Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 108 belajar tuk ikhlas


__ADS_3

setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kini jihan di izinkan untuk pulang


jihan masih sering terlihat murung dan wajahnya terlihat masih pucat


jihan lebih banyak berdiam diri didalam rumah ketimbang bergabung dengan semua keluarganya termasuk anaknya sendiri


putrinya sering dititipkan dirumah naina, karena saat ini jihan belum kuat untuk menjaga dan merawat putrinya yang super aktif


Jesica tidak pernah mau diam, sehingga adrian menitipkan anaknya pada naina


karena anaknya itu akan patuh pada Naina dan tidak akan lasak jika bersama Naina


"nak kamu jangan seperti ini,kamu harus ikhlas anakmu disana akan menjadi jembatanmu menuju surganya Allah


mungkin dengan Allah mengambil anakmu kamu akan mendapatkan hadiah yang indah dari Allah jika kamu lulus dalam ujianmu


ujianmu saat ini adalah bisa bersikap sabar, ikhlas dan tulus jika kamu bisa lewati itu semua abah yakin ada hal indah didepan sana menantimu


kamu harus kuat demi suami dan anakmu mereka sangat membutuhkanmu nak


jangan seperti ini nak,kamu harus bangkit kasihan Dora jika kamu cuekin terus jangan sampai anakmu jauh darimu hanya karena kesedihanmu yang berkepanjangan " ucap Abah Abdul menasehati putri bungsunya itu


"hiks hiks hiks maafkan jihan abah"jihan menangis tergugu karena rasa bersalahnya benar kata Abahnya dia tidak boleh terpuruk dan bersedih terlalu lama


"Jangan meminta maaf kepada abah nak ,minta maaflah pada suani dan anakmu" ucap Abah mengelus kepala putrinya dengan sayang,jihan mengangguk mendengar nasehat Abahnya


sore menjelang jihan kini berkutat di dapur untuk membuat menu masakan makan malam bersama keluarga kecilnya


jihan berusaha keras melupakan kesedihannya dia tidak ingin suami dan anaknya terlantar hanya karena kesederhanaannya yang tidak ada habisnya


"assalamualaikum " ucap Salam Adrian


"mas kamu sudah pulang!?" tanya jihan menyambut kedatangan suaminya dan menyodorkan air putih untuk sang suami


"makasih sayang " ucap Adrian menerima gelas air putih dari istrinya saat dia sudah duduk disofa dan selesai melepas sepatunya


"sama-sama mas" jawab jihan tersenyum


"Alhamdulillah, matahari dirumah ini sudah terbit lagi tidak ada awan . mendung yang menutupinya lagi


mas berharap sinar matahari hidup ku itu akan kembali bersinar terang mem berikan kehangatan dalam keluarga kecilku "ucap Adrian mengelus pipi mulus sang istri yang sedikit tirus


"iya mas, insyaallah saya akan belajar ikhlas menerima semua bantu saya ya mas!" jawab jihan tersenyum


"iya sayang mas akan selalu membantumu apalagi dalam hal membantu menghadirkan adik untuk almarhum Jovandra "ucap Adrian menaik turunkan alisnya dengan senyuman manisnya


"ish apaan sih mas" jawab jihan tersipu malu


"eh istriku semakin cantik jika tersipu malu seperti ini"ucap Adrian Dengan gombalannya, Adrian mencubit pelan dagu istrinya itu


"gombal "jawab jihan lalu beranjak dari duduknya dan tersenyum malu-malu wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus


"sayang kamu mau kemana !?" tanya Adrian


"mau siapkan air untuk mas mandi"jawab Jihan


"kita mandi bersama ya sayang !" ucap Adrian menggoda istrinya


"ish apaan sih mas,mas mandi aja sendiri saya sudah mandi "jawab jihan ketus karena dia tau suaminya itu sedang modus

__ADS_1


"hahahahaa ayolah Sayang kan jarang-jarang loh kita mandi bersama, nanti kamu bakal dapat pahala loha sayang " ucap Adrian terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah sangat mereka


"ih... Istriku kenapa semakin menggemaskan sih"gumam Adrian


jihan berlalu masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan kran air untuk suaminya pakai mandi


magrib menjelang mereka sholat berjamaah setelah sholat jihan mengajak suami dan ayahnya untuk makan malam


"mas jemput Dora yuk, kangen pengen tidur sambil memeluknya "ucap jihan setelah mereka duduk diruang keluarga setelah makan


"iya ayo kita kerumah kak Naina " jawab Adrian


"bah kami kerumahnya kak Naina ya mau jemput Dora dulu " pamit jihan pada abah Abdul yang sedang asik membeca sebuah buku


"iYa"jawab abah, Jihan dan Adrian pun melangkah keluar rumah dan berjalan kerumah Naina untuk menjemput putrinya


"assalamualaikum "ucap mereka


"waalaikumsalam"jawab semua orang dari dalam rumah


pintu terbuka dari dalam dan ternyata Bik Rima membukakan pintu untuk mereka berdua


"eh pak dokter dan bu jihan,maru mari masuk" ucap Bik Rima


"kak Naina dan yang lainnya mana bik!?" tanya jihan pada Bik Rima


"oh lagi diruang keluarga buk"jawab Bik Rima dan melangkah masuk di ikuti oleh jihan dan Adrian


"mami" pekik Devania saat melihat Tantenya itu


Jessica yang sedang asik bermain pun langsung memalingkan wajahnya menatap kedua orang tuanya


"sayang mami kangen "ucap jihan memeluk tubuh Putrinya


"dola juda tanen pama mami" jawab Dora


"ayo sini duduk ji dri,apa kalian sudah makan !?"tanya Naina


"sudah kak" Jawab Adrian dan jihan bersamaan


"oh, bagaimana keadaan kamu dek!?"tanya Naina pada Adiknya itu


"Alhamdulillah sudah baikan kak" Jawab jihan


yang kimi sudah duduk disamping kakaknya itu


"Alhamdulillah,kakak senang sudah kembali lagi dek, kasihan putrimu setiap menjelang tidur dia selalu menanyakanmu"ucap Naina dan jihan mengeratkan pelukannya dan mencium seluruh wajah putrinya yang ada di pangkuannya


"maaf kan mami ya sayang,mami tidak akan mengulangi kesalahan mami lagi" ucap jihan pada putrinya


Jesica yang tidak tau maksud ucapan maminya hanya manggut-manggut saja


setelah lama bercengkrama jihan dan Adrian pun berpamitan dan membawa serta putrinya


"papay ata pepan ata nia papay pemuana dola puyan duyu ya" ucap Jessica pada ke-dua kakak sepupunya


"biya pati becok tamu cini ladi ya pita bain pama-pama ladi" jawab Devania


"ote ata ,pamamuataitum" ucap Jesicca lagi

__ADS_1


"waatataitumzayam "jawab devan dan Devania


"kak kami pulang dulu, assalamualaikum " ucap Adrian dan jihan mengucapkan salam


"waalaikumsalam " jawab Naina dan yang lainnya


mereka berjalan pulang, Jesicca berceloteh dalam gendongan sang ayah


Jessica menceritakan semua permainan yang di mainkan nya bersama Devania


Jesica juga menceritakan tentang pengalamannya saat diajak oleh oma mita dan opa Anjar saat mereka bermain ditaman


jihan semakin merasa bersalah kepada putrinya itu karena sempat tidak memperdulikannya karena rasa sedihnya kehilangan Putranya


"wah seru sakali dong sayang, nanti kalau mami sudah sehat betul kita akan ajak kak vania dan devan bermain ditaman


iya kan mi!?" ucap Adrian


"iya sayang insya Allah "jawab jihan


"hole pazti selu" ucap Jessica kegirangan


mereka telah sampai didepan rumah mereka dan diteras rumah ada abah Abdul dan Pakde Rojak yang sedang duduk bersama sambil minum kopi


"tate dola.puyang"teriak Jessica


"assalamualaikum "ucap jihan dan Adrian


"waalaikumsalam " jawab Abah Abdul dan Pakde Rojak


"wah seru nih malam-malam gini minum kopi dan pisang goreng " ucap Adrian yang sudah menurunkan putrinya dari gendongannya dan ikut bergabung bersama kedua pria sepuh kesayangan mereka


"bagaimana keadaan kamu nak!?" tanya Pakde Rojak pada jihan


"Alhamdulillah sudah baikan pakde, bagaimana keadaan bude !?" jawab jihan dan balik menanyakan keadaan bude yana


"Alhamdulillah sudah baikan juga, setelah di antar sama kakakmu berobat " jawab pakde Rojak


"Alhamdulillah kalau begitu pakde,oh iya Pakde saya kedalam dulu" ucap Jihan karena ingin memenuhi panggilan alam


"pisang goreng dari mana bah!?" tanya Adrian


"itu tadi sari buatkan abah kopi dan pisang goreng sebelum pulang tuh di ceret masih ada kopinya " jawab Abah Abdul


Adrian pun meraih gelas kosong yang memang sudah ada di atas meja lalu mengisinya dengan kopi lalu memakan pisang goreng yang masih hangat


"sebenarnya minum kopi malam-malam gini nggak bagus untuk kesehatan apalagi di usia pakde dan abah saat ini tapi kalau sesekali saja sih nggak apa-apa " ucap Adrian


dan mereka lanjut ngobrol tentang perkembangan perkebunan mereka hingga Jesicca tertidur dipangkuan Adrian


"bawa anakmu kedalam nak itu sudah tertidur "ucap Abah Abdul


"iya bah,pakde saya pamit kedalam dulu"pamit Adrian,baru saja berdiri dari duduknya jihan sudah berdiri disampingnya


"sudah tidur mas,baru saja mami mau ajak tidur ternyata sudah tertidur duluan "ucap jihan tertawa melihat putrinya yang sudah pulas


setelah berpamitan mereka masuk kedalam rumah untuk menidurkan putri mereka dan juga ikut beristirahat


pakde rojak pun sudah berpamitan pulang dan abah juga sudah masuk kedalam rumah untuk beristirahat

__ADS_1


__ADS_2