
Bara sedari tadi mendengar percakapan Naina dan mantan pengacaranya dulu Waktu mereka bercerai merasa geram karena ibu anak-anaknya dipaksa
Bara tidak akan pernah rela jika wanita yang masih begitu dicintainya mendapatkan pria seperti itu,bara ingin melihat Naina bahagia walaupun bukan dengannya namun bukan dengan pria pemaksa yang ada dihadapannya itu
*jangan suka memaksakan kehendak anda, terimalah kenyataan jika Naina sudah tidak ingin bersamamu "ucap Bara dengan wajah memerah
"he kamu jangan ikut campur ya dengan urusanku,lagian apa hakmu Naina itu hanya mantan istrimu "ucap ghani menunjuk-nunjuk Bara
"Santai saja Bro tidak usah ngegas seperti itu"jawab Bara tenang, seandainya Naina tidak ada dihadapannya mungkin Bara sudah melayangkan bogem mentah pada wajah Ghani
"hahahaha, Apa tujuan kamu datang kemari hah!? apa kamu ingin mengajak Naina rujuk ?! jangan pernah mau Nai dia itu sudah membuangmu dan Anak-anakmu" ucap ghani yang mampu mengiris relung hati Bara
Benar apa yang dikatakan bara dia pernah membuang Naina dan anak-anaknya
"kenapa kamu diam hah!?"tanya Ghani
namun bara hanya terus diam tak mengucapkan sepatah kata,Bara menikmati rasa sakit hatinya karena tidak menyangka jika ada seorang pria yang sangat menginginkan anak dan mantan istrinya yang di sia-siakannya
sebenarnya harapan bara sangat besar untuk bisa memulai lagi bersama Naina dan ke empat anaknya karena bara sampai saat ini belum tau tentang keberadaan anak perempuannya yang bernama si cantik Dewi
"ingat ya kamu itu sudah membuang mereka bahkan saat itu Naina......"
"sudah mas,saya tidak akan pernah mau bersama salah satu diantara kalian Saya sudah sangat bahagia bersama Anak-anakku dan satu lagi walaupun saya tidak memiliki seorang suami tapi saya bisa membahagiakan anak-anakku
dan satu lagi mas ghani sampai kapan pun saya tidak akan pernah mau denganmu saat ini yang harus kamu lakukan bahagiakanlah istrimu "ucap Naina memotong ucapan ghani karena Naina tidak ingin Bara mengetahui keberadaan putrinya
karena Naina yakin jika bara tau tentang Dewi maka Bara akan merebut Dewi darinya, sedangkan Bara sudah menceraikannya dan membuangnya saat Naina sedang hamil
__ADS_1
"dan sekarang saya mohon, pergilah dari sini saya tidak ingin para pembeliku maerasa tidak nyaman karena ulah kalian berdua " ucap Naina mengusir Bara Dan Ghani dengan cara lembut agar mereka semakin tersinggung
"tapi Nai saya hanya ingin bertemu dengan anak-anak *ucap Bara yang masih tidak mau pergi dari sana
*mereka sedang istirahat mas, datanglah lain waktu dan saya Juga ingin tanyakan pada anak-anak apakah mereka mau bertemu denganmu atau tidak karena saya tidak ingin mas bara kecewa dan jika dipaksakan takutnya mereka semakin tidak ingin bertemu dengan mas"jawab Naina menanggapi ucapan bara dengan ucapan yang lembut agar Bara tidak tersinggung
"alah itu cuma alasanmu saja agar bisa di izinkan tetap disini ingat, kamu itu sudah membuang Naina dan anak-anaknya
paling kamu itu mengajak Naina rujuk hanya untuk menjadikannya sebagai pembantu
mending Naina sama saya karena saya bisa membahagiakannya "ucap Ghani sangat percaya diri
"hahahaha, percaya diri sekali anda, istri sahmu kamu abaikan demi mendapatkan perempuan lain,tapi kamu mengatakan saya pria brengsek sedangkan kamu apa !? kamu itu tidak jauh beda denganku "ucap Bara dengan nada mengejek
"walaupun saya membuangnya tapi saya tidak punya wanita lain,sok menjanjikan kebahagiaan tapi istri sah diabaikan ckckck
Naina hanya memperhatikan kedua pria dihadapannya yang saling adu mulut
"sekarang kamu mau apa !?" tanya Ghani
"ya saya mau bertemu dengan Anak-anakku "jawab Bara tenang
"ck ck....itu cuma akal-akalanmu saja"ucap Ghani berdecak kesal
"ya terserah saya dong saya pria bebas,saya tidak punya ikatan pernikahan dengan wanita lain "jawab Bara
Ghani semakin kesal mendengar ucapan Bara yang terus-menerus menyindirnya,namun Ghani tidak mau kalah dia terus saja membalas setiap ucapan Bara
__ADS_1
"sudah-sudah lebih baik kalian berdua pulang saja,dan saya tidak akan pernah memilih diantara kalian berdua karena saya sudah punya calon suami,dia pria yang baik mau menerima saya dan anak-anakku dengan apa adanya kami, orang tuanya pun baik tidak memandang statusku yang janda beranak banyak dan tidak akan menuntutku memberinya cucu perempuan " ucap Naina asal tujuannya hanya ingin menyindir keduanya secara halus
"siapa calon suamimu Nai!?" tanya keduanya bersamaan
"saya tau itu hanya alasanmu saja Kan Nai biar kami tidak lagi berharap padamu, tapi saya tidak peduli nai yang saya peduli adalah Saya ingin bersamamu dan anak-anak "ucap Bara tidak terima jika Naina akan menikah secepat itu karena Bara belum benar-benar ikhlas untuk melepaskan Naina kepelukan pria lain
Bara masih sangat berharap bisa kembali rujuk bersama Naina
"kamu tidak usah mengarang cerita seperti itu Nai saya tau kamu hanya menyindir kami berdua, jika memang kamu sudah memiliki calon suami kenalkan pada kami"ucap Ghani sepenuhnya tidak percaya pada ucapan Naina
Naina menjadi bingung sendiri karena dia hanya menggertak kedua pria dihadapannya itu agar mereka tidak lagi mengganggu dan merecoki kehidupan Naina dan anak-anaknya
"ayo Nai tunjukkan pada kami siapa Calon suamimu itu,biar kami berkenalan *ucap ghani tersenyum miring karena Naina terlihat panik dan bingung, disaat Naina bingung mencari alasan apa yang akan si ucapkannya pada kedua orang itu tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya pelan
*saya calon ayah dari anak-anak Naina,jadi saya berharap kalian jangan lagi mangganggu Naina karena pernikahan kami akan segera laksanakan"ucap orang itu dengan lantangnya
"mas"hanya itu yang mampu Naina ucapkan wajah Naina menjadi bersemu merah karena malu
pria itu tersenyum dan dibalas oleh Naina, membuat kedua pria dihadapannya menjadi cemburu
"alah kamu jangan membual saya tau kalian itu hanya bersandiwara,lagian mana mungkin ada pria lain yang mau dengan wanita yang punya anak banyak sepertimu Nai selain kani berdua "ucap Ghani dan diangguki oleh Bara karena dia juga tidak terima pria tampan itu menikahi Naina
"loh kalian belum percaya juga!? tapi sudahlah kalian bisa datang nanti diacara penukahan kami,iya kan sayang tidak apa-apa kan kalau mereka datang !?" ucap pria itu dan diangguki oleh Naina dengan senyuman dibibir nya
"iya mas"jawab Naina, Naina hanya mengikuti permainan pria itu karena Naina berfikir pria itu hanya bersandiwara untuk membuat Ghani dan Bara pergi dari sana dan tidak menggangunya lagi
Pria itu tersenyum sangat manis pada Naina saat mereka beradu pandang
__ADS_1
dada Naina sebenarnya berdenyut kencang ada gelenyar aneh berdesir didadanya namun Naina tidak ingin terbawa perasaan