Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 83 pernikahan sari


__ADS_3

hari ini Naina di izinkan pulang setelah tiga hari nginap dirumah sakit dan menjalani perawatan


semua menyambut Naina dengan suka cita kabar kehamilan Naina membuat semua orang sangat bahagia


"maaf bu kami tidak datang menjenguk ibu karena selama ibu dirawat banyak sekali orderan yang masuk tapi Alhamdulillah semuanya teratasi dengan baik semua pelanggan puas dengan hasil kerja kita semua


dan beberapa hari kedepan kami juga pesanan kue kita full"ucap sari menjelaskan kepada Naina


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya untuk kalian semua Tanpa kalian Saya tidak akan ada dititik ini


semoga semua kerja keras kita selama ini menjadi berkah "jawab Naina


"aamiin " sahut semuanya


"kami juga berterima kasih pada ibu Naina karena ibu Naina kehidupan keluarga kami jauh lebih baik dari sebelum mengenal ibu dan juga bekerja pada ibu"ucap Bu Kokom mewakili semua temannya sesama karyawan Naina


ya kehidupan semuanya kini jauh lebih baik bu kokom misalnya dia dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang sarjana


dan mereka pun kini mendapatkan pekerjaan yang sangat Bagus


namun bu kokom dan yang lainnya tidak ingin berhenti bekerja di toko kue Naina walaupun beberapa kali anak-anaknya menyuruhnya berhenti tapi bu kokom selalu mengatakan jika dia sangat suka bekerja disana


dan akhirnya anak-anak bu kokom mengizinkannya


"sar hari pernikahan Kamu sisa seminggu lagi kan!?" tanya Naina pada karyawan pertamanya itu


"iya bu"jawab sari


"bu jika sari sudah menikah nanti apakah ibu masih mengizinkan sari bekerja disini !?" tanyanya terlihat sendu


"tentu saja nak,ibu sudah menganggap kalian putra Putriku jadi kalian Jangan sungkan walaupun kalian sudah menikah dan masih ingin bekerja disini silahkan selagi mendapatkan izin dari pasangan kalian karena ibu tidak ingin membuat pasangan kalian menganggap ibu memaksa kalian "jawab Naina


"makasih ya bu,saya sudah pernah membicarakan ini dengan mas El-faro dan dia mengizinkanku tetap bekerja disini "ucap Sari


"Alhamdulillah kalau seperti itu,tapi apakah calon mertuamu tidak akan marah jika menantunya bekerja !?" tanya Naina lagi


" kedua calon mertuaku tidak peduli lagi sama mas El-faro bu semenjak mereka bercerai dan memiliki keluarga masing-masing mereka sudah tidak pernah lagi mengunjungi mas El-faro


mas El-faro sering curhat pada saya dan juga sahabat-sahabatnya sering mengatakan itu pada saya "jawab sari menundukkan wajahnya karena merasa sedih dengan kehidupan calon suaminya


"ya sudah kamu jangan sedih-sedih ya sekarang kamu harus berbahagia mendapatkan calon suami seperti El-faro anaknya baik dan pekerja keras walaupun Tampa bimbingan kedua orang tuanya " ucap Naina


"kata mas El-faro dia tidak pernah kehilangan kasih sayang serta perhatian ibunya bu karena ibu telah memberikannya " jawab sari tersenyum

__ADS_1


Naina hanya tersenyum menanggapi ucapan karyawan pertamanya itu sekaligus kepercayaannya


"benar bu kami saja anak yatim-piatu yang dulunya hidup terkatung katung tapi setelah ibu mengizinkan kami tinggal disini hidup kami lebih baik kami juga mendapatkan kasih sayang dan perhatian seorang ibu yang sangat luar biasa " ucap Rasya anak tertua dari kembar lima karyawan Naina


Naina tersenyum mendengar ucapan semua karyawannya itu


setelah puas bercengkrama mereka semua memilih untuk pulang kerumah mereka masing-masing untuk beristirahat karena ke esokan harinya dan beberapa hari kedepan mereka akan disibukan dengan pesanan yang semakin hari semakin meningkat


biarpun seperti itu Naina selalu meminta karyawannya untuk meliburkan diri sekali seminggu agar bisa memiliki waktu bersama keluarga mereka apalagi bersama anak-anak mereka


tak jarang juga para karyawan bermalam di ruko bersama anak-anak mereka jika memang harus menyelesaikan pesanan orang


Naina sangat memprihatikan kesejahteraan karyawannya jika pesanan kue banyak maka para karyawan akan mendapatkan bonus diluar gaji pokok dan gaji lembur mereka mungkin itulah yang membuat karyawannya betah bekerja disana


Naina juga sudah menambah karyawannya di bagian pengemasan dan pengantaran karena bu kokom dan bu yuni sudah di ajarkan sebagai pembuat adonan dan mereka menganggap jika pangkat mereka juga sudah naik


sedangkan Rasya dan Rasyid serta iwan sudah menjadi bagian pengadaan bahan bukan lagi dibagian pengantaran


Rasya dan ke empat adik kembarnya masih betah tinggal di rumah yang dibelakang ruko dan mereka sudah meminta izin pada Naina akan keluar dari rumah itu jika mereka sudah menikah suatu hari nanti


Rasya dan Rasyid pun sudah memiliki rumah yang mereka cicil dari hasil kerja keras mereka selama ini ditoko kue Naina


Beberapa hari telah berlalu dan esok hari adalah hari pernikahan sari Naina sudah menyiapkan beberapa menu makanan dan juga beberapa jenis kue untuk acara pernikahan sari


Naina sangat sibuk namun kehamilan Naina kali ini membuat Naina gampang lelah dan perasaannya Sangat sensitif serta gampang baper


David tak bisa jauh darinya sedikit pun, jika Naina tidak melihat sang suami Naina akan menangis sesenggukan seperti anak kecil yang ditinggal pergi kewarung oleh ibunya


David mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah dan urusan kantor diserahkannya pada arya dan Roni


hari ini pernikahan sari dan El-faro semua sangat sibuk mempersiapkannya


Naina sudah meminta pada bi kokom,bu yuni dan yang lainnya untuk membantunya membuat menu masakan yang akan disajikan di acara pernikahan sari


semenjak subuh bu kokom dan bu yuni serta Naina sibuk dengan masakan mereka


hingga pukul tujuh pagi semua telah selesai dan kini mereka sudah mengantarkannya ke rumah ayah sari dimana akan diadakan akad nikah dan resepsi sederhana pernikahan sari dan El Faro


kue-kue nya pun sudah tertata rapi di meja prasmanan beserta minuman-minumannya


tepat pukul sepuluh pagi akad nikah sari dilaksanakan


sari terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya modern berwarna putih dan riasan pengantin yang sangat cantik

__ADS_1


sari terlihat seperti boneka Barbie berkebaya


El-faro tak kalah ganteng dengan balutan jas pengantin berwarna senada dengan kebaya pengantin sari


kini sari dan El-faro duduk berdampingan didepannya sudah ada ayah sari dan pak penghulu David menjadi saksi dari pihak pengantin perempuan dan Sikembar Rasya dan Rasyid menjadi saksi dari pihak pengantin laki-laki


karena benar saja kedua orang tua El-faro tidak datang dalam acara penting dan sakral Putranya itu


sebelum mereka berangkat kerumah sari El-faro mendatangi Naina dengan luka hatinya karena kedua orang tuanya tidak mau datang ke pernikahannya dengan alasan mereka sedang sibuk dan tidak memiliki waktu


Naina menenangkan El-faro yang sempat menangis karena mengingat kedua orang tuanya yang begitu tega padanya


"Sabar ya El ibu dan bapak serta kakek dan adik-adik mu selalu ada untukmu nak kamu jangan sedih ini hari bahagiamu nak"ucap Naina


"bu bisakah Faro memeluk ibu sebentar saja"ucap El-faro


Naina melirik Suaminya meminta izin dan david menganggukkan kepalanya dengan senyumannya


"boleh nak"ucap Naina dan elEl-faro memeluk Naina dengan deraian air mata


"terimakasih ya bu selalu ada untuk El-faro mau menganggap faro sebagai putra ibu walaupun kita bukan keluarga "ucap El-faro sesegukan


"sudah nak,kamu jangan nangis lagi sebentar lagi kamu akan memikul tanggung jawab sebagai seorang suami jadi nanti perlakukanlah istrimu dengan baik dan jadikan rumah tangga kedua orang tuamu sebagai pelajaran yang membuatmu bijak dalam mengambil keputusan kelak


satu pesan ibu jangan pernah menghina istrimu dan keluarganya walaupun mereka punya banyak kekurangan-kekurangan bimbing dan bicaralah dari hati kehati jika kalian punya masalah "nasihat Naina panjang lebar


El-faro kini mengucapkan ijab kabul dengan lancar tanpa kendala


El-faro kembali memeluk Naina dan menangis dipangkuan Naina


"sekali lagi terimakasih ya bu karena sudah mendampingi El-faro sampai hari ini"ucap El-faro


"iya nak selamat ya karena sekarang kamu sudah menjadi seorang suami


"iya bu"jawab El-faro mencium punggung tangan Naina lalu melakukan hal yang sama pada David yang dianggapnya sebagai pengganti ayahnya


kini kedua pengantin duduk dipelaminan tanpa mereka sadari ada tatapan terluka dan patah hati sedang menatap mereka dan memberikan doa terbaiknya


ya iwan sudah lama menyukai sari namun dia memendam rasa cintanya untuk sari karena merasa malu


sari cinta pertamanya tapi merasakan patah hati juga untuk yang pertama kalinya namun iwan mendoakan pernikahan sari selalu bahagia dan langgeng sampai mereka tua


"dia bukanlah jodohmu bang,dan pasti Allah sudah menyiapkan yang terbaik untukmu "ucap Rasya yang tiba-tiba datang dan menepuk bahu temannya itu

__ADS_1


Iwan tersenyum pada Rasya dan menganggukkan kepalanya


"ayo kita bantu-bantu didalam dari pada bengong disini nanti kesambet"ucap Rasya lagi dan mereka berjalan masuk dan bergabung dengan yang lainnya


__ADS_2