
"hai bro nggak apa-apa kan saya
Bawa rekan saya"ucap piter saat naik ke mobil Bara
"nggak apa-apa bro malah lebih bagus " jawab Narendra
"saya juga sudah meminta beberapa rekan kami untuk mengikuti kita sekedar untuk jaga-jaga siapa tau kita butuh bantuan
Narendra menyerahkan ponsel Tuan Ibrahim pada piter untuk melihat pergerakan orang-orang yang ada dirumah maminya karena Narendra yakin piter pintar membaca situasi
"Bang jangan parkir depan rumah kalau bisa kita parkir agak jauhan agar mereka tidak tau kedatangan kita"ucap piter
"oh, baiklah "jawab Bara
kini mereka menghentikan mobilnya dua rumah dari rumahnya lalu mereka berjalan menuju mereka Secara perlahan piter masih memantau pergerakan orang-orang yang ada didalam rumah Nyonya Dianra
tak lama kemudian teman-teman Piter yang lainnya pun tiba
"Lukman kamu langsung ke arah belakang mencegah supaya mereka tidak melarikan diri dari pintu belakang "perintah piter
"siap pak, kalian bertiga ikut saya"Lukman menunjuk tiga rekannya untuk menemaninya
"siap pak"jawab ke-tiganya lalu mereka masuk kehalaman rumah Nyonya Dianra secara perlahan dan langsung menuju pintu belakang sesua instruksi dar Narendra
"Anto kamu berjagadi sekitar gerbang, sisanya tetap di mobil agar mudahkan kita jika mereka kabur menggunakan kendaraan " piter memberikan perintah pada rekan-rekan kerjanya
"siap laksanakan "ucap mereka serempak lalu memberikan hormat kemudian mulai berjalan disekitar depan rumah Nyonya Dianra untuk berjaga-jaga
sedangkan bara, Narendra dan Piter masuk kedalam rumah
"mereka masih ada didalam kamar, sepertinya mereka mencari sesuatu "ucap piter Bara meminta ponsel ayahnya yang sedari tadi dipegang oleh bpiter lalu melihat apa yang sedang orang-orang itu lakukan
"breng-sek "ucap Bara mulai emosi , Bara menggulirkan layar di ponsel mahal itu untuk melihat tempat yang lain dikamar Bara yang ditempati Gheisa juga melakukan hal yang sama bahkan Gheisa sudah mengepak semua pakaiannya juga pakaian bayinya
Bara kini beralih keruang kerjanya di sana nampak Baby sitter bersama seorang laki-laki mencoba untuk masuk kedalam ruang kerja Bara dan papinya
Bara dan Narendra sudah mengepalkan tangannya menahan emosi nya
__ADS_1
"ayo cepat kita masuk kita tangkap basah mereka,piter ajak beberapa orang rekanmu untuk membantu kita menangkap mereka didalam rumah karena didalam ada seorang pria juga agar memudahkan kita menangkap mereka "ucap Bara
"siap Bang"jawab Piter lalu melambaikan tangannya dan mengacungkan tiga jari kepada rekannya yang sedang berjaga di mobil mereka
tak berselang lama tiga rekan piter datang menghampiri mereka, Piter pun memberitahu rencana penyergapan mereka yang sedang berada didalam rumah
mereka pun masuk kedalam rumah secara diam-diam agar tidak ketahuan, sesampainya didalam rumah mereka membagi tugas Bara akan mengamankan Gheisa dengan meminjam salah satu borgol milik rekan piter begitu pun dengan Narendra yang juga meminjam borgol salah satu rekan piter dan akan menangkap Bu Soraya yang sedang berada didalam kamar orang tuanya
piter dan tiga orang temannya akan menyergap Baby sitter dan juga pria yang bersamanya
beruntungnya ruang kerja Bara berada di ujung dilantai dua dan sedikit berjauhan dengan kamar Bara sehingga memudahkan mereka melancarkan rencananya untuk menangkap basah mereka semua sedangkan kamar kedua orang tua Bara dan Narendra berada di lantai satu
"hati-hati kak kita tidak bisa menganggap remeh mereka jangan sampai kita mengira mereka lemah padahal mereka sudah mantap menyiapkan semuanya "Narendra memperingatkan kakak laki-lakinya itu
"kamu juga Ren hati-hati "jawab Bara
"iya kak" narendra menyahuti ucapan kakaknya
Narendra langsung berjalan menuju kamar kedua orang tuanya sedangkan bara, piter dan rekan-rekannya naik kelantai dua
"Apa yang kamu cari dikamar orang tuaku "ucap Narendra saat sudah berada didalam kamar tidur orang tuanya
"i-ini saya sedang mencari...eh maksudnya saya ingin meminjam baju Bu Dianra soalnya bajuku tadi kotor kena air kencing Bayinya Gheisa "Bu Soraya Soraya memberikan alasan dengan suara bergetar takut
Narendra mendekatinya namun tal disangka Bu Soraya menyerang Narendra dengan pisau lipat yang diambilnya dari saku celananya namun dengan sigap Narendra menendang tangan Bu Soraya sehingga pisau lipat itu terlepas dari tangan Bu Soraya dan terlempar entah kemana
Bu Soraya terus mencoba menghindari Narendra namun tanpa ampun Narendra sekali lagi melayangkan tendangannya dan mengenai punggung Bu Soraya sehingga Bu Soraya tersungkur
Narendra mengambil kesempatan untuk meringkus Bu Soraya lalu memborgol tangan Bu Soraya dibelakang punggungnya
"lepaskan saya breng-sek jangan cuma berani pada orang tua "pekik Bu Soraya karena tangannya terasa sakit
"jangan harap bisa lepas dari jeratan hukum,kamu dan anakmu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian didepan yang berwajib"jawab Narendra dengan senyuman sinisnya
Bu Soraya semakin geram namun tak bisa berbuat apa-apa kini dia hanya pasrah
Dikamar Bara juga mendapatkan perlawanan dari Gheisa, Gheisa terus berlari didalam kamar itu karena Bara sudah menguncinya dan memasukkan kunci itu kedalam saku celananya
__ADS_1
"Berhenti Gheisa "bentak Bara
"saya tidak mau "jawab Gheisa
"Baiklah saya akan melemparkan anakmu ini kebawah dan saya akan menelepon orang suruhanku untuk menghabisi nyawa kekasihmu Reyhan "ancam Bara dan itu membuat Gheisa bergidik ngeri mendengar ucapan Bara
glek
Gheisa menelan Salivanya dengan susah payah, bara tersenyum menyeringai pada Gheisa dan itu membuat Gheisa semakin ketakutan karena tidak ingin terjadi sesuatu pada putranya Gheisa pun akhirnya mendekati Bara hendak mengambil bayinya dari tangan Bara
namun Bara meletakkan bayi itu di boksnya dan segera menangkap Gheisa lalu memborgol nya
"apa-apaan Kamu mas kenapa memperlakukan ku seperti seorang penjahat " Gheisa histeris melihat borgol ditangannya
"kamu kan memang seorang penjahat karena sudah menipu kami,kamu merencanakan ini semua dengan ibumu "jawab Bara
sedangkan di depan ruangan kerja bara piter dan tiga orang rekannya mendapatkan perlawanan dari kekasih baby sitter bayi Gheisa dan mereka berdua berusaha untuk melarikan diri namun piter menghadiahi mereka timah panas di kaki mereka saat berlari menuruni anak tangga
"akkkkkkrrrrhhh"teriak Baby sitter dan kekasihnya karena merasakan sakit di betis dan paha mereka
ditambah lagi mereka berdua terguling dari tangga turun ke lantai satu
mereka ber empat kini diamankan oleh Piter dan rekan-rekannya,Bu Soraya dan Gheisa kini digelandang ke kantor polisi dimana Piter bertugas sedangkan dua orang yang terluka dibawa ke rumah sakit khusus tahanan untuk mengobati luka tembakan dikaki mereka
Bayi Gheisa kini dirawat oleh bibik Art dirumah bara,bik Ani kaki dan tangannya di ikat oleh Bu Soraya lalu dimasukkan kedalam kolong meja makan
bik ani hanya bisa menangis karena tidak sanggup melawan Bu Soraya dan kedua orang suruhan Bu Soraya
"bibik tidak apa-apa kan !?"tanya Narendra
"iya den bibik tidak apa-apa "jawab bik Ani
"kalau begitu kami titipkan bayinya Gheisa ya bik karena kami harus segera ke kantor polisi untuk memberikan ketenangan "ucap Bara
"iya den, tidak usah khawatir saya akan menjaga bayi ini dengan baik "jawab bik Ani
"sekali lagi terimakasih banyak ya bik"jawab Narendra dan berjalan keluar rumah bersama kakaknya
__ADS_1
kini mereka telah sampai didepan kantor polisi dimana Bu Soraya dan Gheisa diamankan
Bara dan Narendra memberikan ketenangan dan bukti yang memberatkan mereka bahkan Bara memberikan rekaman suara Gheisa dan ibunya berbicara ditelponnya dan mereka membahas tentang rencana busuk mereka