Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 96 baby Devan pulang


__ADS_3

hari inia Naina sudah tiga hari dirawat di rumah sakit setelah melahirkan bayi kembarnya


dengan penuh perjuangan dan david merasakan bagaimana rasa sakit saat melahirkan, bagaimana lelahnya saat melahirkan bayi kembar mereka


Baby Devan kini di izinkan untuk dibawa pulang tapi adik kembarnya belum bisa dibawa pulang karena berat badannya masih kurang


baby Devania masih harus mendapatkan perawatan intensif dan pengawasan dokter


kini mereka sudah berada didalam rumah Naina dan David semua orang menyambut kedatangan sitampan Devan wajahnya Sangat mirip dengan david


Dewi sangat senang menyambut kedatangan adiknya


Dewi tidak ingin jauh dari adiknya itu dan tidak ada yang bisa mendekati baby Devan karena Dewi akan menjadi sangat galak


kiki dan rendy yang sangat senang menggoda Dewi kini mencoba mendekati baby Devan yang sedang terlelap dalam boksnya


"dunda yaya janan detak-detat banti wewi malah Woh "ucap Dewi galak


"ikh...galak amat sih neng"jawab Rendy mencolek pipi tembem dewi


"ish yaya janan cholet-cholet"ucap dewi merkacak pinggang


Rendy bukannya berhenti tapi semakin menggoda Dewi


walaupun usia dewi kini sudah tiga tahun tapi cara bicaranya masih cadel


mereka tidak pernah ada yang protes dengan cara bicara Dewi mereka membiarkannya karena menurut mereka itu sangat menggemaskan


setelah puas menggoda dewi kini kiki berhasil menggendong baby devan karena dewi yang sudah kesal diganggu terus akhirnya ngambek dan pergi dari kamar Naina


"loh kenapa muka kesayangannya abang kusut amat,itu bibirnya kenapa bisa panjang begitu sayang kayak bibirnya angsa !?"tanya akza saat melihat adiknya masuk kedalam kamarnya dengan wajah kusutnya


"wewi tesal Apang "jawab Dewi masih mengerucutkan bibirnya


"kesal karena apa!?" tanya Akza lagi


"Yaya lendy zuta mendoda wewi apang, tlus meleta mau ampil dedek depan


tan itu adetna wewi" jawab dewi mencebik-cebikkan bibirnya karena marah


akza menahan tawanya karena wajah adiknya itu terlihat sangat lucu tapi akza juga tidak ingin membuat adiknya itu semakin kesal


"biarkan saja mereka ambil dedek devan kan dewi masih punya dedek Devania yang masih bobi dirumah sakit lagian dedek devan itu laki-laki seperti Abang jadi itu adiknya abang,mas, Aa'juga kakak tapi kalau dedek Devania kan perempuan jadi otomatis itu adiknya dewi kan sama seperti dewi jadi nanti bisa main boneka sama-sama sambil jaga dedek devan main mobil-mobilan "ucap Akza memberikan pengertian kepada adiknya itu sehingga dewi tidak lagi galak pada orang yang ingin mendekati adiknya


"dewi juga nggak boleh galak-galak nanti ditiru sama dedek devan dan Devania "ucap akza lagi

__ADS_1


"beditu ya Apang !?"tanya Dewi


"iya kita nggak boleh suka marah-marah , nggak boleh galak-galak nanti bisa cepat tua loh" jawab akza


"wewi nda mau dalak-dalak ladi nanti didi wewi tepat pompong sepelti tate juda atung pate didi palsu"ucap Dewi membayangkan wajah kakek dan akungnya yang sekarang pakai gigi palsu


perut akza jadi keram karena menahan tawanya


sekarang dewi kekamar dewi ya main disana aja abang mau kerja tugas dulu "ucap akza mengusir adiknya itu secara halus karena sudah tidak tahan menahan tawanya


akza iuga tidak ingin adiknya itu kembali ngambek setelah susah payah di bujuknya


"ote apang wewi peldi dulu ya" jawab dewi dengan senyuman manisnya


"iya tapi ingat nggak boleh marah-marah dan galak-galak lagi" ucap akza dan diangguki oleh dewi


dewi pun keluar dari dalam kamar akza dan masuk kedalam kamarnya sendiri yang dulu sering mereka jadikan kamar untuk belajar anak-anak Naina namun kini Dewi yang sudah menempatinya dan ruang belajar bersama mereka ada ruangan luas yang berbeda disamping kamar tidur Dewi


ruangan itu mereka pakai untuk bersantai bersama keluarga setelah makan malam


dilantai satu pun ada ruang keluarga namun anak-anak lebih memilih istirahat sebentar setelah makan malam dan sudah merasa mereka akan lanjutkan mengerjakan tugas sekolah mereka diruangan itu


namun hari ini akza malas untuk keluar kamar, karena cuaca diluar sana sangat panas


akza tadi sempat keluar kamarnya saat menyambut kedatangan sang ibu dan adik kecilnya


kini kiki meletakkan kembali baby Devan kedalam boksnya karena sudah kembali tertidur


mama Mita yang baru saja datang dari bandara yang tadi dijemput oleh David langsung heboh melihat Cucun nya yang Sangat tampan itu


"sayang kamu menggemaskan banget deh"ucap mama mita mengepalkan tangannya menahan dirinya untuk tidak menyentuh cucunya karena mama mita sadar dia baru datang dari luar negeri dan Belum sempat membersihkan diri


papa Ginanjar hanya berdiri dan melihat wajah cucunya itu


"ma ayo bersih-bersih dulu biar bisa menggendong cucu kita"ucap papa Ginanjar


"iya pa"jawab mama Mita


"sayang oma dan opa bersih-bersih dulu ya biar bisa cium-cium kamu" ucap mama Mita menggerukkan giginya karena merasa gemas


"iya oma,dedek sudah lindu pada oma"jawab Naina dengan suara layaknya anak kecil dan menirukan cara bicara Dewi


mama Mita segera mengajak papa Ginanjar menuju kamar mereka yang disediakan oleh David dirumah itu, kamar mereka juga berada dilantai satu


setelah bersih-bersih mama mita dan papa Anjar memuaskan diri mereka menggendong dan menciumi bayi tampan Naina sedangkan dewi asyik bermain bersama Daffa yang memang lebih senang tinggal bersama kakaknya itu

__ADS_1


"antel" panggil dewi pada Daffa


"kenapa sayang !?" tanya Daffa


"antel tidak melaza talau oma cama opa nyuetin tita !?"tanya dewi dengan wajah seriusnya


Daffa mengernyitkan keningnya mendengar ucapan ponakanya itu


sedangkan David yang juga berada didekat mereka segera mengambil ponselnya dan merekam semuanya


"memangnya kenapa !?"tanya Daffa


"wewi melaza opa zama oma pidat shayan pita ladi,pihatlah sedali tadi meleta hanya belbicala zama dedet payi padahal tan dedet payina ipu pelum pizah belbicala


meleta ini Sunduh tellalu ck...ck...ck.." ucap dewi di ikuti gelengan kepala


"iya ya kan yang seharusnya mereka ajak bicara itu kita tapi kenapa mereka berbicara dengan adek bayi yang hanya bisa memejamkan matanya "jawab Daffa sekan-akan mendukung ponakanya itu


"begitulah meleta suta naneh naneh,apatah muntin kalena meleta zuda tua sedindah seperti itu!?


tazian setali meleta,ini pidat pisa di bialtan belalut-lalut


pisa-pisa meleta ilan inatan" ucap dewi dengan nada seriusnya


David terkikik geli mendengar ucapan putrinya itu


"iya kamu benar ini tidak bisa dibiarkan kita harus segera menyadarkan mereka berdua " jawab Daffa


"emmm...antel benal tapi kita lalus menusun lencana adal semua beldalan bulus sepelti dalan tol"ucap dewi lagi


"kok jalan tol sih dek!?"tanya Daffa menahan tawanya


"iya tan dalan tol itu lulus pidat ada banbatan" jawab Dewi sangat yakin


"iya iya kamu sangat benar,tapi apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu!?" ucap Daffa kembali bertanya pada ponakanya itu


"emmm... entahlah " jawab dewi memegang dagunya lalu mengedikkan bahunya tanda dia pun bingung harus melakukan apa


"zudalah antel banti pita pikilkan itu pemuana" jawab dewi akhirnya


David berdiri dari duduknya dan berjalan keluar rumah karena sudah tidak tahan ingin tertawa dan buang angin


...****************...


terserah kamu Baby dewi mau buat rencana apa untuk opa dan omamu🤭🤭🤭

__ADS_1


maaf lama baru bisa update soalnya lagi kena flu dan batuk jadi nggak bisa konsen cari ide🙏🏻🙏🏻


__ADS_2