Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 10 Hari yang baru


__ADS_3

setelah menyiapkan semua kebutuhan anak-anak


saya mandi dan bersiap untuk mengantarkan mereka kesekolah


"Bang sudah selesai nak!!? ayo sarapan dulu ajak Adik-adikmu "pintaku pada anak sulungku


"iya ma,ini lagi bantu adek "jawab putraku itu


seperti inilah kami setiap hari saat masih tinggal dirumah mantan mertua ku, anak-anakku sudah terbiasa mengurus diri mereka sendiri dan saling bantu sementara saya sibuk mengurus ini dan itu karena saya mengurus semuanya sendirian hingga tidak sempat mengurus anak-anakku


bersyukurnya anak-anakku tidaklah manja dan mengerti bahwa mamanya sangat lah sibuk,putra sulungku juga sangat membantu karena dapat mengatur Adik-adiknya


akhh!!! jika ingat semua itu hatiku rasanya sangat sakit, mengabdikan diri Selama lima belas tahun mencoba menjadi istri dan menantu yang baik ternyata hanya dianggap sebagai seorang pembantu


tapi saya berjanji akan menunjukkan pada mereka bahwa pembatu ini bisa mendidik anak-anaku dan membahagiakan mereka tanpa campur tangan mas Bara


dan saya akan membuat mas Bara menyesal telah menyia-nyiakan darah dagingnya


"ma,kami sudah siap"ucap putra sulungku membuyarkan lamunanku


"oh iya sayang,ayo sarapan dulu nanti kalian telat"ucapku


"kenapa mama menangis !!?"tanya Ali


"tidak sayang, mama tidak nangis


ayo sarapan cepat nanti mama antar kalian "jawabku sambil mengusap sudut mataku yang ternyata berair


"kok wajah mama pucat"ucap akza


"oh benarkah sayang,mungkin mama hanya lelah sayang nanti dibawa istirahat pasti sudah baikan, tidak usah khawatir ya Sayang"ucapku mengelus kepala putra sulungku itu


"mama tidak sarapan !!? "tanya akza lagi


"nanti saja sayang, setelah pulang antar kalian takutnya kalian telat"jawabku beralasan padahal nasi goreng yang kubuat hanya cukup untuk mereka berempat karena beras yang sempat kubeli kemarin sudah habis dan rencananya sepulangnya dari mengantarkan anak-anak saya akan belanja kebutuhan dapur dan rumah dipasar


"Ayo ma kita berangkat kita sudah selesai "ucap anak-anakku dan saat menoleh kemeja makan ternyata mereka sudah membereskan semuanya


"ayo sayang,kita mulai hidup yang baru bersama "jawabku dengan senyuman termanis ku


"iya ma" jawab mereka serempak membalas senyumanku


hatiku menghangat melihat senyuman ke empat buah hatiku


walau kutau ada luka yang mengaga dihati mereka

__ADS_1


ada rasa kecewa yang mereka simpan untuk ayahnya


"eh sayang,pamit dulu gih sama uti dan akung disebelah tuh mereka lagi bersih-bersih"ucap ku pada anak-anakku saat melihat Bude yana sedang menyapu dihalaman rumah mereka sedangkan pakde rojak juga disana entah apa yang dikerjakannya


anak-anakku pun berjalan kearah sepasang paruh baya itu untuk berpamitan


saya melihat Bude Yana dan pakde Rojak mengelus kepala anak-anak ku dengan sayang saat mereka mencium punggung tangan mereka,hal seperti itu tidak pernah nenek dan kakek kandung mereka lakukan karena saat mereka akan berpamitan mereka sudah ada didalam kamar mereka dan anak-anakku tidak akan pernah mau masuk kekamar mereka hanya sekedar berpamitan karena mereka takut dibentak dan di marahi oleh omanya


mas Bara pun tidak pernah mengelus kepala anaknya saat berpamitan karena selalu sibuk dengan ponselnya


tak terasa tetesan bening ini keluar tanpa permisi


segera ku usap pipiku yang basah karena tidak ingin anak-anakku melihatnya


ku ukir senyuman manisku pada mereka saat mereka mendekati ku


saya pun mengantar anak-anak kesekolah mereka seperti biasa


"sudah siap semua !!?"tanyaku


"siap ma"jawab mereka bersamaan


"kalau begitu ayo kita let's go "ucapku


"let's go "ucap mereka juga lalu kami terkekeh bersama


"dada nak hati-hati ya"ucap bude yana ikut membalas lambaian tangan anak-anakku,pakde pun melakukan hal yang sama


saya hanya tersenyum kearah mereka


"ma,akung baik ya"Ucap Abi yang berada didepanku saat motor yang kukendarai melaju perlahan


karena saya takut membawa motor dengan kecepatan tinggi karena anak-anakku Duduk berdesakan di belakangku


beruntungnya badan mereka kurus jadi jok motor muat buat mereka bertiga


sedangkan sibungsu duduk setengah berjongkok didepan ku


"Akung kan memang baik"jawabku


"iya ma tapi akung beda sama opa"ucapnya lagi


"emangnya kenapa sayang " tanyaku


"akung tadi memberikan kami uang jajan !!! nih !!!"ucap putra ku ini lalu memperlihatkan uang berwarna ungu padaku

__ADS_1


"iya ma,jadi mama tidak usah kasi kami uang jajan lagi ya"ucap sulungku


"iya sayang, Terima kasih ya sudah mau mengerti mama"ucap ku terharu karena memang selama ini saya yang memberikan mereka uang jajan setiap harinya,uang sisa belanja tiap hari kusisihkan untuk kebutuhan sehari-hari anak-anak ku karena mas Bara hanya memberikan uang belanja bulanan dan bersyukurnya ibu mertua tidak pernah merecokinya sehingga saya juga bisa menyisihkan sedikit untuk anak-anakku


uang pemberian Narendra adik iparku saya tabung untuk jaga-jaga jika ada kebutuhan mendesak anak-anak disekolah


kadang-kadang juga papi mertua sering memberikanku uang tanpa sepengetahuan ibu mertua itu semua saya simpan


"iya ma sama-sama "ucap mereka


"tapi mama harus janji selalu sehat, kami tidak ingin mama sakit karena kami tidak punya siapa-siapa selain mama"ucap putra keduaku terdengar serak


"iya sayang mama janji,dan kalian juga harus janji yang rajin belajar biar nanti kalian bisa sukses "jawabku


"iya kami janji,akan belajar bersungguh-sungguh "ucap Attar lagi


"nah sekarang adek dan aa' sudah sampai, jangan nakal ya sayang tunggu mama jemput kalian "ucapku pada kedua putraku yang sudah berdiri disamping motor ku dan menyodorkan tangannya untuk Salim


"iya ma,kami masuk dulu ya ma" Attar


"mama hati-hati ya dijalan" abi assalamualaikum "Abi dan Attar


"waalaikumsalam " jawab kami


"iya sayang,dada adek...dada aa' "sahut ku melambaikan tangan


setelah mereka berjalan masuk ke dalam kepekarangan sekolah sambil berangkulan saya dan kedua putraku melanjutkan perjalanan menuju sekolah mereka


tak berselang beberapa menit kami sampai


"kami masuk ya ma, assalamualaikum"ucap kedua putraku mencium punggung tanganku


"waalaikumsalam "jawabku


kini saya melajukan motor ke pasar tempatku biasa berbelanja saat dirumah mama mas Bara


setelah berbelanja beberapa bahan kebutuhan pokok sehari-hari saya pun pulang


saya tidak menyetok bahan-bahan yang mudah busuk dan rusak seperti sayuran dan ikan saya hanya membeli untuk habis di olah dalam sehari karena dirumah kontrakanku tidak ada lemari pendingin


saya juga membeli satu rak telur dan beberapa cemilan untuk anak-anakku


saat masih dirumah mas bara saya membuat kan sendiri cemilan untuk anak-anakku karena mami akan Marah-marah jika melihatku membeli cemilan untuk anak-anakku katanya saya itu boros buang-buang uang anaknya


jika kembali mengingat itu semua air mataku keluar membasahi pipiku, hatiku rasanya diremas-remas

__ADS_1


"ya Allah,bantu hamba melupakan mereka semua, berikan hamba kekuatan menyongsong hari yang baru bersama anak-anakku " doaku dalam hati


__ADS_2