Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 68 kedatangan istri Ghani


__ADS_3

Semua sibuk dengan persiapan pernikahan Naina dan David, mereka akan melakukan akad dirumah Naina dan resepsi akan di laksanakan di salah satu hotel milik orang tua David


awalnya Naina menolak melaksanakan resepsi pernikahan mereka di hotel karena Naina Fikir pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit


tapi david dan kedua orang tuanya meyakinkan Naina sampai akhirnya Naina pasrah menuruti saja kemauan calin suami dan mertuanya


akad nikah Naina dan david dilaksanakan esok hari,selama dua Minggu ini mereka benar-benar sibuk mulai dari undangan Fiting baju pengantin dan lain sebagainya


Naina bersyukur karena catering yang biasa naina ajak kerja sama jika ada acara pernikahan ataupun acara-acara besar lainnya memberikan potongan harga dari harga sebenarnya


dirumah Naina sudah dihias dan dipasang tenda pernikahan yang terlihat sangat mewah karena Naina juga mendapatkan potongan harga dari WO yang sering ditemaninya kerja sama


"mama nggak istirahat !?"tanya Akza pada ibunya yang sedang sibuk mengurus semua orang-orang yang membantunya dirumahnya


"sebentar lagi sayang,kamu istirahat duluan ya"jawab Naina


"mama jangan terlalu lelah ya, ingat besok mama harus terlihat segar "ucap akza lagi mengingatkan ibunya itu


"iya sayang makasih ya"jawab Naina lagi


"sebaiknya kakak istirahat,kan aneh kak kalau kantong mata pengantinnya hitam kayak panda "sahut jihan tiba-tiba datang menghampiri kakak dan ponakanya


"tapi han ini masih ada yang harus kakak selesaikan "jawab Naina


"sudah kak nanti saya yang selesaikan,ayo sana istirahat besok kakak akan dimakeup jadi wajahnya harus terlihat segar dan cantik "ucap Jihan mendorong tubuh kakaknya keluar dari ruang keluarga menuju kamarnya yang berada dekat ruang tamu


mau tidak mau Naina mengikuti adiknya itu,akza hanya tersenyum melihat tingkah ibu dan auntynya


"kak nanti setelah kakak menikah saya dan abah akan tinggal diruko aja ya kak!"ucap Jihan pada kakaknya saat sudah berada di dalam kamar Naina


"loh memangnya kenapa dek??!"tanya Naina mengerutkan keningnya


"tidak enak kak tinggal serumah dengan ipat takut nanti akan ada fitnah "jawab jihan menundukkan kepalanya


"jangan dek,kamu dan abah tetap dirumah ini bersama anak-anak, biar kakak dan mas David yang akan tinggal diruko"jawab Naina


"nggak bisa gitu dong kak ini rumah kakak jadi kakak yang harus tinggal disini "ucap Jihan merasa tidak enak hati pad kakaknya itu


"nggak apa-apa dek rumah kakak rumah kalian juga"jawab Naina menggenggam tangan adik semata wayangnya itu


"tapi kami tidak enak sama suami kakak, nanti suami kakak bilang apa" ucap jihan


"sudah kamu jangan fikirkan itu Nanti kakak akan bicarakan dengan mas david


seandainya belum ada yang beli dan banguni rumah lahan yang di samping rumah bude saya akan beli lahan itu dan membangun rumah disana karena Saya tidak ingin jauh-jauh dari kalian anak-anak juga pasti kerepotan jika kami pindah dari sini" jawab Naina

__ADS_1


"maka dari itu kak,kakak yang tetap tinggal disini dan kami akan pindah keruko disana juga tempatnya bagus lagian lantai dua bisa disulap jadi tempat tinggal "ucap jihan meyakinkan kakaknya


"sudah sebaiknya kita istirahat "jawab Naina,jihan pun hanya mengangguk dan keluar dari dalam kamar Naina


"iya kak"ucap jihan lalu meninggalkan kamar kakaknya


"nggak bisa tidur kalau nggak meluk si cantik "ucap Naina merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya


Naina membolak-balikkan badannya mencari posisi yang nyaman agar bisa segera tidur karena Naina sudah terbiasa tidur berdua dengan putri kecilnya yang kini diculik oleh Kiki untuk tidur bersamanya


subuh menjelang Naina telah bangun dari tidurnya, Naina langsung membersihkan diri lalu berwudhu dan sholat Sunnah sebelum subuh setelah sholat Naina membaca ayat suci Al-Quran sambil menunggu subuh


setelah sholat subuh Tim Mua telah datang untuk mendandani Naina


tepat pukul delapan pagi Naina telah cantik setelah didandani, Naina juga sempat sarapan bubur buatan Jihan agar Naina nantinya tidak lemas


Pukul sembilan pagi rombongan David telah datang membawa berbagai macam seserahan layaknya seorang Gadis yang dilamar oleh sang kekasih hati


pak penghulu pun sudah ada disana bersama Abah Abdul dan Pakde Rojak


namun saat David sedang menandatangani beberapa berkas pernikahan tiba-tiba saja terjadi beributan diluar rumah yang membuat para tamu undangan dan keluarga besar David berbisik


"tunggu pernikahan ini tidak boleh terjadi saya sebagai istri sah tidak setuju dengn pernikahan ini"seorang wanita berpakaian glamor datang berteriak-teriak


semua orang terkejut mendengar ucapan perempuan itu, begitu pun dengan Naina yang berada didalam kamar juga merasa terkejut mendengar teriakkan seorang wanita yang mengaku istri sah calon suaminya itu


"saya adalah istri sah dari Pria yang akan menikah itu"ucap wanita itu dengan suara lantang


"astaghfirullah alazim "ucap Abah Abdul


"nak David apakah benar ucapan wanita ini!?"tanya abah Abdul pada calon menantunya yang masih duduk terperangah karena terkejut


"David!?"ucap wanita itu


"mana perempuan murahan itu, dasar tidak tau malu pantas saja dia dibuang boleh suaminya karena dia perempuan yang menjijikan "Bude yanti tiba-tiba datang dan ikut berteriak-teriak tidak jelas


"mbak yanti!? ucap Pakde Rojak dan bude yana bersamaan


"bude Yanti !?"ucap kiki ikut terkejut karena melihat kakak dari ibunya berdiri didepan pintu sambil berkacak pinggang


"apa yang mbak lakukan !?" tanya bude yana yang sudah berada didekat kakaknya itu


"kamu tanya apa yang saya lakukan,kamu itu ya yan sudah mendukung janda gatal itu untuk menggoda suami orang " cerca Bude yanti pada adiknya


"maksudnya apa mbak !?" tanya Bude yana bingung

__ADS_1


"alah kamu itu mau-maunya di bodoh-bodohi sama janda gatal itu,atau jangan-jangan kamu itu sudah kena guna-guna sehingga kamu itu mau di perbudak "ucap Bude yanti


"astaghfirullah al azim,kamu jangan sembarangan bicara ya mbak"ucap Bude yana merasa malu Dengan kelakuan kakaknya itu


"tunggu dulu maksud kalian apa ya!? siapa suami orang dan sejak kapan anak saya menikah dengan kamu!?"tanya mama Mita pada wanita yang pertama kali datang berteriak-teriak


"anak ibu!?" ucap wanita itu kembali bertanya pada mama Mita


"ya anak saya,kapan anak saya menikah dengan anda"ucap mama mita lagi


"kalian semua pasti sudah sekongkol kan dan sekarang anak saya Ghani pasti sedang bersembunyi agar dapat menikah dengan janda gatal itu "ucap Bude yanti lantang


"mbak kami tidak menyembunyikan ghani dan Naina tidak pernah menggoda Ghani tapi Ghani yang selalu datang kemari dan meminta Naina untuk menikah dengannya namun Naina selalu menolak dan satu yang harus mbak tau Naina tidak akan menikah dengan ghani tapi Naina menikah dengan putra ibu Mita yang bernama David


ibu Mita menerima Naina apa adanya tidak memandang Naina dari statusnya"ucap Bude yana menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman sebenarnya bude yana sangat merasa malu dengan kelakuan kakaknya dan juga menantu kakaknya itu yaitu istri ghani


"saya calon suami Naina bukan ghani jadi sekarang kalian jangan membuat keributan disini"ucap David akhirnya bersuara setelah lama terdiam


"alah ini pasti akal-akalan kalian "ucap Bude yanti mencibir


"kami bukan anda yang punya pikiran picik "jawab David


"bagaimana mas David apakah pernikahannya akan dilanjutkan !? karena saya masih akan menikahkan lagi pasangan pengantin di tempat lain dan ini waktunya sudah hampir tiba" tanya pak penghulu pada David


"iya pak,mari kita lanjutkan "jawab David dan kembali duduk dihadapan penghulu untuk malakukan ijab qobul


bude Yanti dan Gladisa Hermawan istrinya Ghani masih berdiri didepan pintu


Abah Abdul menjabat tangan David dan segera melakukan ijab qobul


"bagaimana para saksi !?" tanya pak penghulu


"sah"


"sah"


"sah" suara teriakan begitu nenggema dalam ruangan itu Naina yang sejak tadi merasa gelisah kini telah merasa lega karena telah sah menjadi istri dari David seorang pengusaha muda yang sukses


mama mita masuk kedalam kamar Naina dan mengajaknya keluar untuk menemui suaminya


semua mata terpana melihat kecantikan Naina begitu pun dengan David


Naina dudukkan disamping david dan Naina mencium punggung tangan suaminya lalu David mencium kening istrinya itu


mama mita memberikan kotak cincin pada David lalu David memasangkannya dijari manis istrinya begitu pun dengan Naina memasangkan cincin dijari suaminya

__ADS_1


setelah menandatangani beberapa berkas pernikahan kedua pengantin baru itu malakukan sungkeman


ada rasa haru yang dirasakan oleh semua orang yang ada disana kecuali bude yanti dan menantunya


__ADS_2