
"ma,si cantik nangis "ucap Azka tiba-tiba datang menggendong adik perempuannya
semua menoleh kearah azka dan ketiga adik laki-lakinya yang berdiri disampingnya
perhatian Mereka tertuju pada anak perempuan berwajah sangat mirip dengan Naina
yang sedang digendong oleh akza,Bara dan yang lainnya terus saja menatap bayi cantik yang digendong oleh Akza
"sicantik kenapa bang!?"tanya Naina pada Putranya lalu mengambil dewi dalam pangkuannya
"cantik jatuh ma"jawab Akza
"loh kok bisa sih bang!?"tanya Naina terlihat gurat khawatir diwajahnya
"nggak tau ma,tadi abang lagi benerin tivinya bu rida sama kakek tiba-tiba cantik datang dan menangis"jawab akza
"trus mas,aa' sama kakak kemana!?"tanya Naina pada ketiga putranya yang lain
"kalau kakak lagi dikamar kecil ma nggak tau mas dan Aa'"jawab Abimanyu
"aa' sama mas kan main di kebun sama Akung "jawab Attar dan diangguki Ali
"kan Dedek sama bunda ma" jawab Attar lagi
"ih iya ya, trus bunda kalian kemana !?"tanya Naina
"nggak tau" Jawab semua mengidikkan bahunya dan mengangkat tangannya Tanda mereka tidak tau
"sayang bunda kamu kemana!?" tanya Naina pada Putrinya itu
"au" jawab Dewi mengidikkan bahunya seperti yang bke empat kakaknya lakukan
"hehehe,kamu nggak tau juga ya sayang !?" ucap Naina terkekeh
Bara dan yang lainnya ikut tersenyum melihat tingkah lucu Dewi,jantung bara berdetak kencang saat melihat tawa Naina
hal itu jarang sekali dilihatnya dulu saat masih bersamanya,dewi yang ikut tersenyum juga membuat bara dan keluarganya tertegun karena senyuman itu sangat mirip dengan senyum milik bara matanya yang bulat juga sangat mirip dengan Bara
hanya hidungnya yang mancung serta wajahnya yang cantik mirip dengan Naina
"assalamualaikum,kak liat cantik nggak !?" tiba-tiba saja kiki datang menemui Naina dan mencari dewi
"nih"jawab Naina
"ya Allah sayang bunda nyari-nyari kamu dirumah tapi nggak ketemu "ucap kiki berjongkok dihadapan Naina dan dewi
"tadi dedek nangis bunda,trus dia kerumahnya kakek saya fikir bunda nggak ada jadi ya abang bawa kesini "ucap Akza
"tadi itu bunda main sama dedek diteras terus bunda kebelet jadi bunda tinggal sebentar pas keluar dedeknya sudah nggak ada diteras saya cari di rumah kakek juga kosong jadinya bunda panik" jawab kiki
"dedek kenapa nangis sayang !?" tanya kiki pada Dewi
"atut dada todot dunda"jawab Dewi
"ada kodok sayang !?" tanya kiki lagi dan diangguki oleh kiki dan Naina
"oh sayang maafin bunda ya "ucap kiki mencium pipi tembem dewi
"ayo sama bunda lagi sayang "ucap kiki dan Dewi menggeleng
__ADS_1
"kenapa sayang !?" tanya kiki mengerutkan keningnya karena tidak biasanya
"no unda adet tini ja,bau ama moma tu" ucap dewi menunjuk nyonya Dianra
degg
jantung naina berdetak kencang dengan mata melotot begitupun dengan ke empat anaknya yang juga ikut terkejut mendengar ucapan Dewi
naina berusaha menetralkan kembali mimik wajahnya karena tidak ingin mereka tau siapa Dewi sebenarnya, Naina sebenarnya belum siap memberi tahukan yang sebenarnya
"tidak boleh dek,oma itu lagi sakit lihat tuh kakinya tidak bisa digerakkan "ucap akza memcoba membujuk adiknya
Dewi meronta ingin turun dari pangkuan Naina
setelah turun dari pangkuan Naina dia pun berjalan perlahan mendekati nyonya Dianra
"moma imi atit atina!?" tanya Dewi pada nyonya Dianra lalu memegang kaki omanya itu
nyonya Dianra mengangguk dan entah mengapa perasaannya jadi menghangat mendapatkan perhatian dari gadis kecil itu
"tasian moma,epat bembuh moma"ucap Dewi yang kini mengelus punggung tangan nyonya Dianra lalu mengangkatnya dan menciumnya
airmata nyonya Dianra yang sedari tadi ditahannya kini tumpah tak tertahankan lagi ada rasa haru diperlakukan Seperti itu oleh bayi perempuan cantik itu
"Babar ya moma,memoda bepat bembuh"ucap Dewi tersenyum membuat nyonya Dianra semakin terharu
hati bara pun semakin berdesir begitu pun dengan Narendra dan Tuan Ibrahim
Naina pun ikut terharu melihat tingkah putri kecilnya,tak bisa dipungkiri ikatan batin antara nenek dan cucunya sangatlah kuat tapi perlakuan mereka dimasa lalu membuat Naina takut jika mereka akan mengambil Dewi darinya setelah tau siapa Dewi sebenarnya
Dewi melangkah mendekati Tuan Ibrahim, Narendra dan Bara
"ata' bayo bain"ucap Dewi pada ke empat kakaknya seperti seorang putri memerintah pengawalnya
"pai pai moma,wewi bain bulu ya"ucap dewi melambaikan tangannya pada nyonya Dianra saat Attar menggendongnya dipunggungnya
Entah mengapa Hati Bara Terasa sakit dan merasakan penyesalan yang mendalam karena telah menyia-nyiakan anak-anaknya yang kini terlihat membencinya
kiki pun pamit pada Naina untuk pulang kerumahnya
kini tinggal mereka berlima yang ada disana
"Nai siapa anak perempuan tadi !?"tanya Bara pada Naina
degg
Naina terkejut mendengar pertanyaan bara, inilah yang di hindarinya selama ini Naina belum siap membongkar identitas Dewi tapi bara dan keluarganya pun berhak tau siapa Dewi sebenarnya
"dia mmm....dia"ucap Naina gugup dan keringatnya kini keluar seperti biji jagung
"bu ini sudah siap untuk dikirimkan, kata Riana notanya ada sama ibu"ucap Rasya tiba-tiba datang bersama iwan mengangkat kardus besar berisi kue pesanan orang
Naina merasa lega karena dua karyawannya itu datang
"maaf saya tinggal dulu sebentar" ucap Naina
"silahkan nak"ucap Tuan Ibrahim
Naina pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke meja kasir dimana dia menyimpan nota pesanan pelanggannya
__ADS_1
"siapa ya anak Perempuan tadi ya kak, perasaanku itu Terasa sangat Bahagia melihatnya
mama juga terlihat sangat menyukai anak perempuan tadi" ucap narendra pelan dan diangguki oleh nyonya Dianra
"entahlah dia siapa, karena perasaanku juga sangat hangat saat dia menyentuh tanganku dengan tangan mungilnya "jawab Bara
"papi merasa senyumannya itu sangat mirip denganmu Bara dan mata kalian juga sangat mirip !?"ucap tuan Ibrahim berpendapat dan diangguki oleh narendra dan nyonya Dianra
"atau jangan-jangan itu anakmu kak bersama kak naina" ucap narendra
"ah tidak mungkin lah "jawab bara
"tidak ada tidak mungkin kak, jika Allah sudah berkehendak pasti semua akan terjadi,saya kan sudah berulang kali memperingatkan kepada kakak untuk berbuat baik pada kak Naina yang seorang perempuan yang sangat tangguh dan penyabar tak sedikit pun dia mengeluh saat kakak dan mami memperlakukannya buruk" ucap Narendra,Bara dan nyonya Dianra semakin menundukkan kepalanya
Naina kembali menemui mereka yang masih setia Duduk disana
"maaf saya tinggal lama,jika sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan bukannya saya mengusir kalian tapi saya sedang banyak pekerjaan yang harus saya segera selesaikan "ucap Naina mengusir mereka secara halus
"Nai, fikirkanlah ucapan mami saya juga sangat berharap kita bisa rujuk kembali "ucap Bara kepada Naina
Naina menjadi geram dan malas mendengar ucapan Bara, kenapa baru sekarang mereka menginginkannya setelah mantan mertuanya yang begitu membencinya sakit.Kenapa buka sedari dulu mereka meminta Naina untuk tetap bersama mereka saat Naina menjadi menantunya
naina menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis kearah bara
"maaf sekali lagi saya katakan saya tidak akan pernah mau kembali" jawab Naina
"kenapa Nai!? apa karena laki-laki itu !?" tanya bara terlihat kesal karena Naina terus menolaknya
"karena saya....." ucapan Naina terpotong saat David datang dan mengucapkan salam
"Assalamualaikum " ucap David
"waalaikumsalam "jawab Naina tersenyum melihat kedatangan suaminya itu
"mas sudah pulang !?" tanya Naina dan mendekati David lalu mencium punggung tangan suaminya itu
dan itu membuat Bara dan keluarganya terkejut terutama Bara karena perlakuan seperti itu dulu Naina sering lakukan padanya ketika dia pulang dari Bekerja Naina akan menyambutnya dengan senyuman manisnya lalu mencium punggung tangannya
namun Bara selalu saja cuek pada Naina tapi Naina tidak pernah peduli berbeda dengan apa yang dilakukan David
David mengelus kepala Naina lalu mengecup singkat kening Naina dan membuat bara seperti kebakaran jenggot dan hatinya terasa sakit melihat itu semua
"oh maaf Ada tamu ternyata "ucap David tersenyum kearah mereka hanya Narendra dan Tuan Ibrahim yang membalas senyuman David
"anak-anak mana ma!?" tanya David pada istrinya itu
"diatas pa dikamar sedang bermain "jawab Naina
"oh,ya sudah papa keatas ya "ucap David
"memangnya papa beli apa itu!?" tanya Naina saat melihat kantong plastik yang dijinjing suaminya
"oh ini tadi papa beli sate kesukaannya anak-anak "jawab David tersenyum
"oh... simpan sedikit untuk ku ya"ucap Naina
"oke Sayang "jawab david mencubit dagu Naina
"khem... khem.."bara berdehem karena hatinya terasa panas melihat kemesraan Naina dan David
__ADS_1
"oh maaf " jawab David tersenyum mengejek ke arah Bara yang terlihat sangat kesal