Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 36 ada apa dengan Putra-putraku?


__ADS_3

Pov Naina


Alhamdulillah hari ini semua pesanan terselesaikan semua karyawanku pun istirahat karena mereka sudah bekerja sejak jam tiga subuh tadi


mereka pamit pulang kerumah mereka masing-masing tak lupa ku berikan mereka beberapa kue yang sengaja kurebahkan untuk mereka


sari memilih istirahat dikamar rumah belakang sedangkan Siti dan Sania pulang kerumahnya untuk mengantarkan makan siang untuk ayahnya mereka juga ingin segera beristirahat


putri kecilku Dewi kini sudah dalam asuhan umi dan jihan adikku


"assalamualaikum "ucap Iwan dan Amran dari luar toko


"waalaikumsalam "jawabku


"ini bu uang Sisa pembayarannya "kata Iwan menyerahkan amplop padaku saat mereka sudah duduk disofa yang ada didalam tokoku ini


"terima kasih banyak "jawabku mengambil amplop itu


"oh iya wan Ran,ini gaji kalian untuk hari ini makasih banyak ya


sekarang kalian pulang beristirahat dan itu buat kalian bawa pulang "ucapku menyodorkan amplop yang kuambil dari dalam kantong celanaku dan menunjuk rantang dan kantong plastik yang kuletakkan dimeja


"terima kasih banyak bu,oh iya bu apa besok masih ada pesanan !?"tanya iwan


"ada wan tapi nggak banyak mungkin ada sekitar 800biji saja itupun diambilnya siang jadi kita bisa istirahat dulu Nanti besok kita kerja kan"jawabku


"oh begitu ya bu, kalau begitu kami pamit dulu bu soalnya sudah siang belum sempat mandi"ucap Iwan cengengesan


"iya kalian hati-hati ya,oh iya wan !! anak-anak mana!?"tanyaku


"tadi adek-adek nya langsung pulang bu, mungkin mereka ngantuk "jawab Amran


"oh ya sudah sekali lagi makasih ya"jawabku


"iya bu sama-sama, kalau begitu kami pamit bu"ucap mereka lalu keluar dari ruko dan berboncengan memakai motor iwan untuk pulang kerumah mereka masing-masing


"mbok, Naina pulang dulu ya"ucap ku pada mbok Darmi yang sedang merapikan bahan-bahan kue yang baru di bawa oleh langganan bahan-bahan kue tempaku berbelanja


mbok Darmi memasukkannya kedalam etalase yang jadi pembatas ruang tamu dan ruang istirahat karyawan yang ada ditoko


"iya Nai "jawab mbok Darmi


saya pun berjalan pulang kerumah yang berada disamping toko


namun sebelum pulang kerumah saya menyempatkan diri untuk datang ketoko tempat lu jual sarapan yang dijaga mala dan Rani


"assalamualaikum "ucapku masuk kedalam toko lewat pintu belakang


"waalaikumsalam "jawab mereka


ternyata ditoko sedang banyak pembeli yang sedang makan siang ada juga yang sedang minum kopi dengan kue sebagai pelengkapnya


tokoku ini sudah dikelola oleh adikku Jihan dibantu umi dan Abah


"eh ibu"jawab mereka


"mbak Jihan nya mana!? tanyaku karena tidak melihat adikku itu


"oh kekamar mandi bu, barusan mbak jihan masuk "jawab Rani


"oh, begitu ya!! hari ini apa ada pesanan!?" tanya ku pada mala yang sedang mengatur kue yang tinggal sedikit


"kuenya tinggal segitu mala?!"tanyaku


"iya bu Alhamdulillah tinggal sedikit "jawab mala


"Alhamdulillahirabbil alaamiin "jawabku


"permisi , assalamualaikum bu"ucap seseorang

__ADS_1


"waalaikumsalam,eh El-faro kok baru datang lagi sih!? dari mana aja!?" tanyaku saat tau siapa yang mengucapkan salam


"iya bu El dan teman-teman baru pulang PSG bu jadi nggak sempat kesini"jawab El-faro


"trus teman-temannya yang lain mana!?"tanyaku pada El-faro karena tumben datang sendirian


"kami disini bu"sahut tiga remaja berwajah tampan dari luar


"kalian lama nggak datang kesini makin ganteng aja "ucapku menggoda mereka


"ibu bisa aja,tapi ngomong-ngomong ibu sekarang langsing


ibu sudah lahiran !?"tanya Tion


"iya yon ibu sudah lahiran, sudah hampir tiga bulan "jawabku


"trus dedeknya cewek apa cowok bu!?"tamya Tion lagi


"cewek yon"jawabku lagi


"trus dedeknya mana bu!?" Tion tak henti-hentinya bertanya


"ada dirumah sama kakak-kakaknya "jawabku


"kamu ini yon tanya mulu sama ibu, kayak reporter aja


trus bu Nama Dedeknya siapa !?"ucap Rendy menegur Tion yang sedari tadi bertanya terus


"huuuuuu,kamu ini larang saya bertanya sama Ibu malah kamu bertanya juga"ucap Tion menoyor kepala Rendy karena kesal


"ya kan kamu nggak nanya nama anak ibu Bambang !?"sahut Rendy yang balas menoyor kepala Tion


"eh kok malah berantem sih,nama anak ibu Athena Dewi Pratiwi"jawabku


"Wah namanya bagus bu"jawab El-faro yang sedari tadi hanya memperhatikan temannya yang berdebat


mala dan Rani hanya diam melongo menatap ke empat remaja pria berwajah tampan yang sedang berdiri didepan mereka


"eh mbak kok kalian bengong !?"ucap Danu jutek,Danu memang yang sedikit bar-bar diantara teman-temannya


"eh jangan begitu Dan, mereka hanya terpesona dengan wajah tampannya kalian "ucapku mengalihkan perhatian mereka


"eh maaf mas,tadi pesannya apa!?" tanya Rani


"Nasi Uduk Ran, lauknya komplit "Sahutku


"oh iya bu,maaf ya bu"jawab Rani malu-malu


"iya nggak apa-apa !! ayo cepatan siapkan pesanan mereka "ucapku


"iya bu"jawab mereka lalu menyiapkan pesanan ke empat remaja itu


"eh kakak,kakak nggak istirahat !?" tanyaa Jihan yang baru saja datang


"iya ini lihat anak-anak dulu"jawabku


"Han,dedek mana!?"tanyaku


"tuh dibelakang sama bunda dan itunya "jawab Jihan


"oh kiki pulang !?"tanyaku lagi


"iya mbak,mbak kiki bilang lagi of hari ini"jawab jihan


"mbak sini deh" kata jihan sambil menarik tanganku kebelakang


"mbak Anak-anak kenapa sih, sejak pulang tadi muka mereka muram dan terlihat sedih "kata Jihan


"masa sih Han!?" ucapku

__ADS_1


"iya mbak, saat mereka baru pulang mereka langsung masuk kamar dan nggak keluar-keluar lagi"kata jihan lagi


"kok baru ngomong sih Han,ada apa ya!?"tanyaku khawatir


"nggak kak,coba deh kakak tanya mereka baik-baik "jawab Jihan


"iya Han,tapi biasanya sih kalau mereka punya masalah mereka itu akan cerita dengan sendirinya kakak nggak mau memaksa mereka "jawabku, adikku hanya mengangguk saja


setelah berbicara dengan Jihan saya berjalan mendekati El-faro dan teman-temannya yang sedang makan


"El, Ren,yon,Dan kalian makan ya,ibu mau kedalam takut nanti dedeknya nyariin ibu"ucapku pada mereka


"siap bu, nanti kami kesini lagi untuk liat dedeknya soalnya sekarang nggak bawa apa-apa "jawab Tion


"eh nggak usah repot-repot "ucapku


"nggak repot kok bu,iya nggak cuy"jawab Tion lagi


"iya bu kami nggak repot kok"jawab El-faro


"ya sudah makasih banyak ya sebelumnya"ucapku dan berlalu dari tempat mereka


"kak mereka aiapay!?" tanya jihan


"mereka itu pembeli pertama dan setia kakak"jawabku tersenyum


"oh... pantas saja kakak akrab dengan mereka "jawab Jihan,mala dan Rani juga ikut manggut-manggut


"oh iya Ran, biasanya kalau mereka itu selesai makan mereka ngemil"ucapku lalu berjalan ke etalase dan mengambil nampan yang khusus untuk kue lalu memilih beberapa jenis kue bolu


"ini kue kesukaan mereka berempat jangan lupa kopi bawa langsung ketempat mereka "ucapku


"wah kakak malah sudah hafal kesukaan mereka "jawab jihan


"ya hafallah han,orang mereka itu dulu tiap hari sarapan dan makan siang disini


seandainya mungkin kakak buka toko sampai malam mungkin mereka juga makan malam disini "ucapku terkekeh


hingga jihan,mala dan Rani juga ikut terkekeh


"Nah tuh Ran mereka sudah selesai makan"Ucapku saat melihat mereka sudah menyusun piring makan mereka menjadi satu


"itu mau diapain kak piringnya disusun kayak gitu !?" tanya Jihan


mereka akan mengangkatnya ke wastafel pencucian piring "jawabku


benar saja tak lama Danu dan Tion sudah berjalan dengan piring dan gelas kotor ditangan mereka


mereka berdua berjalan menuju westafel pencucian piring dan langsung mencucinya


Jihan,Rani dan mala kembali melongo dibuatnya karena mereka mau cuci piring seperti dirumah mereka sendiri


"mereka itu anak-anak sultan loh"ucapku


"hah?!!!"jawab mereka bertiga seakan tidak percaya dengan apa yang kukatakan


"ayo ran Mala Antar kue dan kopi itu kemeja Mereka "suruh ku


"ya sudah saya kedalam dulu ya,mau Liat anak-anak dulu,oh iya Han kue dan kopinya gratis ya buat mereka tapi jangan ribut nggak enak sama pembeli yang lain"ucapku pelan


"Oke kak siap"jawab jihan


saya pun meninggalkan toko dengan hati yang sangat kacau karena memikirkan apa yang dikatakan jihan Tadi


"ya Allah ada apa dengan Putra-putraku "ucapku mengelus dadaku yang terasa sesak


namun saya tidak tau apa penyebabnya,apa karena saya terlalu cemas !?


kulangkahkan kakiku dengan cepat namun saat keluar dari dalam toko terdengar suara gelak tawa Kiki dan putri kecilku Dewi

__ADS_1


terlihat binar bahagia diwajah kiki dan Bude yana saat bermain dengan putriku Dewi


bibirku ikut tersenyum melihat mereka,namun saat mengingat ke empat Putraku rasa penasaranku kembali


__ADS_2