Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 49 keinginan Bara


__ADS_3

Pov Bara


semenjak mami dinyatakan lumpuh karena stroke saya sudah jarang datang mengunjungi tempat kerja Naina,ada rasa rindu untuknya


Hari ini sepulang dari kantor saya akan ke sana semoga saja saya bisa melihat Naina dan Anak-anakku


Saya segera menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah tertunda selama menjaga mami dirumah sakit karena asisten dan sekretarisku juga tidak bisa dilimpahkan begitu banyak pekerjaan karena pekerjaan mereka juga punya pekerjaan yang menumpuk


tok tok tok


"masuk" ucapku saat mendengar suara ketukan dari luar ruanganku


pintu ruanganku terbuka dengan perlahan dan saya dapat melihat Asistenku yang datang


"ada apa Dam!?"tanyaku pada Damar


"ini bos ada berkas yang ingin ditandatangani "jawab Damar menyodorkan beberapa berkas yang harus kutandatangani


sayapun segera menandatangani berkas-berkas yang diberikan Damar


"apa masih ada lagi Dam?!"tanya pada Damar


"tidak bos,kalau begitu saya permisi dulu Bos"jawab Damar dan Saya hanya mengangguk


Sore menjelang Sudah waktunya pulang,kini saya membereskan semua berkas-berkas yang masih menumpuk ingin diperiksa


"Bos sudah mau pulang "tanya Leo yang sedari tadi duduk didepanku membantuku


"iya,ayo pulang ini sudah Sore waktunya untuk mengistirahatkan tubuh biar besok kita lanjut lagi"jawabku dan leo hanya mengangguk lalu ikut membereskan berkas yang ada dihadapannya


"iya bos ayo pulang" ucap leo setelah semua selesai sibereskannya


kami berdua pun keluar dari ruangan kerjaku dan berjalan keparkiran sesampainya disana ternyata Damar juga baru datang menyusul kami


"kalian berdua temani saya dulu ya untuk minum kopi"ucapku pada dua orang sahabatku sekaligus asisten dan sekretarisku


"wah tumben bos ngajak kita"jawab Damar

__ADS_1


"kalian tidak mau!? ya sudah kalau begitu saya pergi saja sendiri "ucapku kesal


"ya mau dong bos"jawab Leo


"ya sudah ayo "jawabku lalu masuk kedalam mobil dan melakukannya perlahan membelah jalanan yang sedikit macet karena memang sudah jam pulang kerja,Damar dan Leo masih setia mengikuti mobil ku


sesampainya didepan toko kue tempat Naina kerja saya menghentikan mobil ku


kuambil topi didalam dasbor mobil sebelum turun dari mobil,leo dan Damar pun turun dari mobil mereka lalu mengikutiku masuk kedalam toko kue itu


kali ini saya tidak akan makan dan meminum kopinya di dalam mobil saya akan makan dan minum ditempat itu siapa tau saja Naina yang melayani biar sekalian saya ajak ngobrol


setelah memesan kopi dan beberapa jenis kue kesukaanku saya memilih duduk dimeja yang ada didepan toko karena saya rasa disana lebih sejuk dibandingkan diduduk di dalam toko saya juga akan mudah melihat jika Naina keluar dari toko sebelah


Damar dan leo kini ikut duduk dihadapanku setelah memesan kopi dan kue


tak berselang lama pesanan kami datang dan saya merasa kecewa karena bukan naina yang mengantarkannya


tapi tidak apalah mungkin besok saat saya kesini lagi Naina yang akan mengantarkan pesanan saya


"wah bos ini kopinya Nikmat sekali rasanya kuenya juga enak,mungkin disini akan jadi tempat favoritku minum kopi setelah pulang kerja "jawab Damar setelah beberapa kali menyeruput kopinya dan memakan kue yang dipesannya


setelah kopi kami habis dan sudah membayar kami meninggalkan toko kue itu namun tidak lupa kami membeli beberapa kue untuk dibawa pulang saya juga membeli kopi untuk papi karena biasanya papi akan minum kopi di teras belakang rumah menemani mami


walaupun hari ini saya kecewa karena tidak bisa melihat Naina ataupun salah satu dari anak-anakku tapi tidak mengapa karena masih ada hari esok


Leo dan Damar pun pulang kerumah mereka masing-masing dengan membawa beberapa kue dan tentunya mereka membeli kopinya juga


Rasa kopi dan kue ini rasanya sangat enak seperti buatan tangan Naina bagaimana mungkin saya bisa melupakan kopi racikan buatan Naina karena hampir enam belas tahun kami bersama


karena kebodohanku mengikuti semua ke inginan mami membuatku menelantarkan anak dan istriku sekarang apa yang kudapat!? hanyalah penyesalan


setelah sampai dirumah disana sudah ada papi dan Narendra beruntungnya saya beli kopi empat cup rencananya untuk saya berikan pada Papi dan dua security dirumah dan yang satunya lagi untukku setelah makan malam nanti namun ternyata Disana ada Narendra jadi ya biar saya berikan saja untuk mereka


"assalamualaikum "salamku saat masuk kedalam rumah


"waalaikumsalam, "jawab papi dan Narendra

__ADS_1


"baru pulang Bar!?"tanya papi saat saya sudah ikut duduk disamping mereka


"iya pi,nih ada kopi dan kue kalau papi merasakannya pasti papi ingat sesuatu "ucapku menyodorkan dua cup kopi dan satu box kue karena yang duanya sudah kuberikan pada dua security yang jaga didepan serta satu box kue


papi narendra segera mengambilnya karena saya tau mereka pasti penasaran dengan apa yang ku ucapkan


"mami mau kue ini!?"tanyaku pada mami dan mami mengangguk anggukkan kepalanya


kusuapkan sedikit demi sedikit kue yang kuberikan padanya agar mami mudah untuk mengunyahnya namun saat saya menyodorkan suapan kedua mami menangis


"kenapa mami menangis!? apa mami tidak suka !?"tanyaku pada mami namun mami menggeleng Air matanya terus saja berjatuhan ku usap air mata mami dengan tissue yang ada di meja


"ini rasanya seperti kue dan kopi buatan kak naina "ucap Narendra,nah kan saya sudah menebaknya bahwa mereka masih hapal dengan rasa masakan buatan Naina istriku tercinta namun karena kebodohanku istriku pergi meninggalkanku tapi saya sangat berharap Naina ingin kembali lagi bersama ku saya berjanji akan berubah


kami pasti akan sangat bahagia jika Naina kembali bersama kami,dia pasti akan merawat mami dengan baik hingga mami akan lekas sembuh


"kamu beli kue ini dimana Bar!? ini kuenya rasanya seperti saat kamu menikah dulu dengan Gheisa "ucap papi yang sudah menghabiskan dua buah kue


"iya pa,saya juga sempat makan kue waktu acara nikahan kak Bara dengan perempuan ular itu" sahut narendra


"kamu beli dimana sih bar!?"tanya papi lagi karena sedari tadi saya tidak menjawabnya


"saya beli di toko kue yang ada di toko kue dekat lapangan olahraga dibelakang kompleks kita ini" jawabku


"oh,bisa jadi favoritku kalau begini apalagi kopinya Rasanya sangat khas sekali aroma kopinya sangat Terasa "ucap Narendra yang kembali menyesap kopinya begitupun dengan papi


"iya kamu benar rend,nanti papi akan suruh bibik untuk beli disana" papi membenarkan ucapan Adik bungsuku


"kalian tenang saja saya akan membelikannya untuk kalian setiap harinya "jawabku


"wah terima kasih banyak ya kak, berarti saya harus datang kesini setip pulang kerja dong" jawab adikku itu,dulu kami tidak seakrab ini karena narendra selalu menentang apa yang telah kulakukan pada Naina namun tak kupedulikan ternyata adikku menegurku dan mami untuk kebaikan kami


saya dan mami selama ini tidak pernah peduli pada Naina saya selalu abai jika Naina mengatakan badannya terasa sakit dan pegal karena tidak berhenti bekerja dan mengasuh anak seharian


tapi saya hanya menjawab iti bentuk baktimu padaku sebagai seorang istri dan menantu sampai akhirnya Naina tak lagi pernah mengeluh ataupun protes lagi


sekarang semua sudah tidak ada lagi Naina sudah pergi dari kehidupan kami dan rasa hampa sudah menggerogoti hatiku,rasa rindu akan kehadirannya sangat terasa saya sangat berharap suatu hari nanti Naina dan Anak-anakku mau kembali bersamaku lagi

__ADS_1


rasa cinta ini masih sangat besar untuknya


__ADS_2