
"tunggu bu bidan saya panggilkan suaminya dulu"jawab Bude yana dan buru-buru keluar dari ruangan bersalin dan menuju ruangan dimana David berada
"David ayo dampingi istri kamu melahirkan nak" ucap bude yana saat berada disamping David
"suster tolong dorong brangkar menantu saya keruangan bersalin istrinya karena istrinya membutuhkannya " ucap bude yana memohon dan Suster pun mendorong brangkar yang ditempati David keruang bersalin
setelah sampai di ruangan bersalin brangkar david di dekatkan ke samping Naina
"mas"panggil Naina
"sayang " sahut David mengulurkan tangannya yang bebas dari jarum infus
"Baik bu dengarkan instruksi saya ya " ucap bu bidan
"iya bu bidan" jawab Naina
"sekarang ibu tari nafas lalu hembuskan melalui mulut " ucap bu bidan lagi Naina pun melakukan yang dikatakan oleh bu bidan
"nah sekarang ibu mengedam ya" ucapnya lagi Naina mengikutinya namum tidak berhasil
mereka bingung kenapa seperti itu
"ya Allah kenapa seperti ini,ini pertama kalinya saya mendapatkan kasus seperti ini " ucap bu bidan bingung dan khawatir
bude yana juga menjadi sangat bingung namun ketika bude yana melihat David yang terus meringis menahan sakit diperutnya membuat bude yana memiliki ide yang luar biasa aneh
"bu bidan bagaimana jika suaminya yang kita suruh untuk mengedam siapa tau berhasil "ucap Bude yana
kiki yang juga ikut masuk kedalam ruangan bersalin itu terkikik geli mendengar ucapan ibunya
kiki diminta oleh David untuk merekam sang istri saat melahirkan karena David pikir tidak bisa mendampingi istrinya melahirkan
"kenapa ibu punya ide seperti itu!?" tanya Bu bidan menahan tawanya
"tidak ada salahnya dicoba bu bidan" ucap Bude yana yang masih kekeh dengan keinginannya
"baiklah bu kita coba ya" jawab Bu bidan lalu mendekati David
"baiklah pak ikuti instruksi saya ya hehehe"ucap Bu bidan terkikik karena ini pengalaman pertamanya meminta seorang laki-laki untuk melahirkan
kiki pun sudah cekikikan sedari tadi begitu pun dengan bude yana namun bude yana berusaha menahan diri untuk tidak tertawa di samping Naina
David hanya mengangguk pasrah dengan apa yang dikatakan oleh Bu bidan itu
__ADS_1
David menghirup udara dari hidungnya dan membuangnya melalui mulutnya
"ayo pak sekarang bapak mengedam ya,satu dua tiga " ucap Bu bidan
"uffffff...hhhh" suara Nafas David tersengal-sengal
"ayo pak kita coba lagi" ucap bu bidan itu lagi
David pun mengulanginya lagi dan ajaibnya Naina ikut mengedam dan membuat ketuban Naina pun pecah
"ayo pak mengedam lagi" suara bu bidan kini bersemangat memberikan instruksi
david lagi-lagi mengedam dan Naina pun ikut mengedam dengan sendirinya
"oee....oeeee...." suara tangisan bayi Naina dan David
"Masya Allah begitu besar cinta bapak pada istri sampai-sampai melahirkan pun bapak yang harus rasakan"ucap Bu bidan berdecak kagum dengan apa yang dilihatnya hari ini karena ini adalah hal yang paling langka seorang suami ikut berjuang untuk bisa melahirkan buah cinta mereka
"sus ini masih terasa bergerak " ucap Naina mengelus perutnya
Bu bidan meraba perut Naina dan ternyata masih ada satu bayi lagi yang harus dilahirkan
david kembali merasakan sakit perut yang luar biasa dan tanpa menunggu instruksi dari Bu bidan David langsung mengedam dan Naina pun ikut mengedam
"oeeee..... oeeee..." terdengar lagi suara bayi
David meraba perutnya yang tiba-tiba berhenti sakit
"Ya Allah sebenarnya apa yang terjadi " tanya David
"mas David baru saja selesai melahirkan hahahaha " ucap kiki tertawa kegelian
"Alhamdulillah ya Allah "ucap Naina
putri dan putra bapak dan ibu sangat tampan dan cantik tapi Putri ibu dan bapak kami harus memasukkannya ke dalam inkubator karena berat badannya kurang "ucap Bu bidan pada Naina dan David
mereka sangat bahagia karena mendapatkan bayi kembar walaupun si kecil berat badannya kurang
Kiki yang memang jahil mengirim video saat David mengedam karena kiki memang fokus kewajah David yang merah karena sedang mengedam seperti ibu-ibu yang sedang berjuang untuk melahirkan
kiki juga mengirimkan videonya kepada mama mita dan itu membuat mama mita dan papa Anjar menjadi tegang saat menontonnya namun juga mereka terkikik geli melihat Putranya seperti itu
"ya Allah pa lihat itu mukanya David lucu sekali,ini yang melahirkan cucu kita David atau Naina sih!? hahahaha " ucap mama mita tertawa terbahak bahak melihat wajah Putranya itu
__ADS_1
"iya kamu benar ma, wajahnya lucu banget hahaha" jawab papa Anjar ikut tertawa
"sebesar itukah cinta David pada istrinya !? papa dulu tidak seperti itu saat Tarisyah hamil dan melahirkan David tidak seperti itu
waktu pertama Naina Hamil David yang ngidam cilok trus ngidam rujak sampai mencret- mencret" ucap mama Mita yang mendengar cerita Naina waktu mereka baru pulang dari luar negeri
"Naina kan wanita pertama yang dicintainya dulu kita menjodohkan Tarisyah dan David hingga mereka saling cinta namun cinta David pada Naina sangatlah dalam dan tumbuh alami Tanpa campur tangan kita" jawab papa Anjar
"iya pa kamu benar,saya jadi tidak sabar untuk segera pulang dan melihat cucu-cucu kita saya juga sudah sangat rindu pada dewi " ucap mama mita
"insya Allah kita kembali ketanah air dan sudah menetap untuk merawat cucu-cucu Kita " jawab papa Anjar
"benarkah pa!? tapi bagaimana dengan perusahaan kita disini !?" tanya mama Mita
"kan ada Endro ma"jawab Papa Anjar
"iya ya pa,anak sahabat kamu itu memang bisa diandalkan seperti papanya "ucap mama Mita mengingat asisten pribadi suaminya dulu yang kini digantikan oleh Putranya yang jauh lebih hebat dan cekatan dari sang Ayah sehingga papa Anjar yakin mempercayakan perusahaannya kepada Endro
Endro Erawan Kusuma seorang pria tampan yang berawakan tinggi dan tegap, bersikap dingin pada siapapun dan tak tersentuh oleh wanita mana pun
dia sangat ditakuti oleh karyawan dan juga saingan bisnisnya
dia itu seorang pria yang dingin tapi banyak kaum hawa yang tergila-gila padanya namun belum ada satu wanita pun yang bisa meluluhkan hatinya yang beku seperti es balok
"pekerjaan papa belum selesai semua !?"tanya mama Mita
"masih ada yang harus papa selesaikan sendiri dan tidak bisa dikerjakan oleh Endro dan nanti papa tidak terlalu memberatkan Endro karena pekerjaannya saja sudah sangat banyak, kasihan Endro kalau dilimpahkan semua tanggung jawab padanya "jawab papa Anjar
saat mereka sedang asyik ngobrol berdua kiki kembali mengirimkan video kedua cucu mereka
"wah pa, lihat cucu kita wajahnya mirip banget sama David waktu bayi" Ucap mama mita sangat bahagia karena sekarang dia sudah menjadi seorang nenek
pa lihat lagi ini pa,ini cucu kedua kita,kecil banget pa tapi wajahnya cantik lihat hidungnya mancung banget,ikh...mama jadi pengen cepet-cepet pulang " ucap mama Mita gemas sendiri sedangkan papa Anjar Hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia melihat istrinya begitu bahagia
kiki kembali mengirimkan video yang memperlihatkan sicantik dewi
"dunda wewi ma'u don tiu dedet tecilna"ucap Dewi menarik-narik baju kiki
mereka kini berada diruang perawatan Naina, David sudah tidak lagi dipasangkan jarum infus karena sudah sehat kembali
kiki Duduk disofa diruang perawatan Naina sambil memangku sibayi kecil itu Dewi sudah berdiri didepannya ingin mencium adiknya sedangkan yang lain duduk dibawah lantai yang sudah dialasi dengan karpet yang Adrian dan jihan bawa
Dewi masih kekeh ingin mencium adiknya tapi kiki selalu mengerjainya hingga dewi ngambek dan ngoceh memakai bahasa bayi namun sangat terlihat menggemaskan karena pipinya gembul nya bergoyang-goyang
__ADS_1
"hahahaha pa lihat baby Dewi ngegemasin banget sih jadi makin kangen pa" ucap mama Mita setelah melihat video dewi
"iya papa juga kangen banget " jawab papa Anjar menyahuti ucapan istrinya