
Bara menerima uluran tangan putra keduanya itu lalu memeluknya
"putraku, papa rindu nak" ucap Bara dengan mata berkaca-kaca
Tak henti-hentinya Bara mengelus wajah Putranya yang sudah sangat lama tak di jumpainya
__ADS_1
"maafkan papa nak Hiks hiks hiks " ucap Bara dengan isak tangisnya
wajahnya masih sangat datar dan dingin
"kenapa kamu juga ada disini !? Oh saya tau kamu pasti Pesuruh mereka kan!? Dasar benalu" ucap oma Dianra yang masih saja menghina cucu kandungnya
__ADS_1
Suaranya yang kencang menarik perhatian pengunjung lainny...
***Karya ini telah kontrak dengan NovelToon, dilarang membajak karya seperti mencetak ulang tanpa izin.***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
__ADS_1