
semenjak perut jihan kram dan berakhir di ruang pemeriksaan Obgyn,dan menyatakan jihan sedang hamil namun kehamilan jihan kali ini sangat lemah sehingga dokter menyarankan jihan harus bedres
"mas bosan rebahan terus"rengek jihan
"sayang kamu sabar ya,ini juga demi kebaikan kamu dan anak kita" jawab Adrian
"iya mas,tapi saya bosan juga dirumah terus "rengek jihan lagi
"ya mau bagaimana lagi sayang, karena itu perintah dokter " jawab Adrian selembut mungkin karena tidak ingin menyinggung perasaan istrinya karena takut akan berakibat pada kehamilan istrinya yang sedang tidak baik-baik saja
"bisa nggak mas,jihan kerumahnya kak Naina biar ada temannya lagian putri kita itu betah dirumah kak Naina "pinta jihan
"ya sudah ayo mas antar kamu kerumahnya kak Naina tapi ingat kamu harus bedres dan nggak boleh ngapa-ngapain ya" jawab adrian dan diangguki oleh jihan
"iya mas kan disana juga ada kak Naina dan yang lainnya kalau disini saya berdua saja sama bibik jika qbah juga sedang kekebun " ucap jihan
"ya sudah ayo " ucap Adrian dan membantu istrinya untuk duduk dikursi rodanya,jihan Hanya pasrah karena suaminya tidak pernah bisa di bantah
"mau kemana kak jihan!?" tanya sari saat melihat Jihan didorong oleh Adrian keluar dari halaman rumah mereka
"mau kerumah kak Naina sar ! kamu sendiri mau kemana !?" jawab jihan dan bertanya Balik pada sari karyawan kepercayaan kakaknya itu
"mau ketoko kak,mau cek kue apa saja yang sudah habis" jawab sari
"oh kalau begitu kami kerumahnya Kak Naina dulu ya sar !" ucap jihan
"iya kak hati-hati " jawab sari dan Adrian kembali mendorong kursi roda istrinya menuju rumah Naina
"eh jihan mau kemana !? bagaimana keadaan Kamu !?" tanya bu Rt yang sedang berjalan mendekati mereka
"Alhamdulillah sehat Bu RT hanya saja masih harus bedres " jawab jihan
"oh semoga selalu sehat ibu dan bayinya sampai hari lahirannya,kalau begitu saya duluan ya mau beli sarapan dulu "ucap Bu Rt
"iya bu aamiin makasih doanya "jawab jihan dan kini mereka kembali berjalan menuju rumah Naina
"eh adrian jihan,ayo masuk" ucap david saat melihat kedua adik iparnya masuk kedalam pekarangan rumahnya
"iya mas, sudah mau berangkat ya mas!?" tanya Adrian
"iya nih dri mas sudah mau berangkat soalnya ada meeting dengan klien " jawab david
"oh Kalau begitu kami masuk dulu ya mas" ucap adrian
"iya iya silahkan "jawab David
Adrian mendorong kursi roda istrinya kedalam rumah sampai didepan pintu masuk Akza dan Attar juga keluar dibelakangnya ada Naina yang sedang menggendong putri mereka
"mami,papi"tariak Jesicca saat melihat ayah dan ibunya karena semenjak jihan dinyatakan hamil dan harus bedres Jesicca mereka titipkan pada niana
kerena mereka akan lebih merasa nyaman dan aman jika putri mereka dijaga oleh sang kakak apalagi putrinya itu memang lebih dekat dengan Naina dab David
__ADS_1
mereka sebenarnya merasa tidak enak hati menitipkan putrinya pada Naina dan david untuk sementara waktu
tapi apa boleh buat karena jihan tidak bisa merawat putrinya itu
sang ayahpun Naina yang mengurusnya walaupun abah Abdul Masih tinggal dirumah lama Naina bersama jihan dan Adrian
setiap pagi,siang dan malam Naina akan mengirimkan makanan untuk mereka
Naina tidak pernah merasa keberatan mengurus adik dan ayahnya karena Naina berfikir hanya merekalah keluarga kandungnya satu-satunya yang dimilikinya saat ini
"ma abang berangkat ya"ucap akza menyalimi semuanya
"iya nak kamu hati-hati ya kalau bawa mobil"jawab Naina
"mas juga ya ma berangkat dulu"ucap Attar juga menyalimi semuanya
"iya nak hati-hati ya nyetirnya jangan ngebut- ngebut "jawab Naina
"iya ma" jawab Attar lalu mencium gemes pipi Jesicca begitu pun dengan akza dia senang jika adik sepupunya itu marah-marah dengan kata-kata andalannya
"ish ata' sutana sium-sium butan muhlim " ucap Jesicca kesal, Attar dan akza tertawa
"mami papi kami berangkat ya" ucap Attar dan azka pada jihan dan Adrian
"iya nak kalian hati-hati ya " jawab Adrian
"iya pi" jawab keduanya
"assalamualaikum " ucap Salam mereka
akza naik di mobil dimana papanya menunggu sedangkan Attar mengendarai mobilnya sendiri karena hari ini jadwal Attar mengontrol laporan di kedua cabang toko kue ibunya
Adrian mendorong kursi roda istrinya masuk kedalam rumah dan langsung masuk ke ruang keluarga Naina mendudukkan Jesicca di karpet yang ada di depan tivi
Naina mengatur sofanya menjadi tempat untuk rebahan
Adrian mengangkat istrinya itu kesofa yang sudah disiapkan oleh kakak iparnya itu
"kalau begitu mas berangkat ya"ucap Adrian lalu mencium kening istrinya dan juga pipi putrinya
"papay papi" ucap Jesicca
setelah semua pergi dan anak-anaknya sudah bangun dan mandi serta sarapan Naina duduk didekat kaki adiknya sambil memperhatikan ketiga anak-anak mereka yang sedang asik bermain
"kak nggak kerasa ya anak-anak sekarang sudah besar apalagi Dewi yang sama sekali tidak kenal ayah kandungnya " ucap jihan
"iya jia,Dewi sejak dalam kandungan tidak mengenal siapa ayah kandungnya yang ia tau mas david adalah ayahnya "jawab Naina sendu
"apa anak-anak tidak pernah mencari ayahnya kak !?" tanya jihan lagi
"akza dan Attar pernah mencari mereka kerumahnya tapi kata security nya mereka sudah lama keluar negeri tapi entah kemana mereka juga tidak tau" jawab Naina
__ADS_1
"oh,mungkin mas Bara dan keluarganya keluar negri untuk berobat kak" ucap jihan
"mungkin saja karena tidak ada juga yang tau" jawab Naina
"apa kakak tidak marah jika anak-anak kakak mencari ayah mereka !?" tanya jihan
"kenapa mesti marah itu hak mereka, mereka sudah besar sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak untuk mereka lagian biar bagaimanapun Bara adalah ayah kandung mereka " jawab Naina
"saya bangga padamu kak,kamu begitu tegar menghadapi semuanya kakak juga sangat sabar
kakak berhasil membesarkan anak-anak kakak dengan kelembutan hati dan keikhlasan sehingga mereka tidak menyimpan dendam kepada ayah kandung mereka "ucap jihan
"ya mau bagaimana lagi ji,lagian juga nggak akan ada untungnya untuk mengajarkan dendam pada anak-anak hidup tidak akan pernah tenang jiha hati ada dendam
kamu masih ingat kan pesan umi yang mengatakan jika kita harus bisa berlapang dada dan memaafkan segala kesalahan orang lain kepada kita agar hidup kita damai" jawab Naina
"iya kak,jihan ingat setiap nasihat Umi
umi juga pernah bilang jika ada badai pasti akan ada pelangi
dan saya rasa itu semua terjadi pada kehidupan kakak, setelah 15 tahun menderita dengan keluarga dan suami yang kejam sekarang kakak bertemu dengan keluarga dan suami yang sangat sayang dan cinta pada kakak dan anak-anak " ucap jihan
"iya ji kamu benar kakak bersyukur bisa masuk dalam keluarga mereka,apa lagi mama dan papa mertuaku sama sekali tidak membedakan cucu kandungnya dengan anak-anakku yang lainnya "jawab Naina
lama mereka ngobrol Hingga akhirnya masuk waktu duhur, Naina membati adiknya ke kamar mandi untuk buang hajat dan mengambil wudhu
jihan shalat Dzuhur Dengan duduk karena tidak tahan berdiri lama
setelah sholat Naina menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya yang sebentar lagi akan pulang dari sekolah
sedangkan David dan kedua anaknya tidak pulang untuk makan siang bersama karena mereka akan makan siang dengan rekan bisnis mereka
seminggu berlalu,jihan kini sedang duduk diteras rumahnya bersama Naina dan abah Abdul juga Dewi sambil memperhatikan ali dan abimanyu mengajak ke empat adiknya bermain karena hari ini hari Minggu
Kinara dititipkan oleh ibunya kiki pada Naina karena kiki dan rendy akan keluar kota mengecek usaha mereka disana
sedangkan Bude yana sedang tidak enak badan
saat mereka sedang asyik bermain dan bercanda bersama tiba-tiba saja perut jihan sakit mereka menjadi panik karena Adrian sedang ada operasi dirumah sakit
"kak sakit kak" ucap jihan Naina menjadi sangat khawatir dengan kondisi adiknya itu
"Dew,cepat telpon papa nak atau abangmu " ucap Naina
"ali tolong panggi kak Rasya di ruko kita mau antar mami kerumah sakit " perintah Naina pada putranya
"iya ma"jawab ali lalu berlari menuju ruko untuk memanggil Rasya
sedangkan abimanyu menenangkan ke empat adiknya
...****************...
__ADS_1
Yang pengen tau bagaimana kabarnya Bara yang sabar ya ummi akan segera hadirkan karena sudah waktunya mereka kembali menampilkan pesonanya ðŸ¤ðŸ¤
yang sabar ya sayang- sayang ku😘😘😊😊