
"khem... khem.."bara berdehem karena hatinya terasa panas melihat kemesraan Naina dan David
"oh maaf " jawab David tersenyum mengejek ke arah Bara yang terlihat sangat kesal
"kami pamit dulu, maaf mengganggu waktumu Nai "ucap Bara lalu berdiri dari duduknya
"dan silahkan lanjutkan kemesraan kalian,dan satu lagi jika kalian ingin bermesraan tolong lihat tempat "ucap bara terlihat jelas kecemburuan dimatanya
"oh iya tentu saja pak Bara, lagian tidak ada yang bakal marah jika kami bermesraan "jawab David masih dengan senyuman mengejeknya
Bara semakin kesal mendengar ucapan David
"dasar tidak tau malu,baru pacaran saja sudah seperti itu, hati-hati Nai kamu jangan memberikan contoh yang buruk untuk anak-anakku "ucap Bara sangat kesal
"ya nggak masalah kan pak Bara kami bermesraan lagian kami pacarannya halal kok"jawab David yang semakin membuat Bara kesal
"kami juga akan mendidik anak-anak kami agar bisa menjadi anak-anak yang Soleh" sambung David
"maaf mas Bara, sejak dulu saya mengajarkan anak-anakku tentang hal-hal yang baik saya tidak pernah mengajarkan hal buruk pada mereka
dan sejak kapan mereka menjadi anak-anakmu karena semenjak mereka lahir kamu tidak pernah memperdulikannya kamu dan ibumu hanya terus menerus mendesakku untuk melahirkan anak perempuan dan satu lagi yang harus kamu ingat saat saya melahirkan Putraku Abimanyu pernahkah kamu melihatnya !? pernahkah kamu menggendongnya !? pernah kamu mengajaknya bermain !? tidak kan!? bahkan saat saya melahirkannya pun saya sendirian mempertaruhkan nyawa untuk menghadirkannya kedunia
tapi waktu itu saya masih berfikir positif,saya mengatakan pada diri saya sendiri jika kalian sedang sibuk bekerja
saya terus menunggu kalian untuk datang menjemputku dan putraku untuk pulang tapi nyatanya kalian memang tidak peduli
hari itu saya pulang membawa Putraku yang masih merah dengan menggunakan ojek karena saya tidak pernah diberikan uang pegangan dan uang yang saya bawa saat itu ada uang simpanan untuk kebutuhan sehari-hari ketiga putraku
bahkan tukang ojek yang membawaku merasa prihatin melihatku dan putraku yang baru berusia tiga hari itu harus terpapar panas matahari dan angin serta debu jalanan karena uang yang ku punya hanya cukup untuk membayar ojek
sesampainya dirumah kalian hatiku semakin hancur karena kalian sedang bersantai menikmati makan siang kalian
kalian punya banyak waktu bersantai tapi tidak punya waktu untuk kami
__ADS_1
saat baru pulang pun dari rumah sakit, saya yang seharusnya beristirahat karena baru selesai melahirkan jalan lahirku masih sakit tapi nyonya Dianra sudah memintaku untuk bekerja
dan kamu tau mas Bara?! sejak lahirnya putraku abimanyu Rasaku padamu sudah terkikis habis,saya bertahan hanya demi anak-anakku tapi saat putra sulungku meminta ku untuk meninggalkan rumah kalian dan bertepatan nyonya Dianra mengusirku dan kamu menjatuhkan talak padaku karena Saya tidak bisa memberikan kalian anak perempuan seperti yang nyonya Dianra inginkan selama ini
nyonya Dianra pun tak pernah sekali pun menyukai keturunanku
makan bersama kami pun kalian merasa jijik, makan makanan yang seperti kalian pun kami tak di izinkan
anak-anakku berulang kali bertanya mengapa mereka tidak bisa makan bersama kalian tapi putra sulungku selalu membantuku untuk memberikan alasan dan pengertian kepada Adik-adiknya
dan saya bersyukur saya mempunyai anak-anak yang penurut
itu membuatku lega karena tidak harus membuat alasan untuk keluar dari rumah kalian
terimakasih untuk narendra dan tuan Ibrahim karena kalian saya bisa bertahan hidup bersama anak-anakku hingga orang baik mau mempekerjakanku untuk bisa memberikan makan pada anak-anakku
dan saya juga sangat bersyukur dipertamukan dengan orang baik lainnya yang mau menerimaku apa adanya
nyonya Dianra pasti masih ingat Putraku Abimanyu hanya memecahkan pot Bunga kecil milikmu kamu memarahinya dan menghina putraku sampai Putra-putraku ketakutan
dan Jika kalian datang hanya untuk memintaku kembali untuk bersama kalian maaf saya tidak ingin karena saya dan anak-anakku sudah bahagia
dan kenalkan mas David ini adalah suamiku dan ayah dari anak-anakku walaupun hanya ayah sambungnya tapi anak-anakku mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang tidak pernah didapatkannya dari ayah kandungnya "ucap Naina panjang lebar mengeluarkan semua unek-uneknya yang selama ini disimpannya
Naina merasa lega karena sudah mengeluarkan semuanya kepada orang-orang yang sudah menyakitinya dan juga Putra-putranya selama 15 tahun lamanya
David terus mengelus punggung istrinya mencoba memberikan ketenangan dan kekuatan dan itu berhasil Naina mengungkapkan perasaannya dengan tenang
Bara dan keluarganya hanya tertunduk mendengarkan semuanya
nyonya Dianra menyesal karena memperlakukan Naina sangat buruk
sedangkan bara sempat tersentak saat Naina mengatakan jika pria yang ada disampingnya benar-benar suaminya berarti ucapan Pria itu tempo hari yang mengatakan jika dirinya adalah calon suami Naina adalah benar
__ADS_1
"maafkan kami nak Naina karena selama kamu menjadi menantu kami kamu tidak pernah diperlakukan dengan baik layaknya seorang menantu "ucap tuan Ibrahim setelah lama terdiam
"iya tuan tidak apa-apa,saya juga ucapkan banyak-banyak terima kasih karena kalian berdua selalu membantuku walaupun itu sangat berisiko jika nyonya Dianra tau kalian membantuku tapi kalian tetap saja memberiku bantuan dan anak-anakku secara diam-diam "jawab Naina
"iya kak nai sama-sama " sahut
 narendra
"ayo kita pulang"ucap tuan Ibrahim berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati istrinya yang duduk di atas kursi rodanya
"Nai kami pamit ya, sekali lagi maafkan kami karena sudah mengganggu ketenanganmu dengan kehadiran kami salam buat cucu-cucuku" ucap tuan Ibrahim berpamitan dan Naina hanya mengangguk saja
"ingat ya Naina,saya akan menuntut hak asuh anak-anakku "ucap bara saat berada didekat Naina dan David
"kamu lupa tuan Bara !? hak asuh anak-anakku kau serahkan kepadaku saat kau menceraikanku dan saya tidak akan takut ancamanmu karena saya punya bukti bahwa selama bertahun-tahun kamu tidak pernah menafkahi mereka
dan satu lagi tuan Bara yang terhormat jika suatu hari salah satu anakku mengalami hal yang buruk orang yang pertama yang kucari adalah kamu karena saya yakin kamu berencana untuk mengambil paksa anak-anakku yang tidak pernah kau anggap dariku "ucap Naina tenang dan Bara terkejut melihat keberanian Naina dia semakin tidak mengenal Naina yang sekarang yang dulu hanya akan diam jika mendapat intimidasi dari mereka
Bara meninggalkan ruko Naina dengan wajah yang sangat kesal
"sayang kamu tidak apa-apa kan!?" tanya David pada istrinya itu
"iya mas Saya tidak apa-apa "jawab Naina tersenyum
David tau jika istrinya itu sedang merasakan ketakutan karena ancaman mantan suaminya yang mengatakan akan mengambil Putra-putranya, ternyata pilihan Naina menyembunyikan kebenaran tentang keberadaan dewi sudah sangat tepat karena Bara dan keluarganya pasti akan terus berusaha merebut dewi dari Naina
"ayo kita keatas menemui anak-anak, satenya akan semakin dingin jika kita belum memakannya " ucap david dan di angguki oleh Naina
mereka berjalan menaiki anak tangga dalam ruko itu
david merangkul pundak istrinya posesif
para karyawan Naina yang melihatnya hanya tersenyum melihat kemesraan mereka
__ADS_1
saat sampai dilantai dua mereka masuk kedalam kamar dimana anak-anaknya berada
anak-anak sangat senang melihat mereka berdua ditambah lagi David mengatakan jika dia membawa sate untuk makan siang mereka