Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 102 Dewi merajuk


__ADS_3

kini semua berkumpul dimeja makan dan menikmati opor ayam buatan Naina


"kak Naina kenapa tidak buka warung makan saja kak atau beli ruko yang dekat kampus dan kantor mas david trus jual sarapan disitu pasti deh laris manis""ucap kiki saat mereka selesai makan


"iya kak kenapa nggak buka cabang didikekat kampus pasti disana ramai karena pasti anak-anak mahasiswa yang ngekos pasti memilih beli sarapan apalagi sarapan bubur kak Naina murah dan ramah dikantong para anak rantau " sahut Rendy


"bagus juga sih apalagi Akza sudah hampir kuliah mungkin bagus kalau kita cari tempat disekitar kampus mas biar abang nggak bolak-balik,kita bisa buatkan tempat tinggal untuk abang disana sekalian diajarkan untuk mengelolanya " ucap Naina


David lama terdiam memikirkan ucapan istrinya lalu menatap akza yang juga menatapnya menunggu jawaban dari papanya itu


"ya sudah nanti arya cari tempat disekitar kampus tempat akza nanti melanjutkan pendidikannya "jawab david


sebenarnya walaupun tanpa persetujuan dari david Naina bisa mencari informasi tentang ruko yang dijual sekitar kampus tapi Naina tidak ingin mendahului suaminya itu biar bagaimanapun david sudah menjadi kepala keluarga di rumah tangganya dan menjadi ayah dari anak-anaknya


Naina menghormati suaminya apapun itu keputusannya


kini mereka sudah makan siang bersama anak-anak diminta untuk tidur siang sedangkan kiki kini bermanja-manja pada Naina entah mengapa kiki merasa nyaman diperhatikan oleh Naina


"kak, sebentar malam kita makan malam dengan bakso keju buatan kakak ya"ucap kiki


"kok tumben pengen makan bakso biasanya kan kamu itu nolak kalau diajak makan bakso mas Panjul ?!" tanya Naina mengernyitkan keningnya karena Kiki t seperti biasanya


"nggak tau rasanya saya itu pengen makan bakso tapi harus kakak yang buat "jawab kiki


"jangan-jangan kamu lagi ngidam ki!?" tanya Naina lagi


"nggak tau kak tapi kalau di ingat-ingat sih saya sudah telat sebulan nggak datang tamu " jawab kiki yang kini bangun dari tidurannya dan duduk menghadap Naina


"ya Allah kamua coba tes dulu Ki siapa tau kamu lagi hamil " ucap Naina Tersenyum


"ya Allah aamiin, semoga saja" jawab kiki dan rendy bersamaan


"aamiin " jawab mereka serempak


"kak saya kekamar dulu ya soalnya perutku rasanya nggak enak "ucap jihan


"iya kamu istirahat saja dulu "jawab Naina


Adrian membantu istrinya berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar yang ditempatinya tadi


setelah jihan Masuk kedalam rumah kiki berpamitan untuk pulang kerumahnya tapi Naina melarangnya


"kamu istirahat saja disini ki,jadi nanti kita bikin baksonya setelah sholat ashar "ucap Naina


"ya sudah sayang kamu istirahat di sini saja, supaya ada juga yang temani kamu kan ibu sama bapak lagi kekebun sama abah" sahut Rendy


"trus mas mau kemana ?!" tanya kiki pada suaminya itu


"mas mau jemput seno dulu katanya sudah Rindu pada Dewi,besok kan hari sabtu Seno tidak sekolah " jawab Rendy


"benarkah mas!?ya sudah sana mas jemput Seno Saya juga sudah Rindu pada seno pasti Dewi senang kalau Abang senonya datang "ucap kiki sumringah


"ya sudah mas berangkat dulu ya"jawab Rendy


"oh iya mas kalau pulang beli tespack ya sekalian " ucap kiki dan diangguki oleh suaminya itu, Rendy pun berpamitan untuk menjemput putranya sedangkan David dan Arya juga ikut berpamitan karena harus kembali kekantor karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan

__ADS_1


setelah semua pergi Naina masuk kekamarnya karena kedua anak kembarnya terbangun mungkin mereka juga sudah lapar sedari tadi mereka hanya tidur saja


setelah memberikan asi eksklusif kedua bayinya kembali tertidur dengan tenang Naina pun ikut tertidur agar malam nanti tidak begitu ngantuk saat kedua bayinya mengajaknya bermain


karena setiap tengah malam kedua bayi kembar nya akan terbangun dan bermain-main dengan tangan dan kakinya sedangkan jika siang hari mereka mereka akan tertidur pulas


mau tidak mau Naina juga ikut begadang bergantian dengan david namun Naina sering meminta suaminya untuk tidur saja, Naina merasa kasihan pada suaminya itu jika ikut begadang karena harus bekerja ke esokan harinya


Sore menjelang Naina terbangun dari tidurnya begitu pun dengan kiki dan jihan mereka bangun dari tidur siangnya


seperti janji Naina mereka akan membuat bakso untuk menu makan malam mereka


bau wangi kuah bakso sudah menguar memenuhi ruangan sampai baunya tercium ke kamar anak-anak


Dewi berjalan cepat mengikuti arah bau wangi bakso itu tercium


"mama imi wani setali,apa mama masat patso!?" tanya Dewi saat sudah berada di dalam dapur


mereka tidak menyadari kedatangan dewi mereka asik dengan pekerjaan mereka membuat menu makan malam


bau wangi daun pandan juga bersaing memenuhi ruang dapur


Naina membuat lontong berbungkus daun pisang dan memakai alas di dalam panci dengan daun pandan hingga baunya sangat wangi


"iya sayang mama lagi buat bakso, bunda lagi ngidam pengen makan bakso" jawab Naina


"oh,nisam paa ma!?" tanya dewi dengan wajah penasarannya


"diperut bunda lagi ada dedek bayinya sayang " jawab Naina


semua melongo mendengar pertanyaan Dewi yang mereka tidak disangka-sangka oleh mereka


"bukan begitu sayang dewi belum bisa ngidam karena dewi masih kecil dan dewi juga belum dewasa "jawab jihan


"oh beditu wewi juda bau pepat wewaza" ucap dewi


"untuk apa sayang !? kamu jangan cepat-cepat dewasa ya nak biar begini aja dulu biar bunda bisa tidur bareng kamu dan peluk-peluk kamu sayang " jawab kiki mendudukkan dewi dipangkuan nya


"ya adal wewi pisa nidam,bial mama puattan matanan yang sesat" ucap Dewi


"hahahaha, bagaimana sih kak makanan sesat!?" tanya jihan terpingkal-pingkal mendengar ucapan ponakan keponya itu


"ya mana ku tau saya kan bukan penganut aliran sesat"timpal Naina ikut tertawa


"hahahaha trus kenapa anak cantik kita ini pengen makan makanan seaat!?" tanya kiki


"hahahaha mana Kutehe coba tanya yang bersangkutan "jawab Naina masih dengan tawanya


mereka bertiga sengaja menggofa anak perempuan mereka itu, karena sebenarnya mereka tau maksud perkataan dewi


"sayang makan sesat apa sih yang kamu maksud !?" tanya kiki mencolek pipi tembem putrinya itu


"ckckck basa beditu jaja dunda pidat pahu, talian imi tatana olang pewasa ban pintal masa matanan sesat talian pidat pahu" jawab Dewi geleng-geleng kepala


"soalnya kami tidak pernah merasakan masakan sesat sayang karena kemi orang baik-baik " jawab jihan

__ADS_1


mereka bertiga kembali tertawa, Dewi mendengus kesal karena sedari tadi ketiga ibunya itu menertawakan nya


"hmm talian sanat menenaltan,wewi tesal pama talii


wewi atan peldi janan mentalitu"ucap Dewi cemberut lalu pergi dari dapur


"sayang kamu mau kemana maafkan kami nak kami hanya bercanda " ucap Naina mengejar putrinya itu


kiki mematikan kompor dimana naina memasak kuah baksonya lalu ikut berlari mengejar Dewi yang sedang merajuk


"maafkan kami kak, mungkin kami becandanya kelewatan "ucap kiki merasa bersalah begitu pun dengan jihan baru kali ini membuat dewi marah seperti itu


Dewi berlari kerumah lama Naina yang ditempati oleh Jihan dan Adrian juga Abah Abdul


masuk kedalam rumah itu dan berlari masuk kekamar abah Abdul, Naina terus mengikuti langkah putrinya itu


sesampainya di kamar abah Abdul dewi naik ketempat tidur dan menangis memeluk bantal guling yang biasa dipakai Abah Abdul tidur


"nenet wewi tanen,mama,dunda tama mami dahat tetawain wewi telus hiks hiks hiks


nenet tot nenet pidat puyang-puyang apa nenet pidat lindu wewi!? wewi pidat puna peman mama,dunda pama mami pidat tayang wewi ladi hiks hiks hiks" ucap Dewi disela tangisannya


Naina,kiki dba Jihan mendengar ucapan dewi ikut tergugu karena saat umi Alina


hidup dewi sangat dekat dengannya


saat Naina ingin melangsungkan kakinya masuk kekamar abah Abdul tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya


Naina menoleh dan ternyata itu abah Abdul ayah Naina dan jihan


"kalian kenapa berkumpul didepan kamar abah!?" tanya abah Abdul


"dewi lagi merajuk bah,tadi kami bercanda tapi sedikit kelewatan " jawab Naina tertunduk karena merasa bersalah kepada putrinya itu


"sudah lebih baik kalian pergi saja biar Abah yang membujuknya, Naina sekarang Kamu pulang nanti kedua anakmu menangis " ucap abah Abdul


"baik Abah " jawab mereka bertiga


jihan melangkah masuk kedalam kamarnya sedangkan Naina dan kiki kembali kerumah Naina


kiki ikut kerumah Naina lagi karena ponselnya masih dirumah Naina


sedangkan dikamar abah dewi masih saja menangis


Abah Abdul memilih membersihkan dirinya dulu sebelum mendekati cucunya itu


...****************...


Dewi jangan lama-lama merajuknya ya


semua nanti ikut sedih kalau melihat si cantik dewi menangis 😭😭


makasih ya karena masih setia mengikuti kisah Naina dan kelucuan dewiπŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


mampir disini juga ya πŸ₯°πŸ˜˜

__ADS_1



__ADS_2