Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 27 Baby Athena Dewi Pratiwi


__ADS_3

sepulang Sofia dari tempat Naina, Sofia segera menemui Damar dan menyerahkan kue titipan dari naina untuk Damar dan Juga Bos besar mereka


Sofia tidak sempat menceritakan apa yang dilihatnya karena Sofia berfikir pasti Bosnya tau jika Istrinya sedang hamil


Damar juga tidak sempat bertanya pada sekretarisnya itu karena Bara sudah memanggilnya


Damar segera masuk keruangan Bos-nya itu dengan membawa paper bag dan amplop dari pengadilan dan sudah ditandatangani oleh naina


tok tok tok


"masuk "Ucap bara


Setelah mendengar suara dari bosnya itu Damar segera masuk keruang kerja Bara


"ada apa bos!?"tanya Damar


"Bagaimana apakah kamu sudah ketempat Naina !?"tanya Bara penuh selidik


"sudah Bos dan ini ada titipan dari Bu Naina "Sahut damar dan menyerahkan paper bag dan juga Amplop coklat itu pada Bara


"apa ini!?"tanya Bara


"saya juga tidak tau Bos !"jawab Damar


"oke baiklah,kamu bisa keluar " ucap Bara


"baik bos"jawab Damar


"apa tidak ada lagi yang bos butuhkan "tanya Damar


"tidak terima kasih "jawab Bara


damar pun keluar dari dalam ruangan kerja Bara


setelah Damar keluar dari ruangannya dan pintu ruangannya dikunci menggunakan remote control serta menutup tirai nya agar tidak ada yang bisa melihat dan mendengarkannya


jantung Bara berdetak dengan kencang saat membuka amplop coklat yang diberikan oleh Damar


air matanya luruh saat melihat disana sudah ada tanda tangan Naina


kini bara beralih ke paper bag, Bara membukanya perlahan, matanya melotot setelah melihat apa yang Naina berikan untuknya


Air mata Bara semakin deras mengalir melihat apa yang telah diberikan Naina padanya


"Nai, setelah saya menyakiti hatimu sedemikian rupa tapi mengapa kamu


masih saja mengingat apa yang Kusuka"ucap Bara sesegukan


Bara mengambil kue brownies kukus coklat keju parut kesukaannya lalu menggigitnya


"Nai Rasanya masih sama, sangat enak hiks hiks hiks " ucap bara semakin sesegukan


"maaf kan mas nai, yang terlalu takut memperjuangkanmu"ucap bara airmata


nya tidak mau berhenti


Bara menyimpan kue dari naina karena dia tidak ingin ada yang memakan kue buatan sang mantan


namun tanpa sepengetahuan Bara Damar juga mendapatkan kue brownies kukus tapi bukan brownies seperti yang bara dapat dan dinikmatinnya dengan secangkir kopi hangat yang dibuatnya dipantri


Semenjak hari itu juga Bara yang sudah tau alamat tempat tinggal Naina dan anak-anaknya Bara sering datang kesana walaupun Hanya memperhatikan dari jarak jauh


Bara sering melihat ke empat putranya bermain dihalaman rumah mereka,ya rumah itu sudah menjadi milik naina karena Naina membeli rumah itu setelah masa kontraknya selesai


Bude Yanthi memberikan harga murah pada Naina karena Bude yana yang meminta pada kakaknya itu karena katanya dia sudah tidak bisa jauh dari Naina dan anak-anaknya


usaha jual sarapan dan kuenya Naina juga sudah banyak dikenal orang dan akhirnya hati Bude Yanti luluh oleh bujuk rayu adiknya

__ADS_1


Bara tidak pernah melihat Niana diluar toko, bara hanya melihat Naina yang sedang berdiri dibalik etalase kue sehingga bara tidak pernah tau jika Naina sedang hamil


bara hanya melihat pipi naina terlihat tembem dan berisi, begitu pun dengan anak-anaknya yang kini Tubuh mereka terlihat lebih berisi tidak seperti saat mereka tinggal bersama tubuh mereka sangat kurus


Sebulan sudah setelah kedatangan Sofia sekretaris Damar untuk menyerahkan surat dari pengadilan agama untuk Naina dan hari itupun naina langsung menanda tanganinya


Naina tidak pernah menghadiri penggilan sidang Naina hanya melimpahkan sepenuhnya pada Ghani sebagai pengacaranya karena Naina tidak ingin memperlihatkan perut buncitnya pada Mantan suami dan keluarganya


Naina Awalnya meminta saran pada Bude yana dan pakde Rojak dan pasangan paruh baya itu menyarankan menggunakan jasa Ghani untuk menjadi pengacaranya


Ghani dengan senang hati membantu Naina dan mulai saat itu mereka berdua menjadi akrab bahkan Ghani sangat dekat dengan anak-anak Naina


Ghani selalu meluangkan waktunya untuk datang menemui Naina seperti hari ini Ghani datang berkunjung tapi Naina seperti biasanya selalu sibuk dengan pekerjaannya


Bude yana selalu saja menggoda ponakanya itu jika melihat Ghani mencuri pandang pada Niana


"jangan terlalu sering ditatap le, nanti kamu jatuh cinta loh"Ucap Bude yana menggoda Ghani


"ish apaan sih Bude "ucap Ghani dengan wajah merona


"kok telinga kamu merah sih le !?"ucap Bude yana


Ghani repleks memegang telinganya dan itu membuat Bude yana tergelak


"sudah bu jangan diganggu terus nanti nangis loh ,kan belum ada pawangnya "sahut pakde Rojak ikut menggoda ponakan istrinya itu dan mereka tergelak bersama


saat mereka sedang Asyik saling goda satu sama lain Naina menghampiri mereka yang sedang duduk menikmati kopi dan kue brownies diteras toko


"loh kok muka kamu pucat Nai!?" tanya Bude yana


"perut Naina sakit Bude "jawab Naina


"astaghfirullah Nai, jangan-jangan kamu sudah mau melahirkan Nai" Bude yana Sangat khawatir


"iya Bude,ini bukan kontraksi palsu lagi ini sakitnya sudah sering "jawab Naina


"ya sudah ayo kita kerumah sakit "Ghani ikut khawatir


"iya Nai mending kita langsung kerumah sakit aja ya " ucap Bude yana dan Naina hanya mengangguk karena perutnya semakin sakit


Ghani bergegas menuju mobilnya untuk menyalakan mesinnya


sedangkan bude yana berlari menuju rumah Naina


"abang,mas"panggil bude yana setelah sampai didepan rumah Naina


"iya Uti "sahut semua anak Naina dan berlari keluar menemui bude Yana


"iya Uti ada apa!?"tanya mereka


"bang, ambilkan pakaian mama kalian yang sudah di siapkannya"ucap Bude yana dengan suara paniknya


"iya Uti "jawab akza lalu berlari kedalam kamar mamanya mengambil koper yang berisi pakaian mama dan calon adik bayinya


"ini Uti tasnya "ucap Akza menyodorkan koper pakaian pada bude yana


"bang Uti antar mamamu kerumah sakit ya"ucap Bude yana


"memangnya mama kenapa Uti!?" tanya Attar


"mamamu sudah mau melahirkan Mas"jawab Bude yana


"apakah kami bisa ikut Uti!?"tanya Abimanyu dengan mata berkaca-kaca


"kalian dirumah saja ya sama Akung, nanti jika mama kalian sudah lahiran uti akan kasi kabar "ucap Bude yana


"tapi uti kami mau liat mama"ucap Abimanyu lagi kini sudah menangis

__ADS_1


"ayo kalian temuin mama dulu mungkin sudah di mobil om Ghani "ajak Bude yana


ke empat Anak Naina pun berlari ke arah mobil Ghani yang terparkir didepan toko Naina


mata mereka berempat berkaca-kaca melihat mamanya menahan rasa sakit


"mama sabar ya,dek jangan ausahkan mama ya dek kasihan mama hiks hiks hiks "ucap Abimanyu mengusap perut buncit mamanya dengan linangan air mata


sang adik yang masih dalam perut mamanya repleks bergerak seolah-olah mengiyakan apa yang dikatakan oleh kakaknya namu namun Naina semakin meringis kesakitan


"kalian dirumah saja ya sayang sama Akung,mama kerumah sakit ya,doakan mama dan ade'


Bang jagain Adik-adikmu ya sayang "ucap naina pada Putranya


"iya ma"jawab Akza sesegukan


"kalian jangan nakal ya dengar apa kata abang"ucap Naina lagi


"iya ma"ucap anak-anaknya bersamaan


"pakde Naina titip anak-anak ya" ucap Naina pada pakde Rojak


",oh iya bang tolong bilangin sama kak sari tidak usah terima pesanan dulu selesaikan dulu pesanan yang terlanjur masuk "ucap Naina sesekali meringis menahan sakit


"iya ma"jawab akza


Setelah berpamitan pada anak-anaknya Ghani menjalankan mobilnya menuju rumah sakit diamana Bidan wayan bekerja karena Naina rutin periksa disana


tak membutuhkan waktu lama Mereka sampai dirumah sakit itu


sepanjang perjalanan naina menahan rasa sakitnya


Naina sudah menghubungi bidan Wayan sehingga begitu mereka sampai ke rumah sakit bida Wayan beserta dua orang perawat


bidan wayan mendudukkan Naina dikurai roda dan mendorongnya menuju ruangan persalinan


bidan Wayan langsung memeriksa Niana dan ternyata naina sudah bukaan sepuluh hingga hanya membutuhkan beberapa menit naiana melahirkan anak perempuan.


"selamat ya bu Naina putri ibu terlahir dengan sehat dan sempurna "ucap bidan Wayan


"terima kasih ya bu bidan "ucap Naina


"sama-sama bu,ibu dibersihkan dulu ya nanti setelah itu ibu dipindahkan ke kamar "Ucap bidan wayan


"iya bu bidan sekali lagi terimakasih "ucap Naina


oh iya bu anaknya belum diazani"ucap Bidan wayan


"Nai izinkan saya mengazaninya "ucap Ghani tiba-tiba masuk


"iya mas "jawab Naina


Naina kini di pindahkan kekamar perawatan Bude yana selalu setia menemani bersama Ghani


Bayi Naina pun sudah diantar kan dan disusuinya


"Nai, bayi kamu namanya siapa ?! tanya Ghani


"belum ada mas" jawab Naina


"bisakah saya memberikannya nama!?"Tanya Ghani


"silahkan mas"jawab Naina


"Namanya Athena Dewi Pratiwi


yang artinya wanita anggun dan cantik serta bijaksana "Ucap Ghani

__ADS_1


"namanya bagus sekali mas makasih ya"jawab Naina


Ghani tersenyum dan mengangguk bahagia karena Naina mengizinkan anaknya diberi nama olehnya


__ADS_2