka pada dava membuat adikku itu juga melakukan hal yang sama namun saya sangat salut pada adikku itu dia tidak pernah mengeluh ataupun protes dia akan selalu bersikap biasa saja walaupun saya tau dia menyembunyikan segala luka hatinya karena saya sering mendapatinya menangis dan berteriak melepaskan semua beban di dadanya di tepi pantai" jawab David lagi dengan suara bergetar


"maaf kan saya mas banyak bertanya dan itu membuat kamu seperti ini" ucap Naina menyesal

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang kamu berhak tau tentang kami"jawab David


obrolan mereka terhenti saat ada seorang perawat yang mengantarkan makan siang untuk Naina


__ADS_2