Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 43 Akhirnya terungkap 2


__ADS_3

Perawat datang membawa anak Gheisa kedalam ruangan itu dan Nyonya Dianra begitu antusias ingin melihat cucunya namun Bu Soraya menghalanginya


"kenapa besan!? saya ingin lihat cucu kita kenapa kamu menghalangi ku"ucap Nyonya Dianra


"Nanti saja besan biarkan cucu kita disusui oleh ibunya dulu "jawab Bu Soraya lalu menyerahkan bayi itu kepangkuan putrinya


Bu Soraya mengajari Gheisa untuk menyusui anaknya, sebenarnya Gheisa tidak ingin menyusui anaknya namun ibunya mamaksanya dan disana juga ada Nyonya Dianra


Gheisa juga sangat takut jika jenis kelamin anaknya ketahuan jika bukan bayi perempuan seperti yang di inginkan oleh mertuanya namun bayi laki-laki


sebenarnya Bu Soraya dan pak Hadi sudah punya rencana akan menukar bayi putrinya dengan bayi anak pembantunya yang juga sedang hamil dan hasil Usgnya adalah berjenis kelamin perempuan, mereka berencana akan melakukan operasi Caesar bersamaan agar tidak ketahuan


namun kecelakaan ini memporak-porandakan rencana mereka dan anak pembantunya itu saat ini sedang berada di kampung nya


Nyonya Dianra sangat ingin menggendong Cucunya namun saat selesai disusui bayi itu tertidur nyenyak


Gheisa yang awalnya tidak ingin menyusui bayinya,namun saat setelahnya Gheisa merasakan kebahagiaan berkali-kali lipat saat bayinya mengisap sumber kehidupannya dari tubuh Gheisa


"sayang mama akan menjagamu walau apapun yang terjadi papanu juga pasti sangat menyayangi mu"ucap Gheisa dalam hatinya saat melihat bayangan Reyhan yang sedang mengintip di balik pintu


sudah tiga hari Gheisa dirawat di rumah sakit pasca operasi,Bara sengaja pamit pada orang tuanya untuk mengecek perusahaan yang berada diluar kota agar tidak direpotkan untuk menjemput Gheisa karena Bara tau Bahwa besok Gheisa sudah di izinkan untuk pulang dan bara sudah memastikan bahwa maminya akan memintanya untuk menjemput Gheisa dan bayinya


"enak saja mau merepotkanku,saya tidak sudi untuk berbaik-baik lagi padanya dan kupastikan setelah hasil tes DNA keluar saya akan mengusirnya dari rumah ku namun jika mami ingin mempertahankannya saya akan meninggalkan mereka "monolog Bara


"saya tidak peduli lagi jika mami ingin menghapus namaku dari daftar warisannya saya sudah punya perusahaan sendiri "kata bara lagi pada dirinya sendiri


ya Bara Diam-diam membangun perusahaannya sibantu oleh Damar Asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu


selama ini perusahaan Bara itu dikelola oleh sahabat kecilnya dan Bara bersyukur karena perusahaannya itu berkembang dengan pesat,Bara tidak lepas tangan Bara juga sering datang keperusahaannya sendiri untuk mengeceknya


"Mi,mas Bara tidak datang menjemput kami!?" tanya Gheisa pada Nyonya Dianra


"Bara lagi keluar kota katanya perusahaan disana lagi ada masalah dan harus bara yang turun tangan langsung "jawab Nyonya Dianra pada menantunya itu


"oh gitu ya ma!?"ucap gheisa sedikit kecewa


"iya,ayo kita pulang papi sudah menunggu kita"jawab Nyonya Dianra


dan mereka pun berjalan menuju parkiran dimana Tuan Ibrahim menunggu semua tas Gheisa dibawa oleh perawat yang disewa oleh Nyonya Dianra untuk membantu mereka


sesampainya dirumah besar Nyonya Dianra disana sudah ada baby sitter yang menunggu mereka pulang bersama para Art yang Bu Soraya siapkan untuk merawat cucunya karena Nyonya Dianra masih menyangka cucunya adalah perempuan, Bu Soraya tidak mau Nyonya Dianra tau bahwa cucunya laki-laki disaat rencananya belum berhasil


"Sus tolong bawa cucu saya kekamarnya " ucap Nyonya Dianra pada baby sitter itu


"baik nyonya "jawab Suster itu lalu


mengambil bayi itu dari tangan Gheisa

__ADS_1


hari yang Bara tunggu kini telah tiba,Bara kini sudah berada di depan laboratorium di rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA bayi Gheisa.Bara tersenyum menyeringai setelah membaca hasil tes itu


bara sudah tidak peduli jika maminya syok melihat laporan itu, yang bara inginkan saat ini adalah terbebas dari wanita ular itu dan keluarganya


Bara sudah tidak sabar ingin menendang wanita murahan itu dari kehidupannya


Bara kini telah sampai didepan rumahnya,Bara menarik nafas panjang berharap maminya akan menerima semua kenyataan ini


Bara juga berharap jantung maminya tidak kumat mendengar kebenaran dari menantu kesayangannya


Bara memasuki rumahnya dan mencari keberadaan kedua orang tuanya namun tidak menemukannya didalam rumah maupun kamar mereka


"Bik mami dan papi mana!?"tanya Bara pada Art


"lagi di belakang den" jawab Art itu


Nyonya Dianra dan Tuan Ibrahim sedang menikmati udara segar di halaman belakang


mereka duduk di Gasebo menikmati teh hangat dan kue brownies yang baru dibelinya


"ma pa"panggil Bara


"kamu sudah pulang bar!?"tanya Nyonya Dianra


"iya ma, Bara baru saja sampai "jawab Bara


"kamu sudah menemui istri dan anakmu!?"tanya Nyonya Dianra


art datang membawa secangkir kopi hangat kesukaan Bara


"terimakasih banyak bik" ucap Bara


"sama-sama den" jawab Art nya


setelah Atynya pergi, Bara memulai pembicaraannya


"kamu bicara apa!?"tanya Tuan Ibrahim


"papi dan mami harus lihat ini"bara menyodorkan hasil Tes DNA yang di ambilnya dari rumah sakit


Tuan Ibrahim dan Nyonya Dianra melotot setelah membaca surat keterangan itu


"seniat itukah kamu ingin melepaskan Gheisa ingat bara Gheisa itu anak baik-baik tidak seperti yang kau pikirkan


sampai segitunya hingga kamu membuat laporan palsu seperti ini"ucap Nyonya Dianra tidak terima jika menantu kesayangannya semurahan itu


seperti perkiraan Bara bahwa Maminya itu tidak akan mudah percaya

__ADS_1


"hahhh, terserah mami jika tidak percaya dan satu lagi ini video menantu kesayangan mami sedang berciuman dengan kekasihnya "Bara menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan video Gheisa yang sedang berciuman didepan apartemen Reyhan


"Dan satu lagi mi saya bergolongan darah A Gheisa pun sama namun anaknya memiliki golongan darah B


dan dari penjelasan dokter usia kandungan Gheisa saat dioperasi sudah sembilan bulan sedangkan kami barumenikah sekitar tujuh bulan lebih


mami juga harus tau bayi yang dilahirkannya bukanlah bayi perempuan tapi bayi laki-laki


dan ini rekaman suara Bu Soraya dan Gheisa" Bara lalu memutar rekaman suara yang dikatakannya


( ma bagaimana ini ma!? saya sudah hampir melahirkan saya tidak mau mami Diandra tau jika bayiku laki-laki ) Gheisa


( kamu tenang saja itu urusan mama,cukup kamu fokus mengambil hati mertua mu agar dapat memudahkan kita) Bu Soraya


( tapi ma....) Gheisa


(tenanglah saya sudah membicarakan ini dengan bi Mumun kita tukar anakmu dengan cucunya bik mumun) Bu Soraya


(bagaimana kalau anaknya tidak setuju ma) Gheisa


(sudah lah kamu, tenang saja itu bukan urusanmu biar mama yang mengurusnya kamu fokus saja mengambil hati Bara dan Maminya ) Bu Soraya


Nyonya Dianra semakin syok mendengar Ucapan Bu Soraya dan Gheisa direkaman suara itu


"tega sekali mereka apa kurangnya saya pada mereka,saya sangat menyayangi Gheisa " ucap Nyonya Dianra memegang dadanya


"apa baby sitter yang disewa Soraya juga sudah tau semuanya !?" nyonya Dianra semakin geram


"mama harus membuktikannya sendiri


bahwa anak yang dilahirkan Gheisa adalah bayi laki-laki "ucapnya lagi lalu beranjak dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah Lalu naik ke lantai dua dimana Gheisa berada


kini Nyonya Dianra dan Tuan Ibrahim serta Bara sudah berada si kamar Bara yang ditempati oleh Gheisa


saat mereka masuk mereka melihat Gheisa tertidur dengan pulas begitu pun dengan bayinya sedangkan baby sitternya sedang asyik menelpon di balkon kamar hingga tak menyadari kehadiran mereka bertiga di kamar itu


Nyonya Dianra langsung mendekati bayi Gheisa dan memeriksanya betapa terkejutnya saat dia mengetahui bahwa bayi yang dilahirkan Gheisa adalah bayi laki-laki


Nyonya Dianra dianra syok lalu tak sadarkan diri ,Tuan Ibrahim dan Bara panik.Bara yang sedang memvideokan dimana Nyonya Dianra memeriksa bayi itu hingga Nyonya Dianra pingsan


"Bara ayo antar mamimu kerumah sakit" teriak Tuan Ibrahim semakin panik dan teriakannya itu mengagetkan Gheisa yang sedang tertidur juga baby sitter yang sedang menelepon


Bara dan Tuan Ibrahim mengangkat Nyonya Dianra menuju mobilnya dan akan membawa Nyonya Dianra segera kerumah sakit namun sebelum Tuan Ibrahim pergi dia meminta bara untuk mengamankan semua aset berharga mereka


"Bara selamatkan aset berharga keluarga kita jangan sampai orang-orang tak tau malu itu menggunakan kesempatan karena kepanikan kita" ucap Tuan Ibrahim


"tapi mami pi!?"jawab bara

__ADS_1


"mamimu jadi tanggung jawab papi sekarang kamu harus menyelamatkan semua, dokumen penting perusahaan yang ada dikamar papi kamu bawa ke ruang kerja karena disana mereka akan kesulitan untuk membukanya karena memakai pemindaian Retina ku dan Retina matamu "jawab Tuan Ibrahim dan segera meminta sopirnya melaju menuju rumah sakit


Bara melakukan apa yang dikatakan oleh papinya, sedangkan didalam kamar Gheisa dan baby sitternya berdebat saling menyalahkan


__ADS_2