
Naina sangat terkejut dengan kedatangan mantan suaminya dan juga keluarganya
Abimanyu yang sedari kecil tidak pernah mendapatkan perlakuan baik dari ayah dan neneknya membuat Abimanyu ketakutan tapi saat Narendra mendekatinya dan memberikan sebuah mainan Abimanyu menerimanya dan tersenyum karena di ingatannya adik ayahnya itu yang selalu baik pada mereka
adik ayahnya itu juga yang sering memberikannya hadiah atau makan saat dia ulang tahun dan juga kakak-kakaknya
"makasih om Rendra "ucap Abimanyu pada Narendra
Narendra merasa senang karena kemenakannya itu masih mau menerima pemberiannya
"sama-sama sayang " jawab narendra mengusap kepala putra bungsu Naina itu walaupun masih bersembunyi dibelakang tubuh ibunya
"sayang ayo salim sama oma opa dan om juga papa"ucap Naina pada Putranya itu
Abimanyu menggelengkan kepalanya dan masih bersembunyi dibelakang tubuh ibunya
"ayo sayang, tidak baik seperti itu mama nggak pernah ajarkan pada kakak seperti itu "ucap Naina lembut pada Putranya dan akhirnya Abimanyu mendekati mereka satu persatu dengan langkah ragu-ragu
Bara dan Nyonya Dianra memeluk tubuh Abimanyu yang kini lebih berisi sangat berbeda saat tinggal bersamanya tubuhnya sangat kurus
namun tubuh abimanyu bergetar saat dalam pelukan Bara
Bara dapat merasakan itu dan dengan segera melepaskan pelukannya karena tidak ingin putranya itu semakin takut
Setelah pelukan bara terlepas abimanyu langsung berlari ke ibunya
"mari silahkan duduk "ucap Naina sangat ramah dan itu membuat Nyonya Dianra semakin yakin bahwa Naina mau memaafkan dan mau kembali pada Bara
mereka pun masuk kedalam ruko dan duduk disofa yang ada di dalam rumo itu kecuali Nyonya Dianra yang masih duduk di kursi rodanya
saat mereka sudah duduk Sari dan Rahma datang dan menyuguhkan teh hangat untuk nyonya Dianra,kopi dan beberapa kue
"Nai apakah bosmu tidak marah jika kamu menerima tamu disini?!" tanya bara
"insyaallah tidak,selagi tidak menggangu teman-teman yang sedang bekerja "jawab Naina
"oh begitu "ucap Bara
"silahkan tehnya dan kopinya diminum "ucap Naina
Bara mengangkat cangkir kopinya dan mulai menyesapnya Begitupun dengan Tuan Ibrahim dan narendra
mereka saling tatap karena mereka tau rasa kopi itu rasa kopi yang sering Naina buatkan saat Naina masih istri Bara
__ADS_1
"ma kakak kerumah kakek ya"ucap abimanyu tiba-tiba meminta izin pada ibunya
"iya sayang "jawab Naina dan abimanyu segera berdiri dan berjalan cepat keluar dari ruko tanpa mengucapkan sepatah katapun pada ayah dan keluarganya
"memangnya abi mau kemana !?"tanya Bara
"mau kerumahnya Abah"jawab Naina Santai
"oh memangnya abah punya rumah sendiri !?" tanya bara lagi
"iya"jawab Naina singkat
"maaf kalau boleh tau ada perlu apa mencari saya kesini"tanya Naina karena merasa mereka terlalu banyak basa basi sedangkan saat naina menjadi menantu mereka tidak ada yang ingin berlama-lama berbicara dengannya kecuali narendra yang selalu baik padanya
"oh maafkan kami karena sudah menyita waktu bekerjamu"jawab bara
"iya karena saya masih harus menyelesaikan beberapa persanan orang "ucap Naina beralasan karena tidak ingin berlama-lama dengan keluarga mantannya itu
"begini Nai,mami ingin meminta maaf sama kamu" ucap bara pada akhirnya
"oh begitu ya,saya sudah memaafkan semuanya.karena itu semua hanya masa lalu jadi lebih baik kita lupakan saja agar tidak ada dendam dalam hati"mendengar ucapan Naina bara dan nyonya Dianra merasa senang karena merasa hati Naina sudah bisa diluluhkan
"Nai ami inta aaf"ucap nyonya Dianra tiba-tiba
Naina mengerutkan keningnya karena terkejut dengan ucapan mantan mertuanya itu yang dulunya sangat lancar menghinanya namun kini cara bicaranya melebihi cara bicara putrinya Dewi
ingin rasanya Naina segera berlari kerumah bude yana dan memintanya untuk menyembunyikan dewi dari mantan suami dan keluarganya itu namun Naina tidak dapat melakukan itu karena itu akan menimbulkan kecurigaan mereka
"mami meminta maaf pada kamu Nai "ucap bara menerjemahkan ucapan maminya
"saya sudah mengatakan jika saya sudah memaafkan kalian "jawab Naina
"nai ami au amu au mbali pama bala"ucap nyonya Dianra
Naina tidak menanggapi ucapan nyonya Dianra karena Naina tidak mengerti apa yang dikatakan oleh nyonya Dianra
Bara pun hanya diam tidak menerjemahkan ucapan ibunya
nyonya Dianra terus mengulang ucapannya itu tapi Naina masih saja tidak merespon karena benar-benar tidak paham akan ucapan mantan mertuanya itu
"kak maaf ya ,mami bilang mami mau kalau kak Naina kembali rujuk dengan kak bara" ucap narendra akhirnya karena lelah mendengar ucapan ibunya
"hah!?"ucap Naina terkejut
__ADS_1
"huffftt" Naina menghela napas panjang karena niana sebenarnya sudah muak dengan mereka, untuk apa lagi mereka datang dan memintanya kembali setelah di usir bersama anak-anaknya setelah dihina dan diceraikan
mereka tidak pernah menghargai pengabdian Naina selama 15 tahun
"kalau kalian datang untuk meminta maaf saya terima dengan lapang dada dan senang hati tapi jika saya diminta untuk kembali lagi maaf saya tidak bisa
mungkin menurut kalian hinaan demi hinaan yang kalian lontarkan untukku masih bisa saya maafkan tapi selama ini kalian juga dengan teganya menghina Putra-putraku dan tidak mengakui bahwa mereka darah daging kalian terutama nyonya Dianra yang hanya menganggap Anak-anakku sebagai benalu dalam kehidupan kalian
dan mengusir kami pergi dari rumah kalian itu sudah membunuh batin Putra-putraku
goresan luka yang telah kalian torehkan sangatlah dalam dan menyakitkan "ucap Naina mengeluarkan semua unek-uneknya yang disimpannya selama ini
"dan satu lagi,apakah nyonya Dianra dan mas bara pernah menghargai dan menganggap pengorbanan kami selama ini!?" tanya Naina dan mereka hanya menunduk saja tanpa mengucapkan sepatah kata dari mulut mereka bahkan nyonya Dianra sudah meneteskan air matanya
"saya ingin bertanya pada mas Bara!"ucap Naina dan bara mendongakkan kepalanya menatap Naina
"apakah setelah kami di usir dari rumah kalian,mas bara menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah untuk anak-anakku !? tidak kan, sepeserpun pun tak pernah dititipkannya padaku untuk nafkah Putra-putraku yang masih tanggung jawabnya
Namun sampai hari ini pun tanggung jawabnya itu diabaikannya
jangankan memberikan nafkah menanyakan kabar mereka pun tidak
saya tau mas bara sering datang dan memantau kami dari atas mobil tapi tidak pernah mau datang menemui Putraku dan memberikannya nafkah,tapi menanyakan keadaan mereka pun tidak
saya juga tau mas bara sering minum kopi dan beli kue brownies tapi saya membiarkannya saja" ucap Naina panjang lebar
"dan maaf untuk kembali menjadi menantu dikeluarga kalian saya tidak akan pernah mau cukup 15tahun menjadi pembantu disana,saya sudah bahagia bersama anak-anak, orang tuaku dan adik semata wayangku"ucap Naina lagi yang kini sudah memasang wajah datar dan tidak seramah sedari awal
.
"maafkan sikap kami Naia di masa lalu ,kita bisa menjalani semuanya dan demi anak-anak kita jadi ada baiknya kita rujuk kembali dan memulai lagi hubungan kita
"ucap Bara percaya diri
"maaf saya tidak bisa dan saya sudah berkeluarga, saya dan anak-anakku pun sudah bahagia seperti ini jadi jika kalian datang hanya untuk sekedar bertemu dengan anak-anakku silahkan itu hak kalian tapi kalian tidak punya hak untuk meminta kami kembali karena kalian sudah membuang kami dan itu kami sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi "ucap Naina tegas karena tidak ingin mereka berbuat semaunya lagi wajah Naina sudah berubah menjadi merah karena menahan rasa kesalnya
Bara dan keluarganya tidak ada yang berkata apa-apa lagi
Bara baru kali ini melihat Naina marah seperti itu
"ma,si cantik nangis "ucap Azka tiba-tiba datang menggendong adik perempuannya
semua menoleh kearah azka dan ketiga adik laki-lakinya yang berdiri disampingnya
__ADS_1
perhatian Mereka tertuju pada anak perempuan berwajah sangat mirip dengan Naina
yang sedang digendong oleh azka