
hari demi hari berlalu semenjak Bara memutuskan untuk tinggal terpisah dengan orang tuanya
namun Bara masih sering menengok ibunya dan menemaninya terapi jika narendra tidak sempat atau sedang banyak pekerjaan
seperti hari ini Bara menemani ibunya terapi,Nyonya Dianra sudah banyak menunjukkan banyak perubahan
nyonya Dianra sudah bisa menggerakkan tangannya juga berbicara walaupun belum lancar seperti semula namun sedikit demi sedikit ucapannya sudah dapat dipahami
"Bala"panggil Nyonya Dianra
"iya mi,apa mami butuh sesuatu !?" jawab bara mendekati ibunya yang sedang duduk dikursi rodanya
"oyong ami au emu engan nai (tolong mami mau bertemu dengan Nai)"ucap Nyonya Dianra,bara mengerutkan keningnya berfikir apa yang dikatakan oleh ibunya
"ada apa dengan Nai mi!?"tanya Bara yang masih belum mengerti
"au mememu Nai (mau bertemu Nai)"ucap Nyonya Dianra lagi
"mami mau bertemu dengan Nai!?"ucap Bara menebak-nebak karena ibunya menyebut nama Naina dua kali
Nyonya Dianra mengangguk mengiyakan ucapan putranya
"tapi untuk apa mi!? saya ragu jika Naina ingin menemui kita" ucap Bara sendu karena terakhir kali Naina menyuruhnya pergi karena telah berdebat dengan Ghani yang juga ingin memiliki Naina
hingga David datang dan mengakui bahwa dia adalah calon suami Naina
Bara sebenarnya Ragu dengan ucapan pria itu karena Naina tidak memberikan respon yang berlebihan yang menampakkan mereka pasangan
dan semenjak hari itu Bara tak pernah lagi datang baik hanya untuk sekedar memesan kue dan kopi ataupun nongkrong disana sepulang bekerja seperti biasa
Bara ingin memberikan waktu kepada Naina kerena bara berharap hati Naina Luluh jika dia datang lagi tanpa gangguan pria lain
tanpa Bara ketahui Naina kini bahagia bersama suami dan anak-anaknya dirumahnya yang baru
rumah yang dibangun oleh David jauh sebelum mempersunting Naina
Tanah kosong yang sering Pakde Rojak jadikan kebun kini sudah dibanguni rumah mewah oleh David dan itu semua atas nama Naina
rumah lama Naina ditempati oleh Abah Abdul dan Jihan
Azka dan Adik-adiknya juga masih sering nginap disana
Adrian pun sudah datang menemui Abah Abdul dan meminta jihan menjadi istrinya
Adrian datang bersama orang tuanya setelah seminggu pernikahan Naina dan David
__ADS_1
Naina dan David terkejut saat mengetahui jika Adrian ternyata menjalin hubungan dengan adik iparnya karena selama ini David menyangka jika Adrian menyukai Naina
dan sebulan lagi mereka akan menikah
Abah Abdul merasa Bahagia karena kedua putrinya akan memiliki pendamping hidup
sedangkan dihunian Nyonya Dianra
Bara terus didesak oleh ibunya untuk menemui Naina dan akhirnya bara menyetujui keinginan ibunya
Bara pub memberitahukan kepada ayah dan adiknya tentang keinginan ibunya untuk menemui Naina dan anak-anaknya dan mereka pun setuju karena memang sudah lama mereka tidak bertemu dengan Naina dan anak-anaknya semenjak hari pernikahan Bara dan Geisha Wiranata seorang wanita pilihan ibunya yang ternyata hanya memanfaatkan mereka
dan semenjak semua kebusukan mereka terungkap geisha dan orang tuanya tidak pernah lagi datang menemui mereka
"Baiklah mami sekarang istirahat biar besok Terasa seger saat menemui Naina dan Anak-anakku "ucap bara pada ibunya
sang ibu hanya mengangguk dan tersenyum
"kamu serius bara akan mengantarkan kami untuk bertemu dengan Naina dan anak-anaknya !?" tanya Tuan Ibrahim meyakinkan bahwa perkataan putranya itu benar
"benar pi kita akan menemui mereka "jawab bara
"kenapa tidak ngomong sebelumnya kak!? saya kan bisa membelikan sesuatu untuk anak-anak "sahut narendra
"iya,rendra benar seandainya kita tau sebelumnya kita bisa beli sesuatu sebagai buah tangan "jawab Tuan Ibrahim menanggapi ucapan putra keduanya
"eh iya papi lupa jika kita akan bekerja sama dengan Pratama group "jawab Tuan Ibrahim baru mengingatnya
"kalau begitu saya pergi dulu,besok saya akan menjemput kalian setelah rapat selesai "ucap bara
"kenapa tidak nginap disini saja kak!?" tanya narendra pada kakaknya itu
"semua berkas-berkas penting kerja sama ada dirumah "jawab Bara beralasan padahal berkas itu tak pernah disimpannya dan ada didalam mobilnya
entah mengapa bara sudah sangat malas untuk nginap di rumahnya itu karena bara akan teringat semua kenangannya bersama Naina selama puluhan tahun pernikahan mereka
saat bara meninggalkan rumah mereka Tuan Ibrahim mendorong kursi roda istrinya kekamar tamu yang kini menjadi kamar mereka semenjak Nyonya Dianra sakit dan menggunakan kursi roda
"memangnya mama yakin mau menemui Naina !?"tanya Tuan Ibrahim pada istrinya itu dan Nyonya Dianra mengangguk
"atu au inta aaf ada nai,atu au inta nnnai alik ama Bala (aku mau minta maaf pada Naina ,aku mau meminta Naina kembali pada Bara)"jawab Nyonya Dianra
"kalau mami ingin meminta maaf kepada Naina papi yakin Naina pasti mau memaafkan kita tapi kalau untuk meminta Naina kembali pada Bara saya tidak yakin tapi saya juga berharap Naina dan anak-anaknya mau kembali bersama kita lagi dan mami harus janji tidak Akan memperlakukan Naina dengan baik "ucap Tuan Ibrahim panjang lebar dan Nyonya Dianra hanya mengangguk dan Airmatanya menetes Karena mengingat bagaimana perlakuannya kepada mantan menantunya itu
sebenarnya Nyonya Dianra sangat tidak yakin jika Naina mau menjadi menantunya lagi tapi Nyonya Dianra sangat beraharap jika nanti setelah mereka meminta maaf kepada Naina, Naina dan anak-anaknya mau bersama mereka lagi
__ADS_1
"kenapa mami nangis !? apa ada yang sakit !?" tanya Tuan Ibrahim sangat khawatir
Nyonya Dianra hanya menggeleng mengatakan jika dia baik-baik saja
"mami sekarang istirahat ya benar kata bara jika kita istirahat yang cukup tubuh kita akan terasa segar
jadi sekarang mami istirahat ya jadi besok bisa fit saat bertemu dengan cucu-cucu kita" ucap Tuan Ibrahim lalu memindahkan istrinya ke tempat tidur
"maaci maz"ucap Nyonya Dianra
"sama-sama "jawab Tuan Ibrahim
mereka pun mengistirahatkan tubuh tua mereka
pagi menjelang Narendra sudah sangat sibuk
"sibuk amat sih rend!?" ucap Tuan Ibrahim pada putranya itu
"iya pa ini Saya lagi siapin yang akan kita bawa untuk anak-anak "jawab narendra
"loh kapan kamu belinya sih Rend !?"tanya Tuan Ibrahim heran karena ini masih sangat pagi tapi Narendra sudah membeli beberapa barang untuk anak-anak bara dan Naina
"semalam sebelum tidur saya hubungi beberapa teman dan meminta mereka membawa ini semua "jawab narendra memegang kerah bajunya bangga pada dirinya sendiri
"gercep juga kamu rend"ucap Tuan Ibrahim tersenyum bangga pada putranya
"iya dong pi siapa dulu narendra "jawab narendra terkekeh
"ya sudah kita sarapan dulu,kasihan mami sudah menunggu dan juga mami harus minum obat dan tetapi mandiri "ucap Tuan Ibrahim dan mereka menuju ruang makan dimana sarapan sudah tersedia
siang harinya seperti janjinya bara datang menjemput keluarganya untuk menemui Naina di toko tempat Naina tinggal
"Bar memangnya Naina tinggal dimana !?"tanya Tuan Ibrahim
"Naina dan anak-anak kami selama ini tinggal di ruko tempatnya bekerja pi"jawab Bara karena memang bara belum mengetahui jika toko jue itu milik Naina karena mendapatkan info dari orang suruhannya dulu dan itulah yang diyakininya sampai saat ini
kini mereka sudah berada di depan toko kue Naina,bara mengajak keluarganya masuk kedalam toko dan memesan kue dan kopi untuk mereka nikmati sebelum menemui Naina
saat mereka sedang asyik menikmati kopi dan kue Abimanyu datang untuk memanggil Rani karena Naina yang memintanya
namun Abimanyu yang datang dari arah depan terkejut melihat keluarga ayahnya ada disana
semua menoleh pada Abimanyu saat Abimanyu berteriak memanggil karyawan ibunya itu
Abimanyu langsung berlari kembali keruko untuk menemui ibunya dan memberi tahukan bahwa ayah dan keluarganya datang
__ADS_1
Bara mengikuti Putranya itu dari belakang menuju ruko begitu pun dengan yang lainnya
Naina yang terkejut mendengar teriakkan Putranya yang terdengar ketakutan langsung berlari keluar menemui Putranya itu dan Naina semakin terkejut saat melihat mantan suaminya dan keluarganya Sudah berdiri didepan rukonya