
setelah seharian membantu pekerjaan karyawannya diruko Naina pulang kerumahnya untuk segera menyiapkan makan malam untuk keluarganya
"baru dari ruko nai!?" tanya Bude yana melihat Naina lewat didepan rumahnya
"iya Bude " jawab Naina
"sayangnya Uti, kerumahnya uti yuk" ucap Bude yana pada Cucu kesayangannya itu
"no Uti,wewi lalus puyang wewi lalus basak buntut papa pama Ata" jawab Dewi lagaknya orang dewasa mengikuti cara bicara Naina
"sok tua banget sih kamu Sayang "ucap Bude yana mengambil dewi dari gendongan Naina lalu menyembur perut bulat balita cantik itu
terdengar gelak tawa sehingga Pakde Rojak ikut keluar melihatnya
"toyong wewi atung,wewi pipiksa pama Tutu hahahahha
pampum tuti pampum
wewi melelah mampum hahaha"ucap Dewi disela Tawanya
"tunggu sayang akung akan menolongmu" ucap Pakde Rojak lalu berjalan cepat mendekati mereka, setelah sampai disamping istrinya yang masih saja menyembur perut balita cantiknya itu
pakde Rojak mengambil Dewi dari gendongan istrinya lalu berlari masuk kedalam rumahnya dengan gelak tawa mereka berdua
akhirnya Dewi tidak pulang bersama Naina karena sudah diculik sama pakde rojak
Naina bergegas pulang kerumahnya untuk segera menyiapkan masakan untuk makan malam
setelah semua masakannya selesai Naina masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri agar saat suaminya pulang dia sudah segar dan cantik hingga suaminya semakin sayang
Naina kini duduk di ruang keluarga sambil nonton televisi sambil menunggu sang suami pulang
"ma,papa belum pulang !?" Abimanyu tiba-tiba datang mendekati Naina dan menanyakan keberadaan Ayahnya
"belum sayang, emangnya kenapa kak!?"tanya Naina pada putra ke empatnya itu
"abim mau minta tolong sama papa ma , untuk ditemani cari alat lukis soalnya besok ada tugas melukis trus alat lukis Abim habis semua "jawab Abimanyu
"oh begitu ya, yasudah kita tunggu papa dulu ya
kamu sudah mandi Sore nak!?" tanya Naina
"sudah ma,ya sudah abim kekamar dulu ya ma" ucap abimanyu dan melangkah naik kelantai dua
"tidak mau menemani mama disini untuk menunggu papa!?" tanya Naina
"abim lagi banyak tugas ma "Abimanyu menghentikan langkahnya lalu menjawab pertanyaan ibunya
"oh yasudah kamu kemarmu saja nanti mama beru tahu papa" ucap Naina dan diangguki abimanyu
tak berselang beberapa menit Naina mendengar deru mesin mobil dan tau siapa yang datang
Naina segera beranjak dari duduknya dan membuka pintu utama rumahnya untuk menyambut kedatangan sang suami
"assalamualaikum sayang "ucap David tersenyum saat melihat istrinya menyambutnya pulang seperti biasa
__ADS_1
David sangat bahagia karena walaupun Naina sangat sibuk dengan toko kue nya Naina akan selalu memprioritaskannya dan anak-anaknya
Naina akan menyempatkan diri untuk memasak dan menyambut kepulangan nya
"wangi banget sayang"ucap david mencium leher istrinya yang tertutup hijab panjangnya
"iya dong mas,masa nyambut mas dengan bau bawang " jawab Naina
David memeluk istrinya sebentar
lalu menyerahkan tas kerjanya yang diminta Naina dari tangannya
lalu berjalan masuk kedalam rumah sambil berangkulan
senyuman dibibir Naina tak pernah luntur,dulu saat masih berada Bara Naina tak pernah merasakan hal seperti itu karena Bara tidak akan berwajah cerah jika disambut oleh sang istri
Bara akan langsung menyerahkan tas kerjanya kepada Naina dan melangkah masuk kedalam kamarnya tanpa menyapa istrinya
Naina kayaknya hanya seorang istri yang menyambut kedatangan majikannya
Naina juga tidak pernah menggunakan pakaian bagus hanya daster lusuhnya yang dipakai ditubuh kurusnya karena Bara tidak pernah membelikan istri dan anak-anaknya pakaian
hanya Naina yang sering menyisihkan uang belanja yang diberikan oleh Bara dan membeli beberapa pakaian murah dipasar untuk dirinya dan anak-anaknya
Bahkan Bara terlihat jijik pada istrinya namun tidak merasa jijik jika menginginkan istrinya melayaninya diranjang
bahkan bara melarang Naina untuk memakai alat kontrasepsi hingga Naina sering hamil
tuntutan ibu mertuanya yang menginginkan cucu perempuan membuat Naina pasrah dengan kehidupannya, pasrah akan takdirnya karena itulah jalan hidup yang dipilihnya sendiri menikahi seorang pria yang baru dikenalnya
"oh ya sudah nanti mas temani, sekalian ngajak yang lainnya siapa tau mereka butuh sesuatu juga jadi bisa sekalian jalan"jawab David
Naina tersenyum karena merasa sangat bersyukur mendapatkan a suami seperti david perhatian dan pengertian
mereka kini sudah sampai di meja makan anak-anak sudah duduk rapi disana termasuk Dewi karena dewi menangis ingin pulang dan bertemu dengan papanya
Dewi diantar oleh Bude yana saat Naina masih didalam kamarnya bersama David
hingga Bude yana menyerahkan dewi pada Ali yang kebetulan sedang duduk diteras rumah bermain robot-robotan
"Aa' mama pama papa temana?" tanya Dewi
"papa lagi bersih-bersih pulang kerja ,memangnya kenapa dek!? "ucap Ali bertanya balik pada adiknya itu
"pidat tok wewi puma nyanya aja" jawab dewi sok tua
"masuk yuk sudah hampir magrib " ajak Ali pada adiknya lalu menggandeng tangan adiknya dan membawanya masuk kedalam rumah
"sini dek Duduk dekat abang" panggil Akza saat melihat adiknya berjalan masuk sambil bergandengan
"sudah mandi sore kan A' "tanya Akza pada Ali
"sudah bang" jawab Ali
"mas Attar dan kakak abim mana!?" tanya Ali
__ADS_1
"mereka masih dikamar lagi banyak tugas sekolah "jawab akza
"oh iya bang Ali juga ada tugas merangkai listrik,abang bantuin ali ya" ucap ali Pada kakak sulungnya itu
"insyaallah, memangnya alatnya sudah kamu siapkan !?" tanya Akza karena dia melihat adiknya hanya bermain robot-robotan saja
sudah bang tinggal di sempurnakan saja,ali sudah merangkainya cuma ali belum mengetesnya apakah berhasil atau tidak " jawab ali Santai
"kenapa tidak langsung dites aja dek!?" tanya Akza
"capek kak, soalnya selesai makan pulang sekolah tadi langsung dikerjakan makanya pas selesai merainya saya istirahat sebentar mandi sore sholat lalu main robot-robotan diteras"jawab ali
"sholat yuk"ajak Attar tiba-tiba datang dan berjalan keruang makan lalu duduk dikursi meja makan
"loh ngajak sholat kok malah duduk disini" ucap akza saat berada didekat adiknya itu
"tunggu papa mama juga abim kak" jawab Attar
azka ikut duduk dikursi meja makan dan memangku dewi
ali pun ikut duduk di dekat ke-tiga saudaranya
tak lama Abimanyu juga datang dna ikut duduk dimeja makan
saat mereka asik bercerita kegiatan mereka disekolah David dan Naina pun datang menghampiri mereka karena mendengar gelak tawa Mereka
"loh kok nggak ada yang ke mushola untuk sholat Maghrib !?" tanya Naina
" kami nunggu papa sama mama" jawab mereka
"ya sudah ayo" ajak David dan mereka berjalan bersama ke mushola kecil yang ada di samping kamar tamu rumah mereka
setelah sholat mereka makan malam bersama
seperti yang David katakan jika dia akan mengantarkan Abimanyu dan mengajak semua putranya untuk pergi bersama siapa tau saja mereka membutuhkan sesuatu jadi mereka bisa sekalian jalan
Dewi tidak ikut karena sudah mengantuk
sesampainya di sebuah toko besar david dan anak-anaknya masuk kedalam toko untuk membeli segala sesuatu kebutuhan mereka
benar saha yang dikatakan oleh David bukan hanya Abimanyu yang berbelanja tapi semua putranya pun ikut berbelanja kebutuhan tugas sekolah mereka
saat perjalanan pulang david melihat toko buah dan disana terlihat banyak mangga
tiba-tiba saja david pengen makan rukak buah
david membelokkan mobilnya masuk keparkiran toko buah itu
"papa nau beli buah!?" tanya akza yang duduk disampingnya
"iya kita belu buah dulu yuk, buah-buahan yang mama sering makan sepertinya sudah habis" jawab david dan kini mereka berlima masuk kedalam toko buah
David memilih banyak buah-buahan yang rasanya agak asam seperti mangga dan jambu masih banyak lagi buah yang dibelinya untuk Naina dan anak-anaknya
setelah setelah di rasanya sudah cukup david mengajak anak-anaknya pulang karena sudah tidak sabar lagi ingin membuat rujak buah
__ADS_1