
"maafkan Abang ma,tapi abang tidak ingin mama kembali bersama pria sombong ini"jawab akza
"iya kakak juga tidak ingin kembali tinggal dengan orang-orang seperti mereka yang hanya bisa menghina mama "sahut Abimanyu
"Abang kakak kalian harus jaga sopan santun kalian nak selama ini mama tidak pernah mengajarkan kepada kalian sikap tidak sopan seperti ini
biar bagaimanapun dia papa kalian nak, kalian tidak akan pernah ada jika tidak ada papa Jangan buat mama malu nak dan disalahkan karena menganggap mama Gagal mendidik kalian"ucap Naina sangat lembut pada anak-anaknya agar anak-anaknya itu tidak lagi bersikap seperti itu pada ayah kandung mereka
"maafkan kami ma,tapi kami sangat tidak rela jika mama kembali lagi kerumah itu,mama akan kembali dijadikan seorang pembantu apalagi sekarang oma sedang lumpuh mama pasti akan dijadikan pengasuh.kami tidak mau ma cukup sudah kami merasakan penderitaan itu dimasa kecil kami Karena kami dan mama berhak bahagia tanpa mereka hiks hiks hiks "ucap akza sesegukan akza mengenang betapa menderitanya mereka saat mereka hidup bersama orang-orang itu
glek
Bara meneguk Salivanya dengan susah payahnya,begitu dalamnya kah luka yang telah mereka goreskan dihati anak-anaknya
"iya ma Kakak lebih baik tinggal disini, banyak yang menyayangi kakak,abang mas dan Aa' juga de..."ucapan Abimanyu terpotong saat pundaknya dipeluk erat oleh sang kakak
musnah sudah harapan Bara untuk bisa kembali bersama wanita yang dicintainya beserta anak-anaknya yang telah ditelantarkannya selama ini
"sayang sana masuk nak, tidak baik berada diantara dua orang tua yang sedang berbicara " Naina meminta anak-anaknya untuk pergi Karena naina tidak ingin anak-anaknya menjadi anak yang durhaka pada ayahnya, karena Naina sangat tau bagaimana kecewanya mereka terutama Abimanyu yang memang sejak kecil tidak pernah merasakan hangatnya pelukan seorang ayah ,betapa membahagiakannya sebuah perhatian seorang ayah
hanya Naina dan ketiga kakaknya yang selalu ada untuknya dan menyayanginya dengan tulus
pernah sekali waktu abimanyu berkata jika dirinya hanya seorang anak tiri ayahnya karena tidak pernah disayangi jangankan disayangi di gendong pun tak pernah bagaimana rasanya jika digendong oleh seorang ayah
Abimanyu menatap wajah Bara penuh kerinduan namun rasa bencinya lebih besar dari rasa rindunya
__ADS_1
"ayo dek kita pulang kerumah " akza menarik tangan adiknya,akza sempat menoleh menatap ayahnya dengan tatapan penuh kebencian, Bara dapat melihat itu namun Bara tidak ingin menyerah karena bara masih mempunyai dua orang putra yang pasti ingin mendukungnya untuk Rujuk kembali dengan ibunya
Bara bertekad untuk mendekati kedua putranya yang lain yaitu Attar dan Aliando putra kedua dan ketiganya
Bara sangat yakin bahwa kedua putranya itu akan mendukungnya
Bara tidak tau saja Sifat anak-anaknya karena selama ini tidak pernah sekalipun membantu Naina untuk mengasuh mereka
Attar dan Aliando memiliki sikap keras kepala dan Rasa benci mereka pada ayah kandung dan neneknya sangat lah besar bahkan mereka berjanji bahwa mereka akan menjadi orang hebat agar mama mereka tak lagi dihina dan ditindas seenak hati oleh ayah dan ibu ayahnya
kini akza dan Abimanyu meninggalkan mereka berdua tanpa sedikitpun berpamitan pada ayahnya
Bara menghela nafas panjang melihat sikap kedua anaknya
"saya rasa semua sudah jelas mas, dan tak ada lagi yang harus kita bicarakan karena sekarang kita hanya dua orang asing yang tidak mempunyai hubungan apapun selain anak namun sudah sedari dulu kamu dan keluargamu tidak pernah menghargai pengorbanan dan pengabdianku, kalian juga tidak pernah menganggap Anak-anakku ada coba kamu fikir mas jika kamu ada diposisi anak-anak
kalian pergi berlibur bersama, apakah kalian pernah menawari kami untuk ikut ?! tidak mas bahkan dengan tegasnya mami kamu mengatakan kami tidak pantas untuk ikut liburan karena kami akan merusak pemandangan dan bisa menghabiskan banyak ongkos karena kami banyak hiks" Naina terisak mengenang bagaimana saat dia masih bersama mantan suaminya itu namun Naina segera menghapus air matanya karena tidak ingin terlihat lemah didepan pria yang sangat dicintainya dulu
"pernah kalian peduli jika Anak-anakku sakit!? tidak mas kalian akan mengatakan anak-anakku sangat berlebihan dan terlalu manja
saya akui papi Ibrahim dan adikmu Narendra sering membantuku, memberikanku uang untuk memenuhi kebutuhan anak-anakku secara diam-diam.dengan uang dari mereka saya membeli susu dan popok untuk anak-anakku dan pemberian mereka itu saya anggap sebagai bonus karena telah mengerjakan semua pekerjaan dengan baik "ucap Naina lagi
Hati Bara seperti diremas-remas dan tertusuk ribuan jarum mendengar penuturan Naina
"maaf kan mas nai,maaf" Bara kini sudah menangis karena merasa menyesal telah menyia-nyiakan anak dan istrinya yang kini anak-anaknya menjadi benci padanya
__ADS_1
"sudahlah mas, jangan seperti ini malu dilihat banyak orang.saya sudah lama memaafkan mas tapi jika untuk kembali bersama denganmu itu sudah tidak akan pernah terjadi karena luka hati yang kau goreskan belum benar-benar sembuh "jawab Naina tegas menolak Bara berharap jika mantan suaminya itu mau mengerti
"Nai mas mohon berikanlah mas kesempatan kedua saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama "ucap Bara masih kekeh dengan keinginannya untuk rujuk kembali dengan Naina
Naina menghela nafas panjang karena sikap keras kepala Bara tidak berubah, Dia akan berbuat semaunya
"maaf mas saya tidak bisa"jawab Naina
"apakah kamu sudah punya laki-laki lain nai!? atau kamu tertarik pada pria pemilik toko ini!?"Bara diliputi rasa cemburu
"astaghfirullah mas,tapi semua terserah kamu mas kamu mau bilang apa saya tidak peduli dan satu lagi mas saya sudah bahagia bersama Anak-anakku tanpa kamu ataupun keluargu disini karena banyak yang menyayangi mereka dengan tulus
"kamu sekarang sombong Nai,kamu bukan lagi Naina gadis yang kucinta, gadis penurut dan tak banyak menuntut"Jawab Bara yang mulai emosi
"saya tidak akan mau jatuh lagi untuk kedua kalinya di lubang yang sama, biarkanlah saya membesarkan anak-anak yang tak pernah kalian anggap ada, jadi anda jangan lagi mengganggu kami karena kami sudah bahagia seperti ini
kami sudah terbiasa tanpamu mas,jadi cukup kamu menjadi ayah untuk anak-anakku karena biar bagaimanapun kamu akan tetap menjadi ayah mereka "jawab Naina sudah mulai emosi
"kenapa sih papa paksa mama untuk kembali sedangkan dulu papa tidak pernah peduli pada kami,apa karena papa ingin kembali menjadikan mama kami pembantu dan pengasuh untuk Oma yang sekarang lumpuh " sahut Attar, anak-anak Nai kini sudah berada di dekat mereka yang sejak tadi memperhatikan kedua orang tuanya dan ya mereka sangat lancang karena menguping pembicaraan kedua orang tuanya
mereka takut jika papanya berbuat sesuatu pada mama mereka
"nak kenapa ya kalian ada disini !?"tanya Naina menatap satu persatu Putra-putranya
"maafkan kami ma, bukannya kami ingin bersikap tidak sopan kami hanya khawatir jika papa memaksa mama untuk kembali bersama papa,mama juga berhak bahagia dan kami bisa lihat kebahagiaan mama ada bersama kami disini tapi jika mama ingin kembali bersama papa kami tidak akan menghalangi tapi kami akan tetap tinggal dirumah ini karena disini karena kami sudah bahagia walaupun hanya mama yang selalu ada untuk Kami"jawab attar yang tidak ingin kedua orang tuanya bersatu kembali
__ADS_1
Bara meninggalkan toko lue Naina dan pergi entah kemana karena bara bara tidak langsung pulang kerumahnya