
"zudalah antel banti pita pikilkan itu pemuana" jawab dewi akhirnya
David berdiri dari duduknya dan berjalan keluar rumah karena sudah tidak tahan ingin tertawa dan buang angin
Sesampainya diluar David terus terkentut-kentut juga tertawa sendiri
"ih papa jorok sedari tadi kentut terus " ucap Ali yang tiba-tiba saja berdiri di dekat david bersama abim
"iya papa juga nyeramin sedari tadi tertawa sambil kentut, kentutnya bau lagi coba bau farfum pasti nyamuk-nyamuk disini nggak bakalan mati"sahut Abimanyu menutup mulutnya menahan tawanya melihat wajah papanya memerah karena Malu
"eh kalian kok ikut keluar " ucap David sedikit terkejut dan juga malu
"kami mau kerumah kakek bawa ini" jawab ali mengangkat rantang susun ditangannya
"oh ya sudah sana cepat " jawab David
"oke pa,kami kerumahnya Kakek dulu ya"ucap keduanya
"iya"jawab David menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
David masih berada di teras depan rumahnya,david memilih duduk di kursi yang ada di teras itu, David menunggu kedua putranya yang sedang kerumah ayah mertuanya untuk mengantarkan makanan
tak berselang lama keduanya pulang sambil berangkulan dan saling bercanda
David tersenyum melihat kedekatan keduanya
setelah kedua putranya masuk kedalam rumah David juga ikut masuk
David menuju kamarnya dan david melihat Naina sedang menyusui putranya itu
david mendekati istrinya itu lalu mengecup keningnya singkat
"sayang sini devan nya biar mas yang meletakkannya di boks kamu pasti kecapean, sekarang kamu istirahat "ucap David lembut lalu mengambil Putranya dari pangkuan sang istri dan meletakkannya di boks nya yang ada di samping tempat tidur mereka
Dewi juga tidur setelah lelah menyusun rencana bersama Daffa namun belum menemukan titik terang
Sore hari menjelang kini semua sudah terlihat segar termasuk naina
Naina berjalan perlahan keluar dari dalam kamarnya untuk ikut bergabung bersama keluarganya
karena bayinya kini sudah berada ditangan sang mama mertua
"eh sayang kok kamu sudah keluar kamar sih!?" ucap David saat melihat istrinya berjalan perlahan mendekati mereka karena jalan lahirnya masih terasa sakit
"bosan mas, dikamar terus " jawab Naina
kini David memapah sang istri karena dia merasa sangat ngilu membayangkan betapa sakit yang dirasakan oleh istrinya itu saat melahirkan kedua buah hati mereka
"duduk disini saja sayang,jika kamu butuh sesuatu tanya kami ya" ucap David dan dibalas anggukkan oleh Naina
__ADS_1
Naina merasa sangat bahagia dan terharu karena perlakuan dan perhatian yang diberikan oleh suaminya itu
Naina merasa seperti seorang ratu yang diperlukan sangat istimewa oleh semua keluarganya termasuk suami dan kedua mertuanya juga adik iparnya
dulu Naina tidak pernah merasakan itu karena setelah melahirkan dan jalan lahirnya masih terasa sangat sakit tapi suami dan mertuanya tidak pernah mau membantunya
bahkan sehari setelah melahirkan harus bisa mencuci dan menyetrika pakaian mereka tanpa rasa kasihan
ke esokan harinya dewi sibuk mencari keberadaan Daffa karena dia ingin menyampaikan pada pamannya itu tentang rencananya untuk menyadarkan oma dan opanya
"pipik liat nda antel dapa!?" tanya dewi pasa salah satu Art ibunya
"tidak neng cantik,ada apa neng cantik cari uncle dafa"tanya bik arni
"pidat apa-apa tot,wewi tuma cali aja" jawab Dewi dan berjalan meninggalkan bik arni yang tersenyum kikuk mendengar ucapan dewi
Dewi berjalan menuju kamar sang ibu karena ingin melihat adik kecilnya
sesampainya dikamar sang ibu yang kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat
sesampainya di dalam kamar ibunya dewi melihat sang oma memangku adiknya itu dan terus mengajaknya berbicara walaupun matanya baru sesekali terbuka
"ck.... CK....imi pidat di bialtan belalut-lalut "ucap Dewi geleng-geleng kepala melihat tingkah omanya itu
David yang baru saja datang karena tadi mama Mita memintanya membeli kue favoritnya di toko Naina melihat putrinya yang super kepo itu berdiri di depan pintu kamarnya sambil geleng-geleng kepala entah apa yang dilihatnya
"kali ini apa lagi yang difikirkan nya dengan otak kecilnya yang cerdas " gumam David tersenyum melihat tingkah putrinya itu
dewi mendorong pintu kamar hingga terbuka sedikit dan Dewi masuk dan berjalan kesamping omanya
yang masih asik mengajak bicara cucunya
papa Anjar juga sudah ada di sana tidak ada yang menyadari kedatangan mereka karena sedang asyik sendiri
Dewi kini berdiri disamping mama Mita dan David sudah siap dengan kamera ponselnya yang sedang merekam apa saja yang putrinya itu lakukan
"
"Oma dedet kan zedan bobot tok oma menajatnya bel bicala telus
apatah oma pidat zapek!?"tanya Dewi pada oma mita
"astaghfirullah, kenapa kamu ngagetin oma sih" ucap Oma mita terkejut untungnya dia tidak menjatuhkan Devan yang sedang digendongnya
Oma mita segera meletakkan baby Devan boksnya lalu mendekati Dewi
"kenapa sayang ada yang ingin kamu katakan !?"tanya Oma mita pada dewi
"maaftan atu oma zudah menadettanmu"ucap Dewi meminta maaf kepada Oma mita
__ADS_1
"iya sayang tidak apa-apa "jawab Oma mita tersenyum
"ayo duduk di sofa sayang "ucap Oma mita
disana sudah ada opa Anjar dan David
mereka kini sudah duduk disofa dan oma mita yang penasaran dengan ucapan dewi barusan
"ada apa sayang !?"tanya Oma mita penasaran
"omatu zayan,apatah oma sadal denan apa yan oma latutan pelama imi!?" ucap dewi dengan wajah serius
oma mita melirik David dan opa Anjar yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua
Dengan mengulum senyumnya
"memangnya Oma melakukan apa sayang !?"tanya oma mita
"apatah oma beyum menadarina!?"tanya dewi lagi dan dijawab gelengan kepala oleh Oma mita
"astadapilullah, ya Allah polonglah bambamu imi sadaltanla omatu
atu tidat inin omatu zematin telzesat,atu sanat menayani omatu ya Allah
jhadi polonglah wewi ya Allah " ucap Dewi menengadahkan tangannya layaknya orang yang sedang berdoa
"memangnya oma tersesat kemana sayang perasaan oma tidak kemana-mana !?" ucap oma mita semakin bingung
"omatu zayan Oma ipu semama ini peslalu belbicala zama dedet depan zedantan dedet depan memutup batana
apatah itu butan panda-panda oma zedan telzesat !?"tanya Dewi
"prufffftt tuuuuuuut" suara ajaib terdengar mengalihkan perhatian Dewi yang sedang menghakimi omanya
opa Anjar langsung menepuk pundak Putranya lalu menutup hidungnya karena hidung mancungnya mencium aroma terapi yang sungguh mematikan
begitu pun oma mita, Naina dan dewi juga mencium bau aroma terapi mematikan
"spasa yan buan anin, sunduh pidat zopan"ucap Dewi geleng-geleng kepala tapi tangannya menutup lubang hidung mungilnya
David yang sudah tidak tahan lagi berlari masuk kedalam kamar mandi
"papa Sundu tellalu "ucap Dewi
akibat insiden suara ajaib itu dewi melupakan apa yang dilakukannya pada oma mita
"ayo sayang kita keluar dari sini " ajak opa Anjar pada Dewi
tanpa menunggu lama dewi segera turun dari sofa dan berjalan menghampiri opanya dan mereka keluar dari dalam kamar Naina
__ADS_1
opa Anjar mengajak dewi bermain di halaman belakang rumah David Disana ada banyak arena permainan milik Dewi
saking asiknya Dewi melupakan misinya untuk menyadarkan omanya dari ketersesatan