Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 86 makan rujak tengah malam


__ADS_3

David memilih buah-buahan yang rasanya agak asam seperti mangga dan jambu masih banyak lagi buah yang dibelinya untuk Naina dan anak-anaknya


setelah di rasanya sudah cukup david mengajak anak-anaknya pulang karena sudah tidak sabar lagi ingin membuat rujak buah


"assalamualaikum "ucap David dan ke empat anaknya


"waalaikumsalam " jawab Naina membuka pintu untuk mereka


"wah belanjaannya banyak banget pa" ucap Naina


"iya anak-anak beli semua keperluan mereka kan sekalian jalan "jawab David


"trus ini kok papa beli buah banyak banget kayak gini sampai nenas juga beli" ucap Naina mengangkat kantong plastik berisi buah-buahan


"itu papa mau minta tolong sama mama dibuatkan bumbu rujak" ucap David dengan wajah permohonan


 mengutarakan keinginannya kepada Naina


"mas serius mau makan rujak tengah malam kayak gini!?" tanya Naina mengerutkan keningnya


"iya sayang,nih ilerku sudah nggak bisa saya tahan " jawab David


"tapi ini sudah hampir tengah malam loh mas!?" ucap Naina lagi seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya


"iya sayang ayo cepatlah,mas sudah sangat pengen makan rujaknya sana buatkan saya bumbu rujak cabenya agak pedas ya nai" ucap david


"ya sudah saya buat bumbu rujak dulu ya tapi mas kupas buahnya ya jangan lupa di cuci" jawab Naina dan berlalu masuk kedalam dapur untuk membuat bumbu rujak yang di inginkan oleh suaminya itu


"iya tapi jangan lama ya sayang " jawab David lalu mulai mengeluarkan semua buah yang dibelinya dari dalam kantong plastik dan mulai memilih buah apa yang bakal di buat rujak dan yang disimpannya untuk sang istri dan anak-anaknya


setelah selesai memilah-milah buah yang di inginkannya David segera mencucinya diwestafel


"astaga mas,mas nggak ganti baju dulu !?" tanya Naina yang melihat suaminya masih memakai baju yang sama


"nanti aja sayang,mas ganti bajunya saat mau tidur "jawab David


"ya sudah nih bumbu rujaknya sudah jadi " ucap Naina memperlihatkan bumbu rujak yang sudah dipindahkannya kepiring


"wah cepat banget sayang kamu buatnya "jawab David melihat bumbu rujak kacang yang dibuat istrinya


David semakin ngiler dibuatnya


"mas kupas dulu ya buahnya " ucap David


"saya bantu ya mas biar cepat selesai "jawab Naina dan diangguki oleh David


"sayang nini nenasnya cara kupasnya kayak gimana!?" tanya david membolak-balik buah nenas yang di pegangnya


"sini biar Nai, yang kupas" jawab Naina dan mengambil buah nenas dari tangan suaminya

__ADS_1


"caranya seperti ini mas" ucap Naina mulai memotong ujung buah nenas yang ada daunnya yang seperti daun pandan


David tidak mengupas buah yang lainnya malah asik memperhatikan istrinya mengupas buah nenas


setelah selesai Naina mengambil baskom sedang lalu menaruh buah nenas yang sudah dikupasnya dan menaburi nya dengan garam


"kok ditaburi garam sih sayang !?" tanya David


"iya mas supaya pada saat kita makan lidah tidak gatal dan juga rasanya enak" jawab naina dan mulai menggosok pelan buah nenasnya lalu mencucinya


"oh seperti itu ya,tapi kalau mas Lihat di video-video di aplikasi itu bisa langsung dimakan" ucap David


"iya mas bisa juga tapi Nai lebih suka seperti ini" jawab Naina lalu memotong-motong kecil buah nenas yang sudah di cuci bersih


"mas belum kupas buah yang lainnya !?" tanya Naina


"hehehe..mas tadi keasikan liatin kamu kupas buah nenas jadi lupa deh sama buah yang lainnya " jawab david cengengesan dan Naina tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat lucu


"ya sudah kita kupas buahnya sama-sama biar cepat selesai " ucap Naina dan mulai mengupas buah mangga


David pun mulai mengupas semua buah yang di inginkannya


setelah selesai David mulai memakan rujaknya


"sayang ini coba buah nenasnya " ucap David menyodorkan buah nenas yang sudah digocolnya sama bumbu kacang terasi yang istrinya buat


"nggak mas" ucap Naina menolak pemberian suaminya


"iya mas saya memang suka buah nenas tapi buah nenas nggak baik untuk ibu hamil "jawab Naina cepat karena takut suaminya tersinggung


"kenapa !?" tanya David


"kerena bisa mengakibatkan keguguran " jawab Naina


"astaghfirullah, maaf sayang mas nggak tau" ucap David sedikit terkejut dan merasa sedikit bersalah


"tidak apa-apa mas,kan lebih baik menghindari dari pada nanti kita yang menyesal" Jawab Naina


"iya sayang, sekali lagi mas minta maaf ya" ucap David


"iya mas tidak apa-apa,kan mas tidak tau" jawab Naina tersenyum pada suaminya


David lanjut memakan rujaknya dan Naina bergidik melihat suaminya makan mangga muda yang rasanya asam, sesekali Naina hanya memakan timun dan buah apel karena Naina tidak tahan dengan rasa asam mangga dan kedondong yang di beli suaminya itu


"Alhamdulillah, rasanya enak sekali Sayang " ucap david setelah semua buah dan bumbu kacang terasinya habis


"Alhamdulillah mas, sepertinya suka banget sama buah yang rasanya asam " ucap Naina


"nggak tau,mas itu tadi pas lewat depan toko buah tiba-tiba mas pengen makan rujak sampai-sampai air liur mas nggak tertahankan " jawab David

__ADS_1


"apa jangan-jangan mas yang ngidam!?" tanya Naina


"memangnya bisa sayang seperti itu !?" tanya David mengernyitkan keningnya


"iya mas ada yang seperti itu, istrinya yang hamil tapi suaminya yang ngidam kalau nggak salah orang bilang itu kehamilan simpatik " jawab Naina dan David manggut-manggut saja


"dulu waktu kamu hamil anak-anak apa bara juga seperti itu !?" tanya david


"nggak mas" jawab Naina


"jangankan ngidam memperhatikan saya saja tidak,bahkan dalam keadaan hamil besar saya masih harus bekerja bahkan saat menjelang persalinan pun saya masih disuruh ke pasar dan memasak makanan untuk mereka


dan saat saya kesakitan karena kontraksi mereka mengatakan jika saya ini lebay dan manja


bahkan saat air ketuban saya pun pecah mas Bara marah katanya saya jorok karena buang air kecil di dapur bukannya dikamar mandi


saya baru dibawa kerumah sakit saat sudah tidak bisa bergerak dan itupun ibu mas bara bilang saya Hanya bisa menyusahkan mereka


namun saya tahan karena rasa sakit yang kurasakan sangatlah tak tertahankan


dimana seharusnya saat melahirkan anak pertama saya itu di beri perhatian tapi yang kudapat hanya umpatan kekesalan ibu mertua mengatakan jika saya cari muka dan manja


mas bara hanya diam saja melihat saya di perlakukan seperti itu


bahkan saat melahirkan abimanyu saya hanya diantarkan saja kerumah sakit setelah itu saya tidak pernah lagi dijenguk ataupun di temani


setelah tiga hari dirawat setelah melahirkan saya pulang ke rumah mereka menggunakan ojek motor dalam keadaan menggendong bayiku yang baru berusia tiga hari


tapi saya masih diam dan sabar karena memikirkan nasib anak-anakku seperti apa jika saya keluar dari rumah itu


namun satu kesalahan kecil yang tak sengaja abimanyu lakukan dan hari itu juga saya di usir bersama anak-anakku oleh ibu mertua dan mas Bara hari itu juga menceraikanku duniaku rasanya ingin runtuh tapi saat melihat ke empat Putraku saya seperti diberi kekuatan untuk bisa bangkit demi mereka " naina bercerita dan sesekali mengusap sudut matanya yang berair


"maafkan mas ya karena mas mengingatkan kamu lagi tentang masa lalumu" ucap David merasa bersalah kepada istrinya itu


sepanjang Naina bercerita tadi tangannya terkepal erat karena merasa sakit hati mendengar perlakuan bara dan ibunya


"tidak apa-apa mas,mas memang seharusnya tau jalan cerita kehidupanku"jawab Naina


"mas janji akan selalu membahagiakanmu dan juga anak-anak " ucap david memeluk istrinya itu


"ish mas,mas masih bau terasi sana cuci tangan dulu "ucap Naina dan David mencium tangannya, benar saja tangannya masih berbau terasi karena belum sempat mencucinya


Naina tertawa melihat David berjalan cepat menuju dapur untuk mencuci tangannya


"terimakasih ya Allah engkau memberikanku seorang pendamping yang sangat menghargaiku dan menyayangiku juga anak-anakku


panjangkanlah jodoh kami janga pisahkan kami selain mautmu yang memisahkan kami" ucap Naina lirih


"kamu Tumbuh sehat lah sayang didalam sana dan kamu jangan rewel kasihan papa karena dia yang kamu buat menuruti keinginamu" ucap Naina cekikikan sendiri sambil mengusap pelan perutnya yang masih rata

__ADS_1


David tersenyum mendengar ucapan istrinya


Naina tidak menyadari jika suaminya sudah ada berdiri dibelakangnya


__ADS_2