Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 76 ketakutan Naina dan rencana Bara


__ADS_3

Beberapa hari berlalu semenjak kedatangan Bara dan keluarganya membuat Naina sering uring-uringan memikirkan keselamatan ke empat putranya saat mereka berada disekolah mereka


"kalian Kalau pulang sekolah jangan kemana-mana ya sayang langsung pulang saja "ucap Naina saat memasukkan bekal ketas ke empat putranya


"iya ma" jawab anak-anaknya


"bang jagain adeknya ya" ucap Naina lagi


"iya ma"jawab akza


"aa' jagain adeknya ya sayang !"ucap Naina lagi pada putra ketiganya


"iya ma" jawab Ali


"ma pa kami berangkat ya"ucap Akza pada kedua orang tuanya yang baru saja selesai sarapan


"iya nak kalian hati-hati ya dijalan,kalau pulang tunggu pak Nur menjemput kalian "ucap David pada anak-anaknya


"iya pa, kami berangkat. Assalamualaikum "ucap mereka bersamaan


"waalaikumsalam "jawab Naina dan David


semenjak hari dimana bara mengancam Naina david meminta sopir pribadinya untuk mengantar jemput anak-anaknya kesekolah karena dia tidak ingin Bara melakukan hal nekat pada ke empat Putranya


Naina juga sudah mewanti-wanti anak-anaknya jika mereka bertemu dengan ayah kandung mereka


Naina bersyukur anak-anaknya semua penurut tidak ada yang pernah membantah ucapannya


David juga berperan penting sebagai seorang ayah walaupun hanya Ayah sambung mereka namun mereka sangat menyayangi David layaknya Ayah kandung mereka


sedangkan ditempat Bara


Bara merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya, menatap langit-langit kamarnya itu


sudah beberapa hari ini semenjak kedatangannya ketempat Naina Bara banyak melamun memikirkan bagaimana cara agar bisa mendapatkan putra sulungnya karena Bara yakin jika Naina sangat menyayangi Putranya itu


Naina pasti akan menuruti segala permintaannya agar bisa bersama Putranya


"bagaimana caranya saya mendekati akza, saya yakin Naina pasti sudah mewanti-wanti anak-anaknya agar lebih berhati-hati jika bertemu denganku"ucap bara berbicara sendiri


"kenapa saya bodoh sekali mengatakan pada Naina jika akan merebut mereka darinya!" ucap bara prustasi


lebih baik saya mempengaruhi Abimanyu saja kan selama ini anak itu sangat menginginkan kasih sayang dariku!"ucap bara sumringah karena mendapatkan ide


"besok saya akan kesekolah mereka "ucap Bara lalu memejamkan matanya


ke esokan harinya seperti yang direncanakannya Bara bersiap-siap untuk kekantor nya dan akan kesekolah Abimanyu menjelang siang saat anak sekolah pulang


wajahnya sangat cerah tidak seperti beberapa hari yang lalu selalu muram


senyuman tak pernah lepas dari bibirnya

__ADS_1


semua karyawannya heran melihat tingkah laku Bara hari ini yang biasanya dingin tak pernah mau menyapa mereka tapi hari ini Bara sangat ramah pada semua orang


Damar dan Alex pun heran melihat tingkah bosnya itu mereka bertanya-tanya


"Dam,apa kepala pak Bara kejedot pintu!?" tanya Alex oada Damar


"mungkin saja,atau jangan-jangan bos jatuh ditoilet trus kepalanya kejedot makanya dia seperti ini"jawab Damar


"iya juga ya,bos yang kayak gini kenapa saya jadi serem ya" ucap alex


"iya ya, firasatku kalau bakal terjadi sesuatu deh"jawab Damar


"semoga saja tidak,kalau itu sampai terjadi pekerjaan kita akan semakin bertambah banyak"jawab alex dan diangguki oleh Damar


"ayo kembali bekerja jangan sampai kita kena marah bos"ucap Damar dan diangguki oleh Alex


siang menjelang setelah makan siang Bara menuju sekolah Ali yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal Naina


Bara bertanya pada pedagang yang berjualan di depan sekolah


"pak kira-kira anak-anak pulang jam berapa pulang !?"tanya Bara


"sekitar jam 12 lewat pak !" jawab bapak penjual cilok itu


"oh begitu ya pak!?" ucap bara


"bapak mau jemput anaknya ya!?" tanya bapak cilok itu


"iya pak,saya menjemput Putra-putraku "jawab Bara


lama Bara berfikir karena dia lupa anak-anaknya sudah kelas berapa


"kelas lima dan tiga pak"jawab bara Asal


"oh"jawab bapak cilok itu


"nah itu anak-anak sudah pada pulang pak"ucap pak cilok menunjuk kearah anak-anak sekolah yang berlarian keluar dari pintu gerbang


Bara memperhatikan arah dimana pak cilok menunjuk


Bara bingung karena banyak anak-anak yang seusia Putranya berlarian keluar dari gerbang sekolah


Bara tersenyum lebar saat melihat kedua putranya berjalan keluar dari dalam gerbang sekolah


Bara segera mendekati kedua putranya itu yang seperti sedang menunggu seseorang


saat Bara sudah hampir sampai didekat kedua putranya tiba-tiba saja Naina datang dengan sepeda motornya untuk menjemput kedua putranya itu


senyuman bara seketika luntur karena rencananya hari bini gagal


"akhhh, kenapa saya lupa sih jika Naina itu tiap hari mengantar jemput mereka" ucap bara menghentakkan kakinya karena kesal padahal semenjak Naina dan anak-anaknya tinggal di rumahnya sekarang Naina tidak pernah lagi menjemput anaknya tapi semenjak Bara mengancamnya Naina sering uring-uringan memikirkan keselamatan anak-anaknya

__ADS_1


Naina tidak ingin bara mempunyai kesempatan untuk mengambil anaknya secara diam-diam


Naina memutuskan untuk menjemput sendiri anak-anaknya karena tiba-tiba saja pak Nur mendapatkan telpon dari istrinya mengatakan jika anak mereka jatuh sakit dan masuk rumah sakit sehingga pak nur meminta izin untuk pulang kampung


jadi Naina nekat menjemput kedua putranya yang masih duduk dibangku sekolah dasar


 Bara yang merasa kecewa karena rencananya gagal


namun Bara tidak putus asa karena karena masih ada dua putranya yang belum pulang sekolah


Bara melajukan mobilnya menuju sekolah Akza


sesampainya di sana ternyata anak-anak belum waktunya pulang,Bara memutuskan untuk menunggu diatas mobilnya


sesampainya dirumah Naina merasa sedikit lega karena kedua Putranya yang masih kecil fsudah ada dirumah tapi Naina d khawatir pada kedua putranya


Naina kembali merasakan kekhawatiran karena dua orang putranya masih berada disekolah tidak mungkin dia merepotkan lagi suaminya dan akhirnya Naina memutuskan untuk menjemput kedua putranya seperti tadi dia menjemput kaedua putranya yang lain


Naina melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena takut jika mantan suaminya ada disana, entah mengapa perasaannya tidak enak firasatnya mengatakan jika Bara merencanakan Sesuatu kepada anak-anaknya


dan benar saja dari kejauhan Naina dapat melihat keberadaan Bara yang sedang berjalan menuju gerbang dimana kedua putranya baru saja keluar dari dalam sekolah mereka


Naina semakin melajukan laju motornya karena tidak ingin keduluan sama Bara


Biar bagaimanapun Bara punya hak untuk menemui anak-anaknya tapi Naina yakin Bara memiliki rencana untuk membawa anak-anaknya pergi


"kok mama yang jemput !? pak Nur mana ama!?"tanya Akza saat melihat Naina yang datang menjemputnya dengan sepeda motornya


"pak Nur pulang kampung sayang,anak pak Nur sedang sakit "jawab naina


"ayo kita pulang "ucap Naina mengajak kedua putranya itu


"trus ali dan abi gimana ma!?" tanya Akza


"mama sudah menjemput mereka tadi sekarang mereka sudah ada dirumah "jawab Naina


"ma bukannya itu papa ma!?" ucap Attar tiba-tiba karena sejak tadi diam saja ternyata sedang memperhatikan sesuatu


"sudah sayang ayo kita pulang "ucap Naina lagi


Akza dan Attar segera naik keboncengan motor Naina


Naina menjalankan motornya untuk pulang ke rumahnya


sedangkan Bara mengepalkan tangannya menahan emosinya karena sudah dua kali Naina


menggagalkan usahanya untuk mengambil Putra-putranya


"awas kau Nai saya akan membuatmu menangis karena putramu akan kurebut "ucap bara


namun tanpa sepengetahuannya ada seseorang yang mengikutinya dan memperhatikan semua gerak geriknya

__ADS_1


Bara pulang dengan kekesalan,Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan dengan emosi jiwa karena dua kali rencananya gagal


saat bara akan membelokkan mobilnya akan memasuki jalan raya besar tiba-tiba saja ada sebuah motor yang melintas dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Bara membanting strir mobilnya hingga menabrak pembatas jalan


__ADS_2