Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 61 kurindu senyummu ibu


__ADS_3

Pov Naina


semenjak hari dimana abah dan yang lainnya keperkebunan,abah terlihat lebih baik tidak lagi sering mengurung diri di dalam kamar


Abah juga kembali aktif keperkebunan bersama pakde Rojak dan menurut cerita Abah mas David membeli beberapa lahan warga yang tidak mampu mengelolanya namun mas David tetap menyewa jasa buruh tani termasuk sang pemilik pertama untuk mengelola perkebunan Tersebut hingga mas David hanya sesekali datang untuk mengontrol pekerjaan buruh tani tersebut seperti yang sering abah dan pakde Rojak lakukan selama ini


Namun mas David tidak sesering abah dan pakde Rojak untuk mengunjungi perkebunannya itu


Hari ini pesanan ditoko tidak terlalu banyak sehingga saya bisa sedikit bersantai namun saya bersantai tidak tinggal diam didalam rumah namun saya menggantikan Rani yang sedang libur beberapa hari kedepan karena harus mempersiapkan Acara pernikahannya dan hari ini jadwalnya harus Fiting baju pengantinnya bersama calon mertua dan calon suaminya


"Bu, nanti acara nikahannya Rani ibu beneran ibu yang bakal nanggung semua kue-kue nya !?" tanya mala padaku


"iya la, nanti kalau kamu nikah juga ibu bakal nanggung kuenya juga "jawabku


"makasih ya bu,ibu memang the best deh"ucap Mala lalu memelukku dari samping


"sama-sama la,tapi ngomong-ngomong kamu kapan nikahnya "tanyaku pada pegawaiku ini karena saya memang tidak pernah memberikan jarak pada mereka semua dan Alhamdulillah mereka masih tetap sopan dan segan padsku, mereka semua tau batasan


saya sangat bersyukur memiliki karyawan seperti mereka semua, mereka itu selalu peduli padaku


saat sedang asyik ngobrol dengan mala tiba-tiba saja mas Ghani datang dan langsung masuk kedalam toko untung saja ada etalase karena sedari tadi bercanda di belakang etalase kue sambil menunggu pembeli selesai makan


tidak seperti biasanya kalau saya datang ketoko saya akan langsung duduk di belakang meja kasir tapi tadi setelah melayani pembeli saya langsung duduk dikursi yang ada dibelakang etalase bersama mala


"mau pesan apa mas!?"tanya mala pada mas Ghani


"saya pesan kopi dan kue brownies itu ya" jawab mas Ghani sepertinya menunjuk kue yang di inginkannya,saya tidak melihatnya karena langsung berbalik membelakanginya saat saya melihatnya berjalan mendekati etalase dan saya sibuk dengan ponselku


saya mengirimkan pesan lewat aplikasi hijau kepada kiki yang kebetulan sedang tidak berangkat bekerja dan seperti biasa jika tidak kerja maka putriku akan seharian bersamanya dan Bude yana


πŸ“€ ki mas Ghani datang, bisa nggak kamu datang kedepan ketoko soalnya saya tidak mau bude Yanti salah paham dengan ku " pesanku langsung centang dua biru itu artinya kiki langsung membaca pesan ku


πŸ“₯ iya mbak tunggu saya akan ketoko " balasan pesan kiki


πŸ“€ makasih ya ki, tapi kamu pura-pura nya sedang cari kue ya biar nggak terlihat aneh kamu tiba-tiba datang "


tak berapa lama kiki datang menemuiku


"assalamualaikum mbak mala"teriak kiki heboh saat masuk kedalam toko terlihat mas Ghani mendongakkan kepalanya saat mendengar suara cempreng adik sepupunya itu,mas Ghani duduk di kursi yang ada didalam toko dan menikmati kopi dan kue yang dipesannya mala sudah mengantarkan kue pesanannya


"eh kiki ayo masuk "ucapku senatural mungkin


"cari apa mbak Kiki "tanya mala


"la, mbak lagi pengen es cappucino dan kue bolu gulung dong" jawab kiki lalu berjalan mendekati meja mas Ghani saya hanya diam saja melihat itu semua


"eh mas Ghani, tumben datang ke sini bagaimana kabarnya mas "ucap kiki yang kini sudah duduk di depan mas Ghani


"Alhamdulillah sehat ki, Bude dan pakde apa kabar ki"jawab mas Ghani


"Alhamdulillah sehat juga mas, kerumah yuk "ajak kiki pada kakak sepupunya itu


"nanti aja ki setelah minum kopi ini"jawab mas Ghani


"kan bisa nikmatin kopi dirumah mas" kata kiki


"iya sih tapi lagi pengen makan kue sambil minum kopi disini ki"jawab mas Ghani


"ini mbak kiki pesanannya "mala datang membawa pesanan kiki dan meletakkannya didepan kiki


"makasih ya la"ucap Kiki pada mala


"sama-sama mbak"jawab mala lalu berlalu dari sana dan kembali duduk disampingku


saya melihat mas Ghani sesekali menoleh padaku namun saya langsung mengalihkan pandangan keponsel jika tanpa sengaja pandangan kami bertemu

__ADS_1


penampilan mas Ghani tidak seperti biasanya wajah mas Ghani terlihat kurus dan rambutnya tidak Serapi biasanya


"ya sudah kita ngobrol disini aja lagian Ayah juga lagi keperkebunan"ucap kiki pada mas Ghani


"oh pakde masih rutin keperkebunan !?"tanya mas Ghani


"iya mas kan sudah ada temannya, Dia itu ke perkebunan bersama Abah Abdul ayah mbak Naina " ucap kiki


saat sedang asyik menguping pembicaraan mas Ghani dan kiki


banyak pembeli yang datang mungkin karena sekarang sudah jam makan siang dan para karyawan pabrik sedang istirahat


saya dan mala menjadi sangat sibuk mengantarkan pesanan para pembeli yang datang silih berganti tak berapa lama siti dan sania datang membantu hingga bekerjaan menjadi lebih ringan


saya kini duduk di meja kasir melayani pembeli yang akan membayar pesanan mereka karena banyak juga yang memilih hanya membungkusnya mungkin pesanan teman-teman mereka yang tidak sempat untuk keluar dari pabrik


saat azan duhur berkumandang saya meminta mala menggantikan saya untuk duduk dimeja kasir karena saya ingin melaksanakan sholat duhur dalam kamar yang dulu kami pakai untuk pembuatan kue saat pertama kali merintis usaha ini


setelah sholat saya pulang kerumah namun sebelumnya saya kerumah Bude yana untuk mengambil gadis kecilku


sesampainya dirumah Saya memasak makanan untuk anak-anakku


setelah semua selesai saya tinggal menunggu anak-anak pulang sekolah dan benar saja baru saja saya menidurkan putri kecilku dari kejauhan saya sudah dapat mendengar suara gelak tawa Anak-anakku berarti sudah pulang sekolah


saya pun perlahan keluar dari dalam kamar sebelum anak-anak ribut dan membangunkan adiknya


saya memilih duduk di kursi teras dan melihat Aliando dan abimanyu berjalan menuju halaman rumah entah apa yang mereka bahas sehingga sesekali mereka tertawa


"assalamualaikum "ucap mereka berdua


"waalaikumsalam sayang" jawabku


"dedek mana ma!?" tanya Abimanyu


"siap ma"jawab mereka serempak lalu tertawa


"sssstt"ucapku dan mereka menutup mulutnya dan berjalan masuk kedalam rumah


setelah ganti pakaian mereka pun makan siang


"setelah ini tidur siang ya biar kembali segar"ucapku mulai sekarang saya lagi yang akan menyiapkan makan siang untuk anak-anakku dan juga mengingatkan mereka untuk tidur siang


biasanya umi yang melakukan ini semua selama umi tinggal bersamaku


kunyalakan tv untuk menghibur diri karena rasa rindu pada umi sangatlah menyiksa


banyak kenangan umi dirumah kami ini,umi akan sibuk mengurus keperluan cucu-cucunya jika sudah siang seperti ini


air mataku menetes saat mendengar lagu yang ada ditivi


"kenapa pas kayak gini ya"


🎢🎡


Hanya Rindu


Saat ku sendiri kulihat photo dan video


Bersamamu yang tlah lama kusimpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa ku ulang kembali


Kuingin saat ini engkau ada di disini

__ADS_1


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu


Segala cara telah kucoba


Agar aku bisa tanpa dirimu oh


Namun semua berbeda


Sulitku menghapus kenangan bersamamu


Kuingin saat ini engkau ada di disini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu oh


Hanya rindu


Kuingin saat ini engkau ada di disini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Oh bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu oh


Hati Ini hanya rindu hm


Kurindu senyummu Ibu


🎢🎡


"Umi Naina kangen"


saat sedang asyik mendengarkan musik yang sedang tayang ditivi kedua anak ku yang kini sudah beranjak remaja juga pulang dari sekolah


"mama kenapa !?" tanya Akza putra sulungku


"tidak apa-apa sayang "jawabku lalu menghapus air mataku dengan ujung hijabku


"kalian ganti pakaian ya setelah itu makan siang "ucapku pada kedua putraku


"iya ma"jawab mereka


"ma Adek-adek sudah pulang !?" tanya Attar


"sudah mas,aa' dan kakak sedang tidur siang "jawabku


"oh"hanya itu yang diucapkannya dan mereka berlalu masuk kedalam kamar mereka yang berada dilantai dua


saya pun mematikan tv dan masuk kedalam kamar takut gadis kecilku terbangun dan saya tidak mendengarnya memanggil

__ADS_1


__ADS_2